Translate

Senin, 27 Januari 2014

JADILAH ANDA SEPERTI BAHU

 

Shobat... jadilah anda seperti bahu, bukan karena fungsinya sebagai penopang kepala, bukan pula berfungsi sebagai pemikul harta, bukan. Tapi lebih karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang anda sayangi disaat mereka menangis, disaat mereka sedang dilanda kesedihan. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang butuh bahu untuk menangis. Aku cuma berharap , supaya anda punya cukup kasih sayang dan teman-teman, agar anda punya bahu untuk menangis kapan pun anda membutuhkan. 

Shobat... jadikanlah keberadaan anda di dunia ini seperti keberadaan bahu, agar anda tidah menjadi orang yang egois, yang mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Tetapi jadilah anda orang yang simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain, sekalipun hanya sebatas menjadi pendengar curhat. 

Orang akan melupakan apa yang anda katakan. Orang akan melupakan apa yang anda lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah LUPA bagai mana anda membuat mereka ber’arti.
 تعاونوا على البِرّ والتقوى . 

Dalam ayat ini Alloh memerintahkan hambanya agar saling tolong menolong dalam berbuat baik pada sesamanya terlebih dahulu dari pada perintah takwa. Karena berbuat baik adalah hal yang lebih memberi manfaat pada orang lain ataupun alam lingkungan. Sementara sikap takwa bersifat lazim (bermanfaat untuk diri sendiri). 

Betapa banyak orang yang masuk surga karena akhlaknya, karena sikap toleransinya pada sesama dari pada shalat dan puasanya. Seseorang yang gemar dengan ibadahnya, sholat, puasa, zakat, dll namum enggan bergaul dengan sesama, menutup diri tanpa memberi kesempata pada sesamanya untuk berbuat baik, tidak peduli dengan urusan orang lain, tidak ingin mengurangi beban yang dipikul shahabatnya. 

Maka karena sikap egonya - sekalipun dengan pahalanya yang melimpah ruah - akan menghambat laju dirinya untuk masuk ke surga. Dari Ibn Umar “Sungguh telah datang suatu masa atas kita dimana tidak ada satupun seseorang yang lebih berhak atas hartanya dari pada saudaranya, sedang sekarang ini dinar dan dinar lebih dicintai dari kita dari pada saudara kita muslim, saya telah mendengar baginda Rasul saw bersabda;
 (كَمْ مِن جارٍ مُتَعَلِّقٍ بجارِه يومَ القيامة. يقول ياربِّ هذا أغْلَقَ بابَه دُوْنِى فمَنَعَ مَعْرُوفَه) 

“Betapa banyak tetangga yang terikat dengan tetangganya yang lain di hari kiyamat. Mereka berkata: ya Tuhan, orang ini (selama di dunia) selalu menutup pintunya dari kami, sehinga dia menghalangi kami untuk berbuat baik” Yuk saling Tolong…

Minggu, 26 Januari 2014

BAHAYA KEKOSONGAN

“Jangan ada kekosongan dalam hidup kita, karena kekosongan bisa membinasakan.” Orang yang melewati satu hari dalam hidupnya tanpa ada satu hak yang ia tunaikan atau suatu fardhu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan, maka ia telah durhaka kepada harinya dan menganiaya terhadap dirinya. (Dr. Yusuf Al Qordhowi, Al Waqtu fi Hayatil Muslimin, hlm.13) Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat, dari pada selalu benar karena tidak pernah melakukan apa-apa. Ada tiga macam kekosongan yang kita harus senantiasa waspadai: 1. Kekosongan akal 2. Kekosongan hati 3. Kekosongan jiwa. “Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari-harimu sarat dengan amalan yang terbaik. Kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda-nunda pekerjaan tanda orang yang merugi. Dan barangsiapa bersampan kemalasan, ia akan tenggelan bersamanya.” (Ibnul Jauzy, Al Muhdisy, hlm.382) Dikatakan: من علامة المَقْتِ إضاعةُ الوقتِ “Di antara tanda kemurkaan Alloh adalah mensia-siakan waktu” Bukankah Nabi kita Muhammad SAW memberi motivasi pada umatnya, supaya selalu berkarya. Memanfaatkan waktu untuk mencari bekal esok hari. Bahkan beliau benci terhadap pemuda yang leha-leha tanpa aktifitas yang jelas, sebagai mana dikatakan didalam Hadis: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Dan Beramalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau mati esok hari” (HR. Tirmidzi) Maka bekerjalah dengan memberi manfaat untuk dunia dan akhirat anda, pada alam sekitar anda, ukirlah nama anda dipapan kehidupan, catatlah dalam lembar sejarah kehidupan umat manusia “Orang paling kreatif” .

Sabtu, 25 Januari 2014

JANGAN SERAKAH

 

 Kalau kita mencoba untuk merenung sejenak dan melupakan semua kesibukan sehari-hari maka kita akan menyadari bahwa manusia jaman sekarang ini paling lama umurnya 80 tahun. Itupun sudah termasuk panjang umur. Tapi kita sering lupa akan hal ini, sehingga kita mati-matian mengejar uang, harta, jabatan dan mengabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan menghina orang yang tidak seberuntung kita dan kita menjilat serta mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat. Kita menilai orang dari mobil, rumah, harta, atau jabatannya dan bukan pada pribadi seseorang. Ini yang membuat kita menjadi orang yang egois, serakah, sombong, materialis dan membutakan hati nurani kita sendiri. Masing-masing orang bersaing untuk saling melebihi dan pamer kekayaan, pamer rumah, pamer mobil, dan lain sebagainya. Padahal itu semua hanya membuat orang yang tidak seberuntung kita menjadi panas hati dan iri hati.

     • 

 “kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan” (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At Takatsur: 8) 

Dari ayat tersebut dapat kita fahami bahwa Allah tidak akan menanyakan apa-apa yang memang menjadi kebutuhan kita ( Makan, Minum, Pakaian, Rumah dll). yang akan Allah tanyakan adalah yang lebih dari kebutuhan pokok (primer). Bahkan Allah melarang hambanya yang berbuat aniaya, dengan jalan mengharamkan sesuatu yang Allah halalkan, Dalam firman-Nya: 

       •           

 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S Al Maa’idah: 87)

          

 Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S Al A’raaf: 31) 

 janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan. Untuk itu kita harus sadar dan ingat bahwa hidup ini tidak semata-mata mengejar uang, harta, jabatan, tapi yang utama hidup ini harus kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat bagi diri kita sendiri, orang lain, maupun bagi alam lingkungan. Itu semua akan membuat kita merasa puas, bahagia, rendah hati dan mempunyai empati terhadap orang yang tidak seberuntung kita. Rezeki kita tidah akan habis, malahan rezeki kita akan lancer dan tidak terputus bila kita mau membagi sebagian dari rezeki kita untuk orang-orang yang memang benar-benar membutuhkan bantuan kita. Marilah hidup ini kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat bagi diri kita sendiri, orang lain, maupun bagi alam lingkungan.

Jumat, 24 Januari 2014

SATU LANGKAH KE DEPAN

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَب “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena keadaan tetap bergerak, sama halnya anda menciptakan kemajuan. Adalah lebih baik bergerak maju , sekalipun pelan. Dari pada tidak bergerak sama sekali. Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil satu langkah yang teramat besar. Akibatnya, masalah kita jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, anda hanya termenung dan tidak bergerak. Sabar dan coba mundur sebentar, perhatikan tantangan anda. Tidahkah lebih memungkinkan bagi anda untuk mengambil langkah-langkah pendek terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus. Satu langkah kecil demi satu langkah kecil, asalkan anda tidak berhenti, adalah cukup, karena anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju. Dan bukan berhenti. • حَبَّة حبة بارك فيها المولى تلقى حبوب . – ابوي “Sebiji demi sebiji yang senantiasa mendapat berkah, lama-kelamaan akan menjadi beberapa biji” (Abuya As Sayyid Muhammad Al Maliky) Pepatah mengatakan “Ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Dan sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil” Dalam islam tak ada kata berhenti, atau kata pension. لا تُقاعِدَ فى الإسـلام “Tidak ada istilah pensiun dalam Islam” وقد قيل : مُتْ قاعِدا أيّها المُتَقاعِدُ !! “Dikatakan “Matilah dengan keadaan duduk , wahai... orang yang pensiun.”

SIKAP OPTIMIS

   “Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Q.S Huud: 81) Membaca ayat diatas seolah-olah kita mendengarkan Alloh berfirman kepada kita, seolah Allah memerintahkan kita dan memperingatkan pada kita, menceritakan pada kita suatu kisah yang tidak kita ketahui sebelumnya, dan mengajari kita supaya kita jadi pihak yang selalu optimis dan selalu berusaha untuk melihat kesempatan disetiap kegagalan, melihat terang disetiap kegelapan, menegur kita janganlah bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Dalam hidup ini ada kalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup serasa penuh kepedihan dan keluh kesah. Namun pada saatnya jua tibalah masa-masa kegembiraan ; yang membuat hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita akan basah dengan senyuman. Sesungguhnya kesedihan kegembiraan itu ada saatnya. Masing-masing; kekecewaan, keriangan dan emosi-emosi lainya hanyalah bersifat sementara. Sebagaimana sesaatnya malam di hapus siang, atau sebaliknya. Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan akan melanda anda. Semua itu datang silih berganti, Tanpa selalu dapat di nanti. “Orang positif selalu melihat donat sedangkan orang pesimis melihat lobangnya saja”. Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda dapat melihat bintang, bagaimana mungkin anda dapat melihat bintang di siang hari ?? itulah sebabnya kenapa agama menganjurkan pada pemeluknya agar senantiasa optimis. Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan yang anda temui. Keputus_asaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan saja untuk menuju keberhasilan. Belajar dari kegagalan membuat kita menjadi arif, bijak sana dalam menyikapi setiap permasalahan hidup. Setiap manusia tak akan pernah lepas dari masalah, karena masalahlah yang justru akan mendewasakan kita. Jadi “Bukan bagaimana kita terlepas dari masalah, tapi bagaimana sikap kita dalam menghadapi sebuah masalah”. Sampai kapanpun kita tidak akan dapat lepas dari masalah, tapi kita hnya dapat menyikapinya saja . Dikisahkan : “konon ada seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki, Cuma yang aneh, setiap dia dihadapkan jalan yang menurun , sang arif konon agak murung, tetapi ketika jalan sedang mendaki ia tersenyum.” Hikmah apakah yang bisa kita petik dari kisah ini..?? Itu adalah gambaran manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan. Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasib baik, sesekali perlu kita sadari bahwa suatu ketika kita akan mengalami nasib buruk, kita pasti akan temui permasalahan yang tidak dapat kita hindari, tidak kita ingini, yang bisa menimpa kapan saja, dimana saja. Dengan demikian hendaknya kita tidak terlalu gembira dengan apa yang telah kita peroleh sampai lupa bersyukur pada sang maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras, tidak pernah menyerah dan putus asa. Go Optimis…

Senin, 13 Januari 2014

Seputar Qunut

Siapa tak kenal Imam Syafi’i? Bapak ushul fiqih ini tak hanya tenar karena kepakarannya di bidang hukum Islam. Sejumlah ulama menilai, Imam Syafi’i juga layak dianggap pelopor disiplin keislaman lainnya, seperti ilmu tafsir dan musthalah hadits. Terlahir dengan nama Muhammad ibn Idris, Imam Syafi’i tumbuh sebagai pribadi yang cerdas dan kritis. Memang ia sangat memuliakan dan mengagumi guru-gurunya. Namun, proses pencarian kebenaran yang gigih membawanya ke panggung ijtihad yang mandiri. Imam Syafi’i sukses membangun mazhabnya sendiri, terutama fiqih. Tak pelak, Imam Syaf’i pun berbeda pandangan dengan para pendiri mazhab fiqih lain, baik gurunya sendiri, Imam Malik; pendahulunya, Imam Hanafi; ataupun muridnya, Imam Hambali. Soal qunut misalnya. Imam Hanafi dan Imam Hambali tegas bahwa qunut tak sunnah pada sembahyang shubuh, kecuali pada sembahyang witir. “Dalam sembahyang shubuh, Nabi melaksanakan qunut hanya selama satu bulan. Setelah itu tidak,” dalihnya. Imam Syafi’i menolak pendapat ini. Dengan dalil yang tak kalah kuat, ia meyakini qunut shubuh juga berstatus sunnah. Sebagai ulama yang konsekuen, Imam Syafi’i tak putus membaca qunut shubuh sepanjang hidupnya. Selalu. Kecuali pada suatu hari yang aneh. Ya, saat itu Imam Syafi’i meninggalkan qunut shubuh. Perilaku ganjil yang sepintas tampak mengkhianati buah pikirannya sendiri ini terjadi di Baghdad, Iraq. Persisnya, di dekat sebuah makam. Mengapa? Ternyata Imam Syafi’i sedang menaruh hormat yang tinggi kepada ilmu dan jerih payah pemikiran ulama lain, kendatipun berseberangan dengan pahamnya. Karena di tanah makam di sekitar tempat ia sembahyang itu telah bersemayam jasad mujtahid agung, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit alias Imam Hanafi..

ISLAM AGAMA YANG SEMPURNA

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam itu menjadi agama bagimu" [QS. Al Maidah (5) : 3] Islam adalah agama yang sempurna diantara sekian banyaknya agama-agama di muka bumi; entah itu agama samawi atau agama produk manusia sendiri dan konsep yang ditawarkan merupakan konsep yang sempurna bagi kehidupan manusia dalam setiap orientasinya (hal mencari pedoman). Bahkan dalam kenyataannya pun, Islam merupakan konsep yang sempurna bagi alam semesta, kehidupan, dan manusia. Yaitu konsep yang sempurna dan peraturan yang mengurus dan mengatur kehidupan. Mengurus masalah ekonomi, sosial, jasmani dan ruhani. Mengarahkan pemikiran, perasaan, dan ritual keagamaan, serta meluruskan prilaku dan perbuatan dalam realitas kehidupan. Sebenarnya kita hidup berislam ini, diatur oleh Islam agar kita menjadi kholifah yang baik di muka bumi, agar kita meramaikan kehidupan ini dengan misi kasih sayang. Betapa dalam shalat Allah mengajari kita supaya kita sebagai hamba-Nya menteladani sifat kasih saying-Nya. Islam adalah agama yang mempunyai visi dan misi yang jelas Islam adalah Agama social, karena Islam diturunkan untuk manusia sebagai makhluk social Islam menjadikan Al Qur’an dan As Sunah sebagai pedoman. Al Qur’an adalah tuntunan yang tak pernah lekang oleh ruang dan waktu, Ia tak pernah lekang bagai manapun majunya sebuah perekonomian, bagai manapun majunya pradaban, atau bagai manapun majunya sebuah kebudayaan setempat. Disampin Al Qur’an sebagai pegangan utama, Hadis Nabi adalah penyempurnanya Al Qur’an secara : 1. Intelektual : Memberikan ilmu yang mencerahkan, Al Qur’an adalah lautan ilmu yang tak pernah surut, gudang yang tak akan pernah habis sekalipun jin dan manusia berbondong-bondang hendak mengurasnya. 2. Emosional : Memberikan belaian dan obat hati yang dapat menentramkan bagi siapa saja yang mau membaca dan mendengarkannya. Member seteguk air yang dapat menghilangkan dahaga. 3. Spiritual : Dengan membacanya seolah mendengar Tuhan berfirman kepada kita, seolah Allah memerintahkan kita dan melarang kita, menceritakan pada kita suatu kisah yang tidak kita ketahui sebelumnya. Bagaimana belanda telah menjauhkan kita dari konsep islam , mereka berusaha menghapus akidah islam dari dada kita, mereka berencana memasung pikiran-pikiran anak bangsa, dengan cara melarang kitab-kitab tafsir, mereka dengan ketat menyeleksi keluar masuknya kitab-kitab tafsirs

Jumat, 10 Januari 2014

BUNDA PUISI HIDUPKU

 
 Ibu sedikit sekali mengajari puisi untukku, 
bahkan hampir tak pernah, 
tapi semakin lama kuamati dan kurenungi, 
ternyata senyuman Ibu adalah puisi, 
tatapan Ibu adalah puisi, 
teguran Ibu adalah puisi, 
belaian dan doanya adalah puisi, 
setiap apa yang diperbuatnya adalah puisi, 
bahkan semuanya lebih dari puisi, 
aku sadar betapa banya puisi yang beliau sampaikan dalam kehidupanku, 
terima kasih Ibu atas puisi-puisi kasih sayang yang pernah Ibu ciptakan untukku, 
hingga membentukku begini rupa. 
SELAMAT MALAM Bu… 
aku rindu…

Senin, 06 Januari 2014

Madza Nuqoddimu Li Godd??

Alloh Swt berfirman: k‰r'¯»tƒ šúïÏ©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£‰s% 7‰tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS al Hasyr: 18) Berkaitan dengan momentum tahun Baru Hijriyah yang disebut-sebut banyak orang sebagai momentum introspeksi dan momentum kebangkitan,mari kita renungkan petikan ayat di atas yang berbunyi: 7‰tóÏ9MtB£‰s% $¨B §øÿtRÝàZtFø9ur dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Ayat ini bermakna seruan kepada kita masing-masing unutk memperhatikan apa yang telah kita perbuat di dunia hari ini untuk hari esok,yaitu kehidupan di akhirat.Perbuatan untuk hari akhirat dijadikana ukuran karena akhiratlah kehidupan yang hakiki (al hayawan) ,sementara dunia adalah kehidupan yang fana yang diciptakan justru sebagai ladang amal menuju akhirat..Alloh swt berfirman: tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#rãy_$ydur (#r߉yg»y_ur ’Îû È@‹Î6y™ «!$# ôMÏlÎ;ºuqøBr'Î/ öNÍkŦàÿRr&ur ãNsàôãr& ºpy_u‘yŠ y‰YÏã «!$# 4 y7Í´¯»s9'ré&ur ç/èf tbrâ“ͬ!$xÿø9$# ÇËÉÈ Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS at Taubah:20) Ayat ini menggambarkan generasi Islam pertama,yaitu para sahabat Rodliyallohu ‘anhum,yang telah menyuguhkan perbuatan-perbuatan terbesar di dunia untuk hari esok.yaitu iman,hijrah dan jihad.Mereka beriman di tengah dominasi syirik dan kekufuran.Dan alangkah banyaknya ujian yang berat atas keimanan mereka saat itu.Mereka juga berhijrah demi untuk menguji,mengokohkan,dan mensyiarkan keimanan.Dan betapa berat sejarah perjalanan hijrah itu.Keimanan dan hijrah itu mereka padu pula dengan jihad,yaitu perjuangan (peperangan) untuk membela dan menyebarluaskan syiar agama Islam,dengan merelakan harta benda sekaligus dengan merelakan nyawa mereka.Peperangan-peperangan besar mereka lewati bersama dengan Rosululloh saw.Itu belum termasuk peperangan-peperangan/ekspedisi-ekspedisi (sariyah) yang mereka lakukan tanpa Rosululloh saw. Atas dasar perbuatan-perbuatan besar yang telah di persembahkan tersebut,generasi sahabat mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari Alloh swt (seperti diabadikan di dalam banyak ayat-ayat suci Al Quran) dan bahkan penghargaan dari kaum muslimin hingga saat ini. Pertanyaannya sekarang: …… Jika para sahabat telah menyuguhkan perbuatan-perbuatan yang istimewa tersebut,maka sekarang perbuatan-perbuatan apa yang telah kita persembahkan bagi kehidupan akhirat kita kelak? Dalam sebuah hadis sohih yang terkenal,Rosululloh saw bersabda: Tidak ada hijrah setelah fathu Makkah,tetapi yang tetap ada adalah (hijrah disebabkan) jihad dan niat (yang baik) HR Bukhori Ungkapan “Tidak ada hijrah setelah fathu Makkah” dalam hadis ini menunjukkan bahwa hijrah yang bernilai seperti nilai hijrahnya para sahabat Rosululloh saw sudah tidak ada lagi.Tidak ada lagi hijrah setelah terbukanya kota Makkah yang nilainya sama dengan hijrah yang dilakukan generasi Islam pertama sebelum fathu Makkah.Ungkapan tersebut juga menggambarkan bahwa apa yang telah dilakukan para sahabat dengan hijrah itu merupakan hal yang tidak bisa ditandingi di masa-m,asa berikutnya. Seandainya ungkapan dalam hadis itu tidak diikuti oleh ungkapan: Niscaya tertutup bagi kita pintu apapun untuk melakukan hijrah atau hal-hal yang berkaitan dengan hijrah yang dilakukan para sahabat.”Lakin” …. Adalah huruf istidrok …. Yang bermakna menyusuli ucapan sebelumnya.Dengan demikian Rosululloh saw masih membuka peluang bagi kita semua untuk melakukan hal yang bernilai luhur,walaupun tentunya tidak dapat menyemai nilai luhur para sahabat.Hal yang bernilai luhur yang menjadi peluang bagi kita semua untuk memasukinya ada dua,yakni jihad dan niat. Dua peluang inilah yang mesti kita masuki dan kita rebut,untuk kita persembahkan sebagai bekal bagi kita pada kehidupan esok hari.Pertama,jihad.Untuk jihad,tentunya diperlukan semangat,latihan-latihan dan tempaan /pembinaan (kaderisasi).Jihad bahkan juga memerlukan koordinasi dan komando.Disinilah pentingnya berjamaah dan pentingnya pembinaan.Kedua,niat,yakni niat yang baik.Ada dua kategori niat yang baik,yaitu 1) mencari ilmu dan menyebarkannya,serta 2) berdakwah.Ilmu adalah kehidupan Islam.Bisa dibayangkan bagaimana keberadaan kaum muslimin bila mereka dibiarkan tanpa ilmu.Sementara berdakwah,tidak ada tugas yang lebih baik daripadanya,karena ia menjadi misi utama para Rosul. Ilmu dan dakwah adalah faktor penting yang bisa menghidupkan hati dan jiwa kita,sementara hal-hal yang yang bisa menghidupkan hati dan jiwa yang diserukan oleh Alloh swt dan Rosululloh saw,kita diperintahkan untuk menyambutnya (istijabah).Hidupnya hati dan jiwa merupakan modal kebahagiaan hidup kita di dunia dan di akhirat. Alloh swt berfirman: $pkš‰r'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7ŠÉftGó™$# ¬! ÉAqß™§=Ï9ur #sŒÎ) öNä.$tãyŠ $yJÏ9 öNà6‹ÍŠøtä† ÇËÍÈ Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al Anfal: 24) Dengan mencari dan menyebarluaskan ilmu serta berdakwah inilah semangat dan ghiroh melakukan jihad tumbuh dan berkembang.Semangat dan ghiroh jihad tidak akan lahir sekonyong-konyong / tiba-tiba.Semangat dan ghiroh itu hanya bisa lahir melalui proses panjang,yaitu pembinaan dan kaderisasi.Para sahabat siap berjihad di medan Badar,Uhud,Khondaq,tentu tidak lepas dari kaderisasi lama yang mereka terima dari Rosululloh saw.Dengan demikian ada hubungan yang kuat antara jihad dan niat,dan sebaliknya antara niat dan jihad. Pada kenyataannya,saat ini kita mendapati ruh jihad kaum muslimin di sekeliling kita bahkan dimana- mana kendor dan lemah.Hal ini tidak terlepas dari pemahaman-pemahaman yang buruk dan propaganda-propaganda busuk mengenai jihad yang sudah melekat pada jiwa.Jihad dimaknai sekedar bekerja secara sungguh-sungguh.Ada pemahaman menyatakan,jihad tidak hanya perang.Ada jihad di bidang ekonomi,politik dan sosial.Bekerja mencari nafkah bahkan juga adalah jihad.Jihad terbesar justru adalah melawan nafsu yang ada pada diri masing-masing orang.Inilah pemahaman-pemahaman yang menjadikan kendornya ruh jihad.Lemahnya ruh jihad juga diakibatkan propaganda yang demikian deras dari musuh-musuh Islam.Mereka mempropagandakan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai dan santun,tidak menyukai kekerasan dan senjata,serta Islam adalah rohmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam).Padahal,Islam membawa rahmat bagi semesta alam dengan cinta kasih dan kedamaian sekaligus dengan ketegasan dan keperkasaan.Ketegasan dan keperkasaan Islam adalah rahmat sebagaimana cinta kasih dan kedamaiannya juga adalah rahmat. Di sisi lain,kita mendapati sebagian orang memaknai dan melakukan jihad secara salah.Mereka meneror non muslim dengan bom-bom,menghancurkan tempat-tempat domisili mereka,atas nama jihad.Tindakan ini tentu merusak makna jihad yang demikian mulia dan luhur. Saat ini kita juga mendapati kenyataan bahwa niat yang baik untuk mencari ilmu,menyebarluaskan ilmu dan berdakwah juga kendor dan melemah sebagaimana kendor dan melemahnya ruh jihad.Minat terjun dan menekuni ilmu berkurang.Banyak orang merasa kenyang / puas/ pintar diri dari ilmu sehingga berhenti atau enggan belajar.Sayyidina Ali bin Abi Tholib menyatakan: Aku tidak bertambah ilmu kecuali aku bertambah bodoh. Dalam hikmah dinyatakan: Engkau mengetahui sesuatu yang sedikit,sementara lepas darimu sesuatu yang banyak. Kalau pun ada yang tekun mencari ilmu,maka hal yang dikejar hanya ijazah dan gelar.Ilmu dan dakwah tidak mendapatkan respon.Susah orang diajak mengaji dan diseur baik.Orang makin berpikir nafsi nafsi alias individualis.Kita bisa membandingkan minat anak-anak yang belajar di pesantren dan madrasah-madrasah dengan minat anak-anak yang belajar di lembaga-lembaga pendidikan yang menyediakan gelar dan peluang kerja.Kita bisa membandingkan pula sepinya majelis-majelis ilmu dan ramainya forum-forum bisnis,kemaksiatan dan foya-foya. Di saat seperti ini,di tambah dengan dominannya penyakit al-wahan yang menimpa kaum muslimin,lengkap dengan gaya matrealistik dan individualistik,tentu,kedudukan jihad dan niat menjadi penting artinya,sangat luhur dan amat mulia.Lahir dan berkembangnya kader-kader yang memiliki ruh jihad yang tinggi dan kader-kader yang memiliki niat yang tulus dalam mencari ilmu,menyebarluaskannya,dan niat tulus di dalam berdakwah ilalloh,dengan demikian menjadi sangat penting dan semakin penting.Peran yang mulia dan luhur.Oleh karena itu kembali kita ingatkan,semangat belajar,ruh jihad,dan jalannya pembinaan melalui halaqoh-halaqoh jangan pernah mati dan berhenti.Harus terus kita lestarikan.ISLAM ADALAH AGAMA DAKWAH DAN JIHAD Mudah-mudahan jihad dan niat itu semua dapat menjadi bekal yang bisa dipersembahkan untuk (kebahagiaan) hari esok.Aamiin Wallohu A’lam 6 Maret 2005 M 25 Muharrom 1426 H

Terapi Lemahnya Irodah

Irodah (al-irodah) secara bahasa berarti kehendak atau greget, sedang yang kita maksudkan di sini adalah kuatnya semangat dan usaha yang dapat mengarahkan manusia terhadap suatu tujuan tertentu. Irodah dalam hal ini adalah potensi yang membangkitkan. Manusia menghendaki makan untuk kelangsungan hidupnya,manusia menghendaki menikah untuk kelangsungan populasi. Manusia menghendaki akidah (prinsip) dan nilai-nilai agar dia meningkat kualitasnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk,dan Alloh mempunyai sifat yang Maha Tinggi,dan Dialah yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. an-Nahl : 60) Dalam ayat yang lain, Allah swt berfirman: “Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. Demikianlah Alloh membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereaka”. (Q.S. Muhammad: 3) Perbedaan yang pokok antara al matsalul a’laa dengan al-matsalul sau’, adalah al-matsalul a’ala berpendoman dan berstandar pada aturan-aturan hak (kebenaran) yang datang dari Alloh swt. Sedang al-matsalus sau’ berpedemoan dan berstandar pada aturan-aturan mahluk, yang aturan-aturan makhluk ini lazim berpijak pada lingkup persangkaan (sakwasangka) dan kebatilan, serta sering bertabrakan realitas hidup. Tarbiyah Islamiyah mendidik manusia agar irodahnya menjadi berpedoman dan berstandar pada al-matsalul a’laa. Atas dasar ini, kitab suci Al-Qur’an mempersembahkan sekian banyak contoh irodah-irodah yang berpendoman dan berstandar pada al-masalul a’la. Diantaranya yaitu: 1. Irodah al-ihsan/kehendak berbuat baik. (Q.S. an-Nisaa:62) 2. Irodah al-ishlah/kehendak melakukan perbaikan/perdamaian. (Q.S. Hud:88) 3. Irodah al-huda/ kehendak memberikan petunjuk. (Q.S. an-Nisaa’:88) 4. Irodah an-nush/ kehendak memberiak nasehat. (Q.S. Hud : 34) 5. Irodah at-tawadlu’ wa ash-sholah/kehendak rendah hati dan berlaku baik. (Q.S. al-Qashas : 83) 6. Irodah at-taisir/kehendak mempermudah masalah. (Q.S. al-Qashas : 27) 7. Irodah al-akhirah/kehendak akirat. (Q.S. Ali Imron : 152) Dan ayat-ayat al-Qur’an yang lainnya. Fokus dari irodah-irodah tersebut seluruhnya adalah irodah Alloh swt, karena Alloh swt berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap (menghendaki) keridloanNya”. (Q.S. al-Kahfi: 28) Pada ayat yang lain disebutkan: “Mereka menghendaki keridloan Alloh”. (QS ar Ruum: 38) Irodah Alloh,sebagai buahnya,akan menumbuhkan berbagai irodah-irodah yang cerdas yang dapat mengarah pada kemuliaan dan keberhasilan kualitas hidup,tumbuh-kembangnya haq (kebenaran) dan keadilan dalam hidup,serta mudah dan ringannya kehidupan.Hal ini didasarkan pada firman Alloh swt: “Alloh tidak hendak menyulitkanmu,tetapi Dia hendak membersihkanmu”. (QS Al Maidah: 6) “Dan Alloh menghendaki untuk mmbenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir”. (QS al Anfal: 7) “Alloh menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS al BAqoroh: 185) “Dan Alloh tidak menghendaki berbuat kedzaliman terhadap hamba-hamba-Nya”.(QS al Mu’min/ Al Ghofir: 31) Bila irodah diikuti dengan suatu amal perbuatan (aksi),maka hendaklah sebelum melakukan amal perbuatan itu diperhatikan langkah-langkah berikut ini: 1- Berpindah dari perasaan kepada pemikiran,bukan kepada amal perbuatan secara langsung tanpa proses berpikir. 2- Amal hendaknya didasari prinsip keimanan.Sekian banyak kitab suci al Qur’an memadukan antara amal sholeh dengan keimanan dalam ayat-ayat Nya 3- Setiap pelaku amal hendaknya memiliki tujuan untuk mencapai keridloan Alloh swt,sekaligus dengan memperhatikan empat nilai,yaitu nilai materi ( al-qimah al-maaddiyah),nilai ruhiyah (al qimah al-ruhiyah),nilai kemanusiaan (al-qimah al-insaniyah)dan nilai etika (al-qimah al-khuluqiyah) Syara’,sebenarnya telah menjelaskan nilai yang dituju dari setip amal perbuatan.Oleh karena itu,orang Islam semestinya tidak melakukan suatu amal perbuatan untuk mendapatkan nilai yang nilai ini bukan sebagaimana yang ditetapkan oleh syara’ atas amal perbuatan itu,agar amal perbuatannya tidak sia-sia. Sholat,misalnya,seorang muslim tidak boleh melakukannya demi mendapatkan nilai kemanusiaan atau nilai materi.Begitu pula saat berdagang (bisnis),dia tidak boleh melakukannya demi nilai ruhiyah,dan seterusnya. Atas dasar ini,Alloh swt berfirman: “atas serupa ini hendaklah beramal orang-orang yang mau beramal”. (QS ash Shoffaat: 61) Wallohu A’lam