
Pastikan hari-hari anda lebih bermanfaat dengan kami, dan jadilah bijak setelah mengunjungi blog kami. (Mohammad Zajery el Nuri)
Translate
Kamis, 31 Oktober 2013
Mendudukkan Opini “Jodoh Di Tangan Tuhan”

Tasawuf dan Pemantapan Semangat Hijrah

MEMBANGUN “KEBAIKAN” SECARA BERKARAKTER

SEMANGAT BERDERMA & BERDARMA BAKTI UNTUK ORANG LAIN

GALAU.

Kasih… Begitu banyak kata yang menggumpal di langgit pikiranku
Beribu keinginan buat wujudkan semua,
diri tak mampu lagi, Menyusun bait-bait suci
Namun, hanya berharap semoga yang disana mampu mengartikannya,
Meski tak seindah syair sang pujangga,
Meski tak semerdu melodi cinta
Namun, setidaknya cukup mewakili rinduku.
TRAUMA

Aku yang kesunyian
Merasa kesulitan mencari tawa,
Terauma berdiri kokoh nan angkuh di hadapanku,
Menusukkan beribu-ribu panah bekaskan luka
Luka hati hendak ke mana aku basuhkan,
Kebiri-asa kecilkan nyali tuk mencari
Air mataku mulai lelah Seluruh tubuhku terasa lemah
Kini lukaku ngilu sudah,
Malam semakin kelam
Bukan karena gelap yang temaram
Tapi, karena risau sendirian. He he he…
Pujon 06-08-13
SELAMAT MALAM SAYANK

Selasa, 22 Oktober 2013
TUNGGULAH SAATNYA

Anakku… kunci kesuksesan dalam segala urusan adalah ketika seseorang dapat menguasai urusan tersebut, dalam arti “kesuksesan suatu urusan adalah ketika urusan tersebut ditangani oleh ahlinya”.
Sementara kegagalan dalam suatu urusan adalah ketika urusan tersebut dilimpahkan pada yang bukan ahlinya. Saya tidak pernah melihat suatu perbuatan yang sukses ditangan seseorang kecuali oleh ahlinya, dan tidak pula kusaksikan kemaslahatan yang gagal dimanfaatkan kecuali kemaslahatan tersebut ditangani oleh orang yang tidak pecus mengelolanya.
Sungguh setiap urusan yang diserahkan kepada yang bukan ahlinya itu mempunyai akhir waktu, akhir waktu tersebut adalah “Kehancuran”, dan ada saat dimana sipelaku harus berhenti, yaitu kegagalan baginya. Hal tersebut jauh-jauh hari Rasulullah pernah mengingatkan: “Ketika sebuah urusan diserahkan pada yang bukan Ahlinya, maka tunggulah saatnya (saat kehancurannya)”
Anakku… apa bila alam ini telah rusak, dan penghuninya terus menerus berbuat kemunafikan, dosa gampang sekali lahir, dan memperluas langkah perceraian setelah sebelumnya bersatu padu, dan berlaku kehancuran setelah sebelumnya gemah ripah loh jinawi, dan berbuat kekufuran setelah mengecap manisnya iman. Maka tunggulah saat kehancurannya, datangnya kiyamat, beberapa goncangan konflik, lalu diikuti dengan musibah-musibah yang melanda, sampai pada akhirnya tiupan sangsakala pertama akan dikumandangkan, lalu tiupan yang kedua, pada saat itu semua hati akan berdebar ketakutan, setiap mata akan menunduk khusyuk.
Hal tersebut terjadi di karenakan penghuni bumi ini sudah tak ada lagi orang-orang shalih, orang yang patut mengelola, orang yang patut mengemban tugas untuk memakmurkan bumi Allah, di karenakan keangkuhan mereka dalam bersikap, seringnya mereka berbuat melenceng, keluar dari rel kebenaran yang telah ditata oleh Sang Pemilik Alam ini. Mereka menyimpang dari jalur Tuhan dan menapaki jalur Syetan la’natullah. Sungguh Allah akan menelantarkan , dan membiarkan mereka terus berbuat kerusakan, sehingga pada saatnya, ketika di bumi ini sudah tak ada lagi panah harapan yang tersisa (guna memperbaiki kerusakan), maka Allah akan mengambil orang-orang fasik dengan paksa.
SEMANGAT & MALAS

CINTAKU TAK LEKANG OLEH ZAMAN

Untukmu... yang setia menemaniku,
Aku masih mencintaimu seperti saat-saat kita bertemu dulu.
Untukmu... yang setia mendampingiku,
Aku masih menyayangimu Laksana bintang malam yang tak bosannya mendampingi rembulan.
Untukmu... yang tak bosan mencintaiku,
Aku ingin mencintaimu dengan indah seindah aneka bunga taman surga.
Aku mencintaimu sayang.
Senin, 14 Oktober 2013
???

Sabtu, 05 Oktober 2013
GAK USAH HERAN

SANG PEMENANG

Disaat kelelahan menghampiri anda, luka telah terasa ngilu, tenaga sudah tak lagi mampu.
Cobalah untuk tarung satu ronde lagi.
Saat berkali-kali pukulan mendarat di muka anda, dada anda mulai terasa sesak,
Cobalah untuk bertarung satu ronde lagi.
Disaat lawan telah menguasai anda, berkali-kali mau menjatuhkan, dan anda berfikir ingin menjatuhkan diri untuk mengakhiri segalanya.
Cobalah untuk bertarung satu ronde lagi.
Mencobalah dan mencoba, bukankah ajaran agama juga melarang umatnya untuk berputus asa.
Sekali lagi cobalah, hanya dengan mencoba anda akan meraih kemenangan, selain pahala yang telah terjanjikan.
Ya … hanya orang yang selalu ingin bertarung satu kali lagilah yang punya potensi untuk menang.
Iya… kemenangan adalah milik mereka yang terus mau mecoba untuk sekali lagi, orang yang senantiasa mengobarkan semangatnya untuk menyambut mahkota kemenangan.
Dialah PEMENANG sebelum kemenangan dinyatakan.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat anda berikan.
Tidak ada yang benar-bener kalah sampai anda sendiri berhenti dan tak mampu lagi berusaha .
Jangan takut menghadapi risiko.
Anggaplah risiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi pemberani.
Sambutlah kemenanganmu shobat...
SYUKURI APA YANG ADA

Langganan:
Postingan (Atom)