Translate

Tampilkan postingan dengan label Kisah kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2016

Abu Yazid Al Busthami dan Seekor Anjing

 http://elzajery.blogspot.co.id/



Dikisahkan; Seorang Pemimpin aliran tasawwuf yang bernama Abu Yazid Al Busthami, seperti biasa Abu Yazid suka berjalan sendiri di malam hari. Lalu ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya, anjing tersebut jalan tidak menghiraukan sang sufi tersebut, namun ketika sudah lewat hampir dekat, Abu Yazid Al-Busthomi mengangkat gamisnya kuatir terkena najis anjing tersebut. 

Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Entah bagaimana Abu Yazid seperti mendengar anjing itu berkata padanya,

"Tubuhku kering tidak akan menyebabkan najis padamu, kalo pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7X (tujuh kali)  dengan air & tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan air tujuh samudra".

Abu Yazid tersentak dan minta ma'af, lalu sebagai permohonan ma'afnya dia mengajak anjing itu untuk bershahabat & jalan bersama. dengan suasana hati yang masih sedih dan kecewa si anjing itu menolaknya. 

"Engkau tidak pantas berjalan denganku, mereka yang memuliakanmu akan mencemoohmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tau mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang pencipta wujud ini, lihatlah aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulang pun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung gandum", lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan abu yazid. 

Abu Yazid masih terdiam, " Yaa Allah, untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-MU saja aku tak pantas, bagaimana aku merasa pantas berjalan dengan-MU, ampuni aku dan sucikan hatiku dari najis ".

Jumat, 16 September 2016

Akibat Merampas Hak Orang Lain




[dan orang-orang zhalim akan mengetahui tempat seperti apakah yang kelak mereka tempati] QS As Syu'ara':227.  "

Lelaki miskin itu menghidupi isteri dan anak-anak dari hasil pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Suatu hari ia mendapatkan hasil tangkapan seekor ikan besar. Dengan hati gembira ia menuju pasar untuk menjual ikat tersebut. Dalam hatinya terbersit bahwa nanti ikannya ini akan terjual dengan harga mahal yang berarti ia bisa memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya lebih banyak dari hari biasanya.

Malang...sebelum sampai di pasar, di tengah jalan ia bertemu dengan seorang yang menghentikan langkah semangatnya. Melihat nelayan lemah tersebut membawa ikan segar yang besar, orang itu memintanya. Tentu saja permintaan ini ditolak. Ia tetap memaksa, tetapi tetap saja permintaannya tidak digubris. Akhirnya ia memukul kepala si nelayan dengan kayu sehingga pingsan. Ia segera mengambil ikan dan membawanya pulang dengan gratis.
Setelah beberapa lama si nelayan tersadar dan mengingat kejadian barusan. Ia lalu berdo'a; "Ya Tuhanku! Engkau telah Menjadikanku orang yang lemah. Sementara Engkau Menjadikannya (perampas ikan) orang yang kuat dan jahat. Maka segeralah ambil hakku darinya.Ia telah menzhalimiku dan aku tidak sabar menunggu sampai di akhirat!"

Sementara itu, setelah sampai di rumah, perampas ikan itu segera menyuruh isterinya agar memasak ikan tersebut. Tak lama kemudian, masakan telah terhidang di meja makan. Ajaib, ketika tangan si perampas terjulur hendak menyantap ikan, tiba-tiba ikan membuka mulut dan menggigit jari-jari tangannya. Gigitan itu terasa sangat sakit sehingga sempat membuatnya tidak sadar. Melihat jari-jarinya terluka, ia segera ke dokter. Melihat luka yang begitu parah dan berbahaya itu, dokter mengatakan: "Obat luka ini adalah dengan memotong jari-jari. Jika tidak maka luka akan terus merambat ke telapak tangan".

Amputasipun dilakukan, tetapi luka tetap merambat ke telapak tangan dengan rasa sakit yang semakin bertambah dan tak terperihkan di tambah rasa khawatir nyawa akan melayang. Dokter pun memutuskan untuk mengamputasi telapak tangannya. Dan ternyata setelah telapak tangannya diamputasi, luka beralih ke lengan. Lelaki itu semakin tercekam kesedihan dan kebingungan. Akhirnya ia mengingat masih memiliki Tuhan sebagai tempat memohon pertolongan.

Doa-doa permohonan pun tiada henti mengalir sehingga akhirnya suatu saat ia tertidur di bawah naungan sebuah pohon rindang. Dalam tidur itulah ada seorang mendatangi dan berkata kepadanya; "Wahai orang miskin, sampai berapa lagi anggota badanmu yang akan diamputasi. Datanglah kepada orang yang kamu zhalimi dan mintalah kerelaannya!" Sampai di sini ia terbangun dan mencoba mengingat kembali mimpinya. Akhirnya ia sadar bahwa derita yang menimpanya adalah akibat kezhaliman yang dilakukannya kepada si nelayan lemah. Ia lalu mencari informasi di mana tempat tinggal si nelayan. Setelah berada di hadapan si nelayan, ia segera menjatuhkan diri di kaki si nelayan. Ia memelas dan memohon agar dimaafkan. Tidak hanya itu, ia juga menyerahkan sebagian hartanya kepada si nelayan. Akhirnya si nelayanpun memberikan maaf. Saat itulah seketika nyeri di lukanya berhenti hingga malam harinya ia bisa tidur dengan nyenyak. Dan Allah pun mengembalikan tangannya seperti sedia kala.

Kemudian Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa alaihissalam: "Wahai Musa, andai saja lelaki itu tidak meminta maaf kepada orang yang dizhaliminya niscaya Aku terus akan menyiksanya seumur hidupnya"

 (al Mustathraf min kulli fann mustazhraf hal 160-161)

Jumat, 09 September 2016

Akibat Iri Hati



"Apakah mereka iri kepada orang-orang karena mendapatkan  anugeraNya"QS An Nisa':54.

Entah karena apa Badui itu begitu disukai oleh Khalifah al Mu'tashim sehingga ia bisa bebas keluar masuk istana dan bahkan ruang keluarga Khalifah tanpa izin. Hal demikian ternyata membuat seorang menteri iri hati. Dalam hati, menteri beranggapan bahwa jika hal demikian dibiarkan bisa jadi Khalifah akan semakin dekat dengan Badui itu dan menjadikan ada jarak antara dirinya dan Khalifah.
Menteri yang sudah dikuasai iri hati inipun membuat rencana. Ia lalu mengundang Badui untuk makan di rumahnya. Undangan itu bersambut dan usai makan, menteri yang memang sengaja memperbanyak bawang dalam campuran masakan berkata: "Hati-hati, jangan mendekat kepada Amirul Mukminin (Khalifah) karena Beliau akan mencium bau bawang dari mulut. Perlu kamu tahu bahwa Beliau tidak suka dengan bau bawang!"

Selanjutnya menteri datang dan berbicara kepada Khalifah: "Wahai paduka, sungguh Badui itu telah menyebarkan isu bahwa Amirul Mukminin mulutnya bau (Abkhar) sehingga ia sangat terganggu karenanya".

Beberapa lama kemudian, ucapan menteri ini terbukti kepada Khalifah. Badui itu datang dan menghadap Khalifah sambil menutup mulut dengan lengan bajunya karena khawatir Khalifah terganggu bau mulutnya. Menyaksikan aksi yang tidak seperti biasanya, dalam hati Khalifah berkata; "Ucapan menteri kepadaku tentang Badui ini ternyata benar".

Khalifah kemudian menulis surat kepada salah seorang gubernurnya yang berisi; "Jika surat ini sampai kepadamu maka penggal kepala orang yang membawanya!" usai surat itu ditulis dan dikemas, Khalifah pun memanggil si Badui; "Antarkanlah surat ini kepada gubernurku dan jangan kembali kepadaku kecuali dengan membawa jawabannya!" Badui itu dengan senang hati menerima dan mengantarkan surat. Baru saja ia keluar dari pintu Istana, menteri mencegatnya dan bertanya; "Hendak ke manakah anda?" Badui menjawab: "Saya akan mengantarkan surat Khalifah kepada salah seorang gubernurnya" jawaban ini membersitkan di hati menteri; "Badui ini pasti akan mendapatkan harta benda banyak sekali jika menjalankan tugas ini" akhirnya menteri menawarkan: "Wahai Badui, bagaimana menurutmu jika ada orang yang bersedia memberimu uang dua ribu Dinar dan menggantikanmu menanggung kepayahan dan resiko perjalanan?" Badui menjawab: "Anda orang besar, anda orang yang bijak. Jika anda memiliki usul maka silahkan!" menterti berkata: "Berikanlah surat itu kepadaku!" Badui pun memberikan surat itu kepada menteri sekaligus juga menerima dua ribu dinar darinya. Menteri lalu bergegas melakukan perjalanan mengantarkan surat Khalifah. Selesai membaca surat Khalifah, gubernur segera memerintahkan agar kepala menteri itu dipenggal.

Beberapa hari kemudian Khalifah ingat akan Badui itu dan juga menanyakan ke mana mentertinya. Akhirnya ia mendapatkan kabar bahwa Badui ada di rumahnya sementara si menteri memang beberapa hari ini tidak menampakkan diri. Kabar ini membuat Khalifah heran dan memerintahkan supaya Badui itu dipanggil ke istana. Di hadapan Khalifah, Badui pun menceritakan semua peristiwanya bersama menteri. Kisah itupun ditutup dengan pengangkatan si Badui sebagai menteri.

Imam al Ashmui bercerita;
Aku bertemu dengan seorang Badui yang sudah berusia 120 tahun. Aku bertanya; "Betapa panjang usia anda. Kiranya apa resepnya?" Badui itu menjawab: "Aku meninggalkan iri hati sehingga aku masih hidup sampai hari ini"

 (al Mustathraf min kulli fann mustazhraf hal 305-306)

Akibat Enggan Berzakat






"...dan tiada mereka tidak mau berzakat kecuali Allah menahan hujan dari mereka" HR Thabarani.

Kisah 1

Muhammad bin Yusuf  al Faryabi bercerita:
Aku dan beberapa orang teman datang berkunjung kepada Abu Sinan. Sampai di sana Beliau segera mengajak kami bertakziah kepada tetangganya yang barusan saudaranya meninggal dunia. Setelah mengucap salam dan masuk, kami mendapatkan lelaki yang ditinggal saudaranya itu sangat sedih dan terus menerus menangis. Kami duduk dan mencoba menghiburnya tetapi rupanya upaya kami tidak berhasil. Kamipun mengatakan: "Bukankah anda mengerti bahwa kematian adalah jalan yang harus dilewati?" lelaki itu menjawab; "Memang, tetapi aku menangisi keadaan saudaraku yang kini menjalani siksa" "Apakah Allah memperlihatkan hal gaib kepada anda?" tanya kami. Ia menjawab: "Tidak, hanya ketika menguburnya dan para pengantar jenazah sudah pulang aku duduk di sisi kuburnya. Tiba-tiba dari dalam kuburnya ada suara; "aah, mereka membiarkan diriku sendirian menjalani siksaan. Padahal dulu aku shalat juga berpuasa".

Lelaki itu melanjutkan kisahnya: "Kata-kata itu menjadikanku menangis hingga memutuskan untuk menggali kuburnya. Ternyata kuburan itu penuh dengan api menyala-nyala. Terlihat di lehernya tergantung kalung dari api. Kasih sayang sebagai saudara mendorong tanganku terjulur untuk melepas kalung tersebut dari lehernya. Tanganku pun terbakar dan menghitam. Saudaraku lalu mengulurkan tangannya yang hitam terbakar kepadaku. Akupun segera menutup kuburnya dan bergegas pulang. Bukankah sangat pantas jika aku menangisinya?"

Kami lalu bertanya: "Memangnya bagaimanakah perilaku saudaramu dulu semasa hidupnya?" lelaki itu menjawab: "Dulu ia tidak mau mengeluarkan zakat harta bendanya" kami pun berkata: [Inilah bukti kebenaran firman Allah, "Dan janganlah orang-orang yang pelit akan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari anugerahNya  menyangka bahwa itu lebih baik bagi mereka. Justru itu buruk atas mereka; kelak hari kiamat akan dikalungkan apa yang mereka enggan memberikannya"QS Ali Imran:180, dan saudaramu termasuk orang yang disegerakan siksanya di kuburnya hingga hari kiamat]

Setelah pamit kepada Abu Sinan selanjutnya Muhammad binYusuf dan teman-temannya datang kepada Abu Dzarr ra sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan menceritakan kisah tersebut. Mereka berkata: "Yahudi dan Nashrani mati, tetapi hal demikian tidak pernah kami saksikan terjadi di kalangan mereka" Abu Dzarr ra menjawab: "Orang-orang itu (Yahudi dan Nashrani) sudah pasti di neraka. Sementara Allah memperlihatkan hal demikian kepada kalian supaya kalian bisa mengambil pelajaran, "Barang siapa bisa melihat maka manfaat untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang buta maka beresiko atas dirinya sendiri"QS al An'aam:104.
(Kitabul Kabair bab Man'uz Zakat.. Imam Dzahabi)

Kisah 2

Pada masa Ibnu Abbas ra ada seorang yang kaya raya. Ketika ia lelaki kaya itu meninggal dunia maka para penggali kubur menemukan ada ular besar tiba-tiba muncul di liang kubur. Hal ini segera disampaikan kepada Ibnu Abbas ra dan oleh sahabat sekaligus sepupuh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu disarankan agar menggali liang lagi. Mereka pun menggali liang baru lagi. Ternyata mereka mendapatkan kembali ular besar itu. Mereka terus menggali liang baru sampai akhirnya mendapatkan tujuh liang dan semuanya sama, ular besar tiba-tiba berada di liang tersebut. Mendengar hal ini Ibnu Abbas ra bertanya kiranya bagaimanakah perilaku orang kaya itu? Orang-orang menjawab: "Ia dulu enggan berzakat" Ibnu Abbas ra pun memerintahkan supaya lelaki itu dikubur bersama ular tersebut"

(al Majalis As Saniyyah syarah al Arbain an Nawawiyyah hadits ke 23)

Kamis, 08 September 2016

Akibat Mengakhirkan Shalat



"Amal yang paling disukai Allah adalah menyegerakan shalat shalat pada awal waktunya"HR Thabarani.

Dikisahkan sebagian Salaf ikut menguburkan saudara perempuannya. Tanpa sadar kantong uang miliknya jatuh ikut terkubur. Dalam perjalanan pulang barulah ia sadar bahwa kantong uangnya ikut terkubur bersama jenazah saudara perempuannya. Ia begegas kembali untuk mengambilnya. Ketika ia menggali kuburan saudara perempuannya itulah ia melihat api sedang berkobar di dalamnya. Niat untuk mengambil kantong uang akhirnya ia urungkan dan segera ia menutup kembali kuburan.

Sesampai di rumah dan sambil menangis ia mengadu; "Wahai ibuku, ceritakanlah kepadaku tentang saudara perempuanku. Apa yang pernah ia lakukan?" Sang ibu dengan rasa penasaran balik bertanya; "Ada perlu apa kamu menanyakan hal itu?" ia lalu menjelaskan: "Duhai ibuku, saya melihat kuburnya penuh dengan api menyala-nyala" Jawaban ini kontan membuat sang ibu menangis. Akhirnya dengan air mata yang masih menetes, sang ibu menjelaskan: "Wahai anakku, saudara perempuanmu dulu suka meremehkan shalat sehingga mengakhirkannya dari waktu yang semestinya"
(Irsyadul Ibad bab Tahrim Ta'khir as shalat an waqtihaa amdan)



Akibat Tidak Mandi Besar



"Barang siapa meninggalkan satu tempat rambut (tidak membasuhnya) maka  akan diperlakukan seperti ini seperti itu di neraka" HR Ahmad-Abu Dawud.

Abban bin Abdillah al Bajali menceritakan:
Seorang tetanggaku meninggal dunia. Akupun hadir dan menyaksikan ia dimandikan serta ikut pula mengantarkan jenazahnya ke pemakaman. Ketika jenazah hendak dikebumikan, tiba-tiba dalam liang kubur ada hewan mirip kucing. Orang-orang berusaha mengusirnya tetapi hewan itu tidak bergeming. Akhirnya mereka memutuskan menggali liang lagi. Ternyata ketika jenazah hendak dikebumikan, hewan itupun telah berada di sana. Orang-orang pun kebingungan. Mereka berkata: "Hal semacam ini belum pernah kita saksikan" mereka pun sepakat mengubur jenazah tetanggaku bersama hewan tersebut.
Ketika kuburannya sudah sempurna tertutup tanah, kami mendengar suara daging patah dan remuk dari dalam kuburnya.
Sampai di rumah, beberapa orang termasuk pamanku datang menemui isteri tetanggaku itu. Setelah menceritakan apa yang terjadi mereka pun bertanya: "Kiranya apa yang dilakukan suamimu?' isterinya menjelaskan: "Suamiku tidak mau mandi janabat"


(Irsyadul Ibad bab al Ghusli)

Rabu, 07 September 2016

Akibat Meninggalkan Wudhu



 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Allah tidak menerima shalat salah seorang kalian yang berhadats sehingga ia berwudhu"HR Bukhari-Muslim.

Ibnu Mas'ud ra berkata:
Ada seorang yang di dalam kuburnya harus menerima seratus kali pukulan. Ia pun terus menerus memohon hingga akhirnya hanya merasakan sekali pukulan. Setelah itu kuburnya penuh dengan api yang menyala-nyala. Ia lalu bertanya; "Atas dasar apakah kalian memukulku?" mereka menjawab: "Dulu kamu pernah melakukan sekali shalat tanpa terlebih dulu berwudhu dan kamu juga bertemu dengan orang yang terzhalimi tetapi kamu tidak memberikan pertolongan"

Imam Ghazali bercerita:
Seorang yang telah meninggal dunia hadir dalam mimpi. Ketika ditanya bagaimanakah keadaannya maka ia menjawab; "Suatu hari aku melakukan shalat tanpa terlebih dahulu berwudhu. Akhirnya kini ada seekor srigala yang senantiasa menakut-nakutiku dalam kuburku. Sekarang ini keadaanku sungguh sangat menyedihkan"
(Irsyadul Ibad bab al Wudhu)