Kematian Tidak Menunggu Tua
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَحَ صُدُورَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِطَاعَتِهِ، وَهَدَاهُمْ إِلَىٰ تَحْكِيمِ كِتَابِهِ وَٱلْعَمَلِ بِهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي ٱلْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ .
قال اللهُ تعالى : { یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ }
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Mari kita meningkatkan iman, amal dengan terus melakukan introspeksi , muhasabah, sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Karena hanya bekal takwa yang akan menyelamatkan kita ketika menghadap Allah nanti.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Saat ini kita berada di bulan Dzulqa’dah, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ.
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Para ulama menjelaskan bahwa dosa pada bulan haram lebih besar, dan amal shalih lebih agung pahalanya.
Imam Qatadah رحمه الله berkata:
إِنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيئَةً وَوِزْرًا
“Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosa dan kesalahannya.”
Oleh karena itu, bulan Dzulqa’dah hendaknya menjadi momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal shalih, dan bertaubat. Banyak orang menunggu waktu luang untuk bertaubat, padahal kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ.
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan sesungguhnya pahala kalian disempurnakan pada hari kiamat.” (QS. Āli ‘Imrān: 185)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Kematian adalah kepastian. Tidak ada seorang pun yang mampu menolaknya. Yang tua akan mati, yang muda pun demikian. Yang sehat bisa meninggal tiba-tiba, yang sakit belum tentu wafat hari ini.
Betapa banyak anak muda yang lebih dahulu dipanggil Allah sebelum sempat menikmati masa tua. Betapa banyak orang yang pagi hari masih tertawa, sore harinya sudah terbujur kaku.
Allah Ta’ala berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ.
“Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, walaupun kalian berada di benteng yang kokoh. (QS. An-Nisā’: 78)
Oleh karena itu, orang yang cerdas bukanlah mereka yang banyak hartanya, bukan pula yang panjang angan dan cita-citanya. Tetapi orang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan amal sebelum datang kematian, memanfaatkan sisa umurnya sebelum terlambat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang yang cerdas adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Sering kali kita menunda taubat dengan alasan masih muda. Kita berkata: “Nanti kalau sudah tua saya akan berubah.” Padahal tidak ada jaminan kita sampai pada usia tua.
Maka janganlah kita menunda taubat, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَتُوبُوٓا إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An-Nūr: 31)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ.
“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Untuk bertaubat tidak perlu menunggu menjadi orang baik, justru taubat adalah jalan menuju perbaikan diri.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Dunia hanyalah tiga hari:
Hari kemarin telah pergi bersama amalnya, Hari esok belum tentu engkau temui, Dan hari ini adalah kesempatanmu.”
Boleh jadi… air mata taubat hari ini lebih Allah cintai daripada berjuta-juta rencana beramal shalih di kemudian hari.
Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah shalat kita benar…?
Sudahkah kita menjaga lisan…?
Sudahkah kita membaca Al-Qur'an…?
Sudahkah kita meminta maaf kepada orang tua, sesama…?
Sudahkah kita meninggalkan kebiasaan buruk kita, yang selama ini menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan…?
Oleh karenanya, mari perbaiki shalat kita, perbanyak amal shaleh kita, …
Menjaga Salat
Karena salat adalah amal pertama yang dihisab.
Memperbanyak Sedekah
Sebab sedekah akan menjadi naungan di hari kiamat.
Membaca Al-Qur’an
Jangan sampai umur habis tetapi Al-Qur’an jauh dari kehidupan kita.
Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Karena Nabi ﷺ sendiri yang ma’shum beristighfar lebih dari 70 kali sehari.
Janganlah kita tertipu dengan panjang angan-angan. Banyak orang yang seusia kita sudah mendahului kita ke alam kubur.
karena kita tidak pernah tahu, apakah esok masih menjadi milik kita, ketika kematian datang, penyesalan tidak lagi berguna.
Allah Ta’ala menggambarkan penyesalan manusia ketika sakaratul maut:
قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku agar aku dapat beramal shaleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al-Mu’minūn: 99–100)
Kita bisa membayangkan betapa beratnya penyesalan yang dirasakan orang “sakaratul maut”
Semoga Allah membimbing , menuntun dan memberi kita semua “husnul khatimah”. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari)
Karena itu jangan merasa aman dari dosa, dan jangan pula putus asa dari rahmat Allah.
Tanda orang yang husnul khatimah adalah mereka yang menjaga iman, menjaga shalat, menjaga taubat, dan istiqamah dalam kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكِ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ بَشِيرٍ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَخُضُوعًا لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّدَ لَهُ نِعْمَةً أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لاَ تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar