Translate

Senin, 11 Mei 2015

Emansipasi dalam pandangan Islam




وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Bicara emansipasi menurut kamus besar bahasa Indonesia; emansipasi ialah pembebasan dari perbudakan, persamaan hak dari berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan juga istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajad.
Jadi tetap dalam penbagasan kita, Emansipasi wanita dapat diartikan proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi mereka untuk berkembang dan  maju.
Pada era globalisasi seperti saat ini istilah emansipasi sudah tidak asing lagi, bahkan istilah ini digunakan untuk mensejajarkan kedudukan antara pria dan wanita. Gerakan emansipasi wanita bermula dari seorang pejuang wanita yang bernama RA. Kartini. Maka bicara emansipasi wanita, sudah tentu kita  tak lepas membicarakan sosok Kartini, seorang wanita dari kalangan ningrat yang memiliki pemikiran maju di masa-nya yang kemudian diangkat namanya menjadi penggerak emansipasi wanita Indonesia,
Hal tersebut bermula ketika beliau, RA. Kartini memperjuangkan hak-hak wanita di wilayahnya. Gerakan emansipasi wanita yang dilakukan saat itu untuk menghapuskan stigma kasar pada diri kaum wanita. Sejarah mencatat stigma tersebut iyalah “Kasur, sumur, dan dapur” yang dimana hal tersebut melekat pada diri wanita saat itu. Dan pada akhirnya gagasan RA. Kartini itu berhasil  dan berbuah dengan merubah pandangan masyarakat terhadap keberadaan wanita.
Jadi bila disimpulkan dari beberapa buku, artikel-artikel yang pernah saya baca, arti Emansipasi dan apa yang dimaksudkan oleh RA. Kartini adalah agar wanita mendapatkan hak  untuk mendapatkan pendidikan seluas-luasnya, setinggi-tingginya. Agar wanita juga di akui keberadaannya dan diberi kesempatan yang sama untuk mengaplikasikan kecerdasan, keilmuan yang dimilikinya dan Agar wanita tidak merasa rendah dan direndahkan derajatnya di mata pria. Sebagai mana yang diceritakan oleh Abuya As Sayyid Muhammad Alawy Al Malikky dalam kitab-nya Nidhom Al Usrah dalam bab  INSTITUSI KELUARGA DI ZAMAN PRA-ISLAM :
Dalam kitab tersebut Abuya menceritakan “Pada dahulukala di sebagian bangsa Eropa, kaum wanita tidak mempunyai hak milik pribadi. Sebaliknya, mereka dijadikan sebagai pelayan kaum lelaki sampai-sampai mereka tidak berhak memiliki pakaian mereka sendiri maupun harta yang mereka peroleh dari hasil keringat sendiri.
Di kalangan bangsa Arab, kaum wanita sangat terhina, sampai-sampai ada sebagian dari mereka yang mengubur hidup-hidup anak perempuan, sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh :
Apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan, merah padamlah wajahnya sambil menahan marah.Ia bersembunyi dari kaumnya, karena buruknya berita yang diterimanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (dalam keadaan hidup)? Ketahuilah, sungguh jahat apa yang mereka tetapkan itu. (QS An-nahl:58-59).
Bahkan sebagian bangsa Eropa ada yang menganggap bahwa wanita bukanlah makhlu sejenis dengan kaum lelaki, mereka adalah kaun yang lebuh rendah.
Sudah jelas dalam hal ini tidak ada sedikitpun dari sang penggagas emansipasi wanita, yaitu RA Kartini; menyatakan bahwa wanita menginginkan kesamaan hak keseluruhan dari pria, karena pada hakikatnya pria dan wanita memliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing, dengan kekurangan dan kelebihannya itulah, jadilah mereka mahluk yang sempurna. Sebagai mana yang telah difirmankan oleh Sang Pencipta manusia itu sendiri:
(أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ)
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
Jelas dalam Ayat di atas Alloh membeda-bedakan pemberiannya antara satu dengan yang lainnya, supaya saling mensempurnakan kekurangan masing-masing. Jikalau semua wanita berpikir untuk berkarir sebagai mana kaum lelaki, lalu siapa yang akan mengurusi rumah, atau sebaliknya.
Lantas di Abad 21 sekarang ini, emansipasi dijadikan kedok kebebasan para wanita saja, bahkan akhir-akhir ini emansipasi dijadikan kedok untuk memperdagangkan diri dalam balutan kontes putri dan ratu sejagat dengan tameng menguji kecerdasan kontestannya. Dan ada juga yang menjual kecantikan untuk memperoleh ‘nilai’ lebih dalam hal pendidikan, pekerjaan bahkan status sosial, tentu ini suatu bentuk pelacuran terselubung yang malah menghancurkan derajat wanita dimata pria.
Apa hubungannya kecerdasan yang dinilai dalam balutan baju seksi dan wajah mempesona?? lantas di mana letak kebanggaan seorang wanita?? Jadi apa arti emansipasi bila akhirnya hanya menjadi olok-olokan??
Jika Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita sekarang masih hidup, dia pasti akan menyerang pengertian emansipasi yang semakin keluar dari apa yang diharapkan. Kartini akan menyerang kontes ratu-ratuan yang mengumbar aurat, Kartini akan menyerang keinginan perempuan  yang mau keluar dari asal ciptaannya. Sebab menurut Kartini, perempuan dan laki-laki itu memiliki keunggulan dan juga kelemahannya masing-masing yang unik, sebab itu mereka memerlukan satu dengan yang lainnya, saling melengkapi‘.
Jadi akan menjadi sangat miris bila pengertian emansipasi wanita ini lantas dianggap sebagai “pemberontakan wanita dari kodrat kewanitaannya”. Dimana wanita melupakan kewanitaannya dan lebih menunjukkan keperkasaannya secara fisik, yang notabene bukan lahannya namun memaksakan agar diakui.
Dan perlu diketahui oleh para wanita; jangan sampai lupa bahwa selain cerdas di luar sana juga harus cerdas didalam rumahnya, kerana keberadaannya adalah pemimpin rumah disaat suaminya keluar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut hemat saya; emansipasi tidak harus dipahami dengan mensejajarkan dalam hal pencapaian karir, tapi lebih luas lagi sebagai pendukung kesuksesan pasangan. Sebagai mana dikatakan “ dibalik kesuksesan seorang suami, ada istri yang cerdas”
Bahkan setiap aktifitas rumah yang dikerjakan oleh seorang istri, Alloh tidak akan membuat hal tersebut menjadi sia-sia dan tak berguna, tapi hal tersebut akan mendapat balasan positif dari Allah, tidaklah seorang wanita membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kecuali Allah akan menetapkan setiap biji yang menjadi tepung sebagai kebaikan yang dapat menghapus keburukan dan sekaligus mengangkat derajatnya.

Wallahu A’lam bis Shawab



Sabtu, 09 Mei 2015

Kesempurnaan Manusia Dengan ciptaannya





لَقَدْ خَلَقْـنَا اْلإِنْسَانَ فِى أحْسَنِ تَقْوِيْـمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
Setiap manusia sudah diberi Allah potensi untuk hidup, tinggal bagai mana kita menjaga dan mengembangkan potensi tersebut.
Sadarkahkita?? sebagai manusia mengapa kita terlahir dengan otak tersembunyi, dua mata di depan, dua telinga di sisi kanan dan kiri.Namun hanya dengan satu mulut ??

Ø  Denganotak tersembunyi;
Karena otak adalah suatu hal yang berharga, otak adalah permata, maka keberadaanya harus dilindungi dengan tulang berlapis-lapis, keberadaannya juga tak bisa dinilai dengan Rupiah bahkan Dolar sekalipun. Karena dengannyalah segala pernak-pernik dunia tercipta.Sebagaimana yang kita ma’lumi bersama, bahwa salah satu pertimbangan kenapa Manusia lebih mulia dibanding Malaikat, kenapa Malaikat rela sujud simpuh dihadapan Adam, adalah, karena kita sebagai Manusia diberikan potensi Akal, dikaruniakan kekuatan Daya Fikir yang mengagumkan. Keberadaannya adalah mutiara, sesuatu yang berharga. Dengan akal kita bisa berfikir, dengan akal manusia bisa berkreasi, dengan akal lahirlah teknologi. Maka bersyukurlah bagi orang-orang yang dikaruniai akal sehat.

Sebagai catatan saja, mengenai kerja otak manusia; Pada dasarnya otak manusia mempunyai hubungan langsung terus menerus dengan gelombang energi, darinyalah seseorang mendapatkan kekuatan untuk berfikir. Otak menerima energi, lalu mencampurkanya dengan energi yang dicipatakan oleh makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh, dan mendistribusikanya ke setiap bagian tubuh melalui bantuan darah dan sistem syaraf. Itulah apa yang kita sebut dengan kehidupan.

Ø  Dengan dua mata di depan;
Dalam kehidupan memang seharusnya menusia hidup itu melihat yang didepan, menatap masa depan. Memplaining yang akan datang, tinggalkan masalalu yang tak akan pernah kembali kecuali hanya kita jadikan sebagai pelajaran saja.
Dalam hikmah dikatakan:
ما ماض فاتوالمؤمّل غيب, ولك الساعة التى أنتَ فيها
Sesuatu yang sudah lewat telah berlalu, sementara harap masih menjadi misteri, karena itu bagi mu adalah apa yang ada saat ini 
Jadi kalau kita cermati dan fahami hikmah ini memberi gambaran pada kita ; MASA LALU adalah sejarah, MASA DEPAN merupakan misteri, dan SAAT INI adalah karunia , maka nikmatilah karunia yang Alloh hadiahkan pada kita, manfaatkan sebaik mungkin, sebagai gambaran rasa syukur kita terhadapNya.

Pada tahun 1933 Joan Rivers berpendapat:
Jika kemarin adalah sejarah (history)
Hari ini adalah hadiah (gift)
Maka besok adalah misteri (mistery).
Maka sudah selayaknya kita mesti belajar dari masa lalu, hidup untuk sekarang, berfikir dan memplaining akan masa depan.
Dengan dua mata di depan hendaklah manusia bisa melihat ayat-ayat alam sebagai wujud adanya sang pembuat.
“Apa mereka tidak melihat pada onta, bagaimana dia diciptakan”

Ø  Dengan dua telinga di kanan dan kiri;
Sebagai gambaran supaya kita menjadi manusia yang bijaksana, mendengarkan dari dua pihak,
Diceritakan; seorang bijak berkata kala ditanya: “Mengapa engkau sedikit sekali berbicara kepada umat manusia?” Dia menjawab “Sesungguhnya Alloh yang maha pencipta telah menciptakan dua telinga dan satu lisan untukmu, supaya engkau lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Bukan sebaliknya, supaya engkau lebih banyak berbicara dari pada mendengarkannya” .

Ø  Dengan satu mulut;
Karena mulutlah, betapa banyak manusia hancur olehnya, ia adalah senjata yang amat tajam, ia dapat berguna dan sekaligus dapat mencelakakan pemiliknya, ia dapat melukai, menfitnah, bahkan terjadi pembunuhan. Dalam Al-Qur’an Alloh memberi isyarat:
Dalam pepatah jawa “Mulut_mu adalah harimau_mu”.
سلامة الإنسان فى حِفظ اللِسـان .
“Keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya”

إحفظْ لسـانك أن تقول , فتُبْتَلىَ إنّ البَلاءَ مُوَكّلٌ بالمَنْطِق .
“Jagalah lisanmu dari berbicara, bisa jadi engkau akan tertimpa balak olehnya, karena sesungguhnya balak  itu disandarkan pada ucapan”
أمْسِكْ لِسَانَك عن الخَلْقِ لا تَذكُرْهم إلاّ بِخَيْرٍ
“jaga lisamu; janganlah engkau berkata sembarangan kepada orang lain, kecuali hal-hal yang baik saja”
Kalam tersebut diambil dari cerita dalam suaturiwayat; “bahwa ada seorang pemuda dari kalangan Bani Israil yang hendak pergi menuntut ilmu dan kebetulan berita itu sampai kepada Nabi mereka. Lalu dia dipanggil untuk menghadap. setelah datang, Sang Nabi berpesan padanya: Wahai anak muda, camkanlah untukmu…! Aku hendak memberimu Tiga nasihat dari ilmu orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian” dan salah satu dari tiga nasihat Nabi pemuda tersebut adalah menjaga lisa, karena betapa bahayanya lisa. Bukankah penyebab pertikaian juga lisa, fitnah, pembunuhan terjadi juga tak sedikit bersumber dari lisa. Maka hati-hatilah dengannya.

Minggu, 19 April 2015

Al Qur'an secara Intelektual, Emosional dan Spiritual






Untaian kata indah, barisan kalimat megah, kumpulan mau’idhoh hasanah, taburan bagi pendamba hidayah, dan perindu akan Rahmah, Al quran adalah jawabannya, Al Qur’an adalah tuntunan yang tidak akan pernah lapuk oleh pergantian zaman dan tak pernah lekang bagai manapun majunya suatu pradaban, bagai manapun majunya sebuah perekonomian, atau bagai manapun majunya kebudayaan setempat “Al Qur’an adalah nasehat yang cocok untuk siapa, dimana dan kapan saja ” bawalah nasehat tersebut dalam saku kehidupan kita, itu melebihi mahkota raja yang paling berharga sekalipun. Simpanlah dan jagalah dalam saku kehidupan kita niscaya rahmah senantiasa menyelimuti kita, kemanapun kita pergi kebahagiaan dan keberuntungan akan selalu menyertai, dan Orang yang dalam benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur'an ibarat rumah yang bobrok.
Al Qur’an adalah kalam Alloh yang Qodim, keluasan makna yang terkandungnya melebihi keluasan mariapada, dan kedalamanya melebihi samudra yang paling dalam sekalipun. Barang siapa yang berpegang padanya dia selamat, dan barang siapa yang menjahuinya dia pasti dalam kesesatan. Siapa saja dari hamba yang berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur'an, jika dia beriman maka dia akan beruntung dan Allah akan meninggikan derajatnya, tapi jika dia non muslim maka setidaknya dia melangkah dalam kebenaran, dan keberuntungan di dunia akan tetap menyertai dia. Adalah Rasululloh SAW. untuk membangun kota Madinah pertama-tama adalah dengan mendidik para Shahatnya dengan tiga pola:
1.      Pola pikir: dengan Al Qur’an dan Ayat-ayat kauniyah (alam sekitar)
2.      Pola jiwa : membuat jiwa-jiwa mereka kepada titik Nol.
3.      Pola Pendidikan : berdasarkan dengan Al Qur’an dan As Sunah.
“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah Saw.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur'an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain.” (HR. Muslim)

Al Qur’an dan Manfaatnya:

Al Qur’an dapat memberi manfaat pada diri Manusia yang membaca dan mengamalkannya:
1.      Secara Intelektual :
Memberikan ilmu yang mencerahkan, mencerdaskan siapa saja yang mempelajarinya, dengan Al Qur’an lahirlah teknologi, fisika, ekonomi dll. Terkait masalah produksi secara teoritis masalah produksi telah digambarkan dalam Al-Qur’an. Kisah “ Zulkarnain ” dalam surat Al-kahfi, ayat 94-96 :
قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا. (94)
قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا (95)
آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا .(96)
“mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, Sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj[892] itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, Maka dapatkah Kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara Kami dan mereka?”.
Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, Maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
berilah aku potongan-potongan besi". hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".”


Sebagai mana juga ilmuwan telah membuktikan bahwa Alquran adalah benar-benar wahyu Allah SWT. yang sarat akan ilmu, dengan terbuktinya ayat berikut:

"Ada laut yang di dalam tanahnya ada api," [QS. Ath-Thur ayat 6]

Pada saat itu para peneliti menemukan bahwa ada sebuah lautan yang didalamnya terdapat api yang berkobar, namun banyaknya air laut tidak mampu memadamkan api, begitu juga panasnya api tersebut tidak mampu membuat air laut mendidih. Inilah sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran-Nya.
 
2.      Secara Emosional  :
Memberikan belaian kasih dan obat hati yang menentramkan, sementara keberadaan Hati kita juga seperti tubuh kita, ia membutuhkan empat sehat lima sempurna, salah satunya adalah dengan membaca Ayat-ayat Al Qur’an. dengan membaca Al Qur’an hati kita akan sehat, karat hati yang di karenakan dosa-dosa kita, kesobongan kita akan hilang.
Dalam Kitab Jala’ Al Afkar Karya Abina KH. Muhammad Ihya’ Ulumiddin; diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. Beliau berkata, Rasululloh SAW. bersabda: “Sesungguhnya hati ini bisa berkarat seperti halnya besi” lalu Beliau ditanya: Bagaimana cara untuk menjernihkannya wahai Rasululloh? Rasululloh WAS. Bersabda: “Membaca Al Qur’an dan ingat akan kematian” (HR. Baihaqi)    
 Ingatlah, dengan mengingat Alloh, membaca kalam-kalam Alloh tenanglah hati kita, dan cucuran rahmat tentunya yang kita nantikan.

mendorong orang mu'min agar tidak terjerumus kejurang ma'siat, berpegang pada ketaqwaan, teratur beribadah kepada Alloh. sebagai mana disebutkan dalam Al Qur'an "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apa bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apa bila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karena-Nya) dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertakwa.

3.      Seacara Spiritual     :
Dengan membacanya seolah mendengar Tuhan berfirman kepada kita, seolah Alloh  memerintah dan melarang kita, atau Alloh menceritakan kisah-kisah terdahulu secara langsung, yang sebelumnya belum kita ketahui.
Dalam sebuah hadis di katakan:
“Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur'an.” (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi)
Jadi selain Shalat, Al Qur'an adalah sarana komunikasi kita dengan Alloh, tempat munajat kita kapanpun kita mau.

Keutamaan Al Qur’an.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)
Orang yang pandai membaca Al Qur'an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti, dan yang membaca tetapi sulit dan terbata-bata maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallohu A'lam Bis Shawab

Minggu, 12 April 2015

JADILAH IDOLA DIRI SENDIRI





Setiap orang memiliki tokoh idolanya masing-masing, dan pada umumnya tokoh yang kita idolakan ini merupakan orang-orang yang menginspirasi kita atau mungkin memberi setimulasi. Seperti misalnya, seseorang mengidolakan Jokowi maupun Prabowo karena mereka melihat bahwa beliau-beliau merupakan pemimpin yang memperhatikan masyarakatnya, atau karena orang tersebut ingin menjadi pemimpin yang memerhatikan masyarakatnya seperti Jokowi atau-pun Prabowo. Dan akhir-akhir kemari bagai mana kita menyaksikan Rahmat Darmawan (pelatih sepak bola) yang meminta tanda tangan pada Mourinho sang idolanya.

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk menjadi seorang idola. Hal ini dapat terwujud apabila orang tersebut mampu bersosialisasi di masyarakat dengan cara yang baik. Apa bila kita melakukan sosialisasi dengan baik, dengan bersikap baik, berbuat baik, tentu kita akan dapat menyita perhatian mereka. Dalam sebuah syair dikatakan:

·       أحسِـن إلي الناسِ تستعـبِدْ قلـوبَهم # فَطالَمَا إستعـبَدَ الإنسانَ إحسـانُ
Berbuat baiklah anda terhadap orang lain, niscaya anda akan mampu menguasai hatinya. Sungguh telah lama seseorang telah di perbudak (terkuasai) oleh kebaikan”

Atau mungkin potensi yang kita miliki mampu mengambil perhatian mereka, maka ini akan mendatangkan banyak manfaat untuk kita sendiri. Di antaranya yaitu, kita dapat mengendalikan orang-orang di sekitar kita, mengenali karakter mereka dan mengetahui bagaimana keadaan mereka. Dengan begitu kita akan lebih mudah untuk mengontrol lingkungan sekitar kita, sehinga dapat menjadi yang lebih maju. Khususnya untuk kesuksesan kita dan pada umumnya juga masyarakat kita.

دارِهِمْ مادُمْتَ فى دارهم # وَارْضِهِمْ مادُمْتَ فى أرْضِهِمْ   .

“Bersosialisasilah anda dengan mereka (dengan tetap mempertahankan prinsip) selama anda berada dalam komunitas mereka. Senangkanlah mereka selama anda berada dalam negeri mereka”.

Jika kita sudah mengenali mereka dengan baik, memukau perhatian mereka, kita bisa menjadi the agent of change bagi mereka yang keadaannya kurang seberuntung kita. Terserah bagaimana langkah kita selanjutnya untuk melakukan perubahan yang lebih baik, asalkan langkah yang kita tempuh adalah merupakan langkah positif yang menghasilkan sesuatu yang positif juga bagi mereka. Dengan cara seperti ini, setidaknya kita bisa menjadi tokoh idola bagi diri kita sendiri, demi untuk memacu diri kita agar lebih baik atau paling tidak seperti yang kita idolakan, kita bisa memotivasi diri kita sendiri untuk terus melakukan perubahan yang lebih baik bagi kita khususnya, dan di sekitar kita umumnya.
Apalah artinya sikap kita mengidolakan seorang yang super star sekalipun, jika sikap kita enggan meniru sifat baik idola kita, maka selamanya kita tak akan lebih baik dari itu-itu saja. Marikita mulai dari sekarang untuk selalu berbuat baik, agar kita jadi idola mereka, atau setidaknya untuk kebaikan diri kita.