- Sibuk dengan makhluk yang dicintai sehingga jauh
dari menyebut dan menyintai Alloh. Cinta kepada wanita dan cinta kepada
Alloh tak akan pernah terkumpul dalam satu wadah hati. Jika salah satu
hadir maka yang lain pun pergi.
- Hati merasa tersiksa. Sungguh orang yang mencitai
sesuatu selain Alloh maka ia pasti
disiksa dengan sesuatu tersebut. Pepatah berkata, “Tiada di bumi ini yang
paling celaka melebihi seorang pecinta meski ada rasa manis di sana. Kamu
saksikan ia menangis setiap saat karena kerinduan atau kekhawatiran. Jika
jauh dengan yang dicinta maka ia sakit tertusuk kerinduan dan bila bersama
yang dicinta maka ia menderita khawatir berpisah. Matanya panas saat
berjumpa dan matanya panas saat berpisah” jadi cinta dan kerinduan meski
terasa manis tetapi sebenarnya adalah siksaan hati yang paling pedih.
- Seorang pecinta hatinya tertawan oleh yang dicintai
tak ubahnya seperti seekor burung di tangan anak kecil. Menjadi alat
kesenangan dan permainan sebelum akhirnya dilempar ke telaga penderitaan
- Pecinta menjadi lupa kebaikan dunia dan akhiratnya.
Jadi tiada sesuatu sebab yang hebat menghilangkan kebaikan dunia dan
akhirat melebihi cinta.
- Bencana dunia dan akhirat lebih cepat datang
menyerang para pecinta daripada api datang melalap kayu bakar. Sungguh
jika hati dekat dan sibuk dengan rindu maka hati itu jauh dari Alloh. Jadi
hati yang paling jauh dari Alloh adalah hati para pecinta. Jika hati telah
jauh dari Alloh maka bencana pasti datang dari segala arah. Setan akan
menguasainya dan membawanya kepada segala macam bencana.
- Jika cinta begitu kuat menancap dalam hati maka saat
itulah fungsi akal menurun dan menjadikan pecinta tak ubahnya seperti
orang gila atau bahkan lebih gila daripada orang gila. Kasus seperti ini
tidak terhitung jumlah dan salah satunya adalah yang menimpa pecinta Qoes
al Majnun yang sudah sangat terkenal kisahnya.
- Cinta bisa menjadi daya kerja indera rusak atau
paling tidak melemah baik secara maknawi (non fisik) atau Shuwari (fisik).
Secara maknawi bisa disaksikan indera pecinta sudah tak mampu lagi bekerja
dengan baik sehingga melihat, merasakan dan mendengar segala dari dan
tentang yang dicinta seluruhnya baik dan indah. Rosululloh SAW bersabda,
“Kecintaanmu pada sesuatu itu membuat buta dan menjadikan tuli” HR Abu
Dawud. Secara Shuwari cinta
menjadikan pecinta sakit atau lemah tubuhnya. Sorang pemuda yang kelihatan
kurus kering dibawa ke hadapan Ibnu Abbas ra yang sedang berada di Arofah.
“Kenapa dengan pemuda ini?” tanya Ibnu Abbas ra. Mendengar bahwa pemuda
itu sedang dilanda cinta berat maka sepanjang hari Beliau berdo’a memohon
perlindungan Alloh dari cinta berat kepada wanita.
Pastikan hari-hari anda lebih bermanfaat dengan kami, dan jadilah bijak setelah mengunjungi blog kami. (Mohammad Zajery el Nuri)
Translate
Rabu, 31 Agustus 2016
Mawar Indah Bersemi
Selasa, 30 Agustus 2016
Pribadi yang Gampangan
Memaknai Ucapan “Insya Allah”
Rabu, 17 Agustus 2016
Ar Rahman Ar Rahim
Senin, 15 Agustus 2016
ISTIQOMAH
SAATNYA BERSATU
Ketahuilah bahwa sebagaimana Ahlul Kitab tercerai berai dan berselisih dalam urusan agama mereka, umat ini sendiri juga bercerai berai dan berselisih pendapat. Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Rasulullah saw dalam sabda-Nya:
Minggu, 14 Agustus 2016
SAHABAT UMAR ADALAH PELAKU BIDAH ULUNG YG DI CINTAI NABI SAW.
Senin, 27 Juni 2016
I'tikaf
AYO I'TIKAF
Kini memasuki sepuluh akhir Ramadhan yang ketiga, tinggal beberapa hari lagi... Sudahkah kita memaksimalkan sepuluh terakhir itu dengan berbuat amal shalih, begitu banyak keutamaan dan keitsimewaan di bulan Ramadhan khususnya sepuluh akhir, pahala sunnah ditulis menjadi pahala fardhu, dan pahala fardhu menjadi berlipat-lipat, terutama di malam-malam ganjilnya.
I’tikaf menjadi ibadah pilihan di dalam menemui dan mencari malam kemuliaan tersebut, melihat begitu besarnya pahala yang Allah janjikan bagi orang yang beri’tikaf terlebih lagi di bulan Romadhan. Tradisi yang ada di Indonesia biasanya saat sepuluh malam terakhir, trutama di malam-malam ganjilnya, umat muslim berangkat ke masjid umum atau pun masjid jami’ untuk melakukan ibadah I’tikaf yang di isi dengan berbgaia macam ketaatan.
#Definisi I’tikaf :
Secara syare’at adalah :
مكث مخصوص لشخص مخصوص فى مكان مخصوص بنية مخصوصة
“ Berdiam diri secara tertentu, bagi orang tertentu di tempat tertentu dengan niat tertentu “
#Keutamaannya :
Nabi Saw bersabda :
من مشى فى حاجة اخيه كان خيرا له من اعتكاف عشر سنين ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله عزوجل جعل الله بينه وبين النار ثلاث خنادق كل خندق ابعد مما بين الخافقين
(رواه الطبراني, المعجم الاوسط : 7322
و قال ايضا " من اعتكف عشرا فى رمضان كان كحجتين وعمرتين
رواه البيهقي, شعب الايمان ۳: ۴۲۵
“ Barangsiapa yang berjalan di dalam membangtu keperluan saudara muslimnnya, maka itu lebih baik baginya dari I’tikaf sepuluh tahun lamanya. Dan barangsiapa yang beri’tikaf satu hari karena mengharap ridho Allah Swt, maka Allah menjadikan di anatara dia dan api neaka jarak sejauh tiga khondaq / parit. Setiap khondaq dari khondak lainnya jaraknya sejauh langit dan bumi “
(HR. Thabrani, mu’jam Al-Awsath : 7322)
Nabi juga bersabda “ Barangsiapa yang beri’tikaf sepuluh hari di bulan Romadhan, maka baginya apahala dua haji dan dua umroh “
(HR. Al-Baihaqi, Syu’abil iman : 3 : 425)
#Hukum I’tikaf ada 4 :
1. WAJIB, jika dinadzarkan
2. SUNNAH, dan inilah hukum asalnya dan lebih dtekankan lagi di bulan Romadhan
3. MAKRUH, Yaitu I’tikafnya perempuan yang masih memiliki body dengan idzin suami dan aman dari fitnah.
4. HARAM tapi sah yaitu I’tikafnya perempuan tanpa idzin suami atau dengan idzin suami tapi tidak aman dari fitnah.
Haram dan tidak sah yaitu I’tikafnya orang yang junub atau perempuan yang haidh.
#Syarat I’tikaf :
1. Niat. Yaitu dalam hati mengatakan :
نويت الاعتكاف في هذا المسجد لله تعالى
“ Saya niat I’tikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala “
2. Suci dari hadats besar.
3. Berakal. Jika di tengah-tengah I’tikaf dia menjadi gila, maka batal I’tikafnya.
4. Islam
5. Berdiam diri minimal seukuran tuma’ninah sholat lebih sedikit ( Sekitar 5 detikkan )
6. Berada di dalam masjid. Maka tidak sah I’tikaf di mushollah, ribath atau pesantren. (menurut pendapat yg kuat)
Jumat, 17 Juni 2016
Ramadhan kareem, bulan penuh ampun
*معصية اورثت ذلا وافتقارا خير , من طاعة اورثت عزا واستكبارا.*
"Kemaksiatan yang menimbulkan rasa rendah diri dan harapan (akan rahmat Alloh dan belas kasih Alloh) itu lebih baik dari pada ta'at yang membangkitkan rasa mulia diri dan keangkuhan"
Perasaan hina dan rasa rendah diri karena perbuatan maksiat yang melekat pada diri, adalah sifat hamba (ubudiyah). Dan perasaan maha mulia dan maha besar adalah sifat Tuhan (Rububiyah).
Adapun sifat seperti yang dimaksud adalah sikap yang harus dimiliki oleh hamba yang melekat pada dirinya dosa, hendaklah ia tidak merasa hina dan rendah diri, namun ia harus berpengharapan penuh kepada rahmat Alloh. Orang seperti ini adalah orang yang lebih baik dari orang yang merasa telah banyak beribadah dan ta'at kepada-Nya, akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan tinggi diri dengan amal ibadahnya itu.
Perlu diketahui bahwa rendah diri seorang hamba yang terlibat dalam perbuatan maksiat, itu lebih baik dari angkuhnya hamba yang berbuat ta'at.
Seorang hamba yang ta'at beribadah, akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan riya' , ujub (bangga diri) dalam hatinya, maka kemungkinan Allah swa. akan meremehkan amal ibadahnya.
Ada juga seorang hamba Alloh yang sering terlibat perbuatan dosa, yang membuat sedih hatinya, timbul rasa penuh harap akan ampunan, Allah memberi hidayah kepadanya, lalu tumbuh penyesalannya dan rasa khosyiah (takut) kepada Alloh, pada akhirnya ia berjalan menuju keselamatan.
Banyak kisah yang terceritakan oleh hadis Nabi pada zaman bani israil, seorang pelacur yang rendah diri dan berakhir mendapat hidayah, sementara seorang hamba yang gemar beribadah akan tetapi muncul rasa bangga diri nan sombong dan berakhir Alloh meremehkan alam ibadahnya.
Semoga kita menjadi manusia yang selalu rendah diri... Amiiin
Kamis, 16 Juni 2016
CUKUP SATU DETIK KESADARAN
Satu menit belajar yang disertai dengan kesadaran, itu lebih bernilai dari pada seumur hidup belajar yang tidak disertai dengan kesadaran. sebab untuk hidup yang kita butuhkan bukanlah pelajaran yang tinggi, tapi kesadaran yang tinggi. satu detik kesadaran saja dapat mengubah segalanya.






