Translate

Kamis, 21 Januari 2016

Puasa Arafah

Puasa sunnah hari ‘Arafah bagi kaum muslimin yang tidak sedang melakukan ibadah haji, apakah karena peristiwa wukuf ataukah karena kalender hari ‘Arafah.
Puasa yang dilakukan adalah karena yaumu ‘Arafah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan rukyat.
DASAR PENGAMBILAN HUKUM
1. Fath al-Wahhab juz 1 hal.145
يسنّ صوم يوم عرفة وهو تاسع ذي الحجّة لغير الحجّ لخبر مسلم صيام يوم عرفة يكفّر السّنة الّذي قبله والّتي
Pada hari ‘Arafah disunnahkan berpuasa, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah bagi selain orang yang sedang melaksanakan haji. Karena hadits riwayat Muslim: “Puasa pada hari ‘Arafah bisa menghapus (dosa) setahun yaitu tahun yang sebelum dan sesudahnya”.
2. Futuhat al-Wahhab bi Taudhih Fath al-Wahhab juz 2 hal.460
وقد قالوا ليس يوم الفطر اوّل شوّال مطلقا بل يوم يفطر النّاس وكذا يوم النّحر يوم يضحّي النّاس ويوم عرفة الّذي يظهر لهم انّه يوم عرفة سواء التّاسع والعاشر لخبر الفطر يوم يفطر النّاس والاضحي يوم يضحّي النّاس رواه التّرمذيّ وصحّحه وفي رواية للشّافعيّ وعرفة يوم يعرف النّاس ومن رأى الهلال وحده او مع غيره وشهد به فردّت شهادته يقف قبلهم لا معهم ويجزيه إذ العبرة في دخول وقت عرفة وخروجه
Para ulama sungguh telah berkata: “Hari raya fitri itu bukan berarti awal Syawal secara mutlak, (namun) adalah hari dimana orang-orang sudah tidak berpuasa lagi, demikian halnya hari nahr adalah hari orang-orang menyembelih kurban, dan begitu pula hari ‘Arafah adalah hari yang menurut orang-orang tampak sebagai hari ‘Arafah, meski 9 dan 10 Dzulhijjjah, mengingat hadits: Berbuka (tidak puasa lagi) yaitu hari orang-orang tidak berpuasa dan Idul Adha adalah hari orang-orang menyembelih kurban”. Hadits riwayat Tirmidzi, dan ia shahihkan. Dalam riwayat Imam Syafi’i ada hadits: “Hari ‘Arafah adalah hari yang telah dimaklumi oleh orang-orang”.
Barangsiapa melihat hilal sendirian atau bersama orang lain dan ia bersaksi dengannya, lalu kesaksiannya itu ditolak, maka ia harus wukuf sebelum orang-orang, tidak boleh wukuf bersama mereka, dan wukufnya mencukupi (sebagai rukun haji). Sebab yang menjadi pedoman perihal waktu masuk dan keluarnya hari ‘Arafah adalah keyakinannya sendiri.
3. Fath al-Mu’in hal.170
(ويسنّ) متأكّدا (صوم يوم عرفة) لغير حاجّ لأنّه يكفّر السّنة الّتي هو فيها والّتي بعدها كما في خبر مسلم وهو تاسع ذي الحجّة
Disunnahkan dengan sunnah muakkad berpuasa pada hari ‘Arafah bagi selain orang yang haji, karena puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun yang sedang dijalaninya dan setahun sesudahnya. Seperti dalam hadits riwayat Muslim. Hari ‘Arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah.

Ada apa dengan Muharom

Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah satu diantara empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Sebagai mana firman Allah dalam Surah At Taubah:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan di Kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram” (Q.S At Taubah : )
Dalam bulan ini Allah melarang hamba-Nya untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya, dan hal ini berlaku sejak zaman jahiliyah. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan, sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipat gandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa.
Puasa 10 Muharram pada mulanya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Dari Ibnu Abbas RA, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw. berkata, “Saya lebih berhak mengikuti  Musa as. dari mereka.”  Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa” (HR Bukhari).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Memang ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kaum Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga,  puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).
Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.
diceritakan dalam kitab Irsyadul ibad : 49 ; "Ada orang miskin (faqir) yang mendatangi orang kaya Alqodhi, si miskin berkata pada alqodhi; semoga Allah memuliakan tuan, saya seorang miskin yang mempunyai banyak keluarga, saya datang pada tuan agar tuan berkenan menolong


Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan  menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu  salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan  pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Mekah dan Madinah.
Legenda Dan Mitos Muharram
Di samping keutamaan bulan Muharram yang sumbernya sangat jelas, baik disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi banyak juga  legenda dan mitos yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari ‘Asyura.
Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari ‘Asyura Nabi Adam diciptakan, Nabi Nuh as di selamatkan dari banjir besar, Nabi Ibrahim dilahirkan dan Allah Swt menerima taubatnya. Pada hari ‘Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa  yang mandi pada hari ‘Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari ‘Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari ‘Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhammad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari ‘Asyura tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari ‘Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan hari ‘Asyura.
Bid’ah Di Bulan Muharram
Selain legenda dan mitos yang dikait-kaitkan dengan Muharram, masih sangat banyak bid’ah yang jauh dari ajaran Islam. Lebih tepat lagi bahwa bid’ah tersebut merupakan  warisan ajaran Hindu dan Budha yang sudah menjadi tradisi  masyarakat Jawa yang mengaku dirinya sebagai penganut aliran kepercayaan. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Kejawen.
Dari segi sistem penanggalan, memang penanggalan dengan sistem peredaran bulan bukan hanya dipakai oleh umat Islam, tetapi masyarakat Jawa juga menggunakan penanggalan dengan sistem itu. Dan awal bulannya dinamakan  Suro. Pada hari Jum’at malam Sabtu, 1 Muharram 1428 H bertepatan dengan 1 Suro 1940. Sebenarnya penamaan bulan Suro, diambil dari ’Asyura yang berarti 10 Muharram. Kemudian sebutan ini menjadi nama bulan pertama bagi penanggalan Jawa.
Beberapa tradisi dan keyakinan yang dilakukan sebagian masyarakat Jawa sudah sangat jelas bid’ah dan  syiriknya, seperti Suro diyakini sebagai bulan yang keramat, gawat dan penuh bala. Maka diadakanlah upacara ruwatan dengan mengirim sesajen atau tumbal ke laut. Sebagian yang lain dengan cara bersemedi mensucikan diri bertapa di tempat-tempat sakral (di puncak gunung, tepi laut, makam, gua, pohon tua, dan sebagainya) dan ada juga yang melakukan dengan cara lek-lekan ‘berjaga hingga pagi hari’ di tempat-tempat umum (tugu Yogya, Pantai Parangkusumo, dan sebagainya). Sebagian masyarakat Jawa lainnya juga melakukan cara sendiri yaitu mengelilingi benteng keraton sambil membisu.
Tradisi tidak mengadakan pernikahan, khitanan dan membangun rumah. Masyarakat  berkeyakinan apabila melangsungkan acara itu maka akan membawa sial dan malapetaka bagi diri mereka.
Melakukan ritual ibadah tertentu di malam Suro, seperti  selamatan atau syukuran, Shalat Asyuro, membaca Doa Asyuro (dengan keyakinan tidak akan mati pada tahun tersebut) dan ibadah-ibadah lainnya. Semua ibadah tersebut merupakan bid’ah (hal baru dalam agama) dan tidak pernah ada contohnya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam maupun para sahabatnya. Hadist-hadits yang menerangkan tentang Shalat Asyuro adalah palsu sebagaimana disebutkan oleh imam Suyuthi dalam kitab al-La’ali al-Masnu’ah.
Tradisi Ngalap Berkah dilakukan dengan mengunjungi daerah keramat atau melakukan ritual-ritual, seperti mandi di grojogan (dengan harapan dapat membuat awet muda), melakukan kirab kerbau bule (kiyai slamet) di keraton Kasunan Solo, thowaf di tempat-tempat keramat, memandikan benda-benda pusaka, begadang semalam suntuk dan lain-lainnya. Ini semuanya merupakan kesalahan, sebab suatu hal boleh dipercaya mempunyai berkah dan manfaat jika dilandasi oleh dalil syar’i (Al Qur’an dan hadits) atau ada bukti bukti ilmiah yang menunjukkannya. Semoga Allah Ta’ala menghindarkan kita dari kesyirikan dan kebid’ahan yang membinasakan.
Menyikapi berbagai macam tradisi, ritual, dan amalan yang jauh dari ajaran Islam, bahkan cenderung mengarah pada bid’ah, takhayul dan syirik, maka marilah kita bertobat kepada Allah dan melaksanakan amalan-amalan sunnah di bulan Muharram seperti puasa. Rasulullah saw.  menjelaskan bahwa puasa pada hari ‘Asyura  menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah berlalu.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَن صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Dari Abu Qatadah RA. Rasulullah ditanya tentang puasa hari ‘asyura, beliau bersabda: “Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat.”  (HR. Muslim).
         Wallahu ’alam bishawwab.

Selasa, 05 Januari 2016

BERFIKIR POSITIF TERHADAP ORANG LAIN

🌺BERFIKIR POSITIF TERHADAP ORANG LAIN🌸

Nasehat mulia dari hamba mulia Sultan Aulia Syeikh Abdul Qadir Al Jailani.

🔹اذالقيت احدا من الناس رايت الفضل له عليك، وتقول: عسى ان يكون عند الله خيرا مني وارفع درجة .

1. Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahawa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu ;“Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.”

🔹فان كان صغيرا قلت: هذا لم يعص الله وانا قد عصيت فلا شك انه خير مني.

2. Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah dalam hatimu;“Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”

وان كان كبيرا قلت: هذا قد عبد الله قبلى.

3. Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah dalam hatimu;“Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

🔹وان كان عالما قلت: هذا اعطىي ما لم ابلغ ونال ما لم انل وعلم ما جهلت وهو يعمل بعلمه.
4. Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu;“Orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan kuperolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

🔹وان كان جاهلا قلت: هذا عصى الله بجهل وانا عصيته بعلم ولا ادري بما يختم لى او بما يختم له .

5. Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah dalam hatimu;“Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak.

🔹وان كان كافرا قلت: لا ادري عسى ان يسلم فيختم له بخيرالعمل وعسى ان اكفر فيختم لي بسؤالعمل .

6. jika ketemu orang kafir, maka katakanlah dlm hatimu; "Aku tdk tau apa yg akan terjadi, bisa jadi dia memeluk islam dan mengakhiri hidupnya dgn perbuatan baik, sedang aku justru berbuat kafir dan mengakhiri hidupku dgn perbuat buruk."

Nashoihul-'Ibad . Darul Kutub Al Islami.

Minggu, 03 Januari 2016

IDKHOLUS-SURUR MIN AKHLAQIR-RASUL

ادخال السرور من اخلاق الرسول .

"Menyenangkan hati seseorang adalah bagian dari akhlak mulia Rasululloh"

Dikisahkan: pada suatu saat datanglah seorang miskin kepada Rosulullah SAW dengan membawa hadiah semangkuk buah anggur. Rosul pun menerima hadiah itu dan mulai memakannya. Biasanya, Rosulullah selalu memberi makanan kepada para sahabat jika ada yang memberi sedekah dan beliau sendiri tidak ikut makan. Sementara jika ada yang memberi hadiah, Rosul juga memberi kepada para sahabat dan beliau pun ikut makan. Namun kali ini berbeda, Beliau memakan buah pertama lalu tersenyum kepada orang tersebut.

Beliau mengambil buah kedua lalu tersenyum kembali. Orang yang memberi anggur itu serasa terbang bahagia karena melihat Rosulullah menyukai hadiahnya. Sementara para sahabat melihat beliau dengan penuh rasa heran. Tak biasanya Rosulullah makan sendirian. Satu per satu anggur itu diambil oleh Rosulullah dengan selalu tersenyum, hingga semangkuk anggur itu habis tak bersisa. Para sahabat semakin heran dan orang miskin itu pulang dengan hati penuh bahagia.

Lalu seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah SAW, "Wahai Rosulullah, mengapa engkau tidak mengajak kami ikut makan bersamamu?"
Rosul pun tersenyum dan menjawab, "Kalian telah melihat bagaimana wajah bahagia orang itu dengan memberiku semangkuk anggur. Dan ketika aku memakan anggur itu, kutemukan rasanya masam. Dan aku takut jika mengajak kalian ikut makan denganku, akan ada yang menunjukkan sesuatu yang tidak enak hingga merusak kebahagiaan orang itu".

Sungguh besar kepeduliaan Rosulullah SAW dalam menjaga perasaan orang lain. Apalagi yang mampu kita ucapkan ketika melihat akhlak dan budi pekerti beliau, sungguh benar Firman Allah SWT yang berbunyi,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur". (QS.Al-Qalam:4)

Mudah-mudahan kita sebagai umat Beliau dapat mencontoh Akhlak-akhlak yang ada pada junjungan kita Syayyidina Rosulullah Muhammad SAW. sehingga membuat simpati umat-umat yang lain.

Senin, 07 Desember 2015

SHOLAT 2 RAKAAT SEORANG MUKMIN LEBIH MENGGODA DARI PADA SUJUD 300.000 TAHUN MALAIKAT JIBRIL

Nabi bersabda : Ketika Allah telah selesai menciptakan malaikat Jibril dengan bentuk bagus sekali , padanya 600 sayap, setiap sayap panjangnya mulai kutub timur sampai barat.
Lalu Jibril mengamati dirinya yang indah itu, seraya berkata :
Ya Allah , adalah makhluk ciptaanMU yang bagus melebihi aku ? JawabNYA : tidak ada.
Maka karena syukur yang timbul darinya, ia segera tegak melakukan shalat 2 rakaat , setiap rakaat dikerjakan selama 20.000 tahun.
Selesai shalat Allah berfirman : Ya Jibril, engkau telah menyembah kepadaKu dengan ibadah yang sejati, tiada orang yang beribadah seperti ibadahmu ini …
Akan tetapi ketahuilah jibril, nanti di akhir zaman akan hidup seorang nabi mulia kekasihKU, bernama Muhammad, umatnya banyak lemah berbuat dosa, namun dengan sholat yang mereka kerjakan 2 rakaat dan hanya sebentar, diliputi dosa dan pikiran macam2 , demi Keagungan dan KemulyaanKu , sungguh sholat mereka lebih Kusenangi daripada sholatmu tadi , sebab sholat mereka atas dasar menaati perintahKu, sedangkan sholatmu tanpa perintahKu.
Sahut Jibril : Ya Allah , apakah anugerah Mu itu sebagai imbalan untuk mereka ?
JawabNya : Aku beri mereka sorga Ma’wa. Lalu Jibril mohon ijin untuk kepada Allah untuk meninjau lokasi nya dan Allahpun mengijinkannya.
Akhirnya Jibril berangkat, terbang denagn membuka sayapnya, setiap dua sayap terbuka mampu menempuh perjalanan sejauh 3000 tahun, demikian pula setiap menelungkupkan dua sayap tsb, mamapu menempuh sejauh 3000 tahun.
Alkisah , ia telah melakukan yang demikian itu selama 300 tahun, hingga ia merasa terlalu lelah dan istirahat di bawah bayangan pohon terbesar. Ia bersungkur sujud kepada Allah sambil berkata : Ya Allah , perjalananku ini apakah sudah dapat separohnya, atau sepertiganya atau baru seperempatnya ?
JawabNya : Ya Jibril, itu baru 300 tahun yang kau tempuh, bahkan kau tempuh lagi perjalanan sejauh 300.000 tahun dengan kecepatan yang sama, sebagaimanan Aku telah memberikan kekuatan padaMu, digandakan 2x kecepatan dan kekuatan yang ada padamu selama ini, maka kamu tidak mencapai 10 % dari beberapa puluh pahala yang Kuberikan bagi umat Muhammad SAW, sebagai imbalamn 2 rakaat atas sholat mereka .
(Misykatul Anwar)

Selasa, 22 September 2015

Khutbah Ied Adha Bahasa Jawa.


Oleh KH. Hamied Rievqie

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر 9×
اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحَّدَنَا بِعِيْدِهِ كَأُمَّةٍ وَاحِدَةٍ، مِنْ غَيْرِ الأُمَم، وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ.
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ.
الَلَّهُمَّ صَلِّ وَاُسَلِّمُ عَلَى حَبِيْبِناَ المُصْطَفَى، الَّذِّي بَلَّغَ الرِّسَالَةْ، وَأَدَّى الأَمَانَةْ، وَنَصَحَ الأُمَّةْ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ، وَجاَهَدَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ.
اَمَّا بَعْدُ: عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ!

Kaum muslimin ingkang dipunmulyaaken Allah SWT,
Wonten wekdal puniko monggo tansah ngaturaken syukur kito dateng Allah SWT ingkang sampun paring nikmat ingkang kathah, arupi panjang umur, nikmat sehat lahir batin ingkang kasariro dateng kito sami,  tansah akur dateng sedulur, nikmat nagari ingkang gemah ripah lohjinawi, makmur subur sedoyo saget tinandur kanthi semulur, langkung-langkung nikmat agami Islam, puncaking kanikmatan gesang ingkang samangke mbekto manungso kebahagiaan hakiki dunyo dumugi akhirat.

Godong salam bumbune janganan, solawat salam kunjuk dateng manungso pilihan, Nabi Muhammad SAW, ingkang dados tuladaning titah saklumahing bumi, sakkureping langit, ingkang tansah kito antu-antu safa’atipun. Mugi-mugi ugi lumeber dateng keluarganipun, sedoyo sahabatipun, sarta penderekipun ingkang setyo tuhu gegesang sunah-sunahipun.

Allohu Akbar 3x
Wonten khutbah puniko kulo ngengetaken dateng kulo piyambak lumeberipun dateng sedoyo jamaah monggo kito tingkataken ketaqwaan kito dateng Alloh SWT, kanthi upoyo tanpo selo, terus tanpo ngagem leren, ningkataken ketaatan saho nebihi saktebih-tebihipun sedoyo awisanipun Allah SWT.

Allohu Akbar 3x wa lillaahil hamd,
Bapak, ibu, sederek sedoyo ingkang kulo hormati.

Idul Adha utawi Idul Kurban dados setunggaling ibadah tahunan ingkang rutin kito tindakaken sareng-sareng wonten wulan Dzulhijah. Wonten Dzulhijah meniko kathah ritual keagamaan ingkang dipun laksanaaken. Haji wonten Mekkah ingkang mampu, siyam arofah, takbiran, sholat id, soho penyembelihan kewan kurban.

Mestinipun kito sami saget mendet piwulang sedoyo pangibadahan wonten wulan puniko kangge kito trapaken sedoyo wulan sanesipun. Piwulang ingkang saget kito pendet antawisipun :

       1.    Nilai-nilai Syukur
“Innaa a’thoinaaka kautsar, fasholli lirobbika wanhar”(Setuhune Ingsun wus paring nikmat kang akeh, mongko sholato lan kurbanno karono pangeraniro). Mboten saget dipun pungkiri bilih sedoyo kebetahan kito Allah ingkang nyekapi kagem gesanging kito sami, mila saking puniko.

tentu syukur dateng Allah wajib hukumipun. Wujud sy ukur inggih kanthi sholat soho kurban. Kanthi sikap syukur puniko kito saget gesang kanthi tentrem, ugi masyarakat kito bade aman, sebab tiyang ingkang syukur tebih saking sifat tamak, rakus, iri lan drengki. Kekayaan ingkang saestu inggih puniko ati ingkang syukur “Laisan ghina ‘an katsrotil ghina, walaakinnal ghina, ghinannafsi” (Ora diarani sugih kanthi kathahing bondho, nanging sugih sejatine sugih atine/jiwane.)

      2.   Nilai-nilai Berkurban
Kurban saking tembung qoruba ingkang maknanipun cedak, parek, cerak. Dados kurban meniko usaha supados kito cerak dateng Allah SWT. Pramilo sedoyo ibadah ingkang kito tindakaken kedah ingkang paling sae. Kito dipun awisi kurban kanthi kewan ingkang lelaranen, cacat, dereng cekap umur.
Bongso kito saget mardiko awit pengorbanan para pahlawan, negari saget majeng menawi sedoyo, pejabat, rakyat, konglomerat, teknokrat, birokrat, nggadahi sifat rela berkurban, kepentingan masyarakat ingkang dipunpentingaken nglangkungi kepentingan diri pribadi, kluargo lan golongan.
Ananging ironisipun sakmeniko kito nyekseni drama kehidupan ingkang miris ati kito sami. Wonten istilah Trias Koruptika, korupsi sampun mlebet dateng eksekutif, legislatif ugi yudikatif. Ingkang mestinipun negakaken hukum, justru korupsinipun edan-edanan mboten namung jutaan, milyaran nanging ngantos trilyunan. Kamongko Alloh sampun ngengetaken kito sami “Wailul likulli humazatil lumazah, alladzi jama’a maalaun wa’addadah” (Ciloko tumrap pengumpat lan pencela, ingkang ngunpulaken  bondho lan ngetung-etung), awit biasanipun tiyang ingkang ngumpat menawi kelong bandanipun lan seneng nyacat soho ngremehaken tiyang sanes ingkang dipun anggep miskin.

Pramilo monggo watak korupsi meniko kito icali saking pagesangan kito sami kanthi ngedepanaken sikap rela berkurban.

   
       3. Nilai Ketaatan
Wonten ibadah Kurban meniko ugi nguji dateng kito sami tingkat ketaatan dateng Allah SWT, kados dene Nabi Ibrohim ketaatanipun dateng Gusti Allah mboten dipun sangseaken maleh, Kito saget nyonto ketaatan Nabi Ibrohim nglangkungi raos tresnanipun dateng putranipun. Bilih namung Allah ingkang dipun taati.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً ﴿٣٦﴾
“Ora pantes tumrap wong mukmin lanang lan mukmin wadon, nalikane Allah soho utusane wus nemtoake perkoro, ora ono pilihan tumrap wong akeh saking urusane, lan sing sopo wonge durakani Allah lan utusane temen sasar, sasar kang nyoto.” (Al-Ahzab 36)

Sewalikipun kathah sakmeniko kito pirsani kathah tetiyang ingkang langkung taat dateng nafsunipun tinimbang taat dateng Allah, Allah dipun kiwaaken mboten dipunpentingaken, sahinggo kathah pelanggaran hukum, kados-kados Alloh mboten mirsani ingkang mekaten, kamongko wonten ngarsanipun Gusti Allah dipun catet kanthi rapi dening Malaikat Raqib lan ‘Atid.
“Ma yalfidzu min qoulin illa ladaihi roqiibun ‘atiidun” (ora ono sewijining ucapan kejobo ono catetan ono pengawasan kang cerak/roqib ‘atid)

4.  Nilai-nilai kasih sayang.
Wonten ibadah kurban ugi ngemot nilai kasih sayang, kasih sayang nggadahi pangertosan menehi sae ingkang awujud barang utowo materi ugi ingkang awujud sanes barang/non materi. Agami Islam meniko dipun tegakaken kalih perkawis inggih kasih soho sayang. Kanthi ibadah kurban mestinipun nuwuhaken perhatian kito dateng sesami, kito ngraosaken sakalangkung nikmat menawi saget mbiyantu tiyang sanes. Ananging kito tingali kathah sakmeniko tiyang-tiyang ingkang tegel mirsani seduluripun samsara, bongsonipun dipungadeaken, rakyat nanggung utang ingkang kathah kamongko ingkang menikmati namung sekedik elit bongso puniko. Monggo kanthi momen kurban tahun puniko pinongko ningkatipun raos kasing sayang kito dateng sesami.
“Laa yu’minu ahadukum hattaa yuhibbu liakhiihi kamaa yuhibbu linafsihi” (Ora den arani wong iman, menowo durung tresno maring sedulure koyodene tresnane marang awake dhewe.)
“Man laa yarhamu, falaa yurhamu” (Wongkang orang nyayangi ora bakal disayangi)

  
      5. Nilai Ekonomi lan Kemakmuran
Kanthi ibadah kurban soho haji wekdal puniko ugi mujudaken kegiatan ekonomi ingkang ageng nglibataken sedoyo unsur masyarakat, sae petani, pengusaha, pemerintah lan sanesipun. Kanthi kurban mestinipun tiyang Islam majeng babagan peternakanipun, teknologi penyimpanan daging, ilmu gizinipun, tiyang Islam ugi mestinipun majeng babagan transportasi, sahinggo saget ngangkut jamaah haji kanthi lancar lan aman.

Allohu Akbar 3x
Sagung jama’ah ingkang berbahagia.

Mekaten ingkang saget kulo aturaken wonten khutbah wekdal puniko,
Ibadah paling penting sholat, langkung sae menawi berjama’ah
Mugi khutbah puniko mbekto manfaat, dateng kulo piyambak lan tiyang kathah.

Menawi wonten ingkang kirang titis soho kirang pas, kulo nyuwun pangapuro

اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ والحمد لله رب العالمين.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ،
اَللّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ الْحِساَبِ وَمُحْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ والَصَلِّيْبِيِّيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَالرَّأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَ اْلإِشْتِرَاكَيِّيْنَ وَالشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ تَحْرِيْرَ بِلاَدِ فَلَسْطِيْنِ وَاْلأَقْصَى، وَالْعِرَاقِ، وَالشَّيْشَانَ، وَأَفْغَانِسْتَانَ، وَسَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نُفُوْذِ الْكُفَّارِ الْغَاصِبِيْنَ وَالْمُسْتَعْمِرِيْنَ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التُّقَى وَ الْعَفَافَ وَالْغِنَى نَاتِجَةً مِنْ صِيَامِنَا وَ اجْعَلْهُ شَافِعًا لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِه

Rabu, 16 September 2015

SITI HAJAR DAN KEMULIAAN DALAN BEKERJA

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ

الحمد لله الذي جعل الأَضَاحِيَّ مِنْ أَجْلِ القُرْباَنِ، وَضَاعَفَ لِعَامِلِهاَ الحَسَناَتِ، وَكَانَتْ سَبَباً لِدُخُوْلِ أَهْلِهاَ الجَناَّتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ فَازُوْا بِالجَنَّةِ. أَماَّّ بَعْدُ :فَياَ أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu..Jamaah Salat `Id yang Dirahmati Allah

Dalam ayat Al-Quran, terdapat firman Allah berisi tentang keteladanan pada diri Ibrahim dan keluarganya. Allah SWT berfirman :
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia." (Qs. Al-Mumtahanah [60] : 4). Salah seorang anggota keluarga Nabi Ibrahim yang patut kita jadikan sebagai teladan sepanjang masa adalah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim.

Siti hajar merupakan sosok istri solihah. Setiap pria yang shalih tentu ingin mendapat pasangan istri shalihah layaknya Siti Hajar ini. Selain itu, Siti Hajar juga terkenal sebagai insan yang banyak bertawakal kepada Allah namun diringi dengan usaha dan kerja keras untuk menjemput karunia Allah SWT.

Sebagai bukti ketangguhan dan kegigihan seorang Hajar, ia rela berjalan bahkan berlari antara bukit Shofa dan Marwa untuk menemukan air. Air itu hendak ia gunakan untuk minum bagi dirinya dan anak semata wayangnya yang masih bayi yang menangis kehausan. Bayi itu bernama Ismail yang di kemudian hari diangkat oleh Allah sebagai Nabi.

Usaha dan sikap tawakkal Hajar tidak sia-sia. Allah mengganjar dengan mengeluarkan air Zamzam yang sampai detik ini bisa dinikmati oleh kaum muslimin. Sikap tidak mudah menyerah dengan keadaan, ulet dalam menjemput karunia Allah, dan tawakal kepada Allah inilah yang menempatkan Siti Hajar sebagai sosok yang layak dipanggungkan dalam kehidupan kita. Beliau layak kita jadikan sebagai rujukan dalam kegesitan untuk menjemput rezeki.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu..Jamaah Salat `Id yang Dirahmati Allah

Islam memberikan motivasi kepada setiap umatnya untuk bekerja dan menjauhi sikap bermalas-malasan. Seorang muslim wajib bekerja guna menafkahi dirinya sendiri, menafkahi orang tuanya, istri dan anak-anaknya. Prinsip yang harus kita pegang adalah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Untuk menjadi 'tangan di atas' dengan memberi dan berbagi maka terlebih dahulu kita harus memiliki etos kerja yang prima.
Allah SWT berfirman :
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُور

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (Qs. Al-Mulk [67] : 15)

Islam sangat menghargai orang yang giat bekerja, gigih mencari nafkah dengan jalan yang halal. Karenanya ada lima keutamaan dari kegiatan bekerja yang dilakoni seseorang.

Pertama, orang yang bekerja akan dipandang oleh Allah, Rasul dan Kaum Mukmin. Pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang akan menjadi pengakuan atau persaksian bagi kebaikannya, Allah berfirman :
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Dan Katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (Qs. At-Taubah [9] : 105). Setiap amal perbuatan pasti diketahui oleh Allah SWT, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Termasuk ketika kita bekerja dengan jalan yang halal, maka pekerjaan tersebut akan menjadi saksi di hadapan Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu..Jamaah Salat `Id yang Dirahmati Allah

Kedua, orang yang bekerja akan memperoleh kehidupan yang baik dan pahala. Kehidupan yang baik dan pahala yang besar adalah dua hal yang akan diraih bagi setiap orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh dengan niat ibadah karena Allah SWT. Dengan giat bekerja kita bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti pembayaran SPP, pembayaran listrik, air, makan, minum, seragam sekolah, buku-buku sekolah. Semuanya ini merupakan bentuk janji Allah sebagai ganjaran berupa kehidupan yang baik, kehidupan yang layak.

Selain itu, ganjaran pahala disediakan oleh Allah bagi orang yang bekerja. Kedua hal ini, yaitu kehidupan yang baik dan pahala, disebutkan dalam Al-Qur`an  :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُون

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. An-Nahl [16] : 97)

Dikisahkan suatu waktu Rasul bertemu Sa`ad bin Mu`adz al-Anshari. Ketika itu Nabi Muhammad melihat tangan Sa`ad yang kulitnya gosong kehitam-hitaman dan melepuh seperti terpanggang matahari. Rasul pun bertanya kepada Saad, "Mengapa tanganmu?"

"Wahai Rasulullah," jawab Sa`ad, "tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah yang halal bagi keluarga yang menjadi tanggunganku." Mendengar keterangan tersebut, Nabi mengambil tangan Sa`ad bin Mu`adz Al-Anshari dan menciumnya seraya bersabda, "Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka."

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu..Jamaah Salat `Id yang Dirahmati Allah

Ketiga, Orang yang bekerja dipandang sebagai seorang Mujahid (seorang pejuang) di jalan Allah. Gelar mujahid merupakan gelar besar untuk orang-orang besar yang mengorbankan harta dan jiwanya demi kemuliaan Islam, membela Allah dan Rasul-Nya. Orang-orang digelari Mujahid adalah orang-orang pilihan. Mereka rela menggadaikan nyawanya dalam kancah medan perjuangan.

Seperti itulah keadaan orang yang mau bekerja, yang mau membanting tulang memeras keringat demi sesuap nasi, demi menafkahi orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Orang yang bekerja bisa mendapatkan kedudukan sebagai Mujahid. Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ الله يُحِبُّ العَبْدَ المُحْتَرِفَ، وَمَنْ كَدَّ عَلَى عِيَالِهِ كَانَ كَالمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ
“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad)

Disebutkan dalam sebuah riwayat tentang sikap Rasulullah SAW dalam memberikan penghargaan kepada sosok pemuda kekar yang tengah memecah kayu bakar dengan kapaknya. Sementara ada sebagian sahabat yang melihat pemuda itu mengatakan, Sangat disayangkan tubuh yang kuat itu hanya dibuat mencari kayu bakar. Seandainya ia gunakan untuk berjihad tentu lebih baik.
Rasul SAW menjawab ucapan sebagian sahabatnya itu dengan bersabda:

إِنْ كاَنَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغاَراً فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَإِنْ كاَنَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيْرَيْنِ فَفِي سَبِيْلِ اللهِ وَإِنْ كاَنَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ لَيَعِفَّهاَ فَفِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَهْلِهِ فَفِي سَبِيْلِ اللهِ
“Jika seseorang bekerja untuk anaknya yang masih kecil, maka dia berada di jalan Allah SWT. Jika seseorang keluar untuk bekerja bagi kedua orang tuanya yang telah lanjut usia, maka dia berada di jalan Allah. Jika seseorang bekerja untuk dirinya agar tidak meminta-minta, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia bekerja untuk keluarganya, maka dia berada di jalan Allah.” (HR. Thabrani)

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu..Jamaah Salat `Id yang Dirahmati Allah

Keempat, orang yang bekerja akan mendapatkan ampunan dari Allah.  Setiap orang ingin mendapatkan ampunan atas dosa-dosa perbuatannya. Memperoleh ampunan Allah merupakan dambaan kita sebagai manusia yang berlumur dosa dan kemaksiatan. Bekerja apalagi hingga merasa kelelahan, letih, capek, akan membuatnya meraih ampunan Allah. Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ أَمْسَى كآلًّا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ أَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ
“Siapa yang menjadi payah (letih) pada sore hari karena kerja tangannya, maka dosanya terampuni.” (Qs. Thabrani)

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu..Jamaah Salat `Id yang Dirahmati Allah

Kelima, orang yang bekerja akan dicintai oleh Allah. Dengan bekerja seseorang akan bisa mendapatkan cinta Allah. Dia akan melabuhkan cintaNya kepada siapa saja yang mau bekerja dengan baik, seperti sabda Rasulullah SAW :
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ تَعِبًا فِي طَلَبِ الحَلاَلِ
“Sesungguhnya Allah SWT senang melihat hambaNya lelah dalam mencari yang halal.” (HR. Dailami)

Inilah salah satu pelajaran yang bisa kita petik dari keluarga Nabi Ibrahim, khususnya dari istri beliau, Siti Hajar. Siti Hajar mengajarkan kepada kita untuk bangkit dari kursi kemalasan menuju keuletan agar bisa meraih kejayaan. Kita tidak akan bisa merubah nasib diri kita dan umat ini dari keterpurukan kecuali jika kita mau bekerja sungguh-sungguh dengan niat ibadah kepada Allah dan tawakal kepadaNya.

Negara harus hadir dengan menyediakan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi rakyatnya. Para pengurus negara tidak boleh tutup mata dengan fakta adanya ribuan orang yang membutuhkan pekerjaan untuk menafkahi keluarganya. Mereka butuh makan, minum dan tempat tinggal yang layak. Sungguh sangat mengenaskan, di tengah banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami ribuan buruh di Tanah Air, pemerintah justru mendatangkan ribuan pekerja dari Tiongkok. Semoga Allah memberi hidayah dan bimbingan kepada para pemimpin kita.

Demikian Khutbah Idul Adha 1436 H yang singkat pada pagi hari ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran sekaligus menjadi ilmu yang kita amalkan. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Memasukkan sesuap nasi hasil dari tangan kita bekerja lebih baik dari meminta-meinta dan memelas iba kepada orang lain. Kita muliakan diri kita dan kehormatan dengan tidak menjadi pribadi yang pemalas. Wallahu A`lam Bis Showaab

Oleh : Hb. Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Selasa, 08 September 2015

Sekilas tentang Ummul mu'minin Khatijah Ra.

Sulit mencari kepribadian wanita yang mempunyai inner beauty (kecantikan dari dalam) yang dapat diandalkan. Apalagi wanita-wanita itu ternyata adalah sosok dibalik kesuksesan sebuah perjuangan Nabi membangun peradaban Islam. Salah satunya adalah Sayyidatuna Khadijah, pantaslah gelar “the Greatest Women” melekat pada pribadi beliau, bersama wanita sukses yang telah di catatdi Al-Qur’an.Sayyidatuna Khadijah Al-Kubra adalah sosok saudagar wanita kaya dan mulia. Ia mempekerjakan orang Quraisy dalam memperniagakan barang dagangan miliknya. Maka ketika beliau mendengar kejujuran dan keshalehan perangai Rasul SAW, Ia pun menawari Rasul lewat kurirnya untuk memperniagakan barang-barang terbaiknya bersama pelayannya yang bernama Maisarah dan Rasul pun menyetujuinya untuk berdagang ke Syam. Setelah tiba di Makkah bersama rombongannya beliau kemudian bertawaf di sekitar Ka’bah beberapa kali, sementara Maisarah yang datang ke rumah Khadijah lebih dulu menceritakan segala yang disaksikannya dari kemuliaan akhlak RasulSAW dan keajaiban yang terjadi selama perjalanan sehingga majikannya tersebut menaruh simpati pada Rasulullah.Dalam waktu yang cukup lama, perasaan dan pikiran Khadijah tercekam oleh harapan untuk hidup berdampingan dengan pemuda yang menjadi buah bibir masyarakat Quraisy waktu itu. Hatinya selalu bertanya, “Mungkinkah aku yang seorang ‘Janda’ ini mampu bersuamikan pemuda rupawan berusia 25 tahun?”.Dalam kegalauan hati seperti itu, datanglah Nafisah salah seorang sahabat karib Khadijah menawarkan diri untuk menjadi mediator (perantara) perasaannyakepada Rasulullah SAW dan menanyakan alasan Rasul lebih memilih membujang.Akan tetapi keadaan langsung berubah ketika Rasul langsung menyanggah dan balik bertanya: “Dengan apa aku akan beristri?”, tapi Nafisah langsung menimpalinya dengan berkata:“Jika anda dikehendaki oleh seorang wanita rupawan,bangsawan dan hartawan, apakah anda akan menerimanya?”. Mendengar pertanyaan itu, Rasul SAW segera mengerti bahwa yang dimaksud adalah Khadijah.Selang beberapa minggu, Rasul dan keluarganya mendapat undangan dari Khadijah dan terjadilah pernikahan mulia tersebut.Dalam rangka memuji dan menetapkan posisi Khadijah dalam diri Rasulullah SAW.Beliau (dalam kitab “Al-Isti’ab”) bersabda: “Allah tidak memberi padaku pengganti istri yang lebih baik dari dia (Khadijah ra), ia beriman kepadaku dikala semua orang mengingkari kenabianku, ia membenarkan kenabianku dikala semua orang mendustakan diriku, ia menyantuni diriku dengan hartanya dikala semua orang tidak mau menolongku, melalui dia Allah menganugerahi anak kepadaku,tidak dari istri yang lain”.Tapi mengapa Mergiliouth dan Muir, dua orientalis barat menilai bahwa kecintaan Muhammad SAW kepada Khadijah Ra hanya karena harta dan kedudukan wanita itu dikomunitas Quraisy waktu itu. Keduanya menuduh “Muhammad takut kalau-kalau Khadijah minta cerai”, kalau seandainya yang dikatakan keduanya adalah sebuah fakta, mengapa kesetiaan dan kecintaan Rasul SAW kepada Khadijahra masih terus berlanjut meskipun beliau telah wafat?Apakah mereka tidak melihat riwayat Aisyah Ra yang berujar “seolah-olah di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah Ra” karena Beliau melihat tidak ada seorang wanita pun yang lebih baik darinya.

Istri-istri Rasululloh SAW.

Berikut nama-nama istri Rasulullah Saw, usia mereka dinikahi, usia Rasul menikahi, statusnya, kondisinya, serta alasan mengapa Rasul menikahinya.

1. Nama : Khadijah
Status : 2 kali janda
Usia Dinikahi : 40 thn
Usia Rasul : 25 thn
Kondisinya : Pengusaha, Keturunan Bangsawan, memiliki 4 anak dari pernikahan sebelumnya, memiliki 6 anak dari Rasulullah..
Alasan dinikahi: Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita pertama yang memeluk islam, dan mendukung dakwah Nabi

2. Nama : Aisyah ra
Status : gadis
Usia dinikahi : 11 tahun (tetapi tinggal serumah dengan Nabi setelah usia 19 tahun)
Usia Rasul : 52 tahun
Kondisinya :
Cantik, cerdas, putri Abu Bakar Ash-Shiddiq...
Alasannya :
petunjuk Allah (lewat mimpinya 3 malam berturut-turut)...
hikmahnya :
Rasulullah mengajarkan tentang kewanitaan kepada Aisyah agar disampaikan kepada para umatnya kelak. Aisyah banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang disampaikan pada umat.

3. Nama : Saudah binti Zam’ah
Status : janda
Usia dinikahi : 70 thn
Usia Rasul : 52 thn
Kondisi :
Wanita kulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang (Sakran ibn 'Amr ra. ). Memilih 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama...
Alasannya :
Menjaga keimanan Saudah dari gangguan kaum musyrikin

4. Nama : Zainab Binti jahsy
Status : Janda
Usia dinikahi : 45 thn
Usia Rasul : 56 thn
Kondisi :
Mantan zaid bin Haritsah...
Alasan :
Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu, Zainab adalah mantan istri anak angkatnya Rasulullah. Sekaligus menginformasikan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab. Maka istrinya tetap bukan mahrom untuk ayah angkatnya. Jadi boleh dinikahi.

5. Nama : Ummu Salamah
Status : Janda
Usia dinikahi : 62 thn
Usia Rasul : 56 thn
Kondisi :
Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar...
Alasan :
Perintah Allah untuk membantu dakwah Nabi...

6. Nama : Ummu Habibah
Status : Janda
Usia dinikahi : 47 thn
Usia nabi : 57 tahun
Kondisi :
mantan istri Ubaidillah bin Jahsy, cerai karena suaminya pindah agama menjadi nashrani...
Alasan :
Untuk Menjaga keimanan Ummu Habibah agar tidak murtad...

7. Nama : Juwairiyyah bin Al-harits
Status : Janda
Usia dinikahi : 65 thn
Usia Nabi : 57 tahun
Kondisi :
Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama....
Alasan :
Petunjuk Allah, memerdekakan perbudakan dan pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan..

8. Nama : Shafiyah binti hayyi
Status : 2 kali janda
Usia dinikahi : 53 thn
Usia Nabi : 58 tahun
Kondisi :
Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya...
Alasan :
Rasulullah menjaga keimanan shafiyyah dari boikot orang yahudi...

9. Nama :Maimunah Binti al-harits
Status : Janda
Usia dinikahi : 63 thn
Usia Nabi : 58 tahun
Kondisi :
Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza
Alasan :
Istri rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir...

10. Nama : Zainab binti Khuzaimah
Status : Janda
Usia dinikahi : 50 thn
Usia Nabi : 58 tahun
Kondisi :
Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin...
Alasan :
Petunjuk allah untuk bersama2 menyantuni anak yatim dan orang lemah..

11. Nama : Mariyah Al-Qibtiyah
Status : Gadis
Usia dinikahi : 25 thn
Usia Nabi : 59 tahun
Kondisi :
Seorang budak yang dihadiahkan oleh raja muqauqis dari Mesir...
Alasan :
Menikahi untuk memerdekakan dari kebudakan dan menjaga keimanan mariyah

12. Nama : Hafsah binti umar
Status : Janda
Usia dinikahi : 35 thn
Usia Nabi :61 tahun
Kondisi :
Putri sabahat Umar bin Khattab. Janda dari Khunais bin Huzafah yang meninggal karena perang uhud...
Alasan :
Petunjuk allah . hikmah : hafsah adalah wanita pertama yang hafal alqura’an. Dinikahi oleh rasulullah agar bisa menjaga keotentikan alquran...

Semoga hal ini menambah kecintaan kita kepada keluarga Nabi.

Sabtu, 05 September 2015

To be number One

مامضى فات والمؤمل غيب # ولك الساعة التي انت فيها.

"Yang lalu telah berlalu, angan-anganpun ketidak pastian, bagimu adalah apa yang ada saat ini"

Saudaraku... Kemarin sudah lewat, dan telah menjadi sejarah dalam kehidupan kita, yang baik marilah kita jadikan contoh, dan yang jelek kita lupakan atau kita jadikan acuan untuk koreksi diri,  kita berdoa untuk yang terbaik dan kesuksesan kita.

Esok tidak ada satupun yang tahu, apa yang akan terjadi, dimana berhentinya & kapan.

Untuk itu hari ini telah hadir, pun kita telah menikmati pula, mari sekarang saatnya untuk membuktikan bahwa kita bisa berbuat lebih, lebih dalam memberi (hati, ilmu dan harta) untuk diri dan sesama, atau lebih manfaat dibanding kemarin.
dalam hikmah dikatakan:

من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح ، ومن كان يومه سوا من امسه فهو خسران و من كان يومه شرا من امسه فهو هالك .

"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemari beruntulah ia, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin merugilah ia, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin celakalah ia"

Sekitar kita,  bahkan dunia saat ini telah menunggu aksi positif kita.
Memang kita belum bisa membuat Tugu monas, maupun menara Eiffil namun membuat senyum angota keluarga; pasangan, anak, orang tua, saudara, sahabat dan tetangga itu lebih dari luar biasa.

memang kita belum bisa merumuskan seperti Einstein, tapi paling tidak kita berusaha merumuskan diri dan orang di sekitar kita untuk bertutur, berfikir dan berbuat yang bernilai positif.

Kita memang belum dapat memberi jutaan apa lagi milyard rupiah, namun sebiji kurma yang membuat orang tersenyum... wow itu keren dan lebih memuaskan hati bagi mereka.

Biarlah yang kemarin berlalu dengan keindahannya. Esok penuh impian.
Mari saudara dan sahabatku, hari ini kita mulai.... bersiaplah To be number ONE
Yakinlah kita bisa, bersama Alloh pasti Bisa & pasti ada solusi.