Syawal, Menjaga Nyala Ketaatan
Oleh: M. Zajery elnuri
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَعَ لَنَا مَوَاسِمَ ٱلْخَيْرَاتِ، وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَيْدَانًا لِلتَّزْكِيَةِ وَٱلطَّاعَاتِ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِشَهْرِ شَوَّالٍ لِيَكُونَ مَيْدَانًا لِلثَّبَاتِ بَعْدَ ٱلْمُجَاهَدَةِ، وَٱلِٱسْتِقَامَةِ بَعْدَ ٱلتَّرْبِيَةِ، وَٱلْوَفَاءِ بِٱلْعَهْدِ بَعْدَ تَمَامِ ٱلْعِبَادَةِ.
نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَتُوبُ إِلَيْهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ سَارَ عَلَىٰ نَهْجِهِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ٱللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَإِنَّهَا خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ ٱلْمَعَادِ.
قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah mensyariatkan bagi kita musim-musim kebaikan.
Dia menjadikan bulan Ramadhan sebagai madrasah penyucian jiwa, ladang ketaatan, dan medan perjuangan melawan hawa nafsu.
Kemudian Dia iringi Ramadhan dengan bulan Syawal, agar menjadi medan keteguhan setelah perjuangan, istiqamah setelah pembinaan, dan bukti kesetiaan seorang hamba kepada Rabb-nya setelah selesainya musim ibadah.
Maka marilah kita bersama - sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ.
Karena sesungguhnya takwa adalah sebaik - baik bekal untuk menghadapi hari kembali kepada-Nya.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Kita telah meninggalkan satu bulan yang agung. Bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Bulan yang di dalamnya hati-hati dilembutkan, jiwa-jiwa dididik, lisan-lisan dibiasakan berdzikir, mata-mata dibiasakan menangis karena takut kepada Allah. Lisan-lisan dibasahi dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan langkah-langkah diringankan untuk menuju ke masjid, menuju pada kebaikan dan bertaubat.
Bulan itu adalah Ramadhan.
Namun, hadirin sekalian… selesainya Ramadhan bukan berarti selesainya penghambaan kita kepada Allah SWT.
Perginya Ramadhan bukanlah berarti berakhirnya ketaatan kita kepada Allah SWT.
Datangnya Syawal bukan sekadar penanda berakhirnya puasa dan kebaikan lain. Namun, melainkan awal ujian yang sesungguhnya.
Syawal bukanlah sekadar penutup Ramadhan, tetapi ia adalah awal perjalanan hati yang telah dibersihkan.
Apakah hati yang telah dibersihkan di bulan Ramadhan akan tetap dijaga?
Apakah jiwa yang telah dididik akan tetap istiqamah?
Apakah cahaya yang telah menyala akan terus dipelihara?
Ataukah semua itu kembali redup… padam… lalu tenggelam dalam kelalaian dunia?
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Ketahuilah, nilai sejati Ramadhan bukan hanya pada bagaimana kita menjalaninya,
tetapi pada bagaimana kita menjaga buah didikannya, setelah Ramadhan berlalu.
Jika Ramadhan telah mendidik jiwa kita, menundukkan hawa nafsu kita, melembutkan hati kita, dan membiasakan diri kita dalam ketaatan. Maka Syawal adalah bukti yang nyata:
Apakah kita tetap menjaga cahaya hati itu, atau justru ia kembali redup oleh gemerlap dunia?
Apakah hati yang telah dibersihkan itu tetap hidup dengan dzikir dan ketaatan, atau kembali tertutup oleh lalai dan maksiat?
Apakah langkah yang kemarin — selama Ramadhan — ringan menuju masjid, masih tetap ringan menuju kebaikan?, ataukah kembali berat karena dominasi syahwat dan kebiasaan lama?
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Syawal adalah cermin yang menampakkan:
siapa yang benar-benar mengambil manfaat dari Ramadhan, dan siapa yang hanya beribadah karena suasana saja.
Betapa banyak orang yang rajin ketika musim kebaikan datang, namun ketika musim itu berlalu, ia pun kembali kepada kebiasaan lama.
Shalat berjamaah yang dahulu terjaga, menjadi longgar.
Tilawah yang dahulu rutin, menjadi jarang.
Qiyamul-lail yang dahulu hidup, menjadi sunyi.
Lisan yang dahulu sibuk dengan dzikir, kembali sibuk dengan perkara sia-sia.
Padahal, hadirin sekalian, “Rabb Ramadhan adalah Rabb Syawal, Rabb yang kita sembah di malam-malam Lailatul Qadr kemarin, adalah Rabb yang sama yang kita sembah hari ini, saat ini.
Dia tidak berubah.
Maka tidak pantas penghambaan kita berubah hanya karena musim telah berganti. Tidak sepantasnya Masjid menjadi sepi hanya karena bulan telah berganti.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Mari di bulan Syawal ini, kita kembali memperbarui ketakwaan kita kepada Allah ﷻ.
Sesungguhnya orang yang benar-benar mendapatkan manfaat dari Ramadhan, adalah mereka yang istiqamah setelah berlalunya Ramadhan.
Karena sesungguhnya “orang yang beruntung bukanlah orang yang hanya sempat merasakan manisnya ibadah di bulan Ramadhan” , tetapi orang yang mampu menjaga manisnya ketaatan setelah berlalunya Ramadhan.
Bukan mereka yang rajin beribadah hanya karena musim, tetapi mereka yang tetap teguh, Istiqomah dalam ketaatan karena Allah.
Jika Ramadhan adalah madrasah, - maka Syawal adalah lembar ujian.
Jika Ramadhan adalah masa pembinaan - maka Syawal adalah masa pembuktian.
Dan jika Ramadhan telah menyalakan cahaya di dalam hati, - maka Syawal adalah saat untuk memastikan bahwa cahaya itu tidak padam oleh kelalaian.
Sebagaimana nasihat yang masyhur:
لَا تَكُنْ عَبْدَ رَمَضَانَ، وَلَكِنْ كُنْ عَبْدَ اللَّهِ، وَاسْتَمِرَّ عَلَى الطَّاعَةِ بَعْدَهُ. فيما بدأتَ فيه
“Janganlah engkau menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah, dan teruslah istiqamah di atas ketaatan setelahnya.”
Karena itu, di bulan Syawal yang mulia ini, marilah kita bermuhasabah:
Apakah shalat kita tetap terjaga?
Apakah tilawah kita masih berlanjut?
Apakah lisan kita masih indah dengan doa dan dzikir?
Apakah hati kita masih lembut terhadap sesama?
Apakah semangat kita untuk taat masih menyala?
Semoga di bulan Syawal ini:
Hati kita tetap ikhlas dalam taat,
Lisan kita tetap indah dalam doa,
Langkah kita tetap ringan dalam kebaikan,
Dan cinta kita kepada Allah SWT terus tumbuh dari hari ke hari.
Jangan biarkan cahaya yang telah Allah nyalakan di dalam hati kita menjadi padam hanya karena kita kembali tenggelam dalam kelalaian. Karena sesungguhnya:
وَمِنْ عَلَامَاتِ قَبُولِ الْحَسَنَةِ: الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا
“Di antara tanda diterimanya satu kebaikan adalah adanya kebaikan setelahnya.”
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Syawal mengajarkan kita bahwa hidup ini tidak diukur dari “Ledakan semangat sesaat” , tetapi dari keteguhan langkah yang terus berjalan, Istiqomah dan kontinyu.
Mungkin kita tidak mampu melakukan semua amalan Ramadhan secara utuh.
Mungkin kita tidak lagi mampu qiyam sepanjang malam.
Mungkin kita tidak mampu membaca Al-Qur’an sebanyak dulu.
Namun ketahuilah, yang Allah cintai bukan sekadar banyaknya amal,
tetapi amal yang terus hidup, walaupun sedikit.
Nabi ﷺ bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ»
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu, walaupun sedikit.”
Maka setelah berlalunya Ramadhan, janganlah pernah meremehkan:
satu lembar Al-Qur’an setiap hari,
dua rakaat di sepertiga malam,
sedekah kecil namun rutin,
istighfar yang terus diulang,
langkah menuju masjid yang terus dipertahankan.
Boleh jadi amalan yang sedikit namun terus dijaga, itu lebih berat timbangannya daripada amalan besar yang hanya sesaat.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Sebagai penutup khutbah pertama ini, marilah kita renungkan:
إِنَّ شَوَّالًا مَوْسِمٌ لِصِدْقِ الْعُبُودِيَّةِ، لَا لِفُتُورِ الْهِمَمِ، وَمَيْدَانٌ لِدَوَامِ الطَّاعَةِ، لَا لِلرُّجُوعِ إِلَى الْغَفْلَةِ. فَمَنْ كَانَ قَدْ أَحْسَنَ فِي رَمَضَانَ، فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَلْيَثْبُتْ، وَمَنْ كَانَ قَدْ قَصَّرَ، فَبَابُ التَّوْبَةِ مَفْتُوحٌ.
“Sesungguhnya bulan Syawal adalah musim untuk membuktikan ketulusan penghambaan, bukan masa melemahnya semangat. Ia adalah medan untuk terus menjaga ketaatan, bukan untuk kembali tenggelam dalam kelalaian. Maka barang siapa telah berbuat baik di bulan Ramadhan, hendaklah ia memuji Allah dan terus istiqamah. Dan barang siapa masih memiliki kekurangan, maka pintu taubat tetap terbuka.”
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكَ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ بَشِيرٍْ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَمَحَبَّةً لِلْمُنْعِمِ ، وَكُلَّمَا جَدَّدَ لَهُ نِعْمَة أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لا تَزيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَدُعَاءَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَعْبُدُوْنَكَ فِيْ مَوَاسِمَ، ثُمَّ يَفْتُرُوْنَ عَنْ طَاعَتِكَ بَعْدَهَا.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، الَّذِيْنَ إِذَا أَحْسَنُوا اسْتَبْشَرُوا، وَإِذَا أَذْنَبُوا اسْتَغْفَرُوا، وَإِذَا ابْتُلُوا صَبَرُوا، وَإِذَا أُعْطُوا شَكَرُوا.
اَللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا فِيْ شَوَّالٍ نُوْرًا مِنَ الطَّاعَةِ لَا يَنْطَفِئُ، وَقَلْبًا لَا يَرْجِعُ إِلَى الْغَفْلَةِ، وَرُوْحًا تَسْتَمِرُّ فِيْ طَرِيْقِكَ حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.