Translate

Jumat, 11 Maret 2016

Membangun dan Melestarikan Bangunan Ukhuwwah



" QS Al Hujurot:10.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu saudara, maka damaikanlah diantara dua saudara kalian 
Uraian Ayat
Dalam pandangan islam, seluruh umat manusia yang memiliki kesatuan agama dan keyakinanTauhid adalah bersaudara. Jadi ketika gedung persaudaraan belum ada atau terbangun maka setiap inidividu wajib membangun dan melestarikannya. Demikian pesan yang bisa kita ambil dari ayat di atas. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri dalam banyak sabdanya seringkali mengingatkan kepada manusia yang telah menyatakan diri beriman agar mereka senantiasa menciptakan dan mempererat tali persaudaraan. Dalam satu hadits disebutkan:

"Sesungguhnya seorang yang beriman itu laksana kepala bagi tubuh setiap mukmin (yang lain ). Di mana mereka juga turut merasakan sakit jika sudara seiman sakit sebagaimana tubuh yang lain merasakan sakit ketika kepala terjangkit rasa sakit" HR Ahmad.

Sebagai wujud komitmen kita kepada
 Ukhuwwah Islamiyyah maka ketika terjadi kerusakan pada bangunan ukhuwwah tersebut maka kita harus berusaha memperbaikinya dengan segala kuasa dan usaha sebagaimana pesan perintah pada ayat di atas. Dalam ayat sebelumnya Allah juga telah berfirman yang artinya:

"Dan jika dua golongan kaum beriman saling berperang maka damaikanlah antara keduanya" QS Al Hujurot:9.
Artinya dalam misi menegakkan kembali tiang Ukhuwwah Islamiyyah yang telah miring atau bahkan roboh, seseorang harus menggunakan segala potensi yang dia miliki, dia harus rela mengorbankan diri, waktu, tenaga, dan harta. Lebih dari itu, jika memang tiang Ukhuwwah hanya bisa ditegakkan dengan kerelaannya meletakkan jabatan maka dia dengan rela hati harus meletakkan jabatannya. Hal inilah yang dapat kita temukan dan kita contoh dari seorang Al Husen bin Ali radhiyallah anhumasaat beliau dengan rela hati memberikan kekuasaan Iraq (Kufah) sepenuhnya kepada Muawiyah. Meski sebenarnya rakyat Kufah baru saja mengangkatnya menjadi khalifah pasca terbunuhnya Ali ra pada tujuh bulan sebelas hari yang lalu. Bahkan kecintaan penduduk Iraq kepada Al Husen melebihi kecintaan mereka kepada Ali ra ayahnya sama sekali tidak mempengaruhi niat bulat Beliau dalam menciptakan kedamaian dan persaudaraan di dalam komunitas umat Islam. Kepada penduduk Kufah yang sangat mencintainya, Al Husen berkhutbah: "Sesungguhnya orang yang paling cerdas adalah dia yang bertaqwa dan sebaliknya orang yang paling bodoh adalah dia yang mudah melakukan dosa, demi terciptanya perdamaian di antara umat Islam dan agar mereka tidak mati sia-sia maka aku serahkan sepenuhnya urusan pemerintahan kepada Muawiyah".
Dengan pelimpahan kekuasaan sepenuhnya kepada Muawiyah berarti terhentilah peperangan dan sengketa yang selama ini terjadi antara kubu Iraq dan Syam. Dan kini umat islam kembali kepada satu kepemimpinan setelah selama ini mereka terpecah dalam dua kepimpinan. Nyatalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Sesungguhnya cucuku ini adalah seorang yang besar (Sayyid), dan dengannya Allah nanti akan mendamaikan dua kelompok besar umat Islam" HR Bukhori. Hal ini adalah dalam tataran kehiduapan secara makro (luas). Sementara dalam tataran kehidupan mikro (sempit) dalam hubungan antar individu maka setiap sengketa, perpecahan, dan kerenggangan harus disikapi dengan saling mengalah dan saling berlapang dada untuk memulai atau mendahului memaafkan, menyatukan perpecahan dan merekatkan kembali kerenggangan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Sambunglah orang yang memutusmu, berilah orang yang menghalangimu dan berpalinglah dari orang yang menganiayamu" HR Ahmad.

Jika Ukhuwwah Telah Tertata
Jangan anda seperti seorang wanita yang mencerai beraikan kembali benang-benang yang telah dipintalya. Demikian Alqur'an mengingatkan dalam surat Annahl:92:
"Dan janganlah kalian seperti seorang wanita yang menguraikan benangnya yang telah dia pintal dengan kuat hingga menjadi cerai berai kembali".
Pohon Ukhuwwah yang telah tertanam hendaknya sebisa mungkin dirawat serta ditumbuh kembangkan hingga akhirnya memberikan hasilnya yang melimpah ruah. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Allah azza wajalla dalam kitab suciNya memberikan beberapa petunjuk. Sebagaimana firmanNya yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum meremehkan kaum yang lain, sebab boleh jadi mereka (yang diremehkan) lebih baik dari pada mereka (yang meremehkan). Dan jangan pula para wanita meremehkan wanita yang lain, karena mungkin wanita (yang diremehkan) lebih baik dari pada mereka (wanita yang meremehkan) .Dan janganlah saling mencela serta jangan saling memanggil dengan panggilan yang buruk" QS Al Hujurot:11. 
Dalam ayat ini ada empat hal penting yang perlu untuk diperhatikan dalam rangka menjaga stabilitas kehidupan Ukhuwwah;
Pertama, jangan sampai kita meremehkan atau melecehkan orang lain karena mungkin orang yang diremehkan dan dilecehkan lebih baik dan lebih mendapat cinta dari Allah dibanding orang yang meremehkan dan melecehkan. Jadi mencela atau tindakan pelecehan dalam bentuk apapun adalah haram hukumnya.
Kedua, secara khusus Allah memberikan peringatan supaya seorang wanita jangan sampai mencemoohkan atau merendahkan wanita yang lain, sebab mungkin wanita yang mencemooh tidak lebih baik atau bahkan lebih rendah dari wanita yang dicemooh. Ingatlah bahwa kemuliaan wanita dalam pandangan Allah tidak terletak pada paras wajah, cerah dan halusnya kulit, tetapi kemuliaan wanita sangat bergantung sampai dimana ketaatannya kepada Allah dan ketundukannya kepada sang suami.
Ketiga, hilangkan budaya saling mencela dan mengolok-olok kendati hanya sebatas gurauan, sebab tidak jarang permusuhan berawal dari gurauan yang melewati batas kewajaran.


Keempat
, nama atau panggilan apa saja yang tidak kita sukai dan rasanya bila nama itu terdengar ditelinga dan ditujukan kepada kita maka sepertinya nama atau julukan tersebut menjadi sebuah cap buruk (stigma) bagi kita, karenanya kita sangat merasa terhina jika dipanggil dengan nama atau julukan tersebut, oleh sebab itu tradisi saling memanggil nama orang lain dengan nama atau julukan yang tidak disukai harus segera kita hentikan. Jangan sampai kita panggil saudara kita dengan nama atau panggilan yang tidak disukainya sebagaimana kita juga tidak suka ada orang lain memanggil kita dengan nama atau julukan yang tidak kita sukai. Sebaliknya kita harus memanggil orang lain dengan nama atau julukan yang paling ia senangi seperti kita juga senang jika ada orang lain memanggil kita dengan nama atau julukan yang kita sukai. Hal ini harus mendapat perhatian dari kita sebab seringkali budaya ini (Tanaabuz Bil Alqab) juga menanamkan benih ketidak harmonisan dalam hubungan persaudaraan. 

Selasa, 08 Maret 2016

JANGAN UCAPKAN "SEANDAINYA"



Rosululloh SAW bersabda :
وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Artinya: Apabila menimpamu sesuatu yang buruk, maka janganlah kau mengatakan: kalau seandainya aku berbuat begini atau begitu, tapi katakanlah: QODDAROLLOH WA MA SYA’A FA’AL (Allah telah menakdirkan dan melakukan apa yang Ia kehendaki. (HR.Muslim)
Hadits diatas melarang kita untuk berkata seandainya berkaitan dengan kejadian yang telah lalu karena hal itu tidaklah mengubah apapun dalam hidup kita malahan kita akan tenggelam dalam kesedihan. janganlah berlama-lama menyesali apa yg sdh terjadi. Berhusnudzonlah kpd Allah dan yakinlah engkau telah diberi yg terbaik. Terkadang kado yg indah itu dibungkus rapat-rapat dan berlapis-lapis. Ingatlah firman Allah swt. dlm Surah al-Baqarah ayat 216 :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui".
Ada sebuah kejadian berkenaan dg pesawat terbang di Saudi Arabia yaitu penerbangan Riyadh-Jeddah. Penumpang yang akan menaiki pesawat terbang tersebut adalah lebih dari 300 penumpang. Salah satu pria yang akan menaiki pesawat tersebut pada saat itu sedang menunggu di ruang keberangkatan, namun ketika itu dia tertidur. Kemudian diumumkan bahwa pesawat sebentar lagi akan berangkat. Ketika pria yang tertidur itu terbangun, ternyata pintu pesawat telah tertutup kemudian pesawat pun lepas landas. Akhirnya, pria tadi sangat sedih karena ketinggalan pesawat. Kenapa dia bisa ketinggalan pesawat? Namun, Allah memiliki ketetapan yaitu di tengah perjalanan ternyata pesawat tersebut mengalami kecelakaan. Subhanallah, laki-laki tersebut ternyat yang selamat. Awalnya dia sedih dan tidak suka karena ketinggalan pesawat. Namun ternyata hal itu baik baginya.
Maka jika kita tertimpa sesuatu yang tidak kita inginkan segeralah ucapkan :
QODDAROLLOH WA MA SYA’A FA’AL (Allah telah menakdirkan dan melakukan apa yang Ia kehendaki) bukankah
Rasulullah saw bersabda :
 
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Allah telah menulis takdir seluruh alam lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi"(HR Muslim )
Wallahu A'lam.



Jumat, 05 Februari 2016

PERKARA YANG MENCUKUPI!







مَنْ أَرَادَ وَلِيًّا فاللهُ يَكْفِيْهِ
Barangsiapa yang menginginkan pelindung, maka Allah cukup baginya.
وَمَنْ أَرَادَ قُدْوَةً فَالرَّسُوْلُ يَكْفِيْهِ
Barangsiapa yang menginginkan teladan, maka Rasulullah cukup baginya.

وَمَنْ أَرَادَ هُدًى فَالْقُرْآنُ يَكْفِيْهِ
Barangsiapa yang menginginkan pedoman hidup, maka al-Qur’an cukup baginya.
وَمَنْ أَرَادَ مَوْعِظَةً فَالْمَوْتُ يَكْفِيْهِ

Barangsiapa yang menginginkan peringatan maka kematian cukup baginya
وَمَنْ لاَ يَكْفِيْهِ ذَلِكَ فَالنَّارُ يَكْفِيْهِ
Dan barangsiapa tidak cukup dengan semua itu, maka neraka cukup baginya!
::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::

Rabu, 27 Januari 2016

KATALOG BUKU-BUKU ISLAMI





BERMINAT HUBUNGI : Via WA/SMS : 081250130080 / 085723712987 / BB : 57B2866E

MELAYANI PARTAI,ECERAN SERTA DROPSIP

1 Untaian Mutiara Hikmah (T. Kitabul Hikam)              30.000

2 22 Aliran Thariqat              75.000
3 55 Kisah Bijak              35.000
4 77 Menyikap Rahasia Cabang Keimanan              30.000
A
5 Agar Rizki Yang Mencarimu              40.000
6 Ahlul Bid'ah Hasanah Jilid 1              50.000
7 Ahlul Bid'ah Hasanah Jilid 2              50.000
8 Al-Ibaratul Qoshiroh (Mufrodat)              15.000
9 Amaliyah Nahdliyah              50.000
10 Aqidah Aswaja (T. Aqidatul Awam)         20.000
11 Aswajah Lahir Batin              35.000
B
12 Bekal Menuju Akhirat (T. Risalah Mudzakarah)              35.000
13 Berkah-berkah Kebikmatan Surga Setelah Menikah       30.000
14 Bidadari Bumi              35.000
15 Bilik-bilik Cinta Muhammad              75.000
16 Bukan Fitnah Tapi Inilah Faktanya              75.000
17 Buku Induk Kisah-Kisah Al-Qur'an           125.000
18 Buku Pintar Berbahasa Arab dan Inggris              40.000
19 Buku Pintar Membina Rumah Tangga (Syekh Ali Ash-Shabuni)       60.000
C
20 Cahaya di Atas Cahaya              30.000
D
21 Dakwah Cara Nabi (T. Da'watut Tammah) Jilid 2              70.000
22 Di Pojok Santri Facebook              25.000
23 Dialog Aqidah Vs Wahabi Salafi              45.000
24 Duru'ul Wiqayah
25 Dzikir Kaum Sholihin              25.000
F
26 Fikih Jenazah An Nahdliyah              30.000
27 Firasat Muhammad              40.000
H
28 Habib Umar Menjawab              35.000
29 Halaqah Cinta              50.000
30 Hizbut Tahrir Dalam Sorotan              25.000
I
31 Ilham Keberanian Umar bin Khatab              35.000
32 Ilham Kesabaran Abu Bakar Ash-Shiddiq              35.000
J
33 Jala' Al-Khatir              70.000
34 Jejak Rekam Radikalisme Salafi Wahabi              50.000
K
35 Kado Untuk Istri              55.000
36 Kado Untuk Suami              55.000
37 Keutamaan Bulan Hijriyah              30.000
38 Khadijah
39 Kholashoh Al Madad Nabawi (Hard Cover)              20.000
40 Khulashoh Al Madad Nabawi (Soft Cover)              30.000
41 Khutbah Aktual              30.000
42 Khutbah Mutiara Petuah Agama              30.000
43 Khutbah Reformasi              30.000
44 Kisah-Kisah Santri Meengandung Hikmah - Seri 1              25.000
45 kisah-Kisah Santri Meengandung Hikmah - Seri 2              25.000
46 Kitab Niat              40.000
47 Kitab Wasiyat Untuk Ahli Waris (T. Al-Washoya)              25.000
48 Kumpulan Kisah-kisah Indah dan Lucu
49 Kunci Memahami Hukum Pernikahan              25.000
50 Kyai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar              30.000
51 Kyai-Kyai Kharismatik dan Fenomenal              55.000
L
52 Lahir-Khitan-Menikah-Meninggal              50.000
M
53 Madzhab Al Asy'ari              55.000
54 Meluruskan Doktrin MTA              35.000
55 Membedah Bid'ah dan Tradisi Dalam Perspektif Ahli Hadits              15.000
56 Membongkar Penyimpangan Hizbut Tahrir              30.000
57 Mengaji Lathaiful Minan              75.000
58 Mengamalkan Ajaran Syariat              55.000
59 Mengenal Lebih Dekat Al-Habib Abdullah Al-Haddad              30.000
60 Mengenal Tuntas Al-Qur'an              50.000
61 Menggapai Kebahagiaan Hakiki              50.000
62 Menolak Madzhab Wahabi              60.000
63 Menolak Wahabi              75.000
64 Menyikap Rahasia Dzikir dan Do'a dalam Ratib al-Atthas              40.000
65 Menyikap Rahasia Dzikir dan Do'a dalam Ratib al-Haddad              30.000
66 Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama'              50.000
67 Metode Takhrij Al-Hadits              55.000
68 Misteri Umur Manusia (T. Sabilul Iddikar)              40.000
69 Muhammadiyah itu NU              65.000
70 Muhasabah Cinta              35.000
71 Mutiara Ahlul Bait              45.000
72 Mutu Manikam Al Hikam              65.000
N
73 Nasehat dan Wasiat Jilid 1 (T. Nashoih Diniyah)              65.000
74 Nasehat dan Wasiat Jilid 2 (T. Nashoih Diniyah)              65.000
75 Nasehat Untukmu Wahai Saudaraku (T. Risalah Muawanah)       40.000
76 Nasehat-Nasehat Pilihan           140.000
P
77 Pemikiran KH. Hasyim Asy'ari              55.000
78 Penghianatan dan Kedhaliman Syi'ah              35.000
79 Perang Muhammad              80.000
80 Perjalanan Menuju Allah (T. Adab Sulukil Murid)              30.000
81 Petunjuk Lengkap Tentang Haid, Nifas dan Istihadhah              30.000
R
82 Rahasia di Balik Rahasia              50.000
83 Rahasia Kecerdasan Ali bin Abi Thalib              30.000
84 Rasulullah Guru Paling Kreatif              30.000
85 Rasulullah Sang Pendidik
86 Risalah Ahlussunnah wal Jamaah (Khalista)              55.000
87 Risalah Aswaja              60.000
88 Rujukan Induk Akhlak Rasulullah              80.000
S
89 Sabilus Sholihin              20.000
90 Sampaikah Pembacaan Yasin dan Tahlil              40.000
91 Santri Bejo              40.000
92 Sayyidina Hasan dan Husain              70.000
93 Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi              75.000
94 Sejarah Hidup Muhamamd (Al Haykal)           140.000
95 Sempurna Lagi Abadi              35.000
96 Sesama Wahabi Saling Hujat              30.000
97 Sirah Nabawiytah (Al Buthi)              95.000
98 Solusi Hukum Islam              55.000
99 Syaikhona Kholil Bangkalan              55.000
T
100 Tafsir Munir
101 Tanya Jawab Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah
102 Tanya Jawab Seputar Wanita dan Keluarga
103 Tanya Jawab Syi'ah              30.000
104 Terapi Al Qur'an              55.000
105 Terapi Ruhani              55.000
106 Terjemah Al Bayan Limaa Yasyghal              60.000
107 Terjemah Al Bayan Qowim              50.000
108 Terjemah Bidayah Hidayah Pegon dan Bahasa Indonesa              35.000
109 Terjemah Bulughul Maram              70.000
110 Terjemah Hadrah Basaudan              40.000
111 Terjemah Insan Kamil              50.000
112 Terjemah Kifayatul Akhyar (2 jilid)           180.000
113 Terjemah Matan Zubad Pegon dan Bahasa Indonesa              30.000
114 Terjemah Minahus Saniyah
115 Terjemah Muqaddimah Hadramiyah              30.000
116 Terjemah Nashaihul Ibad              20.000
117 Terjemah Nurul Yaqin              40.000
118 Terjemah Petuah Ushfuriyah              25.000
119 Terjemah Qurratul Uyun              30.000
120 Terjemah Risalah Al-Qusyairiyah              70.000
121 Terjemah Risalatul Jami'ah              40.000
122 Terjemah Safinatun Najah              15.000
123 Terjemah Syarh Mukhtarul Ahadits (Hijau)           105.000
124 Terjemah Syarh Mukhtarul Ahadits (Hitam)              85.000
125 Terjemah Ta'limul Muta'allim              25.000
126 Terjemah Tanbihul Ghofilin              80.000
127 Tutur Hati              35.000
U
128 Ulama' Kharismatik 55.000
129 Untaian Kalam Salafunas Shalih              45.000

Selasa, 26 Januari 2016

HAKIKAT KEBENCIAN MANUSIA




الناس اعداء ما جهلوا

Hakikatnya setiap orang memusuhi ketidaktahuannya.

Kita membenci persepsi kita tentang yang kita benci bukan objeknya.
Ketika seorang Ateis menolak Tuhan, Tuhan yang ditolaknya tidak lain adalah dari pada apa yang dikenalnya sebatas pengetahuannya(Tuhan sebatas pikiran dia), tentu Tuhan dalam persepsi dia lain dengan Tuhan dalam persepsi orang lain, selain  itu masih banyak Tuhan lain yang belum dikenalnya. Jadi sama sekali bukan Tuhan yang sebenarnya.

Pengetahuan kita tentang sesuatu tidak selalu benar, jika pun ada benarnya biasanya tercampur dengan kesalahan. Tidak ada yang memiliki pengetahuan yang lengkap sempurna kecuali Dia dan orang yang diizinkan-Nya.

Ketika seseorang mengkritisi sesuatu konsep, sebenarnya yang dia kritisi itu dirinya sendiri, yaitu pikiran dan perasaan dia tentang konsep itu.
Begitu juga ketika seseorang membela sesuatu, yang dia bela adalah persepsi dia, pikiran  dia.

Jihad yang paling besar adalah jihad melawan pikiran, perasaan dan keinginan diri. Intelektualitas seseorang diukur dari kemampuan dia mengambil jarak dengan pikirannya, perasaan dan keinginan diri sendiri. Berpikir adalah proses dialog internal. Dialog adalah proses berfikir eksternal.

Kelebihan manusia atas makhluk lainnya adalah kesadaran diri, yaitu kemampuan mengambil jarak dari diri, mengawasi diri, mengendalikan diri. Hanya manusia saja yang mampu menertawakan diri.

Persoalan terbesar yang sering kita hadapi dalam kerja 'intelektual' adalah kesombongan intelektual, merasa diri sudah tahu, lebih tahu, lebih hebat, lebih benar, lebih baik. Ini menghalangi seseorang untuk menerima kebenaran lain yang berbeda dari yang dipersepsikannya. Di kalangan sufi disebutkan bahwa pengetahuan itu adalah hijab yang menghalangi seseorang dari pengetahuan lain.

Seorang intelek adalah seorang pencari kebenaran seumur hidup, dia percaya bahwa apa yang diketahuinya tidak ada apa-apanya dibanding dengan yang tidak diketahuinya (ghaib). Pengetahuan kita hanya bagaikan setetes air yang melekat pada jarum yang dicelupkan dalam lautan ilmu ciptaan Allah.

وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

"Tidaklah kalian diberi ilmu kecuali hanya sedikit"

Orang beriman, adalah mereka yang mencintai Kebenaran (asyaddu hubban lillah, al haq), terus menerus mencari (thalaba, uthlubul 'lm, ilal lahdi) pengetahuan tentang kebenaran, menundukkan diri (aslama) di hadapan Kebenaran. Dia beriman kepadd yang ghaib, artinya dia percaya bahwa masih sangat banyak hal yang di luar pengetahuannya.

Orang kafir, adalah mereka yang merasa cukup dengan apa yang diketahuinya dan menutup diri (cover, kafara) dari pengetahuan selainnya. Dia belajar hanya untuk mencari pembenaran. Dia berdialog untuk mencari kemenangan. Dia berlindung di balik gelar dan otoritas keilmuan yang dia sangka dia miliki. Dia bermain dengan istilah-istilah canggih yang diartikan menurut seleranya sendiri. Dia gagal membangun konsensus dan menghindari titik temu. Titik tengkar jadi obsesinya yang dengannya dia pikir dia bisa menonjolkan diri. Dia menghindari isi, substansi, esensi dan terjebak di penampakan, permukaan , fenomena.

Mari pertajam hati dan bashirah agar bisa melihat kekurangan diri. Kekurangan orang lain adalah cermin diri.


Cintailah buat orang lain apa yg anda cintai buat diri anda, hargailah pendapat oranng lain, sebagai mana pendapatmu ingin dihargai.

Senin, 25 Januari 2016

📚KATALOG BUKU-BUKU ISLAMI 📖



❤MELAYANI KITAB-KITAB SALAF LOKAL MAUPUN NON LOKAL, SERTA KITAB-KITAB KARYA ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALIKI

➡ Hub: 👇🏻
WA 081250130080 / 085723712987 & Pin BBM : 57B2866E

NO JUDUL BUKU HARGA

1 Dzikir kaum Sholihin 25.000
2 Keutamaan bulan Hijriyah 30.000
3 Terjemah Matan Zubad 35.000
4 Pundi-pundi kebahagiaan Abadi 40.000
5 Panduan adab dan doa safar haji & umroh 40.000
6 Sempurna lagi Abadi 35.000
7 Tutur Hati 35.000
6 Puasa Romadlon 25.000
7 55 Kisah Bijak 35.000
8 Terjemah Tanbihul Ghofilin 85.000
9 Terjemah Muqoddimah Hadromiyah 35.000
10 Habib Umar Menjawab 35.000
11 Terjemah Fawaidul Mukhtaroh 140.000
12 Menyingkap tabir kegalauan 25.000
13 Ada apa dibulan Sya’ban 25.000
14 Sholawate Syekher 25.000
15 Tanya jawab seputar wanita 40.000
16 Terjemah Kifayatul Akhyar 180.000
17 Nikmat saat sekarat 40.000
18 Menggapai kebahagiaan hakiki 55.000
19 Terjemah Nurul Yaqin 35.000
20 Menolak Wahabi (KH. Faqih Maskumambang) 75.000
21 Terjemah Insan Kaamil (Sayyid Muhammad) 55.000
22 Risalah Jami’ah 45.000
23 Mendidik Anak Dengan Benar (HB. Umar) 35.000
24 Pemahaman yang Harus Diluruskan 90.000
25 Semalam Bersama Jibril (Terjemah Wahuwa Bil Ufuqil A’la) 75.000
26 Muhasabah Cinta (Syarifah Halimah Alaidrus) 30.000
27 Sehari Bersama Rosul (HB. Novel Al-Aidrus) 50.000
28 55 Kisah Bijak 35.000
29 Al-Fushul (Doa Khotmil Al-Quran dan Birrul Walidain) 35.000
30 Sabilus Sholihin (Doa-Doa Dalam Ziaroh Kaum Sholihin) 30.000
31 Terjemah Fathul Qorib (Bahasa Indonesia dan Jawa Gandul) 75.000
32 Mutiara Ahlul Bait (Biografi Sayyid Muhammad) 55.000
33 Teladan Terbaik Dalam Berdakwah 15.000
34 Suluk 75.000
45 Inilah Jalan Para Leluhurku 45.000
36 Menguak Rahasia Ilmu Para Wali (HB. Alwi Bin Ali Al-Habsyi) 45.000
37 162 Masalah Sufistik 55.000
38 Terjemah Bulughul Marom (Penerbit, Mutiara Ilmu) 70.000
39 Untaian Mutiara Hikmah 30.000
40 Kumpulan Kisah Karomah Sayyid Muhammad Alawi 35.000