Translate

Selasa, 14 April 2026

Ramadhan dan Revolusi Akhlak

"Ramadhan dan Revolusi akhlak" (Untuk materi khutbah Jum'at dan idul Fitri)


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْنَا صِيَامَ رَمَضَانَ، لِنَتَّقِيَ بِهِ الرَّحْمٰنَ، وَنُزَكِّيَ بِهِ النُّفُوسَ وَالْإِيْمَانَ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، 

فَيَا أَيُّهَا المسلمون ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ،إِعلَمُوا إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ لَيْسَ مُجَرَّدَ شَهْرِ الْجُوعِ وَالْعَطَشِ، وَلَا مُجَرَّدَ تَغْيِيرِ مَوَاعِيدِ الطَّعَامِ وَالنَّوْمِ، بَلْ هُوَ مَدْرَسَةٌ إِيمَانِيَّةٌ كُبْرَى، وَمَعْمَلٌ لِتَهْذِيبِ النُّفُوسِ، وَمِيدَانٌ لِثَوْرَةٍ أَخْلَاقِيَّةٍ شَامِلَةٍ.

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وقال تعالى أيضا: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

  Alhamdulillah, semata karena Taufik Allah, kita dapat menjalankan ibadah puasa,  sekaligus menunaikan ibadah shalat Jum'ah

 Marilah kita sama - sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Dia-lah dzat yang telah mewajibkan puasa untuk membersihkan jiwa kita dan memperbaiki akhlak, serta menjadikan tujuan akhirnya adalah ketakwaan, karena hanya dengan takwa segala sesuatunya akan terwujud.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

   Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan kepada kita puasa Ramadhan, agar dengan puasa itu kita bertakwa kepada-Nya, serta menyucikan jiwa dan keimanan kita.

 Ketakwaan adalah tujuan utama dalam pelaksanaan puasa Ramadhan. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar ada ketakwaan dalam diri kalian.” (QS. Al-Baqarah: 183)

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

  Dari ayat di atas bisa kita pahami, puasa Ramadhan yang kita jalani saat ini ada kebutuhan rohani kita, puasa Ramadhan disyariatkan adalah untuk terwujudnya ketakwaan dalam setiap individu kaum muslimin.

 Ramadhan hadir bukan sekadar untuk menahan lapar dan dahaga. Ramadhan datang membawa misi besar: membangun manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia.

 Ramadhan Adalah Momentum Revolusi ; Revolusi berarti perubahan besar. Perubahan total. Ramadhan bukan hanya perubahan jadwal makan, bukan pula hanya perubahan jam tidur, akan tetapi Ramadhan adalah perubahan hati, perubahan sikap, perubahan karakter.

 Puasa Ramadhan adalah madrasah besar pembinaan akhlak. Ia adalah momentum revolusi ruhani, perubahan total dalam diri seorang mukmin;

  • Jika sebelum Ramadhan kita mudah marah — maka Ramadhan harus menjadikan kita sabar.

  • Jika sebelumnya lisan kita tajam — maka Ramadhan harus melembutkannya.

  • Jika sebelumnya kita lalai — maka Ramadhan harus membangunkan kita.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Jadi sudah jelas, tujuan disyariatkannya kewajiban puasa Ramadhan adalah agar terlahir Takwa dan Akhlak mulia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

  “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (yakni puasanya tidak bernilai di sisi Allah).” (HR. Sahih al-Bukhari)

  Artinya apa, Hadis ini menegaskan: esensi puasa adalah perubahan akhlak (revolusi akhlak) , bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan lisan dari dusta, menahan hati dari dengki, dan menahan tangan dari kedhaliman.

  Jika revolusi dunia mengubah sistem dan kekuasaan, maka Ramadhan datang untuk mengubah hati, memperbaiki perilaku, dan membentuk manusia baru dengan akhlak mulia. Ramadhan membebaskan manusia dari perbudakan hawa nafsu, menanamkan kejujuran, kesabaran, keikhlasan, serta kasih sayang.

  Inilah makna sejati Ramadhan, revolusi dalam diri, perubahan dalam akhlak, dan kebangkitan iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

  • Dari dusta menjadi jujur

  • Dari amarah menjadi sabar

  • Dari bakhil menjadi dermawan

  • Dari lalai menjadi taat

  Rasulullah ﷺ adalah teladan Revolusi Akhlak, Nabi kita Muhammad ﷺ adalah contoh nyata akhlak yang agung. Allah ﷻ berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ .

“Sungguh engkau Muhammad benar-benar berakhlak yang agung”

  Dalam sebuah hadits sahih disebutkan; bahwa akhlak beliau Rasulullah adalah Al-Qur’an (HR. Sahih Muslim). 

  Bahkan dalam hal kedermawanan, di bulan Ramadhan beliau semakin dermawan:

كَانَ رَسُولُ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ .... الحديث

  “Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. Dan beliau paling dermawan lagi pada bulan Ramadhan......”  (HR. Muslim)

Artinya, Ramadhan telah meningkatkan kualitas akhlak beliau yang sudah mulia.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

     Ramadhan adalah pengendali Nafsu, puasa adalah latihan pengendalian diri. Nabi ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

   “ Puasa adalah perisai ”. Perisai dari apa? Dari hawa nafsu, dari maksiat, dari api neraka.

   Maka revolusi akhlak di bulan Ramadhan ini, dimulai dari kemenangan atas diri sendiri.

   Jika setelah Ramadhan:

  • Shalat tetap terjaga

  • Lisan tetap santun

  • Hati tetap bersih

  • Sedekah tetap berjalan

Maka itulah tanda Ramadhan berhasil merevolusi akhlak kita. Maka bersyukurlah siapa saja yang telah berhasil terbina di madrasah Ramadhan.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Misi “revolusi akhlak” lewat madrasah Ramadhan, bukan hanya perubahan pribadi, tetapi perubahan sosial.

Bayangkan jika:

  • Pedagang jujur , tanpa tipu-tipu 

  • Pemimpin sebuah negeri, amanah, bersih dari KKN 

  • Suami lembut , penuh kasih sayang.

  • Istri taat terhadap pasangannya.

  • Anak berbakti pada kedua orang tuanya.

  • Tetangga saling peduli pada sesama.

 Maka lahirlah dalam negeri tersebut , istilah “بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ , Gemah Ripah Loh Jinawi”. yaitu Negara ideal: makmur lahir dan batin, sejahtera penduduknya di dunia dan akhirat. Dan semua itu , kuncinya ada pada ketawaan setiap individu.

❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumuLLOH,

 Dunia tidak akan berubah, jika kita tidak berubah.

 Keluarga tidak akan harmonis, jika kita tidak memperbaiki akhlak kita.

 Masyarakat tidak akan damai, jika hati kita masih penuh kebencian.

 Oleh karenanya, Mari… jangan jadikan Ramadhan tahun ini hanya sebagai ritual tahunan, tanpa perubahan karakter pada diri pribadi kita masing-masing.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ ٱلْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ ٱلْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَٱسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ



الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكَ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ بَشِيرٍْ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَخُضُوعًا لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّدَ لَهُ نِعْمَة أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لا تَزيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.

وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأَمِينِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذٰلِكَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ وَحَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ الْبَشِيرِ النَّذِيرِ وَالسِّرَاجِ الْمُنِيرِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ ، سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَن سَائِرِ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلًا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيفَة الْمُبَارَكَة مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينْ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينْ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ رَمَضَانَ هٰذَا نُقْطَةَ تَحَوُّلٍ فِي حَيَاتِنَا وَحَيَاةِ أُمَّتِنَا

Ya Allah, jadikan Ramadhan ini sebagai titik balik kehidupan kami, bangsa kami.

اللَّهُمَّ أَحْدِثْ فِي أَخْلَاقِنَا ثَوْرَةً تُحَوِّلُهَا إِلَى أَخْلَاقٍ تَرْضَاهَا عَنَّا.

Ya Allah, revolusikan akhlak kami menjadi akhlak yang Engkau ridhai.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ وَاشْكُرُوهُ عَلَى آلَائِهِ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.


====================================================================

SHIGHAT TAKBIR


اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

===================================================================

Ramadhan dan Revolusi akhlak (Untuk Khutbah Idul Fitri)


الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، 

لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَتَمَّ عَلَيْنَا نِعْمَةَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَبَلَّغَنَا يَوْمَ الْجَوَائِزِ وَالْإِكْرَامِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وَاعْلَمُوا - أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيدٍ وَفَرَحٍ، وَلٰكِنَّهُ أَيْضًا يَوْمُ مُحَاسَبَةٍ وَتَقْوِيمٍ.

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ




❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

 Marilah kita sama - sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenarnya takwa. Dia-lah dzat yang telah mewajibkan puasa untuk membersihkan jiwa kita dan memperbaiki akhlak.

Hari ini kita merayakan Idul Fitri. Setelah sebulan penuh kita ditempa di madrasah Ramadhan, hari ini adalah hari evaluasi:

  • Apakah Ramadhan yang kita jalankan sebulan penuh, benar - benar telah merevolusi (merubah) akhlak kita…? sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik yang diridhai Allah.

  • Apakah Ramadhan yang kita jalankan sebulan penuh, benar - benar membuat kita lebih takut lagi untuk berbuat sesuatu yang dimurkai Allah.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

 Segala puji bagi Allah yang telah mensyariatkan kepada kita puasa Ramadhan, agar dengan puasa itu kita bertakwa kepada-Nya, serta menyucikan jiwa kita, karena hanya dengan takwa segala sesuatunya akan terwujud. 

 Ketakwaan adalah tujuan utama dalam pelaksanaan puasa Ramadhan. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa - sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian - agar ada ketakwaan dalam diri kalian.” (QS. Al-Baqarah: 183)

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

  Dari ayat di atas bisa kita pahami, puasa yang kita jalani selama sebulan kemarin adalah kebutuhan rohani kita. Sebagaimana dikatakan sebagian ulama:

الْإِنْسَانُ يَعِيشُ بِجَسَدٍ وَرُوحٍ؛ فَالطَّعَامُ يُقَوِّي الْجَسَدَ، وَأَمَّا الصَّوْمُ فَيُقَوِّي الرُّوحَ.

“Manusia hidup dengan jasad dan ruh. Makanan menguatkan jasad, sedangkan puasa menguatkan ruh.”

Puasa Ramadhan disyariatkan adalah untuk kebutuhan ruhani kita, untuk kesehatan ruhani kita, karena dengan kesehatan ruhani terwujudnya ketakwaan dalam setiap individu kaum muslimin, dan takwa adalah kunci segala kebaikan di dunia.

  Sebagai umat Muhammad ﷺ , kita sangat membutuhkan puasa, karena hati kita mudah terkotori oleh syahwat dan kelalaian. Puasa menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan:

فَإِنَّ فِي الصَّوْمِ تَزْكِيَةً لِلْبَدَنِ وَتَضْيِيقًا لِمَسَالِكِ الشَّيْطَانِ

“Dalam puasa terdapat penyucian jiwa dan penyempitan jalan-jalan setan.”

  Artinya; Ramadhan hadir bukan sekadar untuk menahan lapar dan dahaga. Ramadhan datang membawa misi besar: membangun manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia, inilah tujuan utamanya.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

Ramadhan adalah Momentum Revolusi (saat yang tepat untuk perubahan) ; Revolusi adalah perubahan besar. Ramadhan bukan hanya perubahan jadwal makan, bukan pula hanya perubahan jam tidur, akan tetapi Ramadhan di hadirkan untuk perubahan hati, perubahan sikap, merubah kebiasaan yang kurang baik, menjadi kebiasaan yang baik.

 Puasa Ramadhan adalah madrasah besar pembinaan akhlak. Ramadhan adalah momentum revolusi ruhani, perubahan total dalam diri seorang mukmin;

  • Jika sebelum Ramadhan kita mudah marah — diharapkan setelah Ramadhan, harus lebih sabar.

  • Jika dahulu lisan kita tajam, suka melukai hati tetangga — diharapkan setelah Ramadhan, harus lebih lembut.

  • Jika dahulu kita bakhil — diharapkan setelah Ramadhan, harus lebih dermawan.

Itulah tujuan utama disyariatkannya puasa Ramadhan.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

 Jadi sudah jelas, tujuan disyariatkannya kewajiban puasa Ramadhan adalah agar terlahir ketakwaan dan Akhlak mulia dalam diri kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

  “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (yakni puasanya tidak bernilai di sisi Allah).” (HR. Sahih al-Bukhari)

  Artinya apa..?? Hadis ini menegaskan: esensi puasa adalah perubahan akhlak (revolusi akhlak) , bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan lisan dari dusta, dari ghibah, menahan hati dari dengki, dan menahan tangan dari berbuat dhalim.

Lebih jelasnya, puasa yang tidak melahirkan perubahan akhlak, hanyalah lapar dan dahaga.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

  Jika revolusi dunia mengubah sistem dan kekuasaan, maka Ramadhan datang untuk mengubah hati, memperbaiki perilaku, dan membentuk manusia baru dengan akhlak mulia.

 Ramadhan membebaskan manusia dari perbudakan hawa nafsu, menanamkan kejujuran, kesabaran, keikhlasan, serta kasih sayang.

  Inilah makna sejati Ramadhan; perubahan dalam akhlak, dan kebangkitan iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dari dusta menjadi jujur

Dari amarah menjadi sabar

Dari bakhil menjadi dermawan

Dari lalai menjadi taat

  Rasulullah ﷺ adalah teladan Revolusi Akhlak, Nabi kita Muhammad ﷺ adalah contoh nyata akhlak yang agung. Allah ﷻ berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ .

“Sungguh engkau Muhammad benar-benar berakhlak yang agung”

  Dalam sebuah hadits shahih disebutkan; bahwa akhlak beliau Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur’an (HR. Sahih Muslim). 

  Bahkan dalam hal kedermawanan, di bulan Ramadhan beliau semakin dermawan:

كَانَ رَسُولُ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ .... الحديث

  “Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. Dan beliau paling dermawan lagi pada bulan Ramadhan......”  (HR. Muslim)

 Artinya, Ramadhan telah meningkatkan kualitas akhlak beliau yang sudah mulia, menjadi lebih mulia lagi.

Maka Idul Fitri bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pembuktian. Yang paling berharga bukan hanya amal saat Ramadhan, tetapi jejak kebaikan yang terus hidup sampai setelah kepergian Ramadhan.

Apakah shalat kita tetap terjaga?

Apakah lisan kita tetap santun?

Apakah sedekah tetap berjalan?

Apakah hati tetap bersih dari dengki dan kebencian?

 Jika jawabannya, “iya” Maka itu artinya Ramadhan telah berhasil merevolusi akhlak kita, merubah pribadi kita. Maka bersyukurlah siapa saja yang telah berhasil terbina di madrasah Ramadhan.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

     Ramadhan adalah pengendali Nafsu, puasa adalah latihan pengendalian diri. Nabi ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai (pelindung)”. Perisai dari apa? Dari hawa nafsu, dari maksiat, dari api neraka.

Saat ini kita hidup di zaman penuh fitnah dan godaan. Mulai dari TV, HP, media sosial.

  Kita adalah umat yang banyak berbuat salah,

Maka kita membutuhkan “perisai ruhani” untuk menjaga diri dari dosa.

Oleh karena itu, Allah beri kita musim pengampunan dosa , disetiap tahun, yaitu bulan suci Ramadhan.

Karena puncak prestasi tertinggi seorang hamba adalah terampuni dosa-dosanya.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

 Misi / harapan “revolusi akhlak” lewat madrasah Ramadhan, bukan hanya perubahan pribadi, tetapi perubahan sosial.

Bayangkan jika:

  • Pedagang jujur , tanpa tipu-tipu 

  • Pemimpin sebuah negeri, amanah, bersih dari KKN 

  • Suami lembut , penuh kasih sayang dan tanggung jawab.

  • Istri taat terhadap pasangannya.

  • Anak berbakti pada kedua orang tuanya.

  • Tetangga saling peduli pada sesama.

 Maka lahirlah dalam negeri tersebut , istilah “بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ , Gemah Ripah Loh Jinawi”. yaitu Negara ideal: makmur lahir dan batin, sejahtera penduduknya di dunia dan akhirat. Dan semua itu , kuncinya ada pada ketawaan setiap individu. Dan semuanya dimulai dari satu hal: perubahan diri kita sendiri.

  • Pedagang, tidak akan menipu, jika ada rasa takut (takwa) dalam hatinya.

  • Pemimpin, tidak akan berani korupsi, jika ada rasa takut dalam hatinya.

  • Suami, tidak akan menelantarkan anak istrinya, jika ada rasa cinta pada dirinya.

❖ Hadirin Jama’ah shalat Iedul Fitri hafidhokumuLLOH,

Idul Fitri adalah hari kemenangan. Namun kemenangan sejati bukan pada pakaian baru, bukan pada hidangan yang melimpah, tetapi pada hati yang kembali bersih dan jiwa yang kembali tunduk kepada Allah. Sebagian ulama berkata:

لَيْسَ الْعِيدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيدَ ، وَلٰكِنَّ الْعِيدَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيدُ.

Bukanlah Idul Fitri bagi yang mengenakan pakaian baru, tetapi bagi yang ketaatannya bertambah.

Saat ini kita hidup di zaman yang aneh.

Timbangan berat badan lebih penting, dari pada timbangan amal.

Kebersihan baju lebih penting dari pada kebersihan jiwa.

 Oleh karenanya, Mari pada momentum Iedul Fitri ini, kita jadikan sebagai titik balik perubahan hidup kita, perubahan bangsa kita.

Dunia tidak akan berubah, jika kita tidak berubah.

 Keluarga tidak akan harmonis, jika kita tidak memperbaiki akhlak kita.

 Masyarakat tidak akan damai, jika hati kita masih dipenuhi kebencian.

Hari ini kita saling memaafkan.

Hari ini kita bersihkan hati.

Hari ini kita kembali kepada fitrah.

Jangan jadikan Ramadhan tahun ini hanya sebagai ritual tahunan, tanpa perubahan karakter pada diri pribadi kita masing-masing.


تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، تَقَبَّلْ يَا كَرِيمُ،

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ ٱلْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ ٱلْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَٱسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ




الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ


الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، 

لا إله إلا الله ، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.

الْحَمْدُ لِلَّهِ مالِكَ الْمُلْكِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَفْضَلُ بَشِيرٍْ وَخَيْرُ نَذِيرٍ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. نُقِلَ عَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ بِاللَّهِ قَوْلُهُ: إِنَّ الْكَيِّسَ الْفَطِنَ الذَّكِيَّ: مَنْ لَا تَزِيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا انْكِسَارًا وَذُلًّا وَتَوَاضُعًا وَخُضُوعًا لِلْمُنْعِمِ، وَكُلَّمَا جَدَّدَ لَهُ نِعْمَة أَحْدَثَ لَهَا عُبُودِيَّةً وَخُضُوعًا. فَكُونُوا يَا عِبَادَ اللَّهِ مِمَّنْ لا تَزيدُهُ النِّعَمُ إِلَّا طَاعَةَ اللَّهِ، وَإِقْبَالًا عَلَيْهِ، وَتَوَجُّهًا إِلَيْهِ، وَلَا تَكُونُوا مِمَّنْ أَبْطَرَتْهُ النِّعْمَةُ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ.

وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأَمِينِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذٰلِكَ فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ وَحَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ الْبَشِيرِ النَّذِيرِ وَالسِّرَاجِ الْمُنِيرِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ ، سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَن سَائِرِ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَا غَافِرَ الذُّنُوبِ وَالْخَطِيئَاتِ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَاهْدِ حَوْزَةَ الدِّينِ، وَدَمِّرِ الْيَهُودَ وَأَعْوَانَهُمْ مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُم ، وَاصْلِحْ قَادَتَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِي مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ إِندُونِيسِيَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلًا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيفَة الْمُبَارَكَة مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينْ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينْ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا وَتَسْبِيحَنَا وَتَهْلِيلَنَا وَتَحْمِيدَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَخَشُّعَنَا ، وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا ، وَتَقَبَّلْ قِرَاءَتَنَا مِنَ الْقُرْآنِ ، وَلَا تَضْرِبْ بِهَا وُجُوهَنَا، يَا إِلَهَ الْعَالَمِينَ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، تَقَبَّلْ يَا كَرِيمُ، جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ، كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

و السلام عليكم و رحمة الله وبركاته


Tidak ada komentar: