Akhlak: Keseimbangan Hidup di Era Globalisasi dan Kemajuan Zaman
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَحَ صُدُورَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِطَاعَتِهِ، وَهَدَاهُمْ إِلَىٰ تَحْكِيمِ كِتَابِهِ وَٱلْعَمَلِ بِهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي ٱلْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ ، اتَّقُوا ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ .
قال اللهُ تعالى : { یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ }
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Mari kita meningkatkan iman, amal dengan terus melakukan introspeksi , muhasabah, sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Kita hidup di zaman yang serba cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi begitu mudah diakses, dan dunia seakan tanpa batas. Inilah yang disebut globalisasi. Namun, di balik kemajuan itu, ada satu hal yang sering terabaikan: akhlak.
Padahal, akhlak adalah inti ajaran Islam.
Allah ﷻ berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan Rasulullah ﷺ bukan hanya pada ilmu dan ibadahnya, tetapi juga pada akhlaknya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Di era globalisasi, manusia sering kehilangan keseimbangan. Banyak orang canggih dalam teknologi, tetapi lemah dalam moral. Pintar dalam ilmu, tetapi miskin adab.
Padahal Islam mengajarkan keseimbangan:
antara dunia dan akhirat
antara ilmu dan akhlak
antara kemajuan dan nilai-nilai spiritual
Allah ﷻ berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا.
“Carilah negeri akhirat dengan apa yang telah Allah berikan kepadamu, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)
Ini adalah prinsip keseimbangan hidup dalam Islam.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Kemajuan zaman tanpa akhlak akan membawa kerusakan:
media sosial tanpa adab melahirkan fitnah
ilmu tanpa akhlak melahirkan kesombongan
kekuasaan tanpa akhlak melahirkan kezaliman, keangkuhan.
Seorang ulama besar, Imam Al-Ghazali berkata: “Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.”
Dan beliau juga menekankan bahwa inti agama adalah tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dari sinilah lahir akhlak mulia,
Para salaf juga berkata: “Kami mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu.”
Kenapa demikian karena akhlak adalah fondasi.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Akhlak adalah penyeimbang dalam kehidupan modern:
Sabar menahan diri dari hawa nafsu
Jujur di tengah budaya manipulasi
Amanah di tengah krisis kepercayaan
Tawadhu’ di tengah kesombongan intelektual
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
Maka jelas, akhlak bukan sekadar pelengkap, tapi inti keimanan.
❖ Hadirin Jama’ah Jum’ah hafidhokumullOH,
Sebagai penutup khutbah, mari kita renungkan, bagaimana cara menjaga akhlak di era modern?
Pertama: Menguatkan iman
Karena akhlak yang baik lahir dari hati yang bersih. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara: 88–89:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Kedua: Meneladani Rasulullah ﷺ
Karena beliau adalah standar akhlak terbaik.
Ketiga: Mengontrol diri di era digital
Bijak dalam berbicara, menulis, dan menyebarkan informasi. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Qaf: 18
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Keempat: Bergaul dengan orang saleh
Karena lingkungan sangat mempengaruhi akhlak.
Seorang ulama, Abdullah bin Mas'ud, berkata:
“Seseorang akan mengikuti agama temannya, maka lihatlah dengan siapa ia berteman.”
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan akhlak sebagai:
identitas diri
benteng dari kerusakan zaman
jalan menuju ridha Allah
Karena pada akhirnya, yang paling berat di timbangan amal adalah akhlak.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar