Translate

Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

KRITIKAN





Istriku...terimalah setiap kritikan yang membangun dengan jiwa yang sportif, karna kritik yang lahir dari mulut orang bijak akan melahirkan manfaat yang besar, janganlah kau sikapi setiap kritikan adalah celaan belaka yang justru akan menimbulkan permusuhan, kedengkian, kebencian. Belajarlah untuk selalu tersenyum, abaikan setiap cercaan, betapa indah wasiat yang diberikan oleh seorang penya’ir berikut ini :

Wahai hati... celaka kamu tidak mau mendengarkan orang yang menasehatimu, Ketika kau tersudutkan
Dan tidak dapat menghindari celaan.
Penyair lain melantunkan:
Ketika pikiran tidak sejalan denganmu
Berhentilah berbicara
Dengarlah beberapa buah lagu
Bacalah buku yang sudah lama
Dan, belajarlah untuk selalu tersenyum

Tidak ada yang perlu kita risaukan atau kita kawatiri dari kritikan seseorang yang bebal dan dungu, yang disertai dengan fitnah dan sumpah serapah, sebab hanya orang tertentu saja yang mendapatkan kehormatan seperti ini. Orang yang hidup pasti mendapati keritikan, sedangkan untuk seonggok bangkai tidak ada kritik sama sekali, anggaplah semua itu tidak pernah ada, tutup matamu dari melihatnya, sumbat telinganmu dari mendengarkan,
Al-Qorni pernah melantunkan syairnya:

Mengapa kau bakar air mata yang telah mengering
Yang membuat kecemasan selalu mengintai kalbu
Serahkan kepada Robb yang mahamulia
Dan setiap kali orang yang pernah bersedih mulai tidur
Terbukalah pintu-pintu itu
Istriku... apa kau kira orang yang suka mengeritik atas dasar kebencian, kedengkian atau pun fitnah, mereka itu terlepas dari kesalahan, apa kau anggap mereka itu bersih tanpa nista, akan tetapi kalau kita lihat lebih dalam lagi, maka akan kita dapati bahwa mereka adalah lebih hina dari pada bangkai,
Istriku abaikan kedengkian itu, marilah kita cobalah untuk tersenyum, biarlah mereka hanyut bersama kedengkiannya, karna selamanya mereka tidak akan puas atas keberhasilan kita, atas ni’mat yang kita dapat, sebelum ni’mat itu berpindah kepadanya.
Di dalam syair dikatakan:
Semua orang dapat aku beli hatinya
Tetapi  orang yang dengki kepadaku amat merepotkan aku
Dan sulit ku beli hatinya
Bagaimana mungkin seseorang dapat membujuk
Orang yang dengki melihat keberhasilannya
Sementara dia belum merasa puas kecuali lenyapnya keberhasilan itu
Janganlah bakar amal-amal baikmu selama ini dengan membalar umpatan orang yang mengumpatmu, hilangkan keinginan membalas dendam, hasud, iri-hati, hanya ingin balik mencerca, mengkritik dan memaki-maki.

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلا

"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jahuilah mereka dengan cara yang baik (QS. Al Muzzammil : 10)

Istriku apa bila kita tetap dalam kesabaran, tidak ada sedikit pun balasan terhadap kita, kecuali limpahan rahmah , kasih sayang dari Alloh dan ridhonya. Bukankah ini kesudahan yang menggairahkan hati,Istriku entramkan pikiran , penyejuk mata , penghibur jiwa, , pemantap iman menepis kecemasan, pengusir keraguan. Menyapu ketakutan. Alloh berjanji dalam Al Qur’an:

šأُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا

 "Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya (QS. Al Furqon : 75)

تجوّز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه، وما حدّثوا به أنفسهم مالم يقولوا أويعملوا

Artinya: “Dimaafkan untuk umatku atas ketidak sengajaan, kelupaan dan keterpaksaan mereka. Serta apa yang mereka simpan dalam benak mereka selama mereka tidak mengucapkannya atau melakukannya.”

Rabu, 29 Januari 2014

JANGAN PERNAH BOSAN MENCINTAIKU

 

 Istriku… Taatlah engkau kepada Alloh dalam mentaati suamimu, maka Alloh akan memuliakanmu, janganlah engkau membangkang perintah Alloh dengan jalan mengingkari perintah suamimu, karenanya Alloh akan menghinakanmu, jadikanlah engkau sumber kenikmatan baginya, dan janganlah engkau merasa menjadi sumber bencana baginya. Janganlah engkau pernah membangkang perintahnya sebagai bentuk kesetiaanmu padanya.
Menurut Ibn hazm : “Kedudukan sikap setia itu adalah salah satu naluri yang terpuji, pengertian yang mulia, dan akhlaq yang luhur”.

Istriku... kesetiaan adalah petunjuk yang kuat, bukti yang paling jelas, sumber yang paling baik, dan unsur yang mulia. Siapa pun orangnya pasti mengharapkan pasangan yang setia, tetapi terkadang manusia larut dalam hawanafsunya dan mengingkari nalurinya.

Naluri dasar manusia adalah:
 Menghormati kebiasaan orang yang dicintai
 Memelihara diri kala dia tidak ada
 Menutupi keburukanya dan menceritakan kebaikannya
 Tidak menghiraukan kekhilafan yang tidak disengaja

Dalam Hadis dikatakan: “ Janganlah seorang isteri minta cerai dari suaminya tanpa alasan (sebab yang dibenarkan), niscaya dia tidak akan mencium bau surga yang baunya dapat dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun.” (HR. Ibnu Majah) 

Untukmu yang setia menemaniku, 
Aku masih mencintaimu, seperti saat-saat kita bertemu dulu. 
Untukmu yang setia mendampingiku, 
Aku masih menyayangimu, Laksana bintang malam yang tak bosan-bosannya mendampingi rembulan. 
Untukmu yang tak bosan mencintaiku, 
Aku ingin mencintaimu dengan indah, seindah aneka bunga taman surga, sayang. 
Untukmu yang selalu mengagung-agungkanku, 
Aku masih mencintaimu, Layaknya embun pagi yang tak bosan-bosannya sejukkan alam. 
Untukmu yang termuliakan oleh-Nya, 
Aku masih menyayangimu, Cintaaa, Laksana atmosfir yang kokoh yang setia melindungi dari sengatan matahari. 

Istriku... aral dan rintangan dalam kehidupan rumah tangga selaksa ujian kesetiaan, sebagai pematang kesetiaan dalam berumah tangga. ulama’ salaf berpendapat: “Cinta pasangan suami istri yang tanpa diiringi dengan ujian dan cobaan, maka cinta itu ibarat sebuah bangunan yang tinggi terbuat dari batu bata yang dibubuhi jerami, sedangkan ujian dan cobaan seperti api yang didekatkan pada bangunan cinta itu, maka api itu akan mematangkannya” 

Terhadap istriku... 
jangan pernah takut sayang karena aku selalu disisimu.

Terhadap istriku... 
Aku ingin mencintaimu dengan tulus Layaknya malam menyambut sang rembulan.

Terhadap istriku... 
Aku ingin menyayangimu Laksana sang surya yang tak bosa-bosanya menyinari bumi. 

Terhadap istriku... 
Aku merasa puas dengan keberadaanmu sayang, Layaknya aku puas terhadap kehidupan ini.

Terhadap istriku... 
Aku ingin melihat engkau tetap tegar, Setegar mentari yang terbit dari timur dan tenggelam ke barat. 

Terhadap istriku... 
Jangan pernah bosan untuk tetap menyayangiku.

Heee kira-kira...

Sabtu, 02 November 2013

HIRSH (RAKUS)

Istriku... untuk yang kesekian kalinya aku menasehati dirimu, bahwa jiwa yang luhur, agung adalah jiwa yang senantiasa puas dengan apa yang dia dapat, jiwa yang tidak menjatuhkan harga dirinya ke dalam lembah keserakahan, menghinakan diri dengan kerakusan dalam mengejar-ngejar keinginan semu, untuk apa kita mengejar-ngejar dunia dan asesorisnya, seseorang yang mengenal dunia pasti akan membencinya, sebaliknya seseorang yang mengenal Alloh pasti akan mencintai-Nya. Hal yang senada dikatakan oleh Asy-Syafi’i r.a melalui bait-bait syairnya: Dunia itu tiada lain hanyalah seonggok bangkai dengan bentuk lain Menjadi rebutan anjing-anjing yang siap melahapnya Jika engkau menjahuinya Berarti engkau beroleh kedamaian dari penghuninya Tetapi jika engkau ikut merebutnya Engkau harus bersaing dengan anjing-anjing yang mengejarnya Istriku... untuk apa engkau menjatuhkan dirimu ke api keserakaha, dengan menumpuk-numpuk harta, Ibnu ‘Umar r.a. meriwayatkan dari Rasulalloh saw, Bahwa Beliau bersabda “Barang siapa menimbun bahan makanan selama empat puluh hari, sungguh ia telah lepas dari Alloh dan Alloh pun telah lepas darinya” ada yang menambahkan “Seolah-olah ia telah membunuh semua orang”. Ali r.a. mengatakan “Barang siapa menimbun bahan makanan selama empat puluh hari, niscaya hatinya menjadi keras”. Masih dari Ali r.a. Bahwasanya Ia pernah membakar makanan yang di timbun oleh pemiliknya. Coba lihat teladan para shahabat dan generasi setelahnya, contohlah mereka, jadikanlah teladan mereka, selain Al Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup maka kamu akan selamat sayank…

Selasa, 22 Oktober 2013

TUNGGULAH SAATNYA


Anakku… kunci kesuksesan dalam segala urusan adalah ketika ‎seseorang dapat menguasai urusan tersebut, dalam arti “kesuksesan ‎suatu urusan adalah ketika urusan tersebut ditangani oleh ahlinya”. ‎

Sementara kegagalan dalam suatu urusan adalah ketika urusan ‎tersebut dilimpahkan pada yang bukan ahlinya.‎ Saya tidak pernah melihat suatu perbuatan yang sukses ditangan ‎seseorang kecuali oleh ahlinya, dan tidak pula kusaksikan ‎kemaslahatan yang gagal dimanfaatkan kecuali kemaslahatan tersebut ‎ditangani oleh orang yang tidak pecus mengelolanya.‎

Sungguh setiap urusan yang diserahkan kepada yang bukan ahlinya itu ‎mempunyai akhir waktu, akhir waktu tersebut adalah “Kehancuran”, ‎dan ada saat dimana sipelaku harus berhenti, yaitu kegagalan baginya. ‎Hal tersebut jauh-jauh hari Rasulullah pernah mengingatkan: “Ketika ‎sebuah urusan diserahkan pada yang bukan Ahlinya, maka tunggulah ‎saatnya (saat kehancurannya)”‎

Anakku… apa bila alam ini telah rusak, dan penghuninya terus menerus ‎berbuat kemunafikan, dosa gampang sekali lahir, dan memperluas ‎langkah perceraian setelah sebelumnya bersatu padu, dan berlaku ‎kehancuran setelah sebelumnya gemah ripah loh jinawi, dan berbuat ‎kekufuran setelah mengecap manisnya iman. Maka tunggulah saat ‎kehancurannya, datangnya kiyamat, beberapa goncangan konflik, lalu ‎diikuti dengan musibah-musibah yang melanda, sampai pada akhirnya ‎tiupan sangsakala pertama akan dikumandangkan, lalu tiupan yang ‎kedua, pada saat itu semua hati akan berdebar ketakutan, setiap mata ‎akan menunduk khusyuk.

Hal tersebut terjadi di karenakan penghuni ‎bumi ini sudah tak ada lagi orang-orang shalih, orang yang patut ‎mengelola, orang yang patut mengemban tugas untuk memakmurkan ‎bumi Allah, di karenakan keangkuhan mereka dalam bersikap, ‎seringnya mereka berbuat melenceng, keluar dari rel kebenaran yang ‎telah ditata oleh Sang Pemilik Alam ini. Mereka menyimpang dari jalur ‎Tuhan dan menapaki jalur Syetan la’natullah. Sungguh Allah akan ‎menelantarkan , dan membiarkan mereka terus berbuat kerusakan, ‎sehingga pada saatnya, ketika di bumi ini sudah tak ada lagi panah ‎harapan yang tersisa (guna memperbaiki kerusakan), maka Allah akan ‎mengambil orang-orang fasik dengan paksa.‎

SEMANGAT & MALAS

Anakku... katakanlah kepada teman-temanmu yang sedang duduk ‎termenung, terbuai dalam lamunannya, “mengapa kamu tidak bekerja ‎dan berusaha ?” katakan kepada pemuda yang sehat badannya, elok ‎parasnya “mengapa tidak kau manfaatkan masa mudamu pada hal-hal ‎yang berguna, pada hal-hal yang berfaidah ?” katakan pada temanmu ‎yang notabennya sarjana “mengapa kamu tidak membuka lahan kerja ‎sendiri saja ?” katakan pada mereka berapa jam yang mereka sia-‎siakan dalam lamunan, obrolan panjang yang tiada arti dan ujungnya ‎nan membosankan, kenapa mereka membiarkan dirinya terpenjara ‎oleh kemalasan yang mengerikan, terbelenggu oleh tabiat mereka ‎yang hina.‎ Anakku...Semangat adalah energi yang senantiasa bergerak, deru ‎ombak yang senantiasa bergemuruh, dan kegigihan yang luar biasa, Ia-‎lah yang melakukan lompatan ke puncak dan terbang ke tempat yang ‎tertinggi, menggerakkan orang yang lemah menjadi gagah perkasa, ‎membuat orang lumpuh menjadi tidak putus-asa. Bangkitlah anakku, ‎kobarkan semangatmu, engkaulah penggerak nadi umat manusia, ‎engkaulah merah api, pembakar semangat bangsa, pelopor kemajuan ‎zaman, engkau bukan tumpukan jerami yang berdebu dan ‎menyebalkan.‎ ‎ Wahai anakku yang berotak cerdas nan pandai, janganlah engkau ‎mendekam saja di kamar, jangan lah engkau terbiasa dengan ‎berpangku tangan, jaganlah engkau merasa yaman bersama gelapnya ‎masa. Lihatlah berbagai burung terbang meninggalkan sarangnya ‎untuk mencari rizki, musang keluar dari sarangnya untuk mencari ‎mangsa, katak pun pasang mulut untuk mendapatkan seekor lalat. ‎Sedang Anda, apa yang Anda tunggu ?‎ bangkitlah segera ke gelanggang pekerjaan, singkirkan waktu lowong ‎ganti dengan aktifitas yang bermanfaat, dahului roda zaman dan ‎bergabunglah bersama-sama orang yang rajin.‎ Anakku percepatlah langkah,‎ sebab dibelakangmu maut sigap memburu,‎ Tiada tempat untuk berlindung dari-nya,‎ Atau untuk menghindarinya Anakku...Semangat adalah hati yang penuh gairah, jiwa yang penuh ‎rindu, hasrat yang mengelora, Ia mampu membawa pemiliknya ‎mengembara kemana saja, berusahalah untuk selalu bergairah, ‎bersegeralah untuk semangat, sekali lagi bersegeralah, sebab siang ‎dan malam dapat melapukkan kamu tanpa kamu sadari. santai-santai, ‎malas-malas, banyak tidur dan banyak makan itu justru dapat ‎mengeraskan hati, melemahkan pikiran. Dapatkah seseorang meraih ‎cita-cita hanya dengan bersingkur tangan ?‎ Janganlah kau anggap keagungan itu bagaikan kurma Yang setiap saat dapat kau makan.‎ Engkau selamanya tidak akan sangup mencapai keagungan,‎ Sebelum engkau menjilat ketabahan.‎ Penyair lain mengatakan.‎ Janganlah engkau pernah merindukan beberapa kedudukan,‎ Sebelum engkau penuhi sarana dan prasarananya.‎

Sabtu, 05 Oktober 2013

SANG PEMENANG


Disaat kelelahan menghampiri anda, luka telah terasa ngilu, tenaga sudah tak lagi mampu. ‎
Cobalah untuk tarung satu ronde lagi.‎
Saat berkali-kali pukulan mendarat di muka anda, dada anda mulai terasa sesak,
Cobalah ‎untuk bertarung satu ronde lagi.‎
Disaat lawan telah menguasai anda, berkali-kali mau menjatuhkan, dan anda berfikir ingin ‎menjatuhkan diri untuk mengakhiri segalanya.
Cobalah untuk bertarung satu ronde lagi. ‎
Mencobalah dan mencoba, bukankah ajaran agama juga melarang umatnya untuk berputus ‎asa.
Sekali lagi cobalah, hanya dengan mencoba anda akan meraih kemenangan, selain ‎pahala yang telah terjanjikan. ‎
Ya … hanya orang yang selalu ingin bertarung satu kali lagilah yang punya potensi untuk ‎menang.
Iya… kemenangan adalah milik mereka yang terus mau mecoba untuk sekali lagi, ‎orang yang senantiasa mengobarkan semangatnya untuk menyambut mahkota ‎kemenangan.
Dialah PEMENANG sebelum kemenangan dinyatakan.‎
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat anda berikan.
Tidak ada yang benar-‎bener kalah sampai anda sendiri berhenti dan tak mampu lagi berusaha .‎
Jangan takut menghadapi risiko.
Anggaplah risiko sebagai kesempatan kita untuk belajar ‎bagaimana menjadi pemberani.‎
Sambutlah kemenanganmu shobat...‎

Minggu, 08 September 2013

SHOBR (SABAR)

TERUNTUK BIDADARI HIDUPKU ISTRI DALAM PENANTIANKU: Istriku... apa yang membuat gerak langkahmu mulai lunglai, apa yang menjadikan wajahmu begitu pucat dan apa yang menjadikan senyummu menjadi labil nan hambar, tersenyumlah sayang... hiasilah bibirmu dengan senyuman, bukankah Alloh tidak menciptakan kaum perempuan kecuali untuk menyenangkan suaminya, bagaimana kua bisa menyenangkan suamimu jika dirimu dirundung kesedihan Istriku... ingatlah, siapa pun orangnya, dimana pun tempatnya, kapan pun masanya, bagaimana pun rupa dan kedudukannya, pastilah Alloh memberi ujian padanya dan Alloh tidaklan membebani hambanya berupa ujian melainkan sesuai kadar kemampuannya, Istriku... diantara sekian banyaknya ujian yang diberikan Alloh pada hambanya, kepada kita, bukankah Alloh pula telah menjanjikan pahala yang tinggi, bahwa bersama kesukaran ada kemudahan, dalam satu firmannya dikatakan. •   •  •     Artinya 5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.( Al Hasr Bahkan Alloh melipat gandakan kemudahan tersebut, yakinlah dengan kesabaran akan sirna pula mendung kegelapan, dengan kesabaran akan terbit bintang keceriaan dan dengan kesabaran itu pula pintu kesukaran akan terbuka, hilang gelap terbitlah terang, tidak ada satu pun manusia yang hidup di alam ini bersih tanpa ujian, taukah kamu apa yang menimpa kita hanyalah sebagai pengukur iman semata, karena hal semacam ini adalah suatu keniscayaan dari Alloh sebagai jalan ujian, dalam firmannya dikatakan:          •     155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Al Baqoroh: 155)       •     “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” Q.S Ali Imron: 200 Istriku...tenanglah sayang, kita semua senantiasa dalam pengawasannya, sehingga tidak ada satu musibah pun kecuali dengan izinnya, , Apa engkau pernah menyadari berapa banyak pertolongannya yang telah diberikan kepada kita, kita hanya memohon dalam do’a kita satu atau dua saja, sementara yang Alloh berikan melebihi yang kita pinta, Alloh memberi 99% dari 1% yang diminta hambanya  •      •     60. dan bersabarlah kamu, Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.(Q.S Ar Ruum (30) : 60)

Senin, 29 Juli 2013

KEDENGKIAN

Untuk Buah hati, Anak dalam impianku.. Anakku…Orang yang berhati mulia berjiwa besar, mereka tidak akan pernah berbuat kedengkian (Hasud) terhadap siapa saja, karena kedengkian adalah perilaku orang-orang hina, orang yang berjiwa rendah, bertabi’at tercela, dan lemahnya keinginan, orang yang berjiwa besar, agung, yang enggan mau dihina karena tahu akan harga dirinya, adalah mereka yang memberi jarak, menerapkan perbedaan antara dirinya dan tabiat yang rendahan (Hasud) itu, karena buah hasud tidak lain hanyalah kedongkolan hati, mereka tidak akan pernah memperoleh sesuatu yang mereka hasudi, melainkan sakit hati semata. seperti halnya kalam hikmah yang berlaku di kalangan masyarakat kita : ( Al Hasuud La Yasuudu ) “Orang yang hasud tidak akan dapat memperolih apa yang dihasudi”, kalau kita cermati, kita angan, maka kita akan dapati betapa besar makna yang terkandung di dalamnya dan mulia, sekalipun kecil dari segi lafath-nya. Anakku...kedengkian adalah perbuatan yang dapat menyia-nyiakan pekerti yang mulia, etika yang luhur, menyesakkan dada, mengkacaukan pikiran. Karena para pelaku kedengkian, apa bila melihat seseorang yang berada dalam kenikmatan, menyaksikan seseorang yang memperolih kedudukan tinggi yang pantas dan patut untuknya, mereka memasang kuda-kuda, menyiapkan tipu-daya, mereka senang kalau nikmat tersebut terlimpahkan dalam diri mereka, mereka gembira kalau kedudukan tersebut berpindah dalam kekuasaannya. Anakku...Bersabarlah jika pada suatu sa’at engkau mendapati mereka yang sedang berbuat hasud terhadapmu, hadapi dengan senyuman, hadapi dengan lapang dada, hadapi dengan kepala tegak, karena kamu berada di jalan kebenaran, kamu berada di jalan yang di ridhoi oleh Alloh swa. Karena sampai kapanpun pelaku kedengkian mereka tidak akan pernah puas dengan keberadaanmu sekarang ini, mereka akan terpuaskan setelah apa yang kamu peroleh, apa yang kamu dapat, berpindah kepada mereka. Hal senada di dendangkan seorang penyair dalam gubahan syairnya : Semua orang dapat aku beli hatinya Tetapi orang yang dengki kepadaku amat merepotkan aku Dan sulit ku beli hatinya Bagaimana mungkin seseorang dapat membujuk Orang yang dengki melihat keberhasilannya Sementara dia belum merasa puas kecuali lenyapnya keberhasilan itu. Penyair lain juga mendendangkan : Bersabarlah terhadab perbuatan hasud seseorang, Karena kesabaranmu, merupakan senjata yang bisa membunuhnya layaknya api yang membakar dirinya setelah ia tak lagi mendapati sebatang kayu yang bisa dibakarnya.

Sabtu, 27 Juli 2013

OPTIMIS & PESIMIS

Untuk Buah hatiku. anak yang sangat kunantikan. Anakku...yang membentuk karakter diri kita adalah pola pikir kita sendiri, kalau kita berpikir positif, maka hidup ini akan terasa enjoe dan bahagia, tapi kalau pikiran kita senantiasa berfikir hal-hal yang negative, maka kesedihan, kepiluan yang justru kita dapat. Percayalah anakku, hidup kamu tersusun oleh pikiran-pikiran kamu, sebab hidup tak lain adalah rangkaian keputusan kamu untuk mencinta atau membenci sesuatu Anakku orang yang berjiwa pesimis akan selamanya memandang siang hari terasa gelap, segala sesuatu disangkanya hitam mencekam , madu disangkanya racun, mereka memandang dunia ini dengan tatapan kebencian, pandangan yang membosankan Wahai anakku... pernahkah engkau mendengar cerita Rasululloh saw saat beliau menengok orang arab badui yang sedang sakit terserang deman, lalu beliau saw. menghiburnya dengan mengatakan “Tak mengapa, Insya Alloh akan sembuh.” akan tetapi, orang badui tersebut tidak menerima pengharapan baik tersebut dan justru Ia berkata “ Ini deman yang hebat.” Maka Nabi saw. pun berkata “Baiklah kalau demikian” Seperti itulah yang akan dirasa olehnya. Anakku... bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan nampak terasa sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil, Namun, bila kamu memandang diri anda besar, maka dunia akan nampak luas, dan anda pun akan melakukan hal-hal penting dan berharga. Tindakan anda adalah cermin bagai mana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pada pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berperasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia hanyalah memantulkan apa yang ingin kita pikirkan, dan menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, maka sebenarnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

TAWAKAL (PASRAH)

 


Teruntuk kekasih surgaku. Istri yang semoga setia mendampingiku.

Istriku.....apa yang membuat malam-malammu jadi begitu panjang, hari-harimu penuh kekawatiran, janganlah hari esok membuatmu menangis, menjadikan hatimu gundah dan penuh ketakutan. Istriku, hidup ini akan terasa enjoy, semuanya akan terasa indah jika kita pasrahkan kepada Alloh, karna Dialah yang pantas kita serahi urusan kita, karena Dialah tempat bergantung semua makhluk. 

“....dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S At-Tholaq: 3)

“(Dia-lah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.” (Q.S At Taghobun: 13)

Jika Alloh menciptakan malam tentu Alloh menciptakan siang pula, susah dan senang, miskin dan kaya, laki dan perempuan, kanan dan kiri, bawah dan atas, dan semua berpasang-pasangan, maka jika Alloh menciptakan kita tentulah Alloh menciptakan rizki bagi kita, Allah berfirman: 

“.. dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)" (Q.S Ali Imron : 27)

Dalam satu kesempata Kekasih kita Baginda Nabi Agung Muhammad Saw. Berkata:

 لوأنّكُمْ توَكّلْتُمْ على الله حقَّ توكُّلِهِ لرَزَقَكُمْ كما يرزُق الطيرَ تَغْدُو خِماصاًوتَرُوْحُ بِطاناً

“Sungguh apabila kalian bertakwa kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa, niscaya Alloh akan menanggung rizki kalian, seperti halnya Alloh menanggung rizki seekor burung yang waktu pagi dalam kondisi lapar dan pada sore harinya dengan kadaan kenyang”

Rabu, 12 Juni 2013

TAQWA

Teruntuk Kekasih Surga-ku. Istri yang belum sempat aku Nikahi > Tersenyumlah istriku...hiasilah hari-harimu dengan keceriaan, hiasilah malam-malammu dengan kekhusyu’an munajjah pada Robb kita, hiasilah saat-saatmu dengan mendekatkan pada-Nya, lepaskan persoalan yang membebani dirimu, gantilah setiap duka dengan kebahagiaan, jangan karena sempitnya hidup kau lupakan yang lainnya, bukankah Alloh telah menjanjikan jalan keluar bagi hamba-hambanya yang bertakwa. ...             ...  “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (Q.S At Tholaq: 2-3) ...         “...dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Q.S At Tholaq: 4) ...        •  “dan Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (Q.S At Tholaq: 5) •     “Dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung ” (Q.S Ali Imron: 200) Istriku... apa yang membuat air matamu bercucuran, apa yang membuat dadamu sesak, apa yang membuat pipimu jadi merah layu dan sayup matamu. Istriku...janganlah kau menyibukkan diri dalam kesedihan, jangan pula kau sibuk dalam obrolan yang tiada arti, yang justru akan menambah masalah baru sebelum menyelesaikan yang lama, isilah waktu kosong dengan beribadah, tingkatkan ketakwaan, tingkatkan iman, Alloh menjanjikan pada hamba-hambanya yang bertakwa jalan yang terang, jalan yang di tapaki orang-orang shalih, Alloh menghapus setiap kesalahan yang pernah ada, sekali pun kesalahan tersebut tiada terkira. bukankah itu yang menjadi tujuan hidup setiap manusia? Alloh berfirman dalam satu ayat-Nya:                     Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Qs. al-Anfaal ayat: 29). Ingatlah sayang... bahwa kesedihan dan tangisan akan membuat kita lemah, akan membuat kita tertinggal dan tertingal, bangkitlah , tersenyumlah karna ada saat-saat terindah dalam hidup ini.

Sabtu, 08 Juni 2013

INGATLAH SEJENAK PADA-NYA

teruntuk kekasih surga-ku istri dalam angan-ku. Istriku... jika kekawatiran mulai menyelimuti jiwamu, ketenangan telah hilang dari dadamu, kegelisaha yang tiada pernah bosa-bosanya menghantui, kesempita mulai menghimpit dan ketakutan mulai mencekam, maka dirikanlah sholat, khusyukkan jiwa hanya kepadanya           ” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,” (Q.S Al Mu’min(23):1-2) Istriku... sholat yang khusyu’ bagaikan mata air yang menyejukkan hati, menenangkan jiwa yang gersang karna persoalan seharian, menenangkan batin yang tercekam kekawatiran karna hutang yang tak kunjung terlunasi, segala masalah, kerisauan, kesedihan dan keterpurukan akan segera teratasi, Di ceritakan ketika Rasululloh saw di timpa kesulitan, maka Beliau memerintahkan Shahabatnya yang bernama Bilal untuk segera mendirikan sholat. يابِلال أرِحْنابِالصَّلاة “ Wahai Bilal , tenangkanlah kami dengan shalat” Istriku... tiada hal yang mengembirakan bagi orang-orang yang beriman pada malam hari, selain munajah pada Tuhan-nya, tiada keindahan bagi-nya pada siang harinnya selain dengan ta’at kepada-Nya, tiada keindahan di dunia ini selain dzikir kepada-Nya, tiada keindahan akhirat selain mendapat ampunan-Nya, dan tiada keindahan surga, kecuali senantiasa melihat dzat-Nya Tuhan. Maka, gunakanlah malam harimu hanya untuk bermunajah kepada-Nya Dalam hal ini Imam Ali ra adalah orang yang senantiasa mengisi malam-malamnya, penuh dengan mendekatkan diri: “Bukankah Engkau telah mendengar dengan kekuatan-Mu Wahai Tuhan yang menjadi kekuatan atas do’a orang yang lemah Yang ditimpa musibah, yang tenggelam dalam lautan kebingungan Penuh dengan keprihatinan. Aku berseru dengan penuh rendah diri setiap hari Dalam kesungguhan berdo’a kepada-Mu. Sungguh terasa sempit bagiku dunia ini, sementara penduduk dunia Tidak mengetahui obatku, maka ambillah tanganku, Karena aku bener-bener memohon keselamatan dengan ampunan-Mu. Aku datang kepada-Mu dengan diiringi cucuran air mata. Oleh karena itu, kasihanilah tangisanku ini karena malu kepada-Mu. Aku terlalu banyak noda dan dosa kepada-Mu Aku sekarang berada dalam kebingungan, Sedang Engkau adalah Dzat pembebas kebingungan. Aku sakit, sedang Engkau adalah obat penawar sakitku. Ya Alloh, bangkitkan diriku ini dengan penuh harapan. Aku katakan kepada-Mu, wahai Tuhanku, aku senantiasa berharap Agar Engkau mau memenuhi harapanku. Balasan yang layak untukku tiada lain Engkau menyiksaku. Akan tetapi, aku berlindung dengan anugerah-Mu yang baik. Wahai tumpuan harapanku Engkau telah mengistimewakan junjunganku (Muhammad) Dengan pemberian ma’af atas diriku, karena aku sekarang Berada di tengah musibah yang menimpaku”

Rabu, 22 Mei 2013

QONA’AH

Teruntuk Kekasih Surgaku. Istriku... selama kita masih dibodohi oleh hasrat keinginan nafsu kita maka selamanya kita tidak akan pernah mampu meraih kebahagiaan yang hakiki, kita tidak akan pernah maju, selamanya kita akan terpuruk dan menjadi pecundang, kita harus mampu menaklukkan diri kita dari rasa kerakusan kita, kita harus mampu menahan diri kita dari keinginan menumpuk-numpuk harta, rumah, emas dan asesoris-asesoris duniyawi, mencobalah untuk puas dengan apa yang ada di tangan kita, karna sesungguhnya dunia seisinya adalah terlaknat, sayang, إنّ الدنيامَلعونةٌملعونُ مافيهاإلاّذكرَللهِ ومَاوَالَاه وعالِماًومتعلّماً “Sesungguhnya dunia itu terlaknat; sesuatu yang ada padanya juga terlaknat, kecuali dzikir kepada Alloh, sesuatu yang memfasilitasinya, orang ‘Alim dan orang yang menuntut ilmu.”(HR. Nasa’i dan Ibn Najah) Ahmad bin Muhammad Al Qurthubi berdendang dalam bait syairnya: Perhatikanlah, sesungguhnya dunia itu bagaikan indahnya pohon-pohon yang bila salah satu sisinya menghijau, maka , sisi yang lain akan kering. Orang yang banyak berharap terhadap dunia, pasti Ia lapar. Dan tiada keni’matan dunia kecuali merupakan mushibah. Maka janganlah kamu mencelak kedua matamu dengan air mata, Karena menangisi sebagian dunia yang lenyap, karena sesungguhnya engkau pun akan lenyap. Istrku… janganlah engkau pernah mengeluhkan kesulitan hidup, jangan pula engkau sedih di pagi hari, karna mengeluhkan kesulitan, problematika kehidupan, kepada tetangga adalah wujud ketidak puasan kita kepada sang-pemberi. Maka hiasilah hari-harimu dengan kepuasan diri, dan tetaplah tersenyum.

Senin, 06 Mei 2013

PUTUS ASA

Untuk Buah Hatiku... Anakku... tidak ada suatu bangsa yang sedang di landa keputus-asaan kecuali mereka akan mengalami lemahnya akal, rapuhnya jiwa dan bingung nan bimbang dalam menentukan tujuan hidup, lalu apa yang membuat kamu putus asa, bukankah Cukuplah untukmu, dengan kelemahan hati, kemandulan pikiran, dan rapuhnya jiwa. sebagai alasan untuk tidak memberi ruang bagi bersemayamnya putus-asa dalam pribadimu. Pribadi yang putus-asa adalah pribadi seorang pecundang, seorang yang pengecut, seorang yang hina tentunya. Maka orang yang mempunyai kemuliaan tentu tidak akan membiarkan dirinya terjerembak ke dalam keputus-asaan yang akan membawanya ke dalam jurang kehinaan, penjara kegelapan masa depan, dan keterpurukan yang tak bisa ditolers keberadaannya. Anakku… engkau terlahir sebagai seorang pemenah, engkau telah mengalahkan beribu-ribu pesaing¬_mu, berjuta-juta bahkan melyaran dalam merespon sel telor, Anakku... ”kelemahan hati” yang diakibatkan oleh virus keputus-asaan akan berdampak pada pelakunya, ia akan mendorong pelakunya, mengajaknya dan menempatkan pada kedudukan yang rendah, menjadikan pelakunya laksana hewan yang dungu, ia tidak mengerti, memahami arti kemenangan, keberhasilan dalam hidup ini, kecuali hanya bersandar pada naluri kehewanannya, yang bisanya hanya makan, minum, tidur, dan buang kotoran saja. Itulah gambaran keputus-asaan, yang dimana keberadaannya merupakan benalu kehidupan. Bahkan dalam setatemennya Alloh mengidentikkan ”keputus-asaan” dengan perbuatan orang-orang kafir.                       “Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. Lihatlah anakku... betapa besar dosa yang diakibatkan keputus-asaan Dan dosa tersebut bukan hanya membayang-bayangi, menutupi hati pelakunya di kehidupan yang ini, lebih dari itu, dia juga menutupi di kehidupan yang lain juga.

HARAPAN (CITA-CITA)

Untuk Buah Hatiku.. Anakku... jadikanlah dirimu seseorang yang berkemauan tinggi tanpa melihat setatusnya, tanamkanlah dalam jiwamu pribadi yang bercita-cita luhur, raihlah cita-citamu, anakku karna dengan cita-cita itulah, kamu bisa mewujudkan keinginanmu, songsonglah masa depanmu dengan harapan, Anakku... ingatlah selalu kalam hikmah di bawah ini كُنْ رَجُلاً رِجْلُه في الثَرَي * وهِمّتُه في نَجْمِ الثُّرَيَا " jadilah kau pribadi yang kakinya berpijak di bumi, namun cita-citanya berpijar setinggi bintang kartika ” Anakku… kalau saja tidak ada cita-cita, kalau saja bukan karena sebuah harapan, tentu orang yang berusaha menghentikan usahanya, orang yang berjalan menghentikan perjalanannya, dan orang yang menyeru menghentkan seruannya.dan dampaknya tentu dunia ini akan terasa sempit, lebih sempit dari pada lubang biawak, dan lebih berat dari pada memikul beban yang membelit punggung, membelenggu gerak diri. Anakku... pepatah mengatakan ”ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah, sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil” bukankah seorang guru dunia pernah berujar, kerena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya, karena harapanlah kita menanam pohon , meski kita tau kita tak akan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian,. Diceritakan pula dalam experimennya para ilmuan eropa mendatangkan seekor tikus yang dimasukkan kedalam setoples lalu setoples tersebut di isi dengan air dan diletakkan di tempat yang gelap – dalam pengamatan para ilmuan tersebut- ternyata tiku hanya mampu bertaha beberapa menit saja. Untuk yang kedua kalinya ilmuan tersebut mendatangkan seekor tikus pula yang dimasukkan ke dalam setoples, namun kali ini beda mereka meletakkan setoples yang berisikan air tersebut ditempat yang terang . Dan apa yang terjadi, ternyata tikus tersebut mampu bertahan hingga sampai beberapa jam. Kenapa bisa begitu, karena dalam experimen yang kedua tikus itu melihat kehidupan yang terang nan jelas, tikus itu mendapati sebuah harapan didepan mata, janganlah engkau kehilangan harapan, kerena harapanlah seorang membangun rumah tangga, seorang ibu menyusui anaknya, karena harapanlah kita tetap bertahan hidup. Dan juga dikatakan: ”Manusia akan mampu bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa air, 4 menit tanpa nafas, tapi hanya 4 detik sajab tanpa sebuah harapan”. Sekali anda kehilangan harapan , anda kehilangan seluruh kekuatan anda untuk menghadapi dunia. BAYANGKAN

Senin, 01 April 2013

HARAPAN

Anakku... jadikanlah dirimu seseorang yang berkemauan tinggi tanpa melihat setatusnya, tanamkanlah dalam jiwamu pribadi yang bercita-cita luhur, raihlah cita-citamu, anakku karna dengan cita-cita itulah, kamu bisa mewujudkan keinginanmu, songsonglah masa depanmu dengan harapan, Anakku... ingatlah selalu kalam hikmah di bawah ini كُنْ رَجُلاً رِجْلُه في الثَرَي * وهِمّتُه في نَجْمِ الثُّرَيَا " jadilah kau pribadi yang kakinya berpijak di bumi, namun cita-citanya berpijar setinggi bintang kartika ” Anakku… kalau saja tidak ada cita-cita, kalau saja bukan karena sebuah harapan, tentu orang yang berusaha menghentikan usahanya, orang yang berjalan menghentikan perjalanannya, dan orang yang menyeru menghentkan seruannya.dan dampaknya tentu dunia ini akan terasa sempit, lebih sempit dari pada lubang biawak, dan lebih berat dari pada memikul beban yang membelit punggung, membelenggu gerak diri. Anakku... pepatah mengatakan ”ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah, sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil”

Kamis, 21 Maret 2013

KEMAJUAN

Anakku...ingatlah nasehat ayah ini, bahwa Alloh tidaklah mencitakan ‎mahluknya cuman untuk ibadah semata, namun lebih dari itu Alloh ‎menciptakan mahluknya supaya ber-usaha untuk hidupnya, menjalankan ‎aktifitas yang berhubungan dengan dirinya maupun alam sekitarnya, ‎maka jika mahluk yang bernama manusia masih menginginkan ‎kehidupan dunia tetap eksis, maka hendaklah mereka memenuhi hari- ‎harinya penuh dengan aktifitas, penuh dengan hal-hal yang bermanfa’at ‎baik untuk dirinya, orang lain maupun alam lingkungannya, baik bagi ‎dunianya maupun agamanya. Hendaklah mereka berjalan menelusuri ‎perjajahan bumi, mengambil limpahan rahmat, memanfaatkan pada ‎kebaikan-kebaikan yang ada, maka hal tersebut tidak bisa terwujudkan ‎kecuali dengan berfikir kemajuan, mencurahkan kekuatan hatinya, ‎akalnya, maupun fisiknya.‎ Sebagai gambaran; bahwa sesungguhnya para pendahulu-pendahulu ‎kita, para Salafus Shalih, mereka tidak akan pernah mencapai derajat ‎yang mulia, kedudukan yang agung, mereka tidak akan pernah mampu ‎untuk melumpuhkan rintangan-rintangan terjal, mereka tidak akan ‎sampai pada ketenteraman, ketenangan seperti yang di idam-idamkan ‎kebanyakkan orang, kecuali setelah mereka melewati proses panjang, ‎dengan berfikir kemajuan dengan semangat yang tinggi.‎ Sementara para orang-orang kholaf , mereka mengalami kemerosotan, ‎ketertinggalan dari meraih derajat yang luhur, menyerah dari tujuan yang ‎mulia, tidak lain karena sikap mereka berpangku tangan, mengendurkan ‎dalam beramal, dan menjauh dari mengambil perbedaan, sementara ‎perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia.‎ Anakku... dengan kesadarannya sekarang ini seluruh umat manusia ‎‎(dari timur sampai ke barat) mulai bergerak, bergegas meraih cita-cita - ‎setelah beberapa dekade mereka telah mengalami kehancuran, ‎kemerosotan, kemunduran yang amat hina. ‎ Kami adalah pendahulu-pendahulu kalian, yang menunjukkan juga telah ‎mendapat petunjuk. Tentu kami tidak terlelap dalam dekapan tidur yang ‎melalaikan, tidak pula tergelincir ke dalam gubangan kemunduran yang ‎amat.‎ Bangkitlah anakku...- semoga engkau senantiasa dalam penjagaan Alloh ‎‎- hidupkanlah kembali nilai-nilai keagungan yang pernah rusak selama ‎ini, tatalah kembali kemuliaan yang telah berantakan, lahirkanlah ‎kembali kemuliaanmu yang terpendam selama ini. janganlah engkau ‎biyarkan kemuliyaan dan kehormatanmu hancur dan sia-sia begitu saja.‎ Bangunlah anakku… sungguh, jika engkau tidak mau bangun dan ‎bangkit, aku melihat seulas kafan dan sepetak kuburan disana ‎mengajakmu menuju pada kerusaan, yang tiada penolong disana.‎ Bangkitlah anakku… sehingga gunungpun akan terguncang olehnya, ‎kuda pacu-pun diam olehnya. Bangkitlah anakku... sebelum bencana ‎datang mengancam kita, sebelum kesengsaraan dendangkan lagunya, ‎sampai pada akhirnya kematian menghampiri kita (Kita temui kematian) ‎tak suatu apapun yang kita perolih kecuali kehancuran. ‎ Anakku… Ingatlah bahwa di tanganmu lah semua urusan ummat, dan ‎diderap langkah kakimu-lah kehidupannya (kemajuannya). Maka ‎bergegaslah ayunkan langkah bagai singa yang gagah berani, bangkitlah ‎anakku, karena kemajuan umat ada di bahumu.‎ Allah adalah penolong kalian, Dialah yang maha merespon setiap ‎kemajuan.‎