RENUNGAN DZIKIR DI ZAMAN YANG SERBA TRANSPARAN
يَا عَالِـمَ السِّرِّ مِنَّا، لَا تَكْشِفِ السِّتْرَ عَنَّا، وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا، وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا
"Wahai Dzat Yang Mengetahui segala rahasia kami, jangan Engkau singkap tabir aib kami. Sehatkan dan selamatkan kami, ampunilah kami, dan jadilah Engkau bersama kami di mana pun kami berada."
Di zaman dahulu, ketika seseorang melakukan kesalahan, mungkin hanya beberapa orang yang mengetahuinya.
Tetapi hari ini berbeda.
• Satu kesalahan bisa direkam.
• Satu ucapan bisa discreenshot.
• Satu kekhilafan bisa diviralkan.
• Satu aib bisa tersebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan menit.
Kita hidup di zaman yang serba transparan.
Orang bisa melihat apa yang kita makan, ke mana kita pergi, siapa yang kita temui, apa yang kita beli, bahkan apa yang sedang kita rasakan semuanya dipamerkan melalui media sosial.
Namun ada satu hal yang sering kita lupakan:
Yang paling berbahaya bukan ketika manusia mengetahui rahasia kita, tetapi ketika Allah membuka rahasia kita di hadapan manusia. Karena manusia hanya mengetahui apa yang tampak, sedangkan Allah mengetahui apa yang tersembunyi.
• Allah mengetahui air mata yang kita sembunyikan.
• Allah mengetahui dosa yang tidak pernah diketahui siapa pun.
• Allah mengetahui niat yang tidak pernah terucapkan.
• Allah mengetahui keburukan yang kita sembunyikan di balik senyum dan penampilan yang baik.
Maka ketika kita membaca:
يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا
"Wahai Dzat Yang Mengetahui segala rahasia kami…"
Seakan-akan kita sedang mengakui:
"Ya Allah, Engkau tahu siapa aku yang sebenarnya. Engkau tahu apa yang tidak diketahui manusia."
Kemudian kita memohon:
لَا تَكْشِفِ السِّتْرَ عَنَّا
"Janganlah Engkau singkap tabir kami."
Ini bukan permohonan agar kita bebas melakukan dosa.
Bukan.
Justru ini adalah do’a agar Allah menutupi aib kita sekaligus memberi kita kekuatan untuk meninggalkan dosa tersebut.
Sebab terkadang Allah menutupi aib kita bukan karena kita layak ditutupi, tetapi karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri.
Maka jangan gunakan tertutupnya aib sebagai kesempatan untuk mengulang dosa. Tetapi gunakanlah sebagai kesempatan untuk “bertaubat”.
Jangan sampai Allah menutup aib kita di hadapan manusia, tetapi kita justru tidak malu kepada Allah.
ZAMAN INI MENGAJARKAN KITA UNTUK MENJAGA DUA HAL
1️⃣ - Jangan gemar membuka aib orang lain.
Karena kita sendiri hidup dari rahmat Allah dzat yang menutupi aib kita. Kalau Allah membuka seluruh keburukan kita, mungkin tidak ada seorang pun yang mau duduk bersama kita.
Maka jangan merasa suci hanya karena aib kita belum diketahui. Bisa jadi bukan karena kita lebih baik. Tetapi karena Allah masih menutupi kita.
2️⃣ - Jangan terlalu sibuk membangun citra di hadapan manusia.
Di media sosial kita bisa memilih foto terbaik. Kita bisa memilih kata-kata terbaik. Kita bisa menampilkan kehidupan yang terlihat sempurna.
Tetapi di hadapan Allah,
• Tidak ada filter.
• Tidak ada editan.
• Tidak ada pencitraan.
Allah tidak melihat seberapa indah kehidupan yang kita tampilkan kepada manusia.
Allah melihat apa yang sebenarnya ada di dalam hati kita.
Karena itu, di tengah zaman yang sibuk memperlihatkan segala sesuatu kepada manusia, mari kita belajar memiliki satu ruang kehidupan yang hanya diketahui oleh Allah:
• amal yang tersembunyi,
• sedekah yang tidak diketahui orang,
• air mata taubat di malam hari,
• dzikir yang tidak dipamerkan,
• dan kebaikan yang tidak membutuhkan tepuk tangan manusia.
Sebab boleh jadi, yang menyelamatkan kita di akhirat bukanlah apa yang banyak diketahui manusia, tetapi kebaikan yang hanya diketahui oleh Allah.
Maka bacalah dzikir ini dengan hati:
يَا عَالِـمَ السِّرِّ مِنَّا، لَا تَكْشِفِ السِّتْرَ عَنَّا
"Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia kami. Janganlah Engkau buka aib kami".
وَعَافِنَا
"Selamatkan kami…"
وَاعْفُ عَنَّا
"Ampunilah kami…"
وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا
"Dan jadilah Engkau bersama kami di mana pun kami berada."
Ketika dunia semakin transparan, semakin mudah merekam, semakin cepat menyebarkan, dan semakin sulit menyembunyikan kesalahan , sementara diri tak sanggup untuk memendam nya sendiri , jangan lupa bahwa ada satu tempat paling aman untuk menyimpan rahasia:
Allah.
Maka jangan ceritakan semua hal kepada dunia.
• Ceritakan luka kepada Allah.
• Ceritakan dosa kepada Allah dalam taubat.
• Ceritakan harapan kepada Allah dalam doa.
• Dan serahkan hidup kita kepada Allah.
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَاعْفُ عَنَّا، وَاغْفِرْ لَنَا، وَأَصْلِحْ قُلُوبَنَا وَأَعْمَالَنَا، وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا.
"Ya Allah, tutupilah aib-aib kami, tenangkanlah ketakutan kami, ampunilah kami, perbaikilah hati dan amal kami, dan jadilah Engkau bersama kami di mana pun kami berada."
اللهم آمين…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar