Translate

Selasa, 14 April 2026

Dari Masjid , Umat Bangkit

Dari Masjid , Umat Bangkit”


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَسَاجِدَ بُيُوتًا لِلطَّاعَةِ، وَمَنَازِلَ لِلْعِبَادَةِ، وَمَجَالِسَ لِلْعِلْمِ وَالذِّكْرِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المسلمون ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّمَا یَعْمُرُ مَسَـاجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْیَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ یَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ، فَعَسَىٰۤ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَن یَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِینَ 


❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

   Mari kita meningkatkan Iman, amal dengan terus melakukan introsfeksi, sebagai sarana menjaga ketaqwaan kita kepada Allah SWT.; menghisab diri sendiri sebelum dihisab di hadapan Alloh, apakah selama ini perbuatan kita sudah sejalan dengan tatanan agama, apakah selama ini perbuatan kita sudah sesuai dengan tuntunan Nabi mulia, atau justru jauh dari ajaran agama, jauh dari syari’ah yang dibawa Nabi mulia, agama hanya di bibir saja, agama hanya sebatas KTP semata.

   Mari kita semakin meningkatkan keyakinan kita, untuk membulatkan tekat berpegang teguh hanya semata pada ajaran agama Allah. Jadikan ajaran Islam satu-satuNya pedoman hidup kita, niscaya ketenangan akan menyelimuti kehidupan kita.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH, 

  Mari sejenak kita mentadabburi firman Allah dalam surat At-taubah ayat 18 :

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰاجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّاا للّٰهَ ، فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

  "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Semoga mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah 9: Ayat 18)

  Kata “Ya‘mur” dalam bahasa Arab mencakup dua makna:

  1. ‘Imarah hissiyyah (fisik): membangun, menjaga kebersihan, memperindah, merawat bangunan masjid.

  2. ‘Imarah ma‘nawiyyah (spiritual): bisa dengan dzikir, shalat berjamaah, majelis ilmu, dan amal saleh² lain.

Dalam ayat di atas Allah menegaskan: orang yang memakmurkan masjid hanyalah mereka yang beriman kepada-Nya dan percaya kehidupan akhirat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya takut kepada Allah.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

Dari ayat di atas kita bisa mendapat pelajaran, ada tahapan dalam memakmurkan Masjid

 Yang pertama: ʿImārah Qalbiyyah (Pemakmuran Hati) artinya menumbuhkan rasa cinta , ketertarikan pada masjid dan keterikatan hati dengan masjid, atau dalam ayat diatas dengan sebutan iman. Seseorang tidak akan pernah mencintai sesuatu, kecuali tertanam dalam hatinya keimanan, rasa suka kepada sesuatu tersebut.

   Artinya sebelum tangan dan kaki melangkah memakmurkan masjid, hati terlebih dulu harus mencintai dan rindu padanya; Rindu datang ke masjid. Merasa gelisah dan ada yang terlewatkan jika tak sempat berjama’ah di masjid. Menyisihkan waktu dan harta untuk kepentingan masjid.

   Dan orang yang mempunyai hati seperti inilah yang kata Rasulullah, besok di hari kiamat akan mendapatkan naungan Allah SWT.

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ... وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ»

  "Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya… salah satunya adalah seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.”

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Tahap kedua:ʿImārah ʿIbādiyyah ( Pemak muran Ibadah ) menghidupkan masjid dengan ibadah; Seperti shalat 5 waktu, dzikir, membaca Al-Qur’an, i’tikaf, dan ibadah - ibadah lainnya. Khususunya adalah shalat berjamaah di masjid “Masjid tanpa shalat berjamaah, ibarat jasad tanpa ruh.”

لا صلاةَ لجارٍ المسجد إلا في المسجد

  “Tidak sempurna shalatnya tetangga masjid kecuali di masjid”

 Hadits ini ada yang mengatakan dhoif kedudukannya, tapi pesan yang terkandung di dalamnya, tidak bertentangan dengan kandungan hadits shahih yang ada. Sama² menilai betapa pentingnya shalat berjamaah.

   Dalam sebuah hadits shahih dikatakan:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ … إِلْخِ. الحديث رواه البخاري

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku hampir saja memerintahkan seseorang untuk mengambil kayu bakar sehingga ia mengambilnya, kemudian aku memerintahkan agar dikumandangkan adzan untuk shalat, lalu aku memerintahkan seseorang untuk memimpin (imam) shalat bagi manusia, kemudian aku berpaling kepada beberapa orang dan membakar rumah-rumah mereka (karena meninggalkan shalat berjamaah)...... (HR al-Bukhari).”

   Bahkan di dalam QS. An-nisa ayat 102, Allah tetap memerintahkan Rasul-Nya. shalat berjamaah, sekalipun dalam keadaan tidak aman, yaitu saat berperang melawan musuh. 

  Pertanyaannya untuk saat ini, adalah, apakah saat ini keadaan umat muslim lebih genting dari pada masa Rasulullah, atau-kah kita lebih mulia dari Rasulullah Saw..?? hingga sampai banyak masjid yang kosong.

“Jika saat ini ada laki-laki yang enggan shalat berjamaah di masjid, sungguh dia shalat pakai mukena, itu jauh lebih layak baginya.” karena tidak ada bedanya dengan prempuan.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Tahap ketiga: ʿImārah Ijtimāʿiyyah (Pemakmuran Sosial) yaitu dengan menjadikan masjid pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan, tempat bersatunya hati dan berbagi ; Seperti menyantuni fakir miskin, menggalang infak, zakat, dan sedekah untuk umat, menjadi tempat silaturahmi antar jama’ah.

  Hadirin… masjid yang makmur adalah masjid yang melahirkan perubahan positif di tengah masyarakat sekitarnya.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Yang keempat : ʿImārah ʿIlmiyyah (Pemakmuran Ilmu) yaitu menjadikan masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat, bukan hanya tempat sujud saja, tetapi lebih dari itu, masjid juga menjadi tempat pendidikan, tempat musyawarah, tempat sosial, dan pusat pembinaan umat.

   Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْبِلادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا

  “Tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi adalah masjid-masjidnya.” (HR. Muslim)

   Artinya, dari tempat yang dicintai Allah inilah seharusnya lahir kebaikan dan kemajuan. Masjid bukan sekadar bangunan megah dengan menara tinggi, tetapi tempat yang menumbuhkan keimanan, ukhuwah, dan semangat beramal.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Masjid pada masa Rasulullah adalah madrasah pertama bagi umat Islam, dan dari situ Rasulullah ﷺ mengajar para sahabat; mengajarkan akidah, Al-Qur’an, fiqih, dan akhlak.

قال رسول الله ﷺ: «وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ» (رواه مسلم)

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya bersama, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut (membanggakan) mereka di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

   Maka, hendaknya masjid tidak hanya ramai oleh shalat, tapi juga oleh majelis ilmu. Karena dari ilmu, lahir iman yang benar dan amal yang lurus. Dan akhirnya dari masjid lahirlah ulama, pemimpin, dan pejuang umat. Masjid menjadi pusat nilai moral, keadilan, dan kemajuan.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

  Masjid adalah rumah Allah, Allah adalah kekasih setiap hamba, setiap hamba pasti merindukan pertemuan dengan-Nya kecuali orang² yang tak beriman dan yang imamnya lemah. Maka jaga dan rawatlah rumah Allah, harumilah rumah Allah dengan berdzikir, shalat berjamaah dan amalan-amalan shaleh lainnya. Apa bukti kita dihadapan Allah nanti, jika hanya sekedar meramaikan rumah-Nya saja kita enggan..???

   Masjid adalah jantung kehidupan umat Islam. Sejarah telah mencatat, bahwa kebangkitan umat Islam selalu berawal dari masjid. Dari masjidlah Rasulullah ﷺ membangun peradaban Islam yang agung.

  Ketika beliau hijrah ke Madinah, yang pertama kali beliau lakukan bukan membangun istana, bukan pasar, tetapi membangun masjid; Masjid Nabawi.

   Dari masjid itulah lahir generasi sahabat yang kokoh imannya, lurus akhlaknya, dan besar pengorbanannya. Dari masjid itu juga lahir keputusan² besar , dakwah menyebar, umat Islam bangkit menaklukkan hati manusia dengan cahaya Islam, dan Islam tumbuh menjadi peradaban besar yang menerangi dunia.

   Oleh karenanya , mari kita hidupkan kembali semangat memakmurkan masjid, bukan sekadar berdinding megah, berkarpet indah , tapi berjiwa taqwa, dan pemurah. Setiap langkah menuju masjid adalah tanda bahwa kita termasuk yang disebut Allah dalam ayat di atas - yaitu hamba-hamba yang sebenarnya beriman dan mendapat petunjuk.

   Yang terakhir , saya ulangi kembali, mari kita jadikan masjid bukan sekadar bangunan indah, tetapi tempat bersujud, tempat perjuangan dan pembentukan karakter umat; Bawalah keluarga kita ke masjid, didik anak-anak kita mencintai masjid, bersedekahlah untuk kegiatan masjid, dan jadikan masjid pusat persaudaraan dan pusat penyebaran ilmu.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.



الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكَ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ نَبِيٍّ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَمَحَبَّةً لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّد لَهُ نِعْمَة أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةً للَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.

وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأَمِينِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذٰلِكَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا).

وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ ، سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَن سَائِرِ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.


Ramadhan dan Revolusi Akhlak


 "Ramadhan dan Revolusi akhlak"


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْنَا صِيَامَ رَمَضَانَ، لِنَتَّقِيَ بِهِ الرَّحْمٰنَ، وَنُزَكِّيَ بِهِ النُّفُوسَ وَالْإِيْمَانَ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، 

فَيَا أَيُّهَا المسلمون ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ،إِعلَمُوا إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ لَيْسَ مُجَرَّدَ شَهْرِ الْجُوعِ وَالْعَطَشِ، وَلَا مُجَرَّدَ تَغْيِيرِ مَوَاعِيدِ الطَّعَامِ وَالنَّوْمِ، بَلْ هُوَ مَدْرَسَةٌ إِيمَانِيَّةٌ كُبْرَى، وَمَعْمَلٌ لِتَهْذِيبِ النُّفُوسِ، وَمِيدَانٌ لِثَوْرَةٍ أَخْلَاقِيَّةٍ شَامِلَةٍ.

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وقال تعالى أيضا: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

  Alhamdulillah, semata karena Taufik Allah, kita dapat menjalankan ibadah puasa,  sekaligus menunaikan ibadah shalat Jum'ah

 Marilah kita sama - sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Dia-lah dzat yang telah mewajibkan puasa untuk membersihkan jiwa kita dan memperbaiki akhlak, serta menjadikan tujuan akhirnya adalah ketakwaan, karena hanya dengan takwa segala sesuatunya akan terwujud.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

   Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan kepada kita puasa Ramadhan, agar dengan puasa itu kita bertakwa kepada-Nya, serta menyucikan jiwa dan keimanan kita.

 Ketakwaan adalah tujuan utama dalam pelaksanaan puasa Ramadhan. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar ada ketakwaan dalam diri kalian.” (QS. Al-Baqarah: 183)

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

  Dari ayat di atas bisa kita pahami, puasa Ramadhan yang kita jalani saat ini ada kebutuhan rohani kita, puasa Ramadhan disyariatkan adalah untuk terwujudnya ketakwaan dalam setiap individu kaum muslimin.

 Ramadhan hadir bukan sekadar untuk menahan lapar dan dahaga. Ramadhan datang membawa misi besar: membangun manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia.

 Ramadhan Adalah Momentum Revolusi ; Revolusi berarti perubahan besar. Perubahan total. Ramadhan bukan hanya perubahan jadwal makan, bukan pula hanya perubahan jam tidur, akan tetapi Ramadhan adalah perubahan hati, perubahan sikap, perubahan karakter.

 Puasa Ramadhan adalah madrasah besar pembinaan akhlak. Ia adalah momentum revolusi ruhani, perubahan total dalam diri seorang mukmin;

  • Jika sebelum Ramadhan kita mudah marah — maka Ramadhan harus menjadikan kita sabar.

  • Jika sebelumnya lisan kita tajam — maka Ramadhan harus melembutkannya.

  • Jika sebelumnya kita lalai — maka Ramadhan harus membangunkan kita.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Jadi sudah jelas, tujuan disyariatkannya kewajiban puasa Ramadhan adalah agar terlahir Takwa dan Akhlak mulia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

  “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (yakni puasanya tidak bernilai di sisi Allah).” (HR. Sahih al-Bukhari)

  Artinya apa, Hadis ini menegaskan: esensi puasa adalah perubahan akhlak (revolusi akhlak) , bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan lisan dari dusta, menahan hati dari dengki, dan menahan tangan dari kedhaliman.

  Jika revolusi dunia mengubah sistem dan kekuasaan, maka Ramadhan datang untuk mengubah hati, memperbaiki perilaku, dan membentuk manusia baru dengan akhlak mulia. Ramadhan membebaskan manusia dari perbudakan hawa nafsu, menanamkan kejujuran, kesabaran, keikhlasan, serta kasih sayang.

  Inilah makna sejati Ramadhan, revolusi dalam diri, perubahan dalam akhlak, dan kebangkitan iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

  • Dari dusta menjadi jujur

  • Dari amarah menjadi sabar

  • Dari bakhil menjadi dermawan

  • Dari lalai menjadi taat

  Rasulullah ﷺ adalah teladan Revolusi Akhlak, Nabi kita Muhammad ﷺ adalah contoh nyata akhlak yang agung. Allah ﷻ berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ .

“Sungguh engkau Muhammad benar-benar berakhlak yang agung”

  Dalam sebuah hadits sahih disebutkan; bahwa akhlak beliau Rasulullah adalah Al-Qur’an (HR. Sahih Muslim). 

  Bahkan dalam hal kedermawanan, di bulan Ramadhan beliau semakin dermawan:

كَانَ رَسُولُ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ .... الحديث

  “Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. Dan beliau paling dermawan lagi pada bulan Ramadhan......”  (HR. Muslim)

Artinya, Ramadhan telah meningkatkan kualitas akhlak beliau yang sudah mulia.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

     Ramadhan adalah pengendali Nafsu, puasa adalah latihan pengendalian diri. Nabi ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

   “ Puasa adalah perisai ”. Perisai dari apa? Dari hawa nafsu, dari maksiat, dari api neraka.

   Maka revolusi akhlak di bulan Ramadhan ini, dimulai dari kemenangan atas diri sendiri.

   Jika setelah Ramadhan:

  • Shalat tetap terjaga

  • Lisan tetap santun

  • Hati tetap bersih

  • Sedekah tetap berjalan

Maka itulah tanda Ramadhan berhasil merevolusi akhlak kita. Maka bersyukurlah siapa saja yang telah berhasil terbina di madrasah Ramadhan.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Misi “revolusi akhlak” lewat madrasah Ramadhan, bukan hanya perubahan pribadi, tetapi perubahan sosial.

Bayangkan jika:

  • Pedagang jujur , tanpa tipu-tipu 

  • Pemimpin sebuah negeri, amanah, bersih dari KKN 

  • Suami lembut , penuh kasih sayang.

  • Istri taat terhadap pasangannya.

  • Anak berbakti pada kedua orang tuanya.

  • Tetangga saling peduli pada sesama.

 Maka lahirlah dalam negeri tersebut , istilah “بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ , Gemah Ripah Loh Jinawi”. yaitu Negara ideal: makmur lahir dan batin, sejahtera penduduknya di dunia dan akhirat. Dan semua itu , kuncinya ada pada ketawaan setiap individu.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Dunia tidak akan berubah, jika kita tidak berubah.

 Keluarga tidak akan harmonis, jika kita tidak memperbaiki akhlak kita.

 Masyarakat tidak akan damai, jika hati kita masih penuh kebencian.

 Oleh karenanya, Mari… jangan jadikan Ramadhan tahun ini hanya sebagai ritual tahunan, tanpa perubahan karakter pada diri pribadi kita masing-masing.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ ٱلْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ ٱلْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَٱسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ



الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكَ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ بَشِيرٍْ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَخُضُوعًا لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّدَ لَهُ نِعْمَة أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لا تَزيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.

وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأَمِينِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذٰلِكَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ وَحَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ الْبَشِيرِ النَّذِيرِ وَالسِّرَاجِ الْمُنِيرِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ ، سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَن سَائِرِ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلًا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيفَة الْمُبَارَكَة مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينْ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينْ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ رَمَضَانَ هٰذَا نُقْطَةَ تَحَوُّلٍ فِي حَيَاتِنَا وَحَيَاةِ أُمَّتِنَا

Ya Allah, jadikan Ramadhan ini sebagai titik balik kehidupan kami, bangsa kami.

اللَّهُمَّ أَحْدِثْ فِي أَخْلَاقِنَا ثَوْرَةً تُحَوِّلُهَا إِلَى أَخْلَاقٍ تَرْضَاهَا عَنَّا.

Ya Allah, revolusikan akhlak kami menjadi akhlak yang Engkau ridhai.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Do'a Walimatul Haml


تُنصَحُ الْمَرْأَةُ الْحَامِلُ بِالإِكْثَارِ مِنْ قِرَاءَةِ القُرْآنِ الكَرِيمِ، لِأَنَّ تَأْثِيرَهُ الرُّوحِيَّ قَوِيٌّ جِدًّا عَلَى الْجَنِينِ. وَمِنَ السُّوَرِ الَّتِي يُسْتَحَبُّ قِرَاءَتُهَا لِلْمَرْأَةِ الْحَامِلِ:

  • سُورَةُ مَرْيَمَ (١٩): لِلتَّطْمِينِ وَتَيْسِيرِ الْوِلَادَةِ.

  • سُورَةُ يُوسُفَ (١٢): لِيَكُونَ الْوَلَدُ حَسَنَ الْخُلُقِ وَالْوَجْهِ.

  • سُورَةُ لُقْمَانَ (٣١): لِيَكُونَ الْوَلَدُ حَكِيمًا وَبَارًّا بِوَالِدَيْهِ.

  • سُورَةُ الشَّرْحِ (أَلَمْ نَشْرَحْ): لِلسَّكِينَةِ وَرَاحَةِ الْقَلْبِ.

  • سُورَةُ الفَاتِحَةِ وَسُورَةُ الإِخْلَاصِ وَسُورَةُ الفَلَقِ وَسُورَةُ النَّاسِ : لِلحِفَاظِ وَالحِمَايَةِ مِنَ الْوَسَاوِسِ وَالأَذَى وَكُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ.

Ibu hamil dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an karena pengaruh spiritualnya sangat kuat pada janin. Surah yang sering dibaca:

  • Surah Maryam (19) → untuk ketenangan dan kemudahan melahirkan.

  • Surah Yusuf (12) → agar anak berakhlak dan berwajah indah.

  • Surah Luqman (31) → agar anak menjadi bijak dan berbakti.

  • Surah Al-Insyirah → untuk kelapangan hati dan ketenangan jiwa..

  • Surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas → perlindungan dari gangguan.


Pertama tawasul dengan surat Alfatihah.

الفَاتِحَةْ بِنِيَّةِ الْقَبُوْل وَتَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَمَأْمُوْل وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِى الدِّينْ وَالدُّنْيَا وَاْلأخِرَةْ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ لَنَا وَلِوَالدِيْنَا وَأَوْلاَدِنَا وَأَحْبَابِنَا وَمَشَايِخِنَا فِى الدِّيْن مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةْ ، وَعَلىَ نِيَّةِ أَنَّ اللَّهَ أَنْ يَقْضِيَ حَاجَتَهَا…. وَيُتِمَّ حَمْلَهَا عَلَى خَيْرٍ، وَيَرْزُقَهَا وَلَدًا صَالِحًا سَلِيمًا مُبَارَكًا فِيهِ ، وَعَلىَ نِيَّةِ أَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبـَنَا مَعَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافْ وَالْغِنَى وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيْمَانْ بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ امْتِحَانْ بِحَقِّ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانْ وَلِكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّي الله عَلَيْهِ وَسَلَّم بِسِرِّ الْفَاتِحَةْ...



الدعاء

أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ وَبِاللّٰهِ وَمِنَ اللّٰهِ وَإِلَى اللّٰهِ، وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللّٰهُ، وَلَا مَفْقُوْدَ إِلَّا مِنَ اللّٰهِ، وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، نُعِيْذُ هٰذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللّٰهِ اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ ، الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ، هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ، وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ ، وَأَسْمَائِهِ الْمُبَارَكَةِ ، وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ ، وَحُرُوْفِهَا الْمُنَارَكَةِ ، مِنْ شَرِّ الإنْسِ وَالجَانِّ وَمِن مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالأَوَانِ ، وَمِنْ جَمِيعِ الفِتَنِ وَالبَلَايَا وَالعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي العُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا، اللّٰهُمَّ زَيِّنْهُ بِزِينَةِ الأَخْلَاقِ الكَرِيْمَةِ ، وَالصُّوْرَةِ الجَمِيْلَةِ ، ذِي الهَيْبَةِ وَالهَيْئَةِ المَلِيْحَةِ ، وَالرُّوْحِ عَلَى الفِطْرَةِ الجَمِيْلَةِ ، اللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ فِي زُمْرَةِ العُلَمَاءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ القُرْآنِ العَامِلِيْنَ ، وَارْزُقْهُ عَمَلًا قَرِيْبًا إِلَى الجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ ، وَاجْعَلْهُ مِنْ أَكْرَمِ الأَكْرَمِيْنَ وَمِنْ خَيْرِ الَّذِيْنَ رَزَقْتَهُمْ ، اللّٰهُمَّ ارْزُقْهُ طَاعَتَكَ المَقْبُوْلَةَ وَذِكْرَكَ وَشُكْرَكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ المَرْضِيَّةِ ، وَاحْفَظْهُ مِنَ السُّقُوْطِ وَالتَّقْصِيْرِ وَالعِلَّةِ وَالكَسَلِ وَالخُلُقِ المَذْمُوْمَةِ حَتَّى تَضَعَهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسَهُوْلَةٍ وَسُرُوْرٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

اللّٰهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِي العُمْرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْوَلَدِ، اللّٰهُمَّ يَا حَافِظُ اِحْفَظْ وَلَدَها………. مَا دَامَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ ولَا تُقَدِّرْهُ سَقَمًا وَلَا قُرُوْحًا وَلَا مَحْرُوْمًا،
اللّٰهُمَّ صَوِّرْ مَا فِي بَطْنِهَا……. صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً ، وَثَبِّتْ فِي قَلْبِهِ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرُسُلِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ،
اللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَالْحَدِيْثِ بِنَبِيِّكَ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ قِرَاءَةَ الفاتحة وسورةِ لقمان ومريٰم و… لِمَنْ قَرَأَها ولِمَنْ قُرِئَت علي….. الفَ شفاءٍ وألف دواءٍ وألف نعمةٍ وألف لُطْفَةٍ وألفَ عِصْمَةٍ وألف رحمةٍ 

رَبِّ هَبۡ لِيۡ مِنَ الصَّالِحِيۡنَ . لَئِنۡ آتَيۡتَنَا صَالِحًا لَّنَكُوۡنَنَّ مِنَ الشَّاكِرِيۡنَ . وَاجۡعَلۡهُ رَبِّ رَضِيًّا . رَبِّ إِنِّيۡ أُعِيۡذُهُ بِكَ وَذُرِّيَتَهُ مِنَ الشَّيۡطَانِ الرَّجِيۡمَ . رَبِّ هَبۡ لِيۡ مِنۡ لَدُنۡكَ ذُرِّيّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيۡعُ الدُّعَآءَ . اللّٰهُمَّ اجۡعَلۡهُ وَلَدًا صَالِحًا بَارًّا لِوَالِدَيۡهِ قُرَّةَ عَيۡنٍ لَهُمَا . اللّٰهُمَّ ارۡزُقۡ لَهُ الصَّلَاحَ وَالنَّجَابَةَ وَالذَّكَاءَ وَحِفۡظَكَ فِيۡهِ . اللّٰهُمَّ حَسِّنۡ خَلۡقَهُ وَخُلُقَهُ يَا مُصَوِّرُ يَا حَكِيۡمُ . اللّٰهُمَّ يَسِّرۡ وِلَادَتَهَا بِحَقِّ (ثُمَّ السَّبِيۡلَ يَسَّرَهُ ٧×) مَعَ السَّلَامَةِ وَاللُّطۡفِ وَالۡعَافِيَةِ يَامُؤۡمِنُ يَاسَلَامُ.


اللّٰهُمَّ صل على سيدِنا محمد سهّل ويسّر ما تعسّر.

اللّٰهُمَّ صل على سيدِنا محمد وأفتح من الخير كلَّ مُغلَقٍ.



Do’a Suami Saat Istri Hamil 7 Bulan


اللّٰهُمَّ احْفَظْ وَلَدِي مَا دَامَ فِي بَطْنِ زَوْجَتِي وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا، اللّٰهُمَّ صَوِّرْهُ فِي بَطْنِ زَوْجَتِي صُورَةً حَسَنَةً، وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيمَانًا بِكَ وَبِرُسُلِكَ، اللّٰهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجَتِي وَلاَدَةً سَهْلَةً وَسَلِيْمَةً، اللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا، وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا، اللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صُوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Jumat, 01 April 2022

Puncak Prestasi Seorang Hamba Ampunan dosa






 

الحمدُ لله الَّذِي شرَّحَ صُدُوْرَ المُؤْمِنِيْنَ لِطَاعَتِه، وهَدَاهُمْ اِلَى تَحْكِيْمِ كِتَابِه والعَمْلِ بِه، نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِيْنُه ونَسْتَغْفِرُه، ونَعُوْذ ُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا ومِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِى اللهُ فلا مُضِلَّ لَه، ومَن يُضْلِلْ فلا هادِىَ لَه، أشْهَدُ أنْ لآ إلهَ إلاّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، وأشْهَدُ أنَّ سيدَنا محمداً عبدُه ورسولُه لانَبِيَّ بَعْدَه.

أللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. أَمَّا بَعْدُ : فَياَ أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اتَّقُوا الله مَا اسْتَطَعْتُمْ، اتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

قاَلَ الله تَعَالَى:

 

 

v     Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Iedul Fitri, hafidhokumuLLOH.

Hari ini, takbir dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia, mengagungkan asma’ Allah, mengagungkan nama Allah SWT. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu setengah milyar umat manusia di muka bumi ini, menyeruak di setiap sudut kehidupan, di Masjid, di Mushola, di lapangan, di kampung-kampung, di gunung-gunung, di tepi pesisir, di pasar, dan di seluruh pelosok negeri umat Islam.

Pekik suara takbir itu juga kita bangkitkan disini, di bumi tempat kita bersujud dan bersimpuh dihadapan Rabb kita. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara malaikat nan khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah SWT. Getarkan hati mu’min yang tengah berdzikir pada Allah, getarkan qolbu mereka yang hanyut dalam munajat penuh mahabbah, penuh ridha, penuh roja’, penuh pengharapan akan hari perjumpaannya dengan Sang Khaliq, Dzat yang mencipta jagat raya dengan segala isinya.

Kumandang takbir dan tahmid itu sesungguhnya adalah wujud kemenangan, bentuk rasa syukur kaum muslimin kepada Allah SWT atas keberhasilannya meraih fitrah (kesucian diri, bersih dari dosa) melalui mujahadah - perjuangan lahir dan batin - dan pelaksanaan amal ibadah selama bulan suci Ramadhan yang baru saja berlalu. Allah SWT menegaskan :

...وَلِتُكْمِلُوْا العِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu semoga kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. al-Baqoroh : 185)

Dalam suasana kemenangan ini, marilah kita menghayati kembali makna ke-fitrah-an kita, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifatullah fil ardli: “Idul Fitri yang dimaknai kembali kepada kesucian ruhani” atau “Kembali ke asal kejadian manusia yang suci sebagaimana saat dia dilahirkan” atau “kembali ke agama yang benar” sesungguhnya hal tersebut mengisyaratkan, bahwa setiap orang yang merayakan Idul fitri berarti dia sedang merayakan kesucian ruhaninya, mengurai asal kejadiannya dan menikmati sikap ber’agama yang benar, ber’agama yang diridhai Allah swt.

Di sinilah sesungguhnya letak keagungan dan kebesaran hari raya Idul fitri, Hari di mana para hamba Allah merayakan keberhasilannya mengembalikan kesucian diri dari segala dosa dan khilaf, melalui pelaksanaan amal shaleh dan ibadah puasa Ramadhan, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhori, Muslim).

Namun patut diingat hadirin sekalian... bahwasanya dosa atau kekhilafan antar sesama umat manusia, ia baru terampuni apabila mereka saling memaafkan, dan karena itulah, mari kita jadikan momentum Idul Fitri yang suci ini untuk saling meminta dan memberi maaf atas segala kesalahan antar sesama, kita buang perasaan dendam, kita sirnakan keangkuhan dan kita ganti dengan pintu maaf dan senyum sapa yang tulus penuh dengan persaudaraan dan kehangatan silaturrahim antar sesama.

Semoga hati yang gembira ini, bukan semata-mata karena bisa sarapan pagi lagi atau idul fithri, akan tetapi juga menjadi salah satu buah dari dosa-dosa kita yang mendapatkan ampunan Allah, setelah melewati kehidupan sebulan penuh di bulan Ramadhan. Amin Ya Rabbal Aalamin. Ampunan Allah ta’ala sangatlah penting karena jika dosa-dosa telah bersih, maka Insya Allah menutup hidup dengan husnul khatimah dan kelak di akhirat kita tidak akan merasakan siksaan neraka sebagaimana do’a yang secara langsung diajarkan oleh Allah kepada manusia:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“ Ya Tuhan kami berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaiikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka “ (QS al Baqarah : 201)

v     Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Iedul Fitri, hafidhokumuLLOH.

Tidak ada kebaikan yang dilakukan oleh manusia beriman; baik berupa ibadah vertikal seperti wudhu, shalat, membaca Alqur’an, berdzikir, bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, berpuasa, dan berhaji, kecuali salah satu keutamaan yang didapatkan dari ibadah-ibadah tersebut adalah ampunan dosa.

Demikian pula halnya dengan ibadah-ibadah berbuat baik kepada sesama manusia dengan banyak sekali model dan caranya. Semuanya pasti memiliki manfaat di antaranya sebagai pelebur dosa. Ini semua memberikan pelajaran;

Pertama: bahwa sebagai manusia, kita sangat mudah berbuat dosa. Sebagaimana terapat riwayat; setiap berwudhu seorang muslim terapat paanya kotoran dosa yang rontok dari anggota tubuhnya yang dibasuh dan diusap oleh air wudhu. Rasulullah Muhammad Saw bersabda:

“Barang siapa berwudhu dan melakukan yang terbaik dalam wudhunya, niscaya keluar seluruh kotoran kesalahan dari tubuhnya sehingga ada yang keluar dari bawah kuku-kukunya”(HR Muslim no:245)

Kedua: bahwa hal terpenting dan terbesar yang harus dicapai oleh seorang beriman dalam kehidupan dunia yang sementara ini, dan menuju kehidupan akhirat nanti yang abadi adalah terampuninya seluruh dosa-dosa; baik dosa kecil maupun dosa besar sebagaimana diisyaratkan oleh sabda Rasulullah Saw kepada sahabat Ubayy bin Kaab ra yang senantiasa mengisi waktu-waktunya dengan membaca shalawat:

إذاً تُكْفيَ هَمَّك ويُغْفَرُ لك ذَنْبُكَ.

“Jika demikian, maka kamu tercukupi keinginan (duniamu) dan diampunkan bagimu, dosamu (di akhirat)”(HR Turmudzi no:2574)

v     Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Iedul Fitri, hafidhokumuLLOH.

Di antara sarana lengkap dan canggih untuk membentengi diri dari dosa, melebur dosa-dosa sekaligus meraih ampunan Allah azza wajalla adalah berpuasa; utamanya puasa wajib bulan Ramadhan, ataupun puasa-puasa sunnah senin kamis, puasa enam hari bulan Syawwal dan puasa sunnah yang lain. Pada bulan Ramadhan kita diwajibkan oleh Allah azza wajalla berpuasa yang memiliki manfaat seperti disabdakan oleh Rasulullah Saw:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mencari pahala Allah maka diampunkan baginya dosa-dosanya yang lalu” (HR Muslim no:760)

Selain berpuasa kita juga diajarkan agar melakukan Qiyam Ramadhan atau shalat Tarawih setiap malam yang juga memiliki manfaat melebur dosa-dosa. Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mencari pahala Allah maka diampunkan baginya dosa-dosanya yang lalu” (HR Muslim no:759)

Dan secara khusus melakukan Qiyam Ramadhan pada malam Lailatul Qadar yang keberadaannya menjadi rahasia Allah azza wajalla. Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang melakukan Qiyam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mencari pahala Allah maka diampunkan baginya dosa-dosanya yang lalu” (HR Bukhari no:1901)

Selain ada ibadah puasa, Qiyam Ramadhan, dan Qiyam Lailatul Qadar, di bulan Ramadhan juga ada sesuatu yang bernama Nafahat, hembusan-hembusan rahmat Allah ta’ala di mana barang siapa diterpa sedikit hembusan tersebut maka ia tidak akan pernah celaka selamanya. Ia pasti akan selamat dari segala kesulitan dan kesusahan di akhirat. Rasulullah Saw bersabda:

إنَّ لِرَبِّكُمْ في أيَّامِ دَهْرِكُم نَفَحاتٍ فَتَعَرَّضوا لَها  لعلَّه أنْ تُصِيبَكُم نَفَحَةٌ مِنها فلا تَشْقَوْنَ بعدَها أبَداً

“Sesungguhnya bagi Tuhan kalian dalam hari-hari setahun kalian ada nafahaat, hembusan-hembusan rahmat. Maka sambutlah itu! Semoga satu hembusan darinya ada yang menerpa kalian sehingga selamanya kalian tidak akan celaka” (HR Hakim at Tirmidzi/Thabarani dari Muhammad bin Maslamah ra)

Jadi selain dengan begitu banyak keutamaan-keutamaan, kehadiran puasa Ramadhan sebulan penuh memiliki misi utama agar orang-orang yang beriman mendapatkan ampunan Allah swt. Jika seorang mukmin gagal mendapatkan ampunan tersebut maka ia termasuk dalam tiga orang yang dalam satu kesempatan dido’akan oleh Malaikat Jibril dan diamini oleh Rasulullah Saw sebagai orang yang celaka, na’udzu billaah. Tsumma na’udzu billaah.

v     Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Iedul Fitri, hafidhokumuLLOH.

Ramadhan telah berlalu dengan banyak aktivitas ibadah dan uluran kebaikan kepada sesama, semoga semuanya diterima oleh Allah azza wajalla. Dan sebagai tanda bahwa amal ibadah kita diterima oleh Allah azza wajalla adalah hati kita sehat dan lapang untuk meminta maaf jika bersalah, atau memberikan maaf kepada orang yang bersalah. Allah ta’ala berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS An Nuur:22)

Maka setelah ini marilah semua saling memohon maaf memaafkan dan saling bershilaturrahim di antara kelurga, sesama tetangga, sanak famili, sesama teman dan sesama kaum muslimin seluruhnya sebagaimana pesan Rasulullah Saw kepada Uqbah bin Amir ra:

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ و أعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

“Sambunglah orang yang memutusmu, berilah orang yang menghalangimu atau tidak pernah memberimu, dan maafkanlah orang yang menzhalimi dirimu”(HR Ahmad dalam al Musnad no: 16999)

v     Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Iedul Fitri, hafidhokumuLLOH.

Semoga berlalunya Ramahan kita juga menapatkan pelajaran di dalamnya tentang ketulusan, kesabaran, kedermawanan, totalitas penghambaan kepada Allah ta’ala, mengekang hawa nafsu dan sebagainya, bisa kita bawa dalam menjalani kehidupan di luar bulan Ramadhan, sehingga kita akan mampu mengisi waktu-waktu yang merupakan modal besar dan umur kita, dengan segala macam aktivitas ibadah dan kebaikan-kebaikan kepada sesama. Juga agar kita mampu secara optimal menghindarkan diri dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa sebagai sumber masalah kehidupan; baik di dunia ini atau pun kelak di akhirat nanti. Betapa indahnya kehidupan yang penuh dengan amal ibadah dan keshalehan sosial. Betapa indahnya kehidupan yang jauh dari kemaksiatan-kemaksiatan sebagai bekal paling istimewa yang dibawa oleh seorang hamba beriman ketika bertemu dengan Allah azza wajalla. Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah ra berkata:

 “Sesungguhnya kalian tidak akan bertemu dengan Allah dengan membawa sesuatu lebih baik daripada sedikit dosa. Barang siapa yang senang bisa mendahului orang yang giat beribadah maka hendaknya menahan dirinya dari dosa-dosa” (alMukthar min Kalamil Akhyaar. Abuya hal 82)

 وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .

بارَك اللهُ لىِ ولكُم ونفَعَنِيَ اللهُ وإياكم بهُدَي كتابِه, أقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العظيم لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ من كلِّ ذنبٍ فاسْتَغْفِرُوه إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم .

الخطبة الثانية

اللهُ اكْبَرْ اللهُ اكْبَرْ اللهُ اكْبَرْ، اللهُ اكْبَرْ اللهُ اكْبَرْ اللهُ اكْبَرْ، اللهُ اكْبَرْ.   وللهِ اْلحَمْدُ.

الحمد لله الَّذِي صَدَّقَ وَعْدَه، وَ نَصَرَ عَبْدَه، وَ اَعَــزَّ جُنْدَهُ، وَ هَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَه،  اَشْهَدُ اَنْ لآ الهَ الاَّ الله وَحدَه لاشَريكَ لَه، و أشهَدُ اَنَّ سيدَنا محمَّداً عَبْدُه و رَسولُه لا نَبِيَّ بَعْدَه، اللهم صلِّ وسلِّم و بارِكْ علي سيدِنا محمَّد، و عَليَ  آلِه و صَحْبِهِ و مَنْ تَبِعَهُ وَ نَصَرَه وَ وَالاَه. اما بعد :

فيا عبادَ الله، اتَّقُوا  اللهَ مَا اسْتَطَعْــتُمْ، وسَارِعُوا الي مَغْفِرَةِ رَبــــِّكُم، نُقِل عن بعضِ العارفين بالله قولُه : إنَّ الكَيِّسَ - الفطن الذكي - مَن لاتَزِيْدُه النِعَم إلا إنكِساراً وذُلاّ وتواضُعاً ومَحبّةً للمُنعِم ، وكلَّما جدَّد له نعمة أحدَث لها عُبوديةً وخُضُوعاً، فكونوا يا عبادَ الله مِمَّن لا تَزِيدُه النِعَمُ إلا طاعةً لله ، وإقبالاً عليه وتوجُّها إليه ، ولا تكونوا مِمَّن أبْطَرَته النِّعمَة ، واتَّبَعَ هَواه فكان مِن الغاوِين .

وصلُّوا علي رسولِ ربِّ العالمين ، سيدِنا محمدٍ النبي الأمِين.

فقد أمَركُم الله بذلك في كتابهِ المبين ( انّ الله وملائِكَتَهُ  يُصَلُّونَ علي النَّبِي يآ ايُّها  الَّذِينَ امنوا صَلُّوا عَليهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيما) .

وارض اللَّهُمَّ عَنِ الخُلُفاءِ الرَّاشِدِين , سَاداتِنا ابي بكرٍ وعمرَ وعثمانَ و علي , وعن بَقِيَةِ صَحابةِ رسولِ الله اجمعين, والتابعِينَ وتابعِي التابعين ومَن تَبِعَهم بإحسانٍ إلى يوم الدين, وعَنّامَعَهُم بعَفْوِيك وكرَمِك وإحسانك يا ارحم الراحمين.

Hadirin sekalian rahimakumulloh,

Dihari yang suci ini, Mari kita tengadahkan kedua belah tangan kita, kita putihkan mata bathin kita, sambil memuji dan membesarkan Nama Allah, untuk kemudian kita berdo’a kehadirat-Nya, dengan sebuah harapan semoga Allah mendengar dan memperkenankan do’a yang kita pantulkan pagi hari ini, mari kita berdo’a dengan khusyu’ dan khudhu’

اللهم اغْفِرْ لِلمؤمنين والمؤمنات , والمسلمين والمسلمات , الاحياء مِنهُم والاموات, اِنك سميعٌ قريبٌ مجيبُ الدّعَوَات, يا قاضِيَ الحاجات، يا غافر الذنوب والخطيئات , يا أرحم الراحمين .

v     Wahai yang maha luas kasih sayang-Nya,

Wahai yang ni’mat-Nya melingkupi segala sesuatu,

Segala puji hanya bagi-Mu, Semua kemuliaan hanya milik-Mu,

Seluruh penghambaan hanya punya-Mu,

Subhaanaka, Maha Suci Engkau ya Allah,

Terima kasih ya Allah atas runtunan ni’mat yang telah Kau hamparkan,

Terima kasih ya Allah... karena telah Kau Izinkan hamba merasakan ni’matnya ramadhan-Mu, karena telah Engkau beri kesempatan kepada hamba untuk memperbaiki diri.

رَبَّنا اغْفِرْلَناَ ذُنُوبَناَ وكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئاَتِناَ وتَوَفَّناَ مَعَ الْأبْـــــرَار

Wahai Tuhan kami,ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kejelekan kami dan matikanlah kami bersama dengan orang-orang yang berbuat baik.

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ الْوَاجِبَةِ عَلَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, ibu bapak kami, guru-guru kami, segenap orang-orang yang berbuat baik kepada kami, dan orang-orang yang mempunyai hak atas kami,serta segenap orang-orang yang beriman baik laki-laki ataupun perempuan, yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.

v     Wahai yang rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya,

Wahai yang maha mengampuni semua dosa,

Wahai yang pintu taubatnya selalu terbuka,

Ampunilah seluruh dosa dan kesalahan kami,

Ampuni ya Allah... jika dalam hidup ini kami selalu lupa untuk mensyukuri semua pemberian-Mu, Ampuni jika kami tidak pandai menjalankan semua perintah-Mu, Ampuni jika kami senantiasa mengerjakan larangan-Mu.

Ya Allahu Ya Ghoffar… dari sekian banyak dosa yang telah kami lakukan, kami tetap yakin ya Allah, Maha Pengampun-Mu jauuuh lebih besar dari apa yang telah kami perbuat,

Ampunilah sebesar apapun kesalahan kami, Karena jika Engkau tak ampuni semua kesalahan kami, apa artinya sisa umur kami ini jika tanpa ampunan-Mu.

v     Wahai yang kasih sayang-Nya tiada terbilang,,

Wahai yang Maha memperkenan setiap doa,

Wahai yang Maha mengabulkan semua pinta,

Dihari yang suci ini, di hari idul fitri ini,

Diujung doa kami hari ini, tanpa pernah merasa bosan,

ampunilah dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, baik mereka yang masih hidup, masih berkumpul ditengah tengah kami, ataupun keduanya yang telah mendahului kami,

Yaa Allah, seringkali kami melukai hati keduanya dengan sikap dan perilaku kami, seringkali kami membuat ibu kami menangis karena kasarnya ucapan kami, jangankan membalas jasa mereka, membuat mereka tersenyum saja kami belum bisa.

Ya Allah, ampuni dan selalu beri kesehata orang tua-orang tua kami yang masih hidup.

Lapangkan kubur orang tua-orang tua dari kami yang telah tiada,

terangi maqomnya, ampuni semua kesalahannya, lipat gandakan seluruh amal kebajikannya,  sayangi keduanya ya Allah, sebagaimana mereka menyayangi kami diwaktu kami belia.

Hanya inilah balas budi kami bagi keduanya.

اللهم لاَ تَجْعَلْ لِفاجِرٍ عِنْدِي يَداً فَيُحِـــبُّـــهُ قَلْبِي.

Ya Allah, jangan Engkau jadikan hambamu ini ada berada dibawah kebaik orang yang lacut (para pendosa)

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

“Ya Allah, cintakanlah kami kepada keimanan , dan hiasilah dalam hati kami dengan keimanan. Bencikanlah kami terhadap kekufuran, kemunafikan dan kemaksiatan. Jadikanlah kami orang-orang yang mendapat petunjuk.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِيْنَ مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضَآلِّيْنَ وَلاَ مُضِلِّيْنَ سِلْمًا لأَوْلِيَائِكَ حَرْبًا لأَعْدَائِكَ

“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk kemudian memberi petunjuk. Janganlah jadikan kami orang-orang yang sesat dan menyesatkan, jadikanlah kami penolong wali-waliMu dan musuh bagi musuh-musuhMu.”

اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, janganlah Engkau biarkan dosa-dosa kami kecuali Engkau ampuni, dan jangan biarkan kesedihan kami kecuali Engkau carikan jalan keluarnya, dan jangan biarkan hajat kami kecuali Engkau tunaikannya, wahai Tuhan semesta alam.”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخُاتِمَةِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخاَتِمَةِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu husnul khatimah dan aku berlindung kepadaMu dari su’ul khatimah.”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِمَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَااسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَـيْكَ الْبَلاَغُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikan apa yang diminta oleh Nabi Muhammad saw, dan aku berlindung dari segala keburukan yang Nabi Muhammad saw berlindung kepadaMu darinya.Dan Engkaulah Dzat Yang Maha Menolong, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah swt.”

اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَعَافِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَاكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ شَرَّ مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

“Ya Allah, selamatkanlah kami dan orang-orang muslim, berilah kami dan orang-orang muslim kesehatan serta jagalah kami dan orang-orang muslim dari jeleknya musibah dunia dan agama.”

رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فيِ الأخِرَةِ حسَنةً وَ قِنَا عَذابَ النار .

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، تقبَّلْ يا كريم جَعَلَناَ اللهُ وايّاكُم مِن العائِدِين والفائِزين كلُّ عامٍ وانتم بخيرٍ

SELAMAT TINGGAL YAA RAMADHAN ,

SELAMAT JALAN WAHAI BULAN YANG PENUH KEDAMAIAN, BULAN YANG PENUH KEBERKAHAN.

SEMOGA ALLAH MEMPERTEMUKAN KITA DI TAHUN MENDATANG.

والسلام  عليكم  ورحمة  الله  وبركاته