Translate

Kamis, 20 Februari 2014

MAAFKANLAH, ANDA AKAN SEHAT



 فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. 

Memaafkan dapat dijadikan “Obat” mujarab untuk kesehatan jiwa raga, karena memaafkan memicu kerja saraf lebih rilex.Memaafkan dapat menjaga setabilitas fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang memaafkan memiliki aktifitas otak yang normal. Sementara orang yang tidak memaafkan berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh, karena memiliki aktifitas saraf lebih banyak, tegang. Orang marah membutuhkan 32 otot, sementara sersenyum hanya 17 otot.Jadi Maafkanlah maka anda akan sehat. 

Sebuah penelitian yang menggunakan teknologi canggih pencitraan otak seperti tomografi emisi positron dan pencitraan resonansi magnetic fungsional juga telah berhasil mengungkap perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan dengan yang tidak memaafkan. Orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah, yang berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tidak memaafkan memiliki aktifitas otak yang sama dengan otak orang yang sedang mengidap stress, marah. Sebuah penelitian juga dilaporkan dari Universitas Ohio State dengan sengaja membuat luka kecil di lengan beberapa responden yang sehat. Dalam tempo waktu 4 hari, hanya 30% saja pasien dengan sifat pemarah yang lengannya pulih. Sedang 70% pasien yang cinta damai bisa langsung sembuh. 

Sifat pemarah juga membuat orang lebih rentan terhadap serangan depresi parah, demikian menurut sumber yang kami dapat. “Maaf”, sungguh sebuah kata yang sangat sederhana ketika diucapkan, tetapi menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya bagi banyak orang untuk disebarkan kepada sesama.
 فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. 

 “Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al Maidaah (5): 13)
 خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ. 

 “Jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Q.S Al A’Raaf (7) : 199)

 وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

“Dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S An Nuur (24) : 22) 

Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r.a. bahwa Dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri 'Aisyah. Maka Allah pun menegur Abu Bakar dengan menurunkan ayat ini Allah melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema'afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu. “Tidaklah halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari; keduanya bertemu tapi saling memalingkan mukanya. Dan yang paling baik di antara keduanya ialah yang mulai lebih dahulu mengucapkan salam” (Muttafaq ‘alaih) 

 Dari hadis di atas dapat kita fahami, betapa Agama melarang umatnya memelihara sikap negatif, seperti dendam, iri, dengki, betapapun kecilnya sikap mendendam, amarah, iri dan dengki yang mengendap dalam hati manusia, lama kelamaan ia akan menjadi “Virus” ganas yang dapat menggrogoti pelakunya dan mematikan apabila terus dipelihara. 

Sikap memaafkan selain dampak baiknya pada kesehatan jasmani dan rohani, sikap memaafkan juga terkait erat dengan hubungan antar manusia, seperti hubungan suami istri, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat. Tidak ada yang menyangkal, bahwa saling memaafkan adalah tindakan dan sikap yang mulia dan terhormat, yang bukan saja lahir dari jiwa dan hati yang bersih, namun juga sebagai ungkapan kesetiaan yang mendalam, peneguhan cinta, persahabatan yang utuh, atau penyesalan diri atas berbagai kesalahan, kekeliruan, kekhilafan, bahkan dosa yang kerap terurai dalam kata dan sikap. “Orang yang paling gagah perkasa di antara kalian semua adalah mereka yang dapat mengawal nafsunya di waktu marah dan orang yang tersabar di antara kamu semua itu adalah orang yang suka memaafkan kesalahan orang lain padahal dia mampu untuk membalasnya.” Jadi maafkanlah maka anda akan sehat jasmani maupun rohani. monggoooo

Tidak ada komentar: