Translate

Senin, 25 Januari 2016

KRITIKAN





Istriku...terimalah setiap kritikan yang membangun dengan jiwa yang sportif, karna kritik yang lahir dari mulut orang bijak akan melahirkan manfaat yang besar, janganlah kau sikapi setiap kritikan adalah celaan belaka yang justru akan menimbulkan permusuhan, kedengkian, kebencian. Belajarlah untuk selalu tersenyum, abaikan setiap cercaan, betapa indah wasiat yang diberikan oleh seorang penya’ir berikut ini :

Wahai hati... celaka kamu tidak mau mendengarkan orang yang menasehatimu, Ketika kau tersudutkan
Dan tidak dapat menghindari celaan.
Penyair lain melantunkan:
Ketika pikiran tidak sejalan denganmu
Berhentilah berbicara
Dengarlah beberapa buah lagu
Bacalah buku yang sudah lama
Dan, belajarlah untuk selalu tersenyum

Tidak ada yang perlu kita risaukan atau kita kawatiri dari kritikan seseorang yang bebal dan dungu, yang disertai dengan fitnah dan sumpah serapah, sebab hanya orang tertentu saja yang mendapatkan kehormatan seperti ini. Orang yang hidup pasti mendapati keritikan, sedangkan untuk seonggok bangkai tidak ada kritik sama sekali, anggaplah semua itu tidak pernah ada, tutup matamu dari melihatnya, sumbat telinganmu dari mendengarkan,
Al-Qorni pernah melantunkan syairnya:

Mengapa kau bakar air mata yang telah mengering
Yang membuat kecemasan selalu mengintai kalbu
Serahkan kepada Robb yang mahamulia
Dan setiap kali orang yang pernah bersedih mulai tidur
Terbukalah pintu-pintu itu
Istriku... apa kau kira orang yang suka mengeritik atas dasar kebencian, kedengkian atau pun fitnah, mereka itu terlepas dari kesalahan, apa kau anggap mereka itu bersih tanpa nista, akan tetapi kalau kita lihat lebih dalam lagi, maka akan kita dapati bahwa mereka adalah lebih hina dari pada bangkai,
Istriku abaikan kedengkian itu, marilah kita cobalah untuk tersenyum, biarlah mereka hanyut bersama kedengkiannya, karna selamanya mereka tidak akan puas atas keberhasilan kita, atas ni’mat yang kita dapat, sebelum ni’mat itu berpindah kepadanya.
Di dalam syair dikatakan:
Semua orang dapat aku beli hatinya
Tetapi  orang yang dengki kepadaku amat merepotkan aku
Dan sulit ku beli hatinya
Bagaimana mungkin seseorang dapat membujuk
Orang yang dengki melihat keberhasilannya
Sementara dia belum merasa puas kecuali lenyapnya keberhasilan itu
Janganlah bakar amal-amal baikmu selama ini dengan membalar umpatan orang yang mengumpatmu, hilangkan keinginan membalas dendam, hasud, iri-hati, hanya ingin balik mencerca, mengkritik dan memaki-maki.

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلا

"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jahuilah mereka dengan cara yang baik (QS. Al Muzzammil : 10)

Istriku apa bila kita tetap dalam kesabaran, tidak ada sedikit pun balasan terhadap kita, kecuali limpahan rahmah , kasih sayang dari Alloh dan ridhonya. Bukankah ini kesudahan yang menggairahkan hati,Istriku entramkan pikiran , penyejuk mata , penghibur jiwa, , pemantap iman menepis kecemasan, pengusir keraguan. Menyapu ketakutan. Alloh berjanji dalam Al Qur’an:

šأُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا

 "Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya (QS. Al Furqon : 75)

تجوّز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه، وما حدّثوا به أنفسهم مالم يقولوا أويعملوا

Artinya: “Dimaafkan untuk umatku atas ketidak sengajaan, kelupaan dan keterpaksaan mereka. Serta apa yang mereka simpan dalam benak mereka selama mereka tidak mengucapkannya atau melakukannya.”

Tidak ada komentar: