Translate

Senin, 15 Agustus 2016

ISTIQOMAH






Jika engkau bukan termasuk orang yang menghabiskan seluruh waktu siang dan malam dengan aktifitas ibadah, maka jadikanlah bagi dirimu beberapa aktifitas ibadah yang engkau tekuni di waktu-waktu tertentu dan jika tidak sempat engkau lakukan, maka engkau menggantinya (Di qadha.’) agar dirimu terbiasa menjaganya. Dan jika dirimu meninggalkannya, maka engkau akan segera menggantikannya kapan saja dan jikalau sedemikian, pasti engkau akan selalu melakukannya tepat pada waktunya.
Dalam hal ini, Sayyidi Syeikh al-Imam al-Habib Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah ra berkata: “Barangsiapa yang tidak memiliki istiqamah wirid yang dipegangnya berarti ia tak ubahnya seperti seekor kera.
Dalam sebuah kesempatan, salah seorang ‘Arifin Billah berkata: “Curahan-curahan rahmat Allah swt tergantung dari wirid-wirid. Maka barangsiapa yang lahirnya tidak memiliki wirid, sudah dapat dipastikan bahwa batinnya tidak memiliki wirid.
Hendaknya engkau mengambil langkah serius dan jalan tengah dalam setiap perkara. Ambillah dari aktifitas ibadah yang mampu engkau tekuni. Dalam hal ini Baginda Rasulullah saw bersabda:
أحبّ الأعما ل إلى الله أدومها وإن قلّ
Artinya: “Amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling terus menerus meskipun hal itu sedikit.”
Dalam kesempatan lain, Nabi Muhammad saw bersabda:
خذوا من الأ عمال ما تطيقون فإ ن الله لا يملّ حتى تملوّا
Artinya: “Ambillah dari amal perbuatan itu yang kalian mampu, karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sampai kalian bosan.”
Risalatul Mu'awanah.

SAATNYA BERSATU






Upaya menyambut Hari Kemerdekaan NKRI
(وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ)
Artinya: _"Dan janganlah engkaumenyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat."_ (Qs. Ali Imran ayat: 105).
Larangan dari Allah swt kepada para hamba-Nya yang beriman untuk tidak menyerupai orang-orang yang suka bercerai berai dalam agamanya yaitu Ahlul Kitab dan mereka yang selalu berselisih dalam urusan agama mereka, bagi mereka siksa yang besar.
Coba bayangkan kedahsyatan siksa yang Allah swt sendiri menyebutnya sebagai siksa yang berat, renungkanlah dan selamatkan dirimu dari-Nya dengan cara mengikuti al-Kitab dan as-Sunnah, menjauhi kesesatan dan berbagai pendapat yang berselisih.
Ketahuilah bahwa sebagaimana Ahlul Kitab tercerai berai dan berselisih dalam urusan agama mereka, umat ini sendiri juga bercerai berai dan berselisih pendapat. Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Rasulullah saw dalam sabda-Nya:
افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على إثنتين وسبعين فرقة، وستفترق أمتى على ثلاث وسبعين فرقة كلّها في النار إلاّ فر قة واحدة
Artinya: _“Orang-orang Yahudi terpecah belah dalam tujuh puluh satu golongan, orang-orang Nasrani terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, sedangkan umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan yang semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan._
Umat ini telah terpecah belah menjadi seperti jumlah di atas sejak zaman dahulu dan sudah nyata terbukti apa yang dijanjikan oleh nabi terpercaya mengemban wahyu Allah swt. Hal ini sebagaimana ketika Baginda Nabi Muhammad saw ditanya tentang golongan yang selamat itu siapa mereka? Kemudian beliau saw menjawab:
التي تكون على مثل ما أنا عليه وأصحابي
Artinya: _“Golongan yang tetap berada di jalan yang aku tempuh beserta para sahabatku.”_
Nabi Muhammad saw menyuruh kita untuk mengikuti *golongan terbanyak kaum muslimin* apabila terjadi perselisihan, dan alhamdulillah sejak dulu sampai sekarang Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mayoritas terbanyak, dan memang merekalah berkat karunia Allah swt adalah golongan yang selamat dan berkat mereka mengikuti al-Qur’an dan as-Sunnah juga jejak para salafunasshalihin dari kalangan sahabat dan tabiin semoga Allah swt meridhai mereka semua.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai bangsa ini...  Amiin...

Minggu, 14 Agustus 2016

SAHABAT UMAR ADALAH PELAKU BIDAH ULUNG YG DI CINTAI NABI SAW.






Perubahan Masa
Masalah perubahan hukum bersama masa (menyesuaikan masa) memang tidak bisa diingkari, sebab jika kita hanya terpaku kepada zhahir Nash maka agama ini akan membeku. Sebaliknya jika kita merubah sampai pada al Ushul maka kita akan menjadi seperti Yahudi dan Nashrani. Ini berarti yang benar adalah tengah  tengah antara ini dan itu. al Ushul tidak boleh dirubah oleh siapapun. Artinya hanya segala sesuatu yang tergali (al Mustanbathath) dari al Ushul itulah yang terkadang berubah menyesuaikan masa selama tidak bertabrakan dengan Nash Syari.
Abu Nuaim dalam al Hilyah  meriwayatkan dari Arzab al Kindi sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
سَيَكُوْنُ بَعْدِيْ أَشْيَاءُ فَأَحَبُّهَا إِلَيَّ أَنْ تُلْزِمُوْا مَا أَحْدَثَ عُمَرُ
“Akan ada setelahku banyaknya sesuatu, maka yang *paling aku sukai* dari sesuatu itu adalah kalian menetapkan diri kalian pada *apa yang diperbaruhi oleh Umar*”
Dalil keabsahan adanya perubahan ini banyak sekali yang sebagian di antaranya telah disebutkan di berbagai kitab:
Pengumpulan Alquran (padahal tidak mungkin ada wahyu baru turun atau nasakh yang terdahulu pasca Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat)
Mengumpulkan orang untuk shalat Tarawih (padahal tidak mungkin akan turun perintah kewajibannya pasca Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat)
Fatwa Umar ra terkait Thalaq. Ibnu Abbas ra meriwayatkan: [Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar, dan dua tahun pertama pemerintahan Umar, Thalaq tiga hanya jatuh satu. Umar kemudian mengatakan, Sesungguhnya orang  orang terburu  buru dalam urusan yang sebenarnya mereka harus pelan  pelan. Andai kita mengesahkan atas mereka Umar kemudian mengesahkan atas mereka. Ia lalu menghitung tiga Thalaq tiga tersebut karena niat (maksud) orang sudah berbeda. Dulu mereka mengucapkan Thalaq tiga hanya sebagai bentuk penguat (Ta’kid)  pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. (HR Muslim)
Fatwa Umar ra terkait hasul bumi daerah taklukan: Beliau berkata:
لَوْلاَ آخِرُ الْمُسْلِمِيْنَ مَا فَتَحْتُ قَرْيَةً إِلاَّ قَسَّمْـتُهَا سُهْمَانًا كَمَا قَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم خَيْبَرَ سُهْمَانًا , وَلَكِنِّي أَرَدْتُ أَنْ يَكُوْنَ جِرْيَةً تَجْرِيْ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ وَكَرِهْتُ أَنْ يُتْرَكَ آخِرُ الْمُسْلِمِيْنَ لاَ شَيْءَ لَهُمْ
“Andai bukan karena kaum muslimin masa akan datang niscaya tidak kutaklukkan suatu daerah kecuali aku akan membaginya sesuai bagian – bagiannya  seperti Rasullah shallallahu alaihi wasallam telah membagi Khaibar. Akan tetapi aku bermaksud agar  daerah itu terus mengalir (hasilnya. pent) untuk kaum muslimin dan aku tidak suka kaum muslimin akan datang dibiarkan tidak memiliki sesuatu apapun (HR Bukhari)
Sanksi bagi para pemabuk (Sakran). Dari Anas ra sesungguhnya didatangkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam seorang lelaki yang telah meminum Khamar. Beliau kemudian (memerintahkan agar itu dipukul) memukul orang itu dengan dua pelepah kurma *sebanyak kira  kira 40 kali.* Ini diikuti dan juga dilakukan oleh Abu Bakar ra.
Sampai pada masa khilafah Umar ra, Beliau meminta pendapat kepada orang  orang. Abdurrahman bin Auf ra lalu memberikan pendapat: *Had paling ringan adalah 80.* Umar ra lalu menetapkan usulan ini.
Sebab atau illat dari hal itu adalah seperti dalam riwayat Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas ra yang berkata: Lalu kami khawatir musuh datang kepadanya dalam kerumunan manusia dan lalu membunuhnya. Maka kami jadikan pukulan dengan cemeti itu secara terang  terangan.
Lalu bid'ah yang bagai mana yang hendah engkau ingkari...???

Senin, 27 Juni 2016

I'tikaf

AYO I'TIKAF

Kini memasuki sepuluh akhir Ramadhan yang ketiga,  tinggal beberapa hari lagi...  Sudahkah kita memaksimalkan sepuluh terakhir itu dengan berbuat amal shalih, begitu banyak keutamaan dan keitsimewaan di bulan Ramadhan khususnya sepuluh akhir,  pahala sunnah ditulis menjadi pahala fardhu, dan pahala fardhu menjadi berlipat-lipat, terutama di malam-malam ganjilnya.

I’tikaf menjadi ibadah pilihan di dalam menemui dan mencari malam kemuliaan tersebut, melihat begitu besarnya pahala yang Allah janjikan bagi orang yang beri’tikaf terlebih lagi di bulan Romadhan.  Tradisi yang ada di Indonesia biasanya saat sepuluh malam terakhir, trutama di malam-malam ganjilnya, umat muslim berangkat ke masjid umum atau pun masjid jami’ untuk melakukan ibadah I’tikaf yang di isi dengan berbgaia macam ketaatan.

#Definisi I’tikaf :

Secara syare’at adalah :
مكث مخصوص لشخص مخصوص فى مكان مخصوص بنية مخصوصة
“ Berdiam diri secara tertentu, bagi orang tertentu di tempat tertentu dengan niat tertentu “

#Keutamaannya :

Nabi Saw bersabda :
من مشى فى حاجة اخيه كان خيرا له من اعتكاف عشر سنين ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله عزوجل جعل الله بينه وبين النار ثلاث خنادق كل خندق ابعد مما بين الخافقين
(رواه الطبراني, المعجم الاوسط : 7322
و قال ايضا " من اعتكف عشرا فى رمضان كان كحجتين وعمرتين
رواه البيهقي, شعب الايمان ۳: ۴۲۵
“ Barangsiapa yang berjalan di dalam membangtu keperluan saudara muslimnnya, maka itu lebih baik baginya dari I’tikaf sepuluh tahun lamanya. Dan barangsiapa yang beri’tikaf satu hari karena mengharap ridho Allah Swt, maka Allah menjadikan di anatara dia dan api neaka jarak sejauh tiga khondaq / parit. Setiap khondaq dari khondak lainnya jaraknya sejauh langit dan bumi “
(HR. Thabrani, mu’jam Al-Awsath : 7322)
Nabi juga bersabda “ Barangsiapa yang beri’tikaf sepuluh hari di bulan Romadhan, maka baginya apahala dua haji dan dua umroh “
(HR. Al-Baihaqi, Syu’abil iman : 3 : 425)

#Hukum I’tikaf  ada 4 :

1. WAJIB, jika dinadzarkan
2. SUNNAH, dan inilah hukum asalnya dan lebih dtekankan lagi di bulan Romadhan
3. MAKRUH, Yaitu I’tikafnya perempuan yang masih memiliki body dengan idzin suami dan aman dari fitnah.
4. HARAM tapi sah yaitu I’tikafnya perempuan tanpa idzin suami atau dengan idzin suami tapi tidak aman dari fitnah.
   Haram dan tidak sah yaitu I’tikafnya orang yang junub atau perempuan yang haidh.

#Syarat I’tikaf :

1. Niat. Yaitu dalam hati mengatakan :
نويت الاعتكاف في هذا المسجد لله تعالى
“ Saya niat I’tikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala “
2. Suci dari hadats besar.
3. Berakal. Jika di tengah-tengah I’tikaf dia menjadi gila, maka batal I’tikafnya.
4. Islam
5. Berdiam diri minimal seukuran tuma’ninah sholat lebih sedikit ( Sekitar 5 detikkan )
6. Berada di dalam masjid. Maka tidak sah I’tikaf di mushollah, ribath atau pesantren. (menurut pendapat yg kuat)

Jumat, 17 Juni 2016

Ramadhan kareem, bulan penuh ampun

*معصية اورثت ذلا وافتقارا خير , من طاعة اورثت عزا واستكبارا.*

"Kemaksiatan yang menimbulkan rasa rendah diri dan harapan (akan rahmat Alloh dan belas kasih Alloh) itu lebih baik dari pada ta'at yang membangkitkan rasa mulia diri dan keangkuhan"

Perasaan hina dan rasa rendah diri karena perbuatan maksiat yang melekat pada diri,  adalah sifat hamba (ubudiyah). Dan perasaan maha mulia dan maha besar adalah sifat Tuhan (Rububiyah).

Adapun sifat seperti yang dimaksud adalah sikap yang harus dimiliki oleh hamba yang melekat pada dirinya dosa, hendaklah ia tidak merasa hina dan rendah diri,  namun ia harus berpengharapan penuh kepada rahmat Alloh. Orang seperti ini adalah orang yang lebih baik dari orang yang merasa telah banyak beribadah dan ta'at kepada-Nya,  akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan tinggi diri dengan amal ibadahnya itu.

Perlu diketahui bahwa rendah diri seorang hamba yang terlibat dalam perbuatan maksiat,  itu lebih baik dari angkuhnya hamba yang berbuat ta'at.

Seorang hamba yang ta'at beribadah, akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan riya' , ujub (bangga diri) dalam hatinya, maka kemungkinan Allah swa. akan meremehkan amal ibadahnya.

Ada juga seorang hamba Alloh yang sering terlibat perbuatan dosa, yang membuat sedih hatinya, timbul rasa penuh harap akan ampunan, Allah memberi hidayah kepadanya, lalu tumbuh penyesalannya dan rasa khosyiah (takut) kepada Alloh, pada akhirnya ia berjalan menuju keselamatan.

Banyak kisah yang terceritakan oleh hadis Nabi pada zaman bani israil,  seorang pelacur yang rendah diri dan berakhir mendapat hidayah, sementara seorang hamba yang gemar beribadah akan tetapi muncul rasa bangga diri nan sombong dan berakhir Alloh meremehkan alam ibadahnya.

Semoga kita menjadi manusia yang selalu rendah diri...  Amiiin

Kamis, 16 Juni 2016

CUKUP SATU DETIK KESADARAN

Satu menit belajar yang disertai dengan kesadaran, itu lebih bernilai dari pada seumur hidup belajar yang tidak disertai dengan kesadaran. sebab untuk hidup yang kita butuhkan bukanlah pelajaran yang tinggi, tapi kesadaran yang tinggi. satu detik kesadaran saja dapat mengubah segalanya.

Selasa, 17 Mei 2016

AKU TITIP SATU CINTAKU, YA ALLAH





Semoga cinta ini adalah cinta misi, bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya, dalam setiap penantiannya.

Ya Allah, Maha Pemilik Cinta
Aku titipkan satu cinta itu padamu, jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dgn seseorang yg tepat, yang telah Kau persiapkan sejak dulu.

Titip satu cinta itu ya Allah
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan-Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan-Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia-Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridhoan-Mu.

Titip satu cintaku Ya Mushawwir
Cinta yang bisa menjadikan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama-Mu.

Titip satu cinta itu ya Rabb
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama-sama terjaga dan akhirnya sama-sama mendapatkan yg terjaga pula.

Titip satu cinta itu Ya Rahman
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta.

Titip satu cinta itu Ya Waliyy
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya dan jaga dia utk tetap berada di jalan-Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini.

Titip cinta itu Ya Kariim
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dengan fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia senantiasa berjuang untuk menggapai Syurga-Mu. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya

Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama-Mu, orang yg selalu menyeru kepada agama-Mu. Jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak-anakku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat

Titip cinta itu Ya Hafizh
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yg senantiasa bersabar dan bersyukur


Aku titip cinta itu Ya Rabb.

Jumat, 22 April 2016

MISTERI NABI KHIDIR








Buku Karya Imam Ibnu Hajar al Asqalani ini berupaya mengupas sosok nabi Khidir, sebuah sumbangsih ilmiah yang sangat berharga untuk siapapun yang ingin mengetahui lebih jelas tentang sosok nabi yang misterius ini.
Berisikan tentang; Kenapaa dinamakan Khidir? Apakah beliau seorang wali atau nabi? Pendapat ahli Hadits tentang kematiannya, Nasihat Nasihat dan wasiat Nabi khidir, serta masih banyak lagi.


Harga : 50.000

Call/WA : 0812-5013-0080

Senin, 18 April 2016

RAHASIA JENIS KELAMIN & KEMIRIPAN SEORANG ANAK

:hibiscus:


Bagaimana Seorang Anak Bisa Mirip Orang Tuanya ?


Jika kita baca ilmu pengetahuan kontemporer, khususnya di bidang biologi dan kesehatan, akan didapatkan beberapa teori yang mencoba menjawab permasalahan di atas. Namun, tahukah Anda bahwa Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan jawaban atas pertanyaan di atas ? Saya ajak Anda – para Pembaca budiman – untuk memperhatikan beberapa hadits berikut :


:one:  1. Hadits Tsauban radliyallaahu ‘anhu.

Ada seorang Yahudi yang datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang permasalahan anak. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

"ماء الرجل أبيض وماء المرأة أصفر. فإذا اجتمعا، فعلا مني الرجل مني المرأة، أَذْكَرَا بإذن الله. وإذا علا مني المرأة مني الرجل، آنثا بإذن الله"

“Air (mani) laki-laki warnanya putih, sedangkan air mani wanita warnanya kekuning-kuningan. Apabila keduanya berkumpul (melalui satu persetubuhan) yang ketika itu air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki dengan ijin Allah. Namun apabila air mani wanita mengalahkan air mani laki-laki, maka anak yang akan lahir adalah wanita dengan ijin Allah” [HR. Muslim no. 315, Al-Baihaqiy 1/169, Ibnu Khuzaimah no. 232, dan yang lainnya].


:two:  2. Hadits Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu.

عن أنس : أن عبد الله بن سلام أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم مقدمه المدينة فقال يا رسول الله إني سائلك عن ثلاث خصال لا يعلمهن إلا نبي قال سل قال ما أول أشرط الساعة وما أول ما يأكل منه أهل الجنة ومن أين يشبه الولد أباه وأمه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرني بهن جبريل عليه السلام آنفا قال ...... وأما شبه الولد أباه وأمه فإذا سبق ماء الرجل ماء المرأة نزع إليه الولد وإذا سبق ماء المرأة ماء الرجل نزع إليها قال أشهد أن لا اله إلا الله وأنك رسول الله

Dari Anas : Bahwasannya ‘Abdullah bin Salaam mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat beliau tiba di Madinah. Ia pun bertanya : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku akan bertanya kepada engkau atas tiga permasalahan yang tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Bertanyalah”. ‘Abdullah bin Salaam melanjutkan : “Apakah tanda hari kiamat untuk pertama kali ? Makanan apakah yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga ? Dan dari mana datangnya sebab seorang anak menyerupai ayah dan ibunya ?”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Baru saja Jibril ‘alaihis-salaam mengkhabarkan kepadaku tentang jawaban ketiga hal tersebut”. Beliau melanjutkan : “………….Adapun sebab seorang anak menyerupai ayah dan ibunya : Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, maka anak (yang lahir) akan mirip ayahnya. Namun apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki, maka anak (yang lahir) akan mirip ibunya”. ‘Abdullah bin Salaam kemudian berkata : “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan (aku bersaksi) bahwa engkau adalah utusan Allah” [HR. Al-Bukhari no. 3329 , Ahmad 3/108, ‘Abdun bin Humaid no. 1389, Ibnu Abi Syaibah 13/125, dan yang lainnya].


:three:  3. Hadits Ummu Sulaim radliyallaahu ‘anhaa.

أن أم سليم حدثت؛ أنها سألت نبي الله صلى الله عليه وسلم عن المرأة ترى في منامها ما يرى الرجل. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم "إذا رأت ذلك المرأة فلتغتسل" فقالت أم سليم: واستحييت من ذلك. قالت: وهل يكون هذا؟ فقال نبي الله صلى الله عليه وسلم "نعم. فمن أين يكون الشبه. إن ماء الرجل غليظ أبيض. وماء المرأة رقيق أصفر. فمن أيهما علا، أو سبق، يكون منه الشبه".

Bahwasannya Ummu Sulaim pernah menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabiyullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang wanita yang bermimpi sebagaimana mimpi yang dialami oleh laki-laki. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila ia melihat yang demikian, hendaklah ia mandi”. Ummu Sulaim berkata (kepada perawi) : “Sebenarnya aku malu menanyakan hal tersebut”. Ia kembali bertanya kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Mungkinkah hal itu terjadi (pada diri seorang wanita) ?”. Nabi shallallohu 'Alaihi Wassalam menjawab : “Ya. (Jika tidak), maka darimana adanya penyerupaan (seorang anak kepada orang tuanya) ?. Sesungguhnya air mani laki-laki kental lagi berwarna putih, sedangkan air mani wanita encer dan berwarna kekuning-kuninganan. Siapa saja di antara keduanya yang mengalahkan atau mendahului dari yang lain, maka akan terjadi penyerupaan (dari si anak) terhadap dirinya” [HR. Muslim no. 311].

4. Hadits ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa.

عن عائشة؛ أن امرأة قالت لرسول الله صلى الله عليه وسلم: هل تغتسل المرأة إذا احتلمت وأبصرت الماء؟ فقال "نعم" فقالت لها عائشة: تربت يداك. وألت. قالت فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم "دعيها. وهل يكون الشبه إلا من قبل ذلك. إذا علا ماؤها ماء الرجل أشبه الولد أخواله. وإذا علا ماء الرجل ماءها أشبه أعمامه".

Dari ‘Aisyah : Bahwasannya ada seorang wanita yang bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Apakah seorang wanita harus mandi jika ia bermimpi dan melihat air ?”. Beliau menjawab : “Ya”. Maka ‘Aisyah berkata kepadanya : “Taribat yadak ! (sebuah kalimat pengingkaran atas pertanyaan wanita tadi –Abul-Jauzaa’)”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Biarkanlah ia. Dari mana datangnya penyerupaan bila tidak berasal dari yang demikian ? Apabila air mani wanita mengalahkan/mengungguli air mani laki-laki, maka anak yang lahir akan menyerupai keluarga ibunya. Apabila air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang lahir akan menyerupai keluarga ayahnya” [HR. Muslim no. 314].

:small_blue_diAAAl-Haafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :

والمراد بالعلو هنا السبق، لأن كل من سبق فقد علا شأنه فهو علو معنوي، وأما ما وقع عند مسلم من حديث ثوبان رفعه: "ماء الرجل أبيض وماء المرأة أصفر فإذا اجتمعا فعلا مني الرجل مني المرأة أذكرا بإذن الله، وإذا علا مني المرأة مني الرجل أنثا بإذن الله" فهو مشكل من جهة أنه يلزم منه اقتران الشبه للأعمام إذا علا ماء الرجل ويكون ذكرا لا أنثى وعكسه، والمشاهد خلاف ذلك لأنه قد يكون ذكرا ويشبه أخواله لا أعمامه وعكسه، قال القرطبي: يتعين تأويل حديث ثوبان بأن المراد بالعلو السبق. قلت: والذي يظهر ما قدمته وهو تأويل العلو في حديث عائشة وأما حديث ثوبان فيبقى العلو فيه على ظاهره فيكون السبق علامة التذكير والتأنيث والعلو علامة الشبه فيرتفع الإشكال، وكأن المراد بالعلو الذي يكون سبب الشبه بحسب الكثرة بحيث يصير الآخر مغمورا فيه فبذلك يحصل الشبه، وينقسم ذلك ستة أقسام: الأول أن يسبق ماء الرجل ويكون أكثر فيحصل له الذكورة والشبه، والثاني عكسه، والثالث أن يسبق ماء الرجل ويكون ماء المرأة أكثر فتحصل الذكورة والشبه للمرأة، والرابع عكسه، والخامس أن يسبق ماء الرجل ويستويان فيذكر ولا يختص بشبه، والسادس عكسه

“Yang dimaksud dengan al-‘ulluw adalah as-sabq (mendahului), karena setiap yang mendahului berarti ia telah mengungguli/mengalahkan dalam arti maknawi. Adapun hadits Tsauban yang diriwayatkan oleh Muslim : ‘Air (mani) laki-laki warnanya putih, sedangkan air mani wanita warnanya kekuning-kuningan. Apabila keduanya berkumpul (melalui satu persetubuhan) yang ketika itu air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki dengan ijin Allah. Namun apabila air mani wanita mengalahkan air mani laki-laki, maka anak yang akan lahir adalah wanita dengan ijin Allah’ ; maka dalam hadits tersebut terdapat hal yang sulit dipahami (musykil). Karena, apabila air mani laki-laki yang mendahului, maka hal itu berkonsekuensi anak yang terlahir akan menyerupai keluarga suami dan berjenis kelamin laki-laki. Demikian pula jika sebaliknya. Sementara kenyataan yang ada, kadangkala anak laki-laki mirip dengan keluarga dari pihak ibu, bukan dari pihak keluarga ayah. Demikian juga sebaliknya. Al-Qurthubi berkata : “Dengan demikian jelaslah bahwa maksud dari kata al-‘ulluw dalam hadits Tsauban adalah as-sabq (mendahului)”. Aku (Ibnu Hajar) katakan : “Menurutku, demikianlah makna kata al-‘ulluw yang tercantum dalam hadits ‘Aisyah. Adapun hadits Tsaubaan, kata al-‘ulluw tetap ditafsirkan sesuai dengan dhahirnya. Dengan demikian, as-sabq (mendahului) merupakan penentu jenis kelamin laki-laki atau wanita, sedangkan al-‘ulluw (mengalahkan/dominansi) merupakan tanda penyerupaan/kemiripan. Berarti tidak ada lagi kesulitan dalam memahami makna hadits. Seakan-akan maksud al-‘ul

luw yang merupakan sebab penyerupaan/kemiripan karena banyaknya air mani yang keluar sehingga membanjiri yang lainnya. Dengan keadaan ini, maka akan tercapailah penyerupaan/kemiripan. Perkara ini ada enam keadaan :

:white_check_mark:1.        Apabia air mani laki-laki lebih banyak dan keluar mendahului air mani wanita, maka anak yang lahir adalah laki-laki dan serupa dengan ayahnya atau keluarga ayahnya.

:white_check_mark:2.        Sebaliknya dari yang di atas (yaitu : apabila air mani wanita lebih banyak dan keluar mendahului air mani laki-laki, maka anak yang lahir adalah wanita dan serupa dengan ibunya atau keluarga ibunya).

:white_check_mark:3.        Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, namun air mani wanita lebih banyak; maka anak yang lahir adalah laki-laki dan serupa dengan ibunya atau keluarga ibunya.

:white_check_mark:4.        Sebaliknya dari yang di atas (yaitu apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki, namun air mani laki-laki lebih banyak; maka anak yang lahir adalah wanita dan serupa dengan ayahnya atau keluarga ayahnya).

:white_check_mark:5.        Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita dan dua-duanya sama banyaknya, maka anak yang lahir adalah laki-laki tanpa ada keserupaan secara khusus kepada keduanya.

:white_check_mark:6.        Sebaliknya (yaitu apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki dan dua-duanya sama banyaknya, maka anak yang lahir adalah wanita tanpa ada keserupaan secara khusus kepada keduanya).

:small_blue_diamond:( Fathul-Baariy, 7/273)

Semoga ada manfaatnya. Wallaahu a’lam bish-shawwaab.

Minggu, 10 April 2016

YAKINLAH PADA DIRI




:small_blue_diamond:رضا الناس غاية لاتدرك


Dikisahkan ; Seorang pedagang ikan memulai berjualan di pasar dipagi hari. Agar dapat menarik pembeli ia memasang papan pengumuman bertuliskan " HARI INI DI SINI DIJUAL IKAN SEGAR "

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata HARI INI? Bukankah kau memang hari ini berjualan, bukan kemarin atau besok?"

Pedagang ikan itu berpikir dan menjawab, "Iya, kau benar." Kemudian ia menghapus tulisan "HARI INI" dan di papan tersebut tulisan berkurang menjadi "DISINI JUAL IKAN SEGAR"

Beberapa saat kemudian datang pembeli ke dua. Pembeli tersebut juga menanyakan tulisan di papan, "Mengapa kau tulis kata DI SINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DI SINI , bukan DI SANA atau di tempat lain?"

"Benar juga!" pikir si pedagang ikan tersebut, lalu dihapusnya kata "DI SINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya.

"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"

"Benar juga" pikir si pedagang ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN"

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke empat yang juga menanyakan tulisannya, "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan atau dibagikan?"

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan "IKAN"

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke lima, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging atau Sayur?"

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Tinggallah pedagang ikan tersebut berjualan tanpa memasang papan tulisan, dan keinginan menarik pembeli gagal sudah.


:small_blue_diamond:PELAJARAN


Yakinlah bahwa tidak mungkin kita bisa memuaskan setiap orang. sebagaimana ungkapan Imam Syafi'i

رضا الناس غاية لاتدرك

"Kepuasan seluruh manusia adlh tujuan yang sulit utk diwujudkan"

Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. 
Jadi utamakan suara hati anda, biarlah orang lain berpendapat, jangan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain bila anda merasa itu sudah sesuai dengan tujuan anda. dikatakan

اجهل الناس من ترك يقين ما عنده لظن ما عند الناس .

"Sebodoh-bodoh manusia adlh orang yg meninggalkan keyakinan dirinya demi mengikuti apa yg menjadi sangkaan orang lain". :pray:🏻:blush: