Translate

Selasa, 07 Mei 2013

PUISI RESAH



Malam yang sepi, Sunyi, aku sendiri,
Di temani galau dan bosan,

Tuhan...
aku ingin hadirnya, Aku ingin dia tau, meski hanya Sebatas tau,

Tuhan...
apakah dia merasa, Apa yang aku rasa.
Meski hanya sesaat,
Setidaknya Aku sempat mendarat Di hainya,
walau hanya sekejap,
Setidaknya dia pernah mengecap Rasa rinduku yang telah sarat.

Tuhan...
aku ingin malam ini Dia hadir, sekalipun dalam mimpi.

Tuhan...
kenapa rinduku tak kunjung reda Sementara jasatku molai terlena,
Oleh janji mimpi yang tak nyata,
Hai... kau yang disana,
Kenapa kau bisu menggoda??
Apa itu yang kau ingin, Agar jiwa ini semakin Resah,
Aku pasrah.
Hai...kau yang pengobral pesona,
apa saat ini kau merasa bangga.

Jombang 31 – 3 – 2012

DO'A SETELAH ADZAN

- أللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَة آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدً الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَة وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَه - رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَّرَسُوْلاً - رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا - أللَّهُمَّ إنِّيْ أسْألُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَة - وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. - Alloohumma robba haadzihid da’watit taammah wassholaatil qoo-imah aati sayyidanaa muhammadanil wasiilata wal fadhiilah wab’asthu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah - Rodhiitu billaahi robbaa wabil islaami diina wabimuhammadin nabiyyau warosuulaa - Robbighfirlii waliwaalidayya robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo - Alloohumma innii as-alukal ‘aafiyata fiddunyaa wal-aakhiroh - Washollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammad walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

Enjoy aja kali'

ومن رضِى فله الرضا ومن سخِط فله السُخط “Barang siapa yang rela baginya kerelaan (Kepuasa) tersebut, barang siapa yang enggan baginya pula keengganan (Keresahan) tersebut” Hidup adalah sebuah pilihan, apa-ap yang sudah anda pilih sebaiknya anda jalani dengan sepenuh hati. Jika kewajiban hidup anda anggap sebagai beban maka pikullah, jika sebagai tugas maka jalanilah, jika sebagai kebutuhan makacarilah, jika sebagai hobi maka nikmatilah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan , akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat anda merasakan kepahitan, penderitaan ataupun kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa anda lakukan. Lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segala sesuatunya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. Jadi yang membentuk karakter setiap diri seseorang adalah pola pikir orang itu sendiri, jika anda berfikir positif, maka kebahagiaan akan anda peroleh saat itu juga. Dan sebaliknya jika anda berfikir negati mengenai kehidupan anda, nasib masa depan anda, maka yang akan anda temu adalah wujud apa-apa yang anda pikirkan. Dikatakan: Free you heart from hatred “kosongkan hatimu dari kebencian” Free you mind from worries “kosongkan pikiranmu dari kekawatiran” Live simply “hiduplah sederhana” Give more “perbanyaklah memberi” And expect less “dan kurangilah berharap” .

Senin, 06 Mei 2013

PUTUS ASA

Untuk Buah Hatiku... Anakku... tidak ada suatu bangsa yang sedang di landa keputus-asaan kecuali mereka akan mengalami lemahnya akal, rapuhnya jiwa dan bingung nan bimbang dalam menentukan tujuan hidup, lalu apa yang membuat kamu putus asa, bukankah Cukuplah untukmu, dengan kelemahan hati, kemandulan pikiran, dan rapuhnya jiwa. sebagai alasan untuk tidak memberi ruang bagi bersemayamnya putus-asa dalam pribadimu. Pribadi yang putus-asa adalah pribadi seorang pecundang, seorang yang pengecut, seorang yang hina tentunya. Maka orang yang mempunyai kemuliaan tentu tidak akan membiarkan dirinya terjerembak ke dalam keputus-asaan yang akan membawanya ke dalam jurang kehinaan, penjara kegelapan masa depan, dan keterpurukan yang tak bisa ditolers keberadaannya. Anakku… engkau terlahir sebagai seorang pemenah, engkau telah mengalahkan beribu-ribu pesaing¬_mu, berjuta-juta bahkan melyaran dalam merespon sel telor, Anakku... ”kelemahan hati” yang diakibatkan oleh virus keputus-asaan akan berdampak pada pelakunya, ia akan mendorong pelakunya, mengajaknya dan menempatkan pada kedudukan yang rendah, menjadikan pelakunya laksana hewan yang dungu, ia tidak mengerti, memahami arti kemenangan, keberhasilan dalam hidup ini, kecuali hanya bersandar pada naluri kehewanannya, yang bisanya hanya makan, minum, tidur, dan buang kotoran saja. Itulah gambaran keputus-asaan, yang dimana keberadaannya merupakan benalu kehidupan. Bahkan dalam setatemennya Alloh mengidentikkan ”keputus-asaan” dengan perbuatan orang-orang kafir.                       “Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. Lihatlah anakku... betapa besar dosa yang diakibatkan keputus-asaan Dan dosa tersebut bukan hanya membayang-bayangi, menutupi hati pelakunya di kehidupan yang ini, lebih dari itu, dia juga menutupi di kehidupan yang lain juga.

HARAPAN (CITA-CITA)

Untuk Buah Hatiku.. Anakku... jadikanlah dirimu seseorang yang berkemauan tinggi tanpa melihat setatusnya, tanamkanlah dalam jiwamu pribadi yang bercita-cita luhur, raihlah cita-citamu, anakku karna dengan cita-cita itulah, kamu bisa mewujudkan keinginanmu, songsonglah masa depanmu dengan harapan, Anakku... ingatlah selalu kalam hikmah di bawah ini كُنْ رَجُلاً رِجْلُه في الثَرَي * وهِمّتُه في نَجْمِ الثُّرَيَا " jadilah kau pribadi yang kakinya berpijak di bumi, namun cita-citanya berpijar setinggi bintang kartika ” Anakku… kalau saja tidak ada cita-cita, kalau saja bukan karena sebuah harapan, tentu orang yang berusaha menghentikan usahanya, orang yang berjalan menghentikan perjalanannya, dan orang yang menyeru menghentkan seruannya.dan dampaknya tentu dunia ini akan terasa sempit, lebih sempit dari pada lubang biawak, dan lebih berat dari pada memikul beban yang membelit punggung, membelenggu gerak diri. Anakku... pepatah mengatakan ”ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah, sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil” bukankah seorang guru dunia pernah berujar, kerena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya, karena harapanlah kita menanam pohon , meski kita tau kita tak akan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian,. Diceritakan pula dalam experimennya para ilmuan eropa mendatangkan seekor tikus yang dimasukkan kedalam setoples lalu setoples tersebut di isi dengan air dan diletakkan di tempat yang gelap – dalam pengamatan para ilmuan tersebut- ternyata tiku hanya mampu bertaha beberapa menit saja. Untuk yang kedua kalinya ilmuan tersebut mendatangkan seekor tikus pula yang dimasukkan ke dalam setoples, namun kali ini beda mereka meletakkan setoples yang berisikan air tersebut ditempat yang terang . Dan apa yang terjadi, ternyata tikus tersebut mampu bertahan hingga sampai beberapa jam. Kenapa bisa begitu, karena dalam experimen yang kedua tikus itu melihat kehidupan yang terang nan jelas, tikus itu mendapati sebuah harapan didepan mata, janganlah engkau kehilangan harapan, kerena harapanlah seorang membangun rumah tangga, seorang ibu menyusui anaknya, karena harapanlah kita tetap bertahan hidup. Dan juga dikatakan: ”Manusia akan mampu bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa air, 4 menit tanpa nafas, tapi hanya 4 detik sajab tanpa sebuah harapan”. Sekali anda kehilangan harapan , anda kehilangan seluruh kekuatan anda untuk menghadapi dunia. BAYANGKAN

ANTARA ANJING DAN SEBATANG JARUM

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang terkecil, yang tak terlalu berharga dimata anda. Mulailah dari uang receh, hanya untuk satu tujuan yaitu “Memberi tanpa pamrih”. Apakah anda berada di bis kota yang panas, lalu seorang pengamen dengan suaranya yang fals dan memekakkan telinga. Atau anda berada dalam mobil berAC yang sejuk, lalu tangan kecil mungil menjulur pada anda meminta-minta, atau sekedar menyingkirkan duri dari keramaian orang, atau hanya tersenyum, atau mungkin hanya sekedar mengasihi makhluk Tuhan, hewan sekalipun. Diceritakan: pada dahulu kala ada seorang perempuan muda berjalan terseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri jalan, untuk mencari sesuap nasi. Menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah, perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya lusuh nan kusut, kuyu diguyur penderitaan panjang. Ia tidak memiliki keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara lainya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya. Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan dan cacimaki manusia diabaikanya, ia anggap bak sampah. Ia berjalan Dan Berjalan, seolah tiada pemberhentianya, ia tak tau akan berlabuh dimana. Ia tak pernah yakin, perjalananya akan berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok untuk menawarkan diri. Namun sepanjang itu Sunyi yang ia temui, sementara panas masih terus membakar dirinya. Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yang mendekatinya, tak seorangpun menawarnya. Lapar dan Haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya dia. Akhirnya sampailah ia disebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan pelacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya sudah mulai terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yang lusuh. Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu. Ia Melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering yang rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. rasa hauslah yang membawa ia ke tepi sumur tua itu. Sesaat ia menjengukan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas air memantul dari permukaanya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam? Perempuan itu kembali terduduk. Tiba-tiba ia melepaskan stagenya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu di julurkanya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia. Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen perlahan-lahan agar tidak tumpah, namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang. Ketika dia menoleh, di lihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk kedalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat. Sepercik air kotor itu sudah ada di dalam sepatunya. kemudian dia akan meneguknya, Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih. Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si Anjing memandangi air yang berada di dalam sepatu, lalu perempuan itu meregukan air hanya sedikit ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tangannya memegang sepatu. Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang Anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar meninggal. Sesungguhnya, setiap orang beriman berhak atas surga. Tak peduli apa statusnya. Orang yang mulia atau mereka yang hina-dina. Karena surga adalah milik Allah, maka terserah kepada Allah, siapa yang diridhoi-Nya untuk masuk ke dalam surga-Nya itu. Dan Rasulullah SAW telah mengindikasikan bahwa seorang ahli ibadah tidak serta-merta mendapat jaminan akan masuk surga, karena surga lebih diutamakan bagi mereka yang mencintai Allah dengan sesungguh-sungguhnya kecintaan. Seperti juga kita, maka pastilah kita lebih suka kepada orang yang kita sukai untuk datang ke rumah kita, daripada mereka yang selalu memuja-muji kita – dengan niat bergelimang pamrih. Demikianlah juga Allah memilih mereka yang lebih dicintai-Nya. Dan Dia Maha Mengetahui akan segala yang tertampak pada lahir dan terbersit dalam batin. Maka, hendaknya kita tidak jadi merasa heran saat mengetahui bahwa Allah telah memasukkan seorang pelacur ke dalam surga-Nya yang mulia. Karena Dia sungguh mengetahui apa-apa yang selayaknya dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya. Pada suatu hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasulullah. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?” Dengan tegas Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Allah.”....... Jadi janganlah pernah meremehkan suatu kebaikan, sekecil apapun itu yang mana justru membuat Allah ridho, membuat Allah suka, maka besar nilainya disisi Allah. Sebaliknya janganlah kita membuat Allah murka karena sikap kita, atau tindaan kita, walau hanya sebatang jarum yang kita perbuat. (من استَعْمَلْناه منكم على عملٍ, فكَـــتَـمْنا مِخْـيَطاً فما فوقَه, كان غلولا يأتى به يومَ القيامة) رواه مسلم. Dari ‘Ady bin ‘Amirah Al Kindy, katanya : saya mendengar Rasulalloh bersabda : “Barang siapa yang kami angkat sebagai amil dalam satu urusan, lalu dia mengumpat (KKN) sebatang jarum atau lebih dari itu, maka dia dikatakan seorang koruptor dan akan mempertanggung jawabkannya pada hari kiyamat” Sementara realita yang kita temui, betapa banyak para pejabat-pejabat kita yang kita percayai justru melakukan tindakan yang tak terpuji. Menganggap korupsi, melakukan dosa sebagai Budaya, dan berarti itu menjadi bagian dari kehidupan. Dan karenanya, hal itu dinikmati dan dilakukan oleh semua orang. Baik tua, maupun muda, Miskin maupun kaya. Bila ini berlanjut terus, apa jadinya bangsa Indonesia nantinya. Korupsi bukan hanya dilakukan oleh mereka yang memegang jabatan atau juga bagi mereka yang istilahnya berada di tempat basah. Korupsi seperti sudah membudaya di bangsa ini, disetiap sudut kehidupan dapat ditemui. Dari sekedar pungli (pungutan liar), birokrasi yang dipersulit, atau suap – menyuap, dan tetek benek. Lalu adakah yang bisa dilakukan anak-anak Bangsa ini agar korupsi tidak terjadi lagi? Tentu. Caranya, kita mencegah siapa pun agar tidak punya niat untuk korupsi. Kita juga bisa mendorong siapa pun agar dekat pada Tuhan sehingga jika mereka yang telah diingatkan mau korupsi, ingat akan Allah. Dan bahwasanya setiap tindakan, perbuatan, bahkan ucapanpun yang kita lakukan, disitu tak luput dari pantauan-Nya, Kedekatan dengan Tuhan, membuat hati nurani ter-asah sehingga mengingatkan dan menjaga setiap orang yang berniat menjauh dari dosa. hingga akhirnya tidak jadi bebuat korup. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ. “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir”. ( Qaaf : 18) Dan mulai juga dari diri sendiri. Jujur saja; mengurangi timbangan, menyontek, menerobos lampu merah, atau lebih remeh lagi, itu termasuk etika tercela, yang mana bisa jadi membuat Allah murka. Mencukupkan diri dan mengucap syukur atas apa yang diterima, itu sebuah resep yang akan menjauhkan seseorang dari pencobaan untuk korup. Dalam Alkitab diceritakan tentang orang-orang yang ingin dibabtis oleh Yohanes Pembabtis, diantara mereka ada pemungut cukai dan para prajurit yang bertanya tentang langkah pertobatan. Dan inilah yang Yohanes Pembabtis katakan : Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." (Lukas 3:12-14) Jadi kini saatnya kita ubah budaya, jangan jadikan korupsi dan dosa sebagai budaya. Tapi mari jadikan parbuatan ma’ruf, kejujuran, dan transparansi menjadi budaya bangsa ini. Jadi kesimpulannya “Jika dengan seteguk air seorang pelacur bisa masuk surga, maka hanya dengan sebatang jarum seorang pejabat yang korup juga bisa terseret ke dalam neraka” (Aby Ikhya’ Ulumiddin)

Sabtu, 04 Mei 2013

MASYARAKAT IMPIAN

Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman : وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ (٥٨) فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (٥٩) البقرة :٥٨- ٥٩ "Dan ketika Kami berfirman : "Masuklah kamu ke negeri ini, dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan ucapkanlah: "Hiththoh", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah kepada orang-orang yang berbuat baik. Lalu orang-orang yang dholim mengganti perintah dengan yang tidak diperintahkan kepda mereka. Sebab itu kami timpakan atas orang-orang yang dholim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasiq. (QS Al-Baqarah : 58-59) KRONOLOGIS TURUNNYA AYAT Masyaakat Bani Israil diperintahkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta;ala untuk masuk ke Baitul Maqdis dengan bersujud dan mengucapkan "Hiththoh" (Istighfar). Namun umat ini membandel. Mereka masuk tidak dengan bersujud dan mengucapkan "Hiththoh", namun dengan cara ngesot dan mengucapkan "Hinthoh" (gandum). Dalam hal ini mereka telah mereka telah merubah syari'at dengan kemauan mereka sendiri. Mereka mengganti urusan agama dengan urusan perut. KARAKTER ORANG-ORANG DHOLIM Ayat diatas secara umum menggambarkan sikap dari orang-orang dholim. Mereka selalu saja merubah sistem yang diridhoi menjadi sistem buatan sendiri. Dorongan ini muncul karena mereka telah dilingkup "Nisyanulloh" (lupa kepada Alloh). Oleh karena tidak ada ikatan dengan Alloh, berbuatlah mereka semaunya. Hidup bebas dan tanpa aturan. Dari sini Alloh memberikan Istidroj ; dengan membuka segala pintu-pintu kesenangan secara mengglobal, dan di saat pintu kesenangan secara global telah mencapai puncaknya, diturunkanlah kepada mereka رِخَّزَ مِنَ السَّمَاءِ (siksa dari langit), sebagaimana firman Alloh Subahanahu wata'ala : فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (الانعام : ٤٤ ) "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus-asa." (QS. Al-An'am : 44) MASYARAKAT IDAMAN Karakter orang-orang dholim tidak sama dengan orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Mereka selalu berada dalam lingkaran dzikrulloh (Ingat Alloh), sehingga menumbuhkan sikap tunduk dan patuh pada kehendakNya. Mereka sekali-kali tidak mau merubah sistem ilahi menjadi sistem buatan sendiri. Bagi mereka, apapun yang diperintahkan itulah yang harusnya dkerjakan. Perintah beristighfar misalnya, tidak akan mau diabaikan. Tampilnya manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa ini akan membentuk Masyarakat idaman. Dengan terbentuknya masyarakat idaman ini Alloh Subhanahu Wata'ala berkenan menurunkan بَرَكَاتِ مِنَ السَّمَاء (berkah-berkah dari langit), sebagaimana firmanNya : وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (الاعرف : ٩٦) :Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'rof : 96) Masyarakat demikianlah yang kita dambakan. Tetapi menuju ke sana tentulah bukan jalan tanpa hambatan. Butuh Shidqun Niat (kesungguhan niat) dan kesungguhan dalam meperkokoh barisan Dakwah Ilalloh dengan segala iltizamatnya. Untuk itu hendaknya harus terus diusahakan bagaimana agar janji Alloh Subhanahu wa Ta'ala berikut ini selalu melekat dalam jiwa kita. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (محمد : ٧) "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu meonolong agama Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan langkah-langkahmu." (QS. Muhammad : 7)  

Jumat, 03 Mei 2013

ANTARA PUJIAN DAN CELAAN

“Dipuji ora mekrok - dicelo ora melerok” Aby KH. Ikya’ Ulumiddi Hidup di dunia tidak lepas dari pujian dan celaan, kerena keduanya adalah barometer baik dan tidaknya seseorang. Manusia akan dikatakan baik dan bijak, jika mereka merespon baik terhadap celaan, sebagai kritik yang membangun. Namun sebaliknya mereka akan dikatakan egois, jika hanya merespon pujian saja dengan mengindahkan, tanpa memberi perhatian terhadap celaan atau kritikan, lalu kita tidak boleh serta-merta menyalahkan pencela atau pengkritik. Adanya kritikan seharusnya kita menyadari bahwa adanya kekurangan pada diri kita, dengan begitu kita bisa menambal dan membenahi kekurangan tersebebut. Di negeri ini memuji dan mencela adalah budaya yang sulit terelakkan, mereka lebih suka mengurusi kekurangan orang lain dari pada kekurangannya sendiri, mereka lebih mengetahui kelebihannya sendiri, dari pada kekurangannya. • بل الإنسـانُ على نفسـهِ بصيرةٌ . “Orang itu tau kelebihannya sendiri (dari pada kekurangannya)” Dalam hikmah dikatakan: • يَرَى الأحَدُ القِذَى فى عَيْنِ أخِيْهِ # ولايَرَى الجَدْعَ فى عينِهِ “Seseorang dapat melihat debu dimata saudaranya, akan tetapi bukit di depan mata sendiri tak kelihatan”. Maka betapa bijak apa yang dikatakan Abina pada Murid-murid Beliau; “Dipuji ora mekrok (tidak bangga diri)- dicelo ora melerok (tidak marah)” Sekiranya setiap orang itu menyadari bahwa lidah itu mempunyai amal (Perbuatan yang akan dipertanggung jawabkan), maka mereka akan sedikit sekali berbicara, kecuali hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain atau alam lingkungannya. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. ( Qaaf : 18) Terkait dengan pujian dan celaan - Imam Al Ghazay dalam kitab Ikhya’nya - membagi manusia menjadi empat bagian: 1. Manusia yang merasa gembira dengan pujian dan berterimakasih kepada pemujinya, dan marah terhadap celaan serta membenci pencelanya. 2. Manusia yang tidak merasa senag (Marah) di dalam batin terhadap pencelanya, tapi menahan mulutnya, dan bagian-bagian tubuhnya untuk melahirkan. 3. Manusia yang merespon baik terhadap pujian dan celaan. Ini adalah awal derajat untuk menuju kesempurnaan. 4. Manusia yang tidak suka dipuji, namun sebaliknya Dia malah lebih suka dicela. Ini adalah perbuatan ibadah yang sesungguhnya.

Jumat, 26 April 2013

BEKAL PARA DA'I

بسم الله الرحمن الرحيم الدورة العلمية التدريبية للدعوة إلي الله Untuk meraih kesuksesan , seseorang harus melalui proses sunatuLLOH terlebih dahulu. التَجْـرُبَة والتَطْـبِـيْـق Dalam Al-Qur’an surat An-Najm 39-40 Alloh berfirman: الفلاح بعـد التعـب Untuk menuju sebuah kesuksesan -kata Aby- kita harus mencari guru yang terbaik , yaitu MURSYID dan MUROBBI yang memiliki hati senantiasa mendidik dan mengarahkan. - الناس كإبل مائة لايكاد تجد فيها راحلة (متفق عليه) - الإنسان إبن بيئته “Manusia adalah produk lingkunganya” Anda adalah produk dari lingkungan anda.Maka, pilihlah lingkungan yang terbaik bagi pengembangan anda menuju tujuan-tujuan anda.Analisalah hidup anda melalui lingkungan anda.Apakah hal-hal di sekitar anda membantu anda menuju hal-hal yang terbaik untuk anda,Atau malah sebaliknya. Anda_lah yang menentukan diri anda. - إذا كثر المساس قـل الإحساس (كلام حكمة) “Custom makes all thing easy” kebiasaan itu membuat sesuatu lebih mudah - العلماء أكثرالناس فرحا وسرورا “Ulama’ adalah paling sering-seringnyamanusiadalamhalgembiradanmengembirakan” - وَلْتَكُنْمِنْكُمْأُمَّةٌيَدْعُونَإِلَىالْخَيْرِوَيَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَيَنْهَوْنَعَنِالْمُنْكَرِوَأُولَئِكَهُمُالْمُفْلِحُونَ (١٠٤) - 104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. [217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. - بلغوا عني ولو أيةً - إن العلم لايُهلِك إلاّ إذا كان سرّا (عمر بن عبد العزيز) Dalam dunia da’wah orang itu tidak cukup hanya dengan ilmu saja, lebih dari itu dia harus mempunyai skil yang mumpuni (Aby Ihya’) والترتيب لهذا العمل والتنظيم والأخذ بالإختياط اللازم. “Tartibdalamberamalsertaterorganiser, danmengambilkehati-hatian yang menjadikeharusan”. DISIPLIN ADALAH JEMBATAN KESUKSESAN Tanpa disiplin diri, anda akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak dapat anda capai. Mungkin anda bisa bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasa dan hasrat. Tetapi cepat atau lambat anda akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa anda raih tanpa adanya disiplin. Kita cenderung menganggap disiplin dalam term negative, yang ditempatkan bertetangga dengan kata “Hukuman” . Namun, sadarkah anda, bahwa satu-satunya disiplin yang negative - hanya bila hal itu dilakukan oleh orang lain kepada diri anda. Disiplin diri sebaliknya, adalah positif dan mendukung. Anda diberi pilihan. Anda dapat mengabaikan disiplin diri dan menunggu didisiplinkan orang lain, yang terkadang keras, membosankan dan bahkan menyakitkan. Atau mendisiplinkan diri, yang akan dibayar oleh banyak pencapaian. PESAN ABUYA: TIGA PILAR) - ثلاثة ركائز) KUNCI MERAIHKESUKSESAN DALAM DA’WAH 1. الرُغبة : أن يكون راغبا فى الله . 2. الإخلاص : أن يكون مخلِصا فى الله. 3. الصِدق : أن يكون صادقا فى الله. (1) أن يكون راغبا في عمله لله وإلي ربك فارغب - ألم نشرح لك صدرك-إنشراح الصدور(Lapang Dada) . اي الهمزة فى لفظ ألم نشرح هي لدلالةالإستفهام التقريري “Bukankah Kami (Alloh) telah melapangkan dada_Mu (Muhammad)” Shabatku anda tidak akan dapat mengendalikan perbuatan oranglain, tetapi anda dapat mengendalikan reaksi mental anda , anda mampu mengendalikan sikap anda terhadap perbuatan mereka itu dan itulah yang terpenting bagi anda. Bahkan agama telah mengajarkan kepada kita, sikap apa yang hendak kita ambil disaat kita menghadapi orang yang telah berbuat buruk terhadap kita.Anda harus sadar , tidaklah selamanya perbuata baik akan diterima dengan baik. Kata orang jawa “air susu dibalas air tuba” أحسـِن إلي مَن أسَـاءَ إليك “Perbaikilah orang yang telah berbuat buruk terhadapmu” Dalamsyairdikatakan: • أحسِـن إلي الناسِ تستعـبِدْ قلـوبَهم # فَطالَمَا إستعـبَدَ الإنسانَ إحسـانُ “Berbuat baiklah anda terhadap orang lain, niscaya anda akan mampu menguasai hatinya. Sungguhtelah lama seseorang telah di perbudak (terkuasai) olehkebaikan” • هَلْ جَزَاءُ الإحْسـانِ إلاّ الإحْسـانُ . • "Tidak ada balasan ihsan kecuali ihsan (pula)." (Ar-Rahman: 60). Menurut Syaikh, ihsan menghimpun semua hakikat, yaitu hendak-lah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau dapat melihat-Nya. Tentang makna ayat ini menurut Ibnu Abbas dan para mufasir, tidak ada balasan bagi orang yang mengucapkan la ilaha illallah dan beramal sesuai dengan apa yang dibawa Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, selain dari surga. Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa beliau pernah membaca ayat ini, lalu bertanya kepada para shahabat, "Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Allah befirman, 'Tak ada balasan bagi orang yang Kuberikan nikmat tauhid kepadanya selain dari surga'." • الناس أَعْداء ما جهِلوا “Manusia itu cenderung memusuhi hal-hal yang mereka tidak ketahui” - وَوضعنا..............................- عدم التثقّل • الصبر مصِبّ الفلاح في حياة الإنسان “ Kesabaran adalah muara kesuksesan dalam kehidupan umat manusia” • If you are patient , you’ Ii never fail “Bila anda selalu tabah dan sabar. maka, anda tidak akan gagal” - ورفعنا لك ذكرك..........الإحساس بعدم ذلّة النفس(tidakbolehmerasarendah). الثقة بالنفس عدم الثقة بالنفس (Tidak PD/ Syndrome) (PD/Self Considence) 1. PERCAYA DIRI / SELF CONSIDENCE Untuk membangkitkan kepercayaan diri, kita harus menjadi diri kita sendiri , dengan menjadi diri sendiri kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, saat kita mencoba mulai belajar menerima apa adanya (potensi diri), kepercayaan diri pun dapat muncul dengan sendirinya,karena kepercayaan diri ini berkaitan erat dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun dari dalam. ”tidak ada kehidupan yang paling indah selain dengan menjadi diri sendiri, itulah keindahan sebenarnya”. • أجهلُ النـاس مَن ترَكَ يَقينَ ما عنده لِظَنِّ ما عند الناس اى غيره “Sebodoh-bodoh manusia adalah , mereka yang meninggalkan keyakinannya sendiri hanya demimempercayai sangkaan orang lain” • قيمة المراء ما يحسنه (علي بن أبي الطالب) “ Nilai seseorang adalah apa yang membuat dirinya lebih”. (Imam Ali r.a) Jadi yang dinilai dari pribadi seseorang pada umumnya adalah kemampuanya atau bakat (Mauhibah) • No body’s perfect _ Tidak ada manusia yang sempurna. • ما عـنـدي ليس عـنـد ك “Apa yang ada pada diriku , tidak ada pada diri anda” 2. SINGKIRKAN RASA TAKUT Jalankeberhasilaniniadalahmilikanda.Padasaatandamenyadaribahwaandabertanggungjawabpenuhatassegalasesuatunya. Dan andatakmenemukanalasanapa pun untukmenyalahkan orang lain. Disaatitulahandamenemukanjalanandasendiri, disaatitulahandamenyadarikebebasadanhilangnyaketakutan.Hanyaanda yang mampumemikulhidupanda, bukan orang lain . Bilaandamenganggaphidupadalahtugas, tunaikanlah.Bilaandamenganggaphidupadalahbeban, pikullah.Bilaandamenganggaphidupadalahhartakarun yang takterhingga, berbagilah. Kerjakan yang terbaikdaridirianda.Tujuanhidupakanandatemukandisaatandamenjalaniperjalanananda. Dan yang terpenting, andatakkanmenemukanapa-apabiladiamtakmelakukansesuatu, hilangkan rasa takutpadadirianda. - فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا. اى العسرُ واحدٌ بيُسْـرَين – او إن مع العسر يسـرين . • أليس الصُبْحُ بِقَريبٍ . “Bukankah subuh telah mendekat” Maka jadilahanda pihak yang selalu optimis dan selalu berusaha untuk melihat kesempatan disetiap kegagalan, jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang positif selalu melihat donat sedangkan orang pesimis melihat lobangnya saja. Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputus_asaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda dapat melihat bintang, bagaimana mungkin anda dapat melihat bintang di siang hari ?? itulah sebabnya kenapa agama menganjurkan pada pemeluknya agar senantiasa optimis. • لا عُسْرَةَ في سبيل الدعوة كما قال أبي • الفلاح بعـد التعـب • لايكـلّف الله نفسـا إلا وُسْعَها– البقرة : 276 - فإذا فَرَغْتَ فانصب– تنظيم العمل مُدَرَّجاً(Penertiban dalam beramaldandisiplin) . Dalam ayat ini Alloh mengajarkan pada hambanya, pada kita hendaklah dalam setiap aktifita, dalam setiap beramal , kita harus mempunyai TARGET. • عدم الإستحفاف (tidak adanya meremehkan) • حَبَّة حبة بارك فيها المولى تلقى حبوب . – ابوي “Sebiji demi sebiji yang senantiasa mendapat berkah, lama-kelamaan akan menjadi beberapa biji” Pepatahmengatakan “Ribuan kilometer langkahdimulaidengansatulangkah. Dan sebuahlangkahbesarsebenarnyaterdiridaribanyaklangkah-langkahkecil” DISIPLIN ADALAH JEMBATAN KESUKSESAN Tanpa disiplin diri, anda akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak dapat anda capai. Mungkin anda bisa bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasa dan hasrat. Tetapi cepat atau lambat anda akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa anda raih tanpa adanya disiplin. Kita cenderung menganggap disiplin dalam term negative, yang ditempatkan bertetangga dengan kata “Hukuman” . Namun, sadarkah anda, bahwa satu-satunya disiplin yang negative - hanya bila hal itu dilakukan oleh orang lain kepada diri anda. Disiplin diri sebaliknya, adalah positif dan mendukung. Anda diberi pilihan. Anda dapat mengabaikan disiplin diri dan menunggu didisiplinkan orang lain, yang terkadang keras, membosankan dan bahkan menyakitkan. Atau mendisiplinkan diri, yang akan dibayar oleh banyak pencapaian. • مُدْ رِجْلَكَ على قدرلِحافِك. – ابوي “Panjangkan kakimu sesuai selimutmu” • قليل قَـرَّ خير من كثير فَـرَّ . “Sedikit yang kontinyu, istikomah itu lebih baik, dari pada banyak namun putus-putus” - وإلى ربّك فارغب (Berfokus diri hanya pada Alloh) . - حبا لله , حبا فى الله , لا حبا مع الله (2) أن يكون مُخلِصاً فى عمله لله . • ما خرج من القلب وصل إلي القلب # ما خرج من اللسان كان حَدُّهُ الأَذَان • “ Sesuatu yang keluar dari Hati akan sampai ke dalam Hati , akan tetapi sesuatu yang keluar dari Lisa (hanya di bibir saja) maka akan sampai ke Telinga saja(masuk telinga kanan keluar telinga kiri)”. Keberhasilan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda. Namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Sebagai contoh: Anda tak akan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau,membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya dengan hati penuh kasih sayang hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.Maka mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda. • اَخْلِصْ دِينَك يَكفِـك القليلُ مِن العمَل . (ابن أبى الدنيا) • اخلِصْ العملَ يَجْزِكَ منه القليلُ “Ikhlaskan niat dalam beramal , niscaya kamu akan menerima balasan amalmu, meski amal itu sedikit” Hadis. • من أخْلَصَ لله ظهَرَتْ برَكَةُ اَثَرِه (حكمة) Dikatakan “Tidak ada satu pun obat yang bisa menyembuhkan sakit hati kecuali ke-Ikhlas-an” . الإخلاص (3) مخلَصMUKHLASH) “Hamba yang memang dipersiapkan/dicetak untuk menjadi hamba yang Ikhlas tanpa melalui experimen ; seperti Nabi, Rosul” 2مخلِص:(MUKHLISH) “Orang yang memang dengan jerih payahnya berusaha untuk meraih maqom Ikhlas.” • قال أبو سليمان الدارانى : طوبى لِمَن طابتْ له خُطوَةٌ واحدةٌ فى عمره لايُريد بها إلاّ اللهَ تعالى. • (3) أن يكون صادِقا فى كلّ حالٍ . • ......أفْلَحَ إنْ صَدَق “Dia akan menuai keberuntungan, jika memang ucapanya jujur” . Dalam negeri kita sendiri pun terdapat ungkapan yang sangat bijak, pepatah kuno ini tak pernah lekang bagai manapun majunya sebuah perekonomian, bagai manapun majunya budaya setempat “Kejujuran adalah mata uang yang laku dimana-mana” bawalah sekeping kejujuran dalam saku kehidupan anda, itu melebihi mahkota raja diraja sekalipun. Bersiaplah selalu untuk menghadapi situasi yang menuntut kejujuran anda. Nasehat agarkita senantiasa berlaku jujur itu lebih mudah diucapkan dari pada realita yg ada. Bayangkan seseorang dalam keadaan “terjepit” ; bila ia berkata jujur, ia akan kehilangan keuntungan besar yang sudah ada dalam genggamannya. Sebaliknya, bila ia mau sedikit berdusta bukan hanya keuntungan namun juga kebanggaan yang akan diraihnya. Sebenarnya, kejujuran itu tidak ada kaitannya dengan untung-rugi. Kejujuran adalah sebuah sikap yang tidak perlu dihitung dengan nilai uang. Kejujuran bukanlah sebuah pilihan. Seseorang melakukan dusta karena ia memilih untuk berdusta. Mengapa dusta adalah pilihan?? Karena anda tidak bisa menipu diri anda sendiri. Hati nurani tak bisa dibungkam meski ia hanya berbisik lirih. • من تشبّعَ بما لمْ يُعْطَ كلابِـسِ ثَوبِ زُورٍ . “Orang yang merasa puas dengan apa yang dia tidak punyai ( puas dengan apa yang sebenarnya tidak dia miliki – sok iso , jowo ) laksana memakai dua baju kebohongan” ذلك ثلاثةُ رَكائِز مُدارُ القََبول لعملِ الإنسـانِ , العملُ مَنُـوطٌ بالقَبول . وبذلك يَعْظُمُ معه الصغيرُ , ويكثُر به القليلُ , ويَسْبِقُ به المتاءخّرُ. ذلك الفضلُ مِن لله وكَفَى بالله عليما . شرط المُرافَقَة الموافقة دارِهِمْ مادُمْتَ فى دارهم # وَارْضِهِمْ مادُمْتَ فى أرْضِهِمْ(BersikapFamilier) . “Bersosialisasilahandadenganmereka (dengantetapmempertahankanprinsip) selamaandaberadakomunitasmereka.Senangkanlahmerekaselamaandanegerimereka”. (1) اللَيْنُ فى القَوْلِ • الإنسـان عبد الإحسـان Dalamsyairdikatakan: • أحسِـن إلي الناسِ تستعـبِدْ قلـوبَهم # فَطالَمَا إستعـبَدَ الإنسانَ إحسـانُ “Berbuat baiklah anda terhadap orang lain, niscaya anda akan mampu menguasai hatinya. Sungguhtelah lama seseorang telah di perbudak (terkuasai) olehkebaikan” • “ My purpose of life is serving people and make them happy” Tujuan hidup saya adalah melayani manusia dan membuat mereka bahagia. • • إنّ فِيْكَ خصلتَينِ يُحِبُّهما اللهُ : الحِلْمُ و الأَناةُ . “SungguhdalamDirikamu (Muhammad) terdapatduapekerti yang di cintaioleh ALLOH yaituSantun ,Perlahan (Taroyyuts). • يَسُوْدُ المَرْاءُ قَوْمَه بالإحْسـانِ إليهم. “Seseorang bisa dengan mudah menguasai sebuah komunitas dengan berlaku baik pada mereka” (2) الرِفْقُ في العَمَل(Fleksibel) • لا تكون يابِساً فتُكسَرْ # ولا تكون لَـيِّـناً فتُعصَرْ Dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran 159 ,Allohberfirman: • فَبِمَارَحْمَةٍمِنَاللَّهِلِنْتَلَهُمْوَلَوْكُنْتَفَظًّاغَلِيظَالْقَلْبِلانْفَضُّوامِنْحَوْلِكَفَاعْفُعَنْهُمْوَاسْتَغْفِرْلَهُمْ • “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka”. (3) إظهارُ سُلوكِ الداعِى أكثرُ مِن عمَلِه, فإنه هو الذى يُؤثِّر فى القلوب . • سـيّدُ القومِ خادمُهم . “ My purpose of life is serving people and make them happy” Tujuan hidup saya adalah melayani manusia dan membuat mereka bahagia. (4) الدَعْوَة بالحال . • حالُ رَجُلٍ فى ألْفِ رِجالٍ أبْلَغُ مِن قوْلِ ألفِ رجالٍ فى رجُلٍ . “Sikap (tindaan) satu orang terhadap seribu orang itu lebih mempengaruhi dari pada ucapan seribu orang terhadap satu orang” TWO IN ONE 1. إنْ أجْرِيَ إلاّ على الله . “Tidak ada pengharapan balasan kecuali terhadap Alloh” 2. إنْ أريدَ إلاّ إصْلاحَ . ما اسْتَطَعْتُ , وما تَوفيقي إلاّ باالله “Tidak ada keinginan terkecuali untuk merubah diri” selama aku mampu melakukannya (sikap semaksimal mungkin) , dan tidak ada petunjuk bagiku kecuali Alloh.

UMAT BERMADIYA

وكَذالِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمةً وَسَطاً Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan. (Q.S Al Baqarah :143) Pada ayat ini ada pengakuan khusus dari Alloh yaitu “Di jadikannya kita semua (umat Muhammad) sebagai umat yang BERMADIYA; Dalam arti Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat. Umat yang meniti jalan diantara Ifraath wa Tafriith, dan diantara Inqibaatl wa Inbisaath (inklusif dan eksklusif, pluralism dan fundamental). Lalu pertanyaannya siapakah yang pertama kali berhak dan layak menyandang predikat tersebut? خيرُ القُرُونِ قَرْنى ثُمّ اللّذين يَلُوْنَهُمْ ثم اللذين يَلُوْنَهُمْ Di hadis tersebut Rasululloh mengatakan sebaik-baik masa adalah masaku lalu masa setelahnya lalu masa setelahnya dan lalu para-para penganut kebaikan mereka sampai yaumil kiyamah. Maka para shahatlah yang pertama kali berhak meraih title tersebut, karena para Beliau-beliaulah umat yang terdidik langsung oleh Alloh melalui Rasul-Nya, Mereka menemani Rasululloh dalam suka maupun duka, siang dan malam, mencontoh baginda Rasul, karena dalam diri Rasul memantulkan cermin tauladan, akhlak yang mulia. وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ “Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Diceritakan; ketika baginda Nabi saw. Sedang sakit, beliau keluar rumah dengan didampingi oleg fadl ibn Abbas dan Aly ibn Abi Thalib lalu duduk di mimbat dan berkata, “Wahai manusia, siapa saja di antara kalian yang punggungnya pernah aku cambuk, inilah punggungku. Dan siapa saja yang kehormatannya pernah aku caci maki, inilah kehormatanku. Dan siapa saja yang hartanya pernah aku ambil, ambilah hartaku ini. Jangan merasa takut kalau aku akan mendendam karena itu bukan sifatku. Ingatlah bahwa orang yang paling aku sukai di antara kalian adalah orang yang mengambil haknya dariku, jika itu haknya, atau halalkanlah untukku sehingga aku menemui Tuhanku dengan jiwa yang bersih” itulah setitis akhlak mulia dari samudra akhlak baginda Rasul. كُلّ إنسـان يختاج الى المرشِد (ابوي) “Setiap orang muslim harus mempunyai pembimbing” Seorang yang mampu mendidi hatinya, membersihkan akhlaknya, yang bisa menghantarkannya menuju pada Tuhannya, dan hanya dengan bershahabat bersama beliau, Allah akan menjagannya. Oleh karena itu masyarakat islam pada zaman shahabat dinamai sebagai masyarakat yang unggul. Karena factor keberadaan Rasul sebagai murabbi memiliki peranan besar dalam membentuk karakter, Sehingga tertanam dalam diri mereka jiwa-jiwa yang luhur, bijak sana, toleran. Merekalah gambaran umat unggulan, Tidak keras dan lembek, tidak inklusif dan eksklusif. Di ayat yang lain mereka disebut sebagai sebaik-baik umat. Karena peribadi-pribadi beliau, karakter system social beliau. كُنْتُمْ خَيْرَ أُمةٍ أُخْرِجَتْ للناس  “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia” (Q.S. Ali ‘Imran, 3: 110) Ungkapan “dilahirkan” menunjukkan hakikat perkembangan umat ini dan karakter system sosialnya secara menyeluruh. Yaitu umat yang dilahirkan sesuai dengan orientasi yang telah ditentukan. Yaitu masyarakat yang tidak keluar dari garis prioritasnya dan tidak membuat system sendiri. Systemnya telah ditentukan oleh pendidiknya (Allah lewat Rasul) dan dilahirkan sesuai zaman, lingkungannya, dan undang-undang Tuhan. (Al Mujtama’ Al Islami: Muhammad Abdullah Al Khatib) Namun pada akhir-akhir ini banyak golongan-golongan, sekte-sekte yang mengaku-aku sebagai umat yang wasatha, namun pengakuan tersebut tidak sesuai dengan pengakuan yang telah oleh Alloh proklamirkan dalam Al Qur’an, yaitu “umat yang bersikap ‘Adl”. Mereka gemar sekali membuat keresahan, membid’ahkan bahkan tingkat pengkafiran, maka pengakuan yang mereka nyatakan perlu di uji. (Aby Ikhya’ Ulumiddin)