“Dari Masjid , Umat Bangkit”
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المسلمون ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
إِنَّمَا یَعْمُرُ مَسَـاجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْیَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ یَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ، فَعَسَىٰۤ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَن یَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِینَ
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Mari kita meningkatkan Iman, amal dengan terus melakukan introsfeksi, sebagai sarana menjaga ketaqwaan kita kepada Allah SWT.; menghisab diri sendiri sebelum dihisab di hadapan Alloh, apakah selama ini perbuatan kita sudah sejalan dengan tatanan agama, apakah selama ini perbuatan kita sudah sesuai dengan tuntunan Nabi mulia, atau justru jauh dari ajaran agama, jauh dari syari’ah yang dibawa Nabi mulia, agama hanya di bibir saja, agama hanya sebatas KTP semata.
Mari kita semakin meningkatkan keyakinan kita, untuk membulatkan tekat berpegang teguh hanya semata pada ajaran agama Allah. Jadikan ajaran Islam satu-satuNya pedoman hidup kita, niscaya ketenangan akan menyelimuti kehidupan kita.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Mari sejenak kita mentadabburi firman Allah dalam surat At-taubah ayat 18 :
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰاجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّاا للّٰهَ ، فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Semoga mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah 9: Ayat 18)
Kata “Ya‘mur” dalam bahasa Arab mencakup dua makna:
‘Imarah hissiyyah (fisik): membangun, menjaga kebersihan, memperindah, merawat bangunan masjid.
‘Imarah ma‘nawiyyah (spiritual): bisa dengan dzikir, shalat berjamaah, majelis ilmu, dan amal saleh² lain.
Dalam ayat di atas Allah menegaskan: orang yang memakmurkan masjid hanyalah mereka yang beriman kepada-Nya dan percaya kehidupan akhirat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya takut kepada Allah.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Dari ayat di atas kita bisa mendapat pelajaran, ada tahapan dalam memakmurkan Masjid
Yang pertama: ʿImārah Qalbiyyah (Pemakmuran Hati) artinya menumbuhkan rasa cinta , ketertarikan pada masjid dan keterikatan hati dengan masjid, atau dalam ayat diatas dengan sebutan iman. Seseorang tidak akan pernah mencintai sesuatu, kecuali tertanam dalam hatinya keimanan, rasa suka kepada sesuatu tersebut.
Artinya sebelum tangan dan kaki melangkah memakmurkan masjid, hati terlebih dulu harus mencintai dan rindu padanya; Rindu datang ke masjid. Merasa gelisah dan ada yang terlewatkan jika tak sempat berjama’ah di masjid. Menyisihkan waktu dan harta untuk kepentingan masjid.
Dan orang yang mempunyai hati seperti inilah yang kata Rasulullah, besok di hari kiamat akan mendapatkan naungan Allah SWT.
«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ... وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ»
"Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya… salah satunya adalah seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.”
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Tahap kedua:ʿImārah ʿIbādiyyah ( Pemak muran Ibadah ) menghidupkan masjid dengan ibadah; Seperti shalat 5 waktu, dzikir, membaca Al-Qur’an, i’tikaf, dan ibadah - ibadah lainnya. Khususunya adalah shalat berjamaah di masjid “Masjid tanpa shalat berjamaah, ibarat jasad tanpa ruh.”
لا صلاةَ لجارٍ المسجد إلا في المسجد
“Tidak sempurna shalatnya tetangga masjid kecuali di masjid”
Hadits ini ada yang mengatakan dhoif kedudukannya, tapi pesan yang terkandung di dalamnya, tidak bertentangan dengan kandungan hadits shahih yang ada. Sama² menilai betapa pentingnya shalat berjamaah.
Dalam sebuah hadits shahih dikatakan:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ … إِلْخِ. الحديث رواه البخاري
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku hampir saja memerintahkan seseorang untuk mengambil kayu bakar sehingga ia mengambilnya, kemudian aku memerintahkan agar dikumandangkan adzan untuk shalat, lalu aku memerintahkan seseorang untuk memimpin (imam) shalat bagi manusia, kemudian aku berpaling kepada beberapa orang dan membakar rumah-rumah mereka (karena meninggalkan shalat berjamaah)...... (HR al-Bukhari).”
Bahkan di dalam QS. An-nisa ayat 102, Allah tetap memerintahkan Rasul-Nya. shalat berjamaah, sekalipun dalam keadaan tidak aman, yaitu saat berperang melawan musuh.
Pertanyaannya untuk saat ini, adalah, apakah saat ini keadaan umat muslim lebih genting dari pada masa Rasulullah, atau-kah kita lebih mulia dari Rasulullah Saw..?? hingga sampai banyak masjid yang kosong.
“Jika saat ini ada laki-laki yang enggan shalat berjamaah di masjid, sungguh dia shalat pakai mukena, itu jauh lebih layak baginya.” karena tidak ada bedanya dengan prempuan.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Tahap ketiga: ʿImārah Ijtimāʿiyyah (Pemakmuran Sosial) yaitu dengan menjadikan masjid pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan, tempat bersatunya hati dan berbagi ; Seperti menyantuni fakir miskin, menggalang infak, zakat, dan sedekah untuk umat, menjadi tempat silaturahmi antar jama’ah.
Hadirin… masjid yang makmur adalah masjid yang melahirkan perubahan positif di tengah masyarakat sekitarnya.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Yang keempat : ʿImārah ʿIlmiyyah (Pemakmuran Ilmu) yaitu menjadikan masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat, bukan hanya tempat sujud saja, tetapi lebih dari itu, masjid juga menjadi tempat pendidikan, tempat musyawarah, tempat sosial, dan pusat pembinaan umat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْبِلادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا
“Tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi adalah masjid-masjidnya.” (HR. Muslim)
Artinya, dari tempat yang dicintai Allah inilah seharusnya lahir kebaikan dan kemajuan. Masjid bukan sekadar bangunan megah dengan menara tinggi, tetapi tempat yang menumbuhkan keimanan, ukhuwah, dan semangat beramal.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Masjid pada masa Rasulullah adalah madrasah pertama bagi umat Islam, dan dari situ Rasulullah ﷺ mengajar para sahabat; mengajarkan akidah, Al-Qur’an, fiqih, dan akhlak.
قال رسول الله ﷺ: «وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ» (رواه مسلم)
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya bersama, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut (membanggakan) mereka di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
Maka, hendaknya masjid tidak hanya ramai oleh shalat, tapi juga oleh majelis ilmu. Karena dari ilmu, lahir iman yang benar dan amal yang lurus. Dan akhirnya dari masjid lahirlah ulama, pemimpin, dan pejuang umat. Masjid menjadi pusat nilai moral, keadilan, dan kemajuan.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,
Masjid adalah rumah Allah, Allah adalah kekasih setiap hamba, setiap hamba pasti merindukan pertemuan dengan-Nya kecuali orang² yang tak beriman dan yang imamnya lemah. Maka jaga dan rawatlah rumah Allah, harumilah rumah Allah dengan berdzikir, shalat berjamaah dan amalan-amalan shaleh lainnya. Apa bukti kita dihadapan Allah nanti, jika hanya sekedar meramaikan rumah-Nya saja kita enggan..???
Masjid adalah jantung kehidupan umat Islam. Sejarah telah mencatat, bahwa kebangkitan umat Islam selalu berawal dari masjid. Dari masjidlah Rasulullah ﷺ membangun peradaban Islam yang agung.
Ketika beliau hijrah ke Madinah, yang pertama kali beliau lakukan bukan membangun istana, bukan pasar, tetapi membangun masjid; Masjid Nabawi.
Dari masjid itulah lahir generasi sahabat yang kokoh imannya, lurus akhlaknya, dan besar pengorbanannya. Dari masjid itu juga lahir keputusan² besar , dakwah menyebar, umat Islam bangkit menaklukkan hati manusia dengan cahaya Islam, dan Islam tumbuh menjadi peradaban besar yang menerangi dunia.
Oleh karenanya , mari kita hidupkan kembali semangat memakmurkan masjid, bukan sekadar berdinding megah, berkarpet indah , tapi berjiwa taqwa, dan pemurah. Setiap langkah menuju masjid adalah tanda bahwa kita termasuk yang disebut Allah dalam ayat di atas - yaitu hamba-hamba yang sebenarnya beriman dan mendapat petunjuk.
Yang terakhir , saya ulangi kembali, mari kita jadikan masjid bukan sekadar bangunan indah, tetapi tempat bersujud, tempat perjuangan dan pembentukan karakter umat; Bawalah keluarga kita ke masjid, didik anak-anak kita mencintai masjid, bersedekahlah untuk kegiatan masjid, dan jadikan masjid pusat persaudaraan dan pusat penyebaran ilmu.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكَ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ نَبِيٍّ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَمَحَبَّةً لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّد لَهُ نِعْمَة أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةً للَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.
وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأَمِينِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذٰلِكَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا).
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ ، سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَن سَائِرِ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.