Pastikan hari-hari anda lebih bermanfaat dengan kami, dan jadilah bijak setelah mengunjungi blog kami. (Mohammad Zajery el Nuri)
Translate
Sabtu, 30 Mei 2026
BAHAGIA SAMPAI SURGA
Kamis, 28 Mei 2026
DO'A KHATMIL QUR'AN
Jumat, 22 Mei 2026
Gas Menuju Ampunan Allah
Gas Menuju Ampunan Allah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ
Sahabat-sahabat bikers yang dirahmati Allah…
Kita sering menyiapkan motor sebelum touring: cek oli, cek rem, cek ban, isi bensin, dan memastikan kendaraan siap menempuh perjalanan jauh.
Tapi pernahkah kita bertanya:
“Sudah sejauh mana persiapan perjalanan menuju akhirat…?”
Karena hidup ini sejatinya adalah perjalanan panjang.
Dan bulan Dzulhijjah hadir seperti “rest area ruhani” yang Allah buka untuk mengisi kembali iman yang mulai lelah.
1. Dzulhijjah adalah Musim Pahala Besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
“Tidak ada hari-hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah daripada 10 hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)
Artinya: di bulan ini, amal kecil bisa bernilai besar.
shalat berjamaah,
sedekah,
dzikir,
bakti kepada orang tua,
bahkan senyum dan membantu sesama…
Semua bisa menjadi “ bahan bakar ” menuju ridha Allah.
2. Bikers Paham: Perjalanan Butuh Tujuan
Anak motor paling tahu: orang yang berkendara tanpa arah akan tersesat.
Begitu juga hidup.
Hari ini banyak orang:
motornya keren,
jaketnya lengkap,
komunitasnya ramai,
tetapi hatinya kosong dari tujuan hidup.
Apa tujuan hidup kita di dunia…???
Tujuan hidup adalah yang membuat kita semangat untuk berjalan.
Dalam QS. An-Najm: 42 Allah berfirman:
وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ
“Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu.”
3. Nabi Ibrahim Mengajarkan Pengorbanan
Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan.
Tetapi tentang:
menyembelih ego,
memotong kesombongan,
mengalahkan hawa nafsu.
Dalam QS. Al-Hajj: 37 Allah berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
Nabi Ibrahim rela mengorbankan yang paling beliau cintai demi taat kepada Allah.
Pertanyaannya:
apa yang hari ini sulit kita korbankan?
ego?
gengsi?
maksiat?
pergaulan buruk?
meninggalkan shalat?
Kadang yang paling berat bukan kehilangan sesuatu…
tetapi meninggalkan kebiasaan dosa.
4. Touring Terjauh adalah Perjalanan Menuju Akhirat
Sahabat bikers…
Kita tidak tahu:
siapa yang pulang duluan.
Banyak orang pagi masih berkendara,
malam sudah terbujur di pemakaman.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan agar manusia tidak tertipu oleh panjang angan-angan dunia.
Motor hanyalah kendaraan dunia.
Sedangkan amal adalah kendaraan menuju akhirat.
Kalau motor mogok di jalan kita panik.
Tapi kenapa hati yang jauh dari Allah sering kita biarkan?
5. Jadilah Bikers yang Membawa Manfaat
Komunitas bukan hanya tempat kumpul,
tetapi tempat saling menjaga.
Jangan sampai:
touring menjadi jalan maksiat,
kebersamaan menjadi sebab lalai dari Allah.
Justru jadikan komunitas sebagai jalan dakwah:
saling mengingatkan shalat,
membantu saudara yang kesusahan,
santun di jalan,
tidak arogan,
tidak ugal-ugalan.
Karena akhlak di jalan juga bagian dari dakwah. Rasulullah adalah contoh akhlak mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
6. Amalan di 10 Hari Dzulhijjah
Yang bisa dilakukan para bikers:
Menjaga shalat lima waktu berjamaah
Memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Puasa Arafah
Sedekah
Mengurangi maksiat dan perkataan kasar
Berbakti kepada orang tua
Touring sambil silaturahim dan dakwah
Sisihkan rezeki untuk kurban
Penutup
Sahabat-sahabat bikers…
Suatu hari nanti,
• motor kita akan berhenti,
• perjalanan kita selesai,
• dan yang tersisa hanyalah amal.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 197
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
“Berbekallah kalian, dan sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Maka jangan hanya mempersiapkan kendaraan untuk perjalanan dunia, tetapi siapkan juga bekal menuju kampung akhirat.
Mari manfaatkan bulan Dzulhijjah ini:
• untuk memperbaiki hati,
• menguatkan iman,
• dan mendekat diri kepada Allah.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ، وَأَعِنَّا فِيهَا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ الْمَقْبُولِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ تَابَ فَأَحْبَبْتَهُ، وَدَعَاكَ فَأَجَبْتَهُ، وَاسْتَغْفَرَكَ فَغَفَرْتَ لَهُ.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Rabu, 13 Mei 2026
MACAM-MACAM HAJI
Pengertian dan Perbedaan Haji Tamattu’, Ifrad, dan Qiran
Para ulama sepakat bahwa manasik haji ada tiga bentuk:
Haji Tamattu’ (التَّمَتُّع)
Haji Ifrad (الإِفْرَاد)
Haji Qiran (القِرَان)
Ketiganya sah dan pernah dilakukan atau dibenarkan dalam sunnah Nabi ﷺ. Yang membedakan adalah niat, urutan umrah-haji, serta kewajiban dam (denda sembelihan).
1. Haji Tamattu’ (التَّمَتُّع)
Pengertian
Tamattu’ artinya “bersenang-senang” atau menikmati masa jeda antara umrah dan haji.
Seseorang:
berihram untuk umrah pada bulan-bulan haji,
menyelesaikan umrah lalu tahallul,
kemudian pada tanggal 8 Dzulhijjah berihram lagi untuk haji.
Jadi umrah dan haji dilakukan terpisah dalam satu safar.
Tata Cara Singkat
Ihram umrah → thawaf → sa’i → tahallul
Bebas dari larangan ihram
Tanggal 8 Dzulhijjah ihram lagi untuk haji
Ihram umrah → thawaf → sa’i → tahallul
Bebas dari larangan ihram
Tanggal 8 Dzulhijjah ihram lagi untuk haji
Kewajiban
Wajib membayar dam tamattu’ bagi yang mampu.
Dalil Al-Qur’an
Allah Ta’ala berfirman:
فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ
“Barang siapa bertamattu’ dengan umrah menuju haji maka wajib menyembelih hadyu yang mudah diperoleh.” (QS. Al-Baqarah: 196)
Referensi Kitab Fiqh
Dari kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah
وَالتَّمَتُّعُ أَنْ يُحْرِمَ بِالْعُمْرَةِ فِي أَشْهُرِ الْحَجِّ، وَيَفْرُغَ مِنْهَا، ثُمَّ يُحْرِمَ بِالْحَجِّ فِي عَامِهِ
“Tamattu’ adalah berihram umrah pada bulan haji, lalu selesai darinya, kemudian berihram haji pada tahun yang sama.”
Kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq
Haji tamattu’ ialah melakukan umrah terlebih dahulu pada bulan haji, kemudian bertahallul, lalu ihram kembali untuk haji pada tahun yang sama.
2. Haji Ifrad (الإِفْرَاد)
Pengertian
Ifrad artinya “menyendirikan”.
Yaitu seseorang hanya berniat haji saja sejak awal, tanpa menggabungkan umrah.
Tata Cara Singkat
Ihram dengan niat haji saja
Tetap dalam ihram sampai hari Nahr
Umrah dilakukan setelah selesai haji (jika ingin)
Ihram dengan niat haji saja
Tetap dalam ihram sampai hari Nahr
Umrah dilakukan setelah selesai haji (jika ingin)
Kewajiban
Tidak wajib dam, kecuali sebab lain.
Referensi Kitab Fiqh
Dalam Al-Majmu’ karya Imam an-Nawawi
وَالإِفْرَادُ أَنْ يُحْرِمَ بِالْحَجِّ مُفْرَدًا
“Ifrad adalah berihram untuk haji saja secara tersendiri.”
Dalam Fiqih Empat Mazhab karya Abdurrahman al-Jaziri
Haji ifrad adalah mendahulukan haji saja tanpa umrah ketika ihram dari miqat.
3. Haji Qiran (القِرَان)
Pengertian
Qiran artinya “menggabungkan”.
Yaitu seseorang menggabungkan niat umrah dan haji sekaligus dalam satu ihram.
Tata Cara Singkat
Ihram dengan niat umrah dan haji bersama
Tidak tahallul setelah umrah
Tetap dalam ihram sampai hari Idul Adha
Ihram dengan niat umrah dan haji bersama
Tidak tahallul setelah umrah
Tetap dalam ihram sampai hari Idul Adha
Kewajiban
Wajib membayar dam qiran.
Referensi Kitab Fiqh.
Dalam Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd
وَالْقِرَانُ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فِي إِحْرَامٍ وَاحِدٍ
“Qiran adalah menggabungkan haji dan umrah dalam satu ihram.”
Dalam Fiqih Islam karya Wahbah az-Zuhaili
Haji qiran adalah ihram untuk haji dan umrah sekaligus tanpa bertahallul di antara keduanya.
Mana yang Paling Utama?
Para ulama berbeda pendapat:
Mazhab Hanbali banyak menguatkan tamattu’
Sebagian ulama Syafi’iyyah mengutamakan ifrad
Sebagian ulama memilih qiran karena Nabi ﷺ pernah melakukannya
Namun ketiganya sah berdasarkan ijma’ ulama.
Imam An-Nawawi berkata:
أَجْمَعُوا عَلَى جَوَازِ الْأَنْسَاكِ الثَّلَاثَةِ
“Para ulama telah bersepakat atas bolehnya tiga macam manasik tersebut.”
Kesimpulan
Tamattu’: umrah dulu, tahallul, lalu haji.
Ifrad: haji saja.
Qiran: haji dan umrah sekaligus.
Tamattu’: umrah dulu, tahallul, lalu haji.
Ifrad: haji saja.
Qiran: haji dan umrah sekaligus.
Ketiganya adalah sunnah yang sah dan memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab fiqih para ulama.
Senin, 11 Mei 2026
AQIQAH
Do'a Safar Hajji
Sabtu, 09 Mei 2026
Akhlak: Keseimbangan Hidup
Akhlak: Keseimbangan Hidup di Era Globalisasi dan Kemajuan Zaman
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَحَ صُدُورَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِطَاعَتِهِ، وَهَدَاهُمْ إِلَىٰ تَحْكِيمِ كِتَابِهِ وَٱلْعَمَلِ بِهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي ٱلْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ .
قال اللهُ تعالى : { یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ }
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Mari kita meningkatkan iman, amal dengan terus melakukan introspeksi , muhasabah, sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Kita hidup di zaman yang serba cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi begitu mudah diakses, dan dunia seakan tanpa batas. Inilah yang disebut globalisasi. Namun, di balik kemajuan itu, ada satu hal yang sering terabaikan: akhlak.
Padahal, akhlak adalah inti ajaran Islam.
Allah ﷻ berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan Rasulullah ﷺ bukan hanya pada ilmu dan ibadahnya, tetapi juga pada akhlaknya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Di era globalisasi, manusia sering kehilangan keseimbangan. Banyak orang canggih dalam teknologi, tetapi lemah dalam moral. Pintar dalam ilmu, tetapi miskin adab.
Padahal Islam mengajarkan keseimbangan:
antara dunia dan akhirat
antara ilmu dan akhlak
antara kemajuan dan nilai-nilai spiritual
Allah ﷻ berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا.
“Carilah negeri akhirat dengan apa yang telah Allah berikan kepadamu, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)
Ini adalah prinsip keseimbangan hidup dalam Islam.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Kemajuan zaman tanpa akhlak akan membawa kerusakan:
media sosial tanpa adab melahirkan fitnah
ilmu tanpa akhlak melahirkan kesombongan
kekuasaan tanpa akhlak melahirkan kezaliman, keangkuhan.
Seorang ulama besar, Imam Al-Ghazali berkata: “Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.”
Dan beliau juga menekankan bahwa inti agama adalah tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dari sinilah lahir akhlak mulia,
Para salaf juga berkata: “Kami mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu.”
Kenapa demikian karena akhlak adalah fondasi.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Akhlak adalah penyeimbang dalam kehidupan modern:
Sabar menahan diri dari hawa nafsu
Jujur di tengah budaya manipulasi
Amanah di tengah krisis kepercayaan
Tawadhu’ di tengah kesombongan intelektual
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
Maka jelas, akhlak bukan sekadar pelengkap, tapi inti keimanan.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Sebagai penutup khutbah, mari kita renungkan, bagaimana cara menjaga akhlak di era modern?
Pertama: Menguatkan iman
Karena akhlak yang baik lahir dari hati yang bersih. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara: 88–89:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Kedua: Meneladani Rasulullah ﷺ
Karena beliau adalah standar akhlak terbaik.
Ketiga: Mengontrol diri di era digital
Bijak dalam berbicara, menulis, dan menyebarkan informasi. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Qaf: 18
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Keempat: Bergaul dengan orang saleh
Karena lingkungan sangat mempengaruhi akhlak.
Seorang ulama, Abdullah bin Mas'ud, berkata:
“Seseorang akan mengikuti agama temannya, maka lihatlah dengan siapa ia berteman.”
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan akhlak sebagai:
identitas diri
benteng dari kerusakan zaman
jalan menuju ridha Allah
Karena pada akhirnya, yang paling berat di timbangan amal adalah akhlak.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Jumat, 08 Mei 2026
NISFU SYA'BAN
NISFU SYA’BAN
MOMENTUM MUHASABAH DAN PERSIAPAN RAMADHAN
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَحَ صُدُورَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِطَاعَتِهِ، وَهَدَاهُمْ إِلَىٰ تَحْكِيمِ كِتَابِهِ وَٱلْعَمَلِ بِهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي ٱلْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ .
قال اللهُ تعالى : { یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ }
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Pada kesempatan yang penuh makna ini, dari atas mimbar saya mengajak hadirin sekalian, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita, marilah kita mematangkan ketakwaan kita dengan terus melakukan introsfeksi, sebagai sarana menjaga ketaqwaan kita kepada Allah SWT.; menghisab diri sendiri sebelum dihisab di hadapan Alloh, apakah selama ini perbuatan kita sudah sejalan dengan tatanan agama, apakah selama ini perbuatan kita sudah sesuai dengan tuntunan Nabi mulia, atau justru jauh dari ajaran agama, jauh dari syari’ah yang dibawa Nabi mulia, agama hanya di bibir saja, agama hanya sebatas KTP semata.
Mari kita semakin meningkatkan keyakinan kita, untuk membulatkan tekat berpegang teguh hanya semata pada ajaran agama Allah. Jadikan ajaran Islam satu-satuNya pedoman hidup kita, niscaya ketenangan akan menyelimuti kehidupan kita.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Alhamdulillah saat ini kita berada pada hari-hari yang agung, di bulan yang mulia, yaitu bulan Sya‘ban, bulan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia. Padahal Allah Ta‘ala menjadikannya sebagai waktu diangkatnya amal-amal perbuatan, sekaligus sebagai pengantar menuju bulan Al-Qur’an, yaitu bulan Ramadhan.
Kita berada di tengah bulan yang terdapat satu malam yang dikenal oleh kaum muslimin sebagai Nisfu Sya’ban, malam pertengahan bulan Sya’ban.
Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus pada bulan ini, sebagaimana sabda beliau:
ذَٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku senang ketika amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. an-Nasā’i)
Hadits ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan pengangkatan amal, bulan evaluasi, bulan muhasabah sebelum Ramadhan tiba.
Maka marilah kita Menghisab diri sendiri sebelum dihisab di hadapan Allah , menimbang amal sebelum ditimbang di hadapan Allah , mendisiplinkan diri sebelum disiplinkan Allah, sadar diri sebelum Allah memaksa kita dengan peringatan-Nya untuk kita sadar. Orang yang berbahagia adalah yang mau mengambil pelajaran, sedangkan yang celaka adalah yang terus-menerus dalam dosa dan lalai akan akhir kehidupannya.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Tentang malam Nisfu Sya’ban, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang menyimpan permusuhan.” (HR. Ibnu Mājah, ath-Thabrani – hasan menurut sebagian ulama)
Hadits ini mengajarkan bahwa penghalang ampunan Allah bukanlah dosa besar semata, hati yang dipenuhi kebencian, dendam, dan permusuhan juga menjadi penyebab terhalangnya Ampunan Allah..
Maka Nisfu Sya’ban adalah waktu tepat untuk membersihkan hati, memenej dan mengoreksi hati , memperbaiki hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia. Ulama mengatakan:
طُوْبَى لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَمِيْرًا وَهَوَاهُ أَسِيْرًا وَوَيْلٌ لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ أَمِيرًا وَعَقْلُهُ أَسِيْرًا.
Maknanya: kebahagiaan sejati ada pada orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akal dan iman, sedangkan kebinasaan menanti orang yang hidupnya dikendalikan oleh hawa nafsu.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Sesungguhnya malam Nisfu Sya‘ban adalah sebuah persinggahan iman, sebuah perhentian ruhani, dan kesempatan besar untuk melakukan muhasabah diri, meninjau kembali kondisi hati, serta meluruskan arah kehidupan sebelum kita memasuki bulan puasa.
Pada malam nisfu sya'ban hendaklah seorang hamba merenungi dosa - dosa dan kesalahannya, memperbarui tobatnya, serta memperbaiki hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan sesama manusia.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Nisfu Sya’ban sejatinya adalah alarm rohani bahwa Ramadhan sudah dekat. Siapa yang lalai di Sya’ban, biasanya akan berat di Ramadhan. Siapa yang santai-santai di sya'ban akan berat menjalani Ramadhan.
Para salaf berkata:
إِنَّ شَهْرَ شَعْبَانَ كَانَ كَالْمُقَدِّمَةِ لِرَمَضَانَ.
“Bulan Sya’ban itu seperti pendahuluan menuju Ramadhan.”
Maka persiapan terbaik adalah:
Memperbaiki shalat
Membiasakan puasa sunnah
Membersihkan hati dari syirik, dendam, dan permusuhan
Memperbanyak istighfar dan taubat
Meluruskan niat menyambut Ramadhan
Allah ﷻ berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ
“Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian.” (QS. Āli ‘Imrān: 133)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكِ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ نَبِيٍّ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَخُضُوعًا لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جُدِّدَتْ لَهُ نِعْمَةٌ أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ إِنْ زَادَتْهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.
وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأَمِينِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذٰلِكَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ وَحَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ الْبَشِيرِ النَّذِيرِ وَالسِّرَاجِ الْمُنِيرِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ ، سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَن سَائِرِ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
KEMATIAN TIDAK MENUNGGU TUA
Kematian Tidak Menunggu Tua
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَحَ صُدُورَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِطَاعَتِهِ، وَهَدَاهُمْ إِلَىٰ تَحْكِيمِ كِتَابِهِ وَٱلْعَمَلِ بِهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي ٱلْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ .
قال اللهُ تعالى : { یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ }
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Mari kita meningkatkan iman, amal dengan terus melakukan introspeksi , muhasabah, sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Karena hanya bekal takwa yang akan menyelamatkan kita ketika menghadap Allah nanti.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Saat ini kita berada di bulan Dzulqa’dah, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ.
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Para ulama menjelaskan bahwa dosa pada bulan haram lebih besar, dan amal shalih lebih agung pahalanya.
Imam Qatadah رحمه الله berkata:
إِنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيئَةً وَوِزْرًا
“Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosa dan kesalahannya.”
Oleh karena itu, bulan Dzulqa’dah hendaknya menjadi momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal shalih, dan bertaubat. Banyak orang menunggu waktu luang untuk bertaubat, padahal kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ.
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan sesungguhnya pahala kalian disempurnakan pada hari kiamat.” (QS. Āli ‘Imrān: 185)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Kematian adalah kepastian. Tidak ada seorang pun yang mampu menolaknya. Yang tua akan mati, yang muda pun demikian. Yang sehat bisa meninggal tiba-tiba, yang sakit belum tentu wafat hari ini.
Betapa banyak anak muda yang lebih dahulu dipanggil Allah sebelum sempat menikmati masa tua. Betapa banyak orang yang pagi hari masih tertawa, sore harinya sudah terbujur kaku.
Allah Ta’ala berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ.
“Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, walaupun kalian berada di benteng yang kokoh. (QS. An-Nisā’: 78)
Oleh karena itu, orang yang cerdas bukanlah mereka yang banyak hartanya, bukan pula yang panjang angan dan cita-citanya. Tetapi orang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan amal sebelum datang kematian, memanfaatkan sisa umurnya sebelum terlambat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang yang cerdas adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Sering kali kita menunda taubat dengan alasan masih muda. Kita berkata: “Nanti kalau sudah tua saya akan berubah.” Padahal tidak ada jaminan kita sampai pada usia tua.
Maka janganlah kita menunda taubat, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَتُوبُوٓا إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An-Nūr: 31)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ.
“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Untuk bertaubat tidak perlu menunggu menjadi orang baik, justru taubat adalah jalan menuju perbaikan diri.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Dunia hanyalah tiga hari:
Hari kemarin telah pergi bersama amalnya, Hari esok belum tentu engkau temui, Dan hari ini adalah kesempatanmu.”
Boleh jadi… air mata taubat hari ini lebih Allah cintai daripada berjuta-juta rencana beramal shalih di kemudian hari.
Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah shalat kita benar…?
Sudahkah kita menjaga lisan…?
Sudahkah kita membaca Al-Qur'an…?
Sudahkah kita meminta maaf kepada orang tua, sesama…?
Sudahkah kita meninggalkan kebiasaan buruk kita, yang selama ini menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan…?
Oleh karenanya, mari perbaiki shalat kita, perbanyak amal shaleh kita, …
Menjaga Salat
Karena salat adalah amal pertama yang dihisab.
Memperbanyak Sedekah
Sebab sedekah akan menjadi naungan di hari kiamat.
Membaca Al-Qur’an
Jangan sampai umur habis tetapi Al-Qur’an jauh dari kehidupan kita.
Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Karena Nabi ﷺ sendiri yang ma’shum beristighfar lebih dari 70 kali sehari.
Janganlah kita tertipu dengan panjang angan-angan. Banyak orang yang seusia kita sudah mendahului kita ke alam kubur.
karena kita tidak pernah tahu, apakah esok masih menjadi milik kita, ketika kematian datang, penyesalan tidak lagi berguna.
Allah Ta’ala menggambarkan penyesalan manusia ketika sakaratul maut:
قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku agar aku dapat beramal shaleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al-Mu’minūn: 99–100)
Kita bisa membayangkan betapa beratnya penyesalan yang dirasakan orang “sakaratul maut”
Semoga Allah membimbing , menuntun dan memberi kita semua “husnul khatimah”. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari)
Karena itu jangan merasa aman dari dosa, dan jangan pula putus asa dari rahmat Allah.
Tanda orang yang husnul khatimah adalah mereka yang menjaga iman, menjaga shalat, menjaga taubat, dan istiqamah dalam kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكِ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ بَشِيرٍ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَخُضُوعًا لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّدَ لَهُ نِعْمَةً أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لاَ تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.