Translate

Rabu, 17 Agustus 2016

Ar Rahman Ar Rahim





Memper indah diri dengan bersikap lunak terhadap sesama  muslim bisa terwujud melalui kasih sayang dan penuh perhatian kepada sesama. Ketahuilah, bahwa hal ini termasuk akhlak terbaik. Bahkan Allah swt mensifatkan Rasul-Nya dengan sifat ini.
Hal ini sebagaimana firman Allah swt dalam al-Qur’an:
(لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ)
Artinya: _Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”_ (Qs. at-Taubah ayat: 128).
Rasulullah saw bersabda:
الراحمون  يرحمهم الرحمن. ومن لا يرحم لا ير حم
Artinya: _“Orang-orang yang penyayang akan disayang Tuhan yang Maha Penyayang. Barangsiapa yang tidak menyayangi orang lain tidak akan disayang.”_
Nabi saw juga bersabda:
إن أبدال أمتى لا يدخلون الجنة بكثرة صلاة ولا صيام بل بسلامة الصدور وسخاوة النفوس والرحمة بكل مسلم
Artinya: _“Sesungguhnya para wali abdal dikalangan umatku bukan memasuki surga karena banyaknya shalat maupun puasa. Akan tetapi mereka masuk surga karena hati yang bersih, jiwa yang derma dan menyayangi setiap muslim."_
Hadits ini tidak berarti para abdal itu bukan orang yang banyak shalat dan puasanya justru mereka adalah orang-orang yang banyak menjalankan kedua ibadah itu dan ibadah lainnya, tetapi sifat-sifat mereka yang disebutkan oleh Nabi saw itulah yang lebih mendekatkan mereka kepada Allah swt. Karena kemuliaan sifat-sifat itu dibanding amal shaleh mereka lainnya karena termasuk amalan hati dan sifat-sifatnya.
Perlu diketahui, apabila ditimbang amalan hati tidak dapat ditandingi oleh amalan fisik baik dalam kebaikan dan keburukan melainkan yang akan unggul adalah amalan hati ketimbang amalan fisik dengan hasil yang lebih nampak.
Oleh karena itulah para ulama tasawuf lebih menitik beratkan pada perkara kebersihan hati dan mengutamakan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji dan amalan shaleh ketimbang kalangan ulama dan para ahli ibadah lainnya yang tidak terlalu memperhatikan urusan batin seperti yang dilakukan oleh ulama tasawuf.


Tidak ada komentar: