Translate

Selasa, 22 Oktober 2013

SEMANGAT & MALAS

Anakku... katakanlah kepada teman-temanmu yang sedang duduk ‎termenung, terbuai dalam lamunannya, “mengapa kamu tidak bekerja ‎dan berusaha ?” katakan kepada pemuda yang sehat badannya, elok ‎parasnya “mengapa tidak kau manfaatkan masa mudamu pada hal-hal ‎yang berguna, pada hal-hal yang berfaidah ?” katakan pada temanmu ‎yang notabennya sarjana “mengapa kamu tidak membuka lahan kerja ‎sendiri saja ?” katakan pada mereka berapa jam yang mereka sia-‎siakan dalam lamunan, obrolan panjang yang tiada arti dan ujungnya ‎nan membosankan, kenapa mereka membiarkan dirinya terpenjara ‎oleh kemalasan yang mengerikan, terbelenggu oleh tabiat mereka ‎yang hina.‎ Anakku...Semangat adalah energi yang senantiasa bergerak, deru ‎ombak yang senantiasa bergemuruh, dan kegigihan yang luar biasa, Ia-‎lah yang melakukan lompatan ke puncak dan terbang ke tempat yang ‎tertinggi, menggerakkan orang yang lemah menjadi gagah perkasa, ‎membuat orang lumpuh menjadi tidak putus-asa. Bangkitlah anakku, ‎kobarkan semangatmu, engkaulah penggerak nadi umat manusia, ‎engkaulah merah api, pembakar semangat bangsa, pelopor kemajuan ‎zaman, engkau bukan tumpukan jerami yang berdebu dan ‎menyebalkan.‎ ‎ Wahai anakku yang berotak cerdas nan pandai, janganlah engkau ‎mendekam saja di kamar, jangan lah engkau terbiasa dengan ‎berpangku tangan, jaganlah engkau merasa yaman bersama gelapnya ‎masa. Lihatlah berbagai burung terbang meninggalkan sarangnya ‎untuk mencari rizki, musang keluar dari sarangnya untuk mencari ‎mangsa, katak pun pasang mulut untuk mendapatkan seekor lalat. ‎Sedang Anda, apa yang Anda tunggu ?‎ bangkitlah segera ke gelanggang pekerjaan, singkirkan waktu lowong ‎ganti dengan aktifitas yang bermanfaat, dahului roda zaman dan ‎bergabunglah bersama-sama orang yang rajin.‎ Anakku percepatlah langkah,‎ sebab dibelakangmu maut sigap memburu,‎ Tiada tempat untuk berlindung dari-nya,‎ Atau untuk menghindarinya Anakku...Semangat adalah hati yang penuh gairah, jiwa yang penuh ‎rindu, hasrat yang mengelora, Ia mampu membawa pemiliknya ‎mengembara kemana saja, berusahalah untuk selalu bergairah, ‎bersegeralah untuk semangat, sekali lagi bersegeralah, sebab siang ‎dan malam dapat melapukkan kamu tanpa kamu sadari. santai-santai, ‎malas-malas, banyak tidur dan banyak makan itu justru dapat ‎mengeraskan hati, melemahkan pikiran. Dapatkah seseorang meraih ‎cita-cita hanya dengan bersingkur tangan ?‎ Janganlah kau anggap keagungan itu bagaikan kurma Yang setiap saat dapat kau makan.‎ Engkau selamanya tidak akan sangup mencapai keagungan,‎ Sebelum engkau menjilat ketabahan.‎ Penyair lain mengatakan.‎ Janganlah engkau pernah merindukan beberapa kedudukan,‎ Sebelum engkau penuhi sarana dan prasarananya.‎

CINTAKU TAK LEKANG OLEH ZAMAN


Untukmu...‎ yang setia menemaniku,‎
Aku masih mencintaimu seperti saat-saat kita bertemu dulu.‎

Untukmu... yang setia mendampingiku,‎
Aku masih menyayangimu Laksana bintang malam yang tak bosannya mendampingi rembulan.‎

Untukmu... yang tak bosan mencintaiku,‎
Aku ingin mencintaimu dengan indah seindah aneka bunga taman surga.‎

Aku mencintaimu sayang.‎

Senin, 14 Oktober 2013

KUTITIPKAN CINTAKU PADA TUHAN


Tuhan…
kutitipkan cintaku pada-Mu,
Tumbuh kembangkanlah pohon cinta ini,
Mekarkanlah bunga rinduku terhadap-nya,
Kan kupupuk pohon cintaku,
Agartumbuh daun kasih sayang,
Kan kusirami dengan ayat-ayat suci-Mu, Tuhan…
berilah setitik embun anugrah-Mu,
Agar tumbuh segar dalam taman Ridha-Mu.

???

ومن رضِى فله الرضا ومن سخِط فله السُخط “Barangsiapa yang rela baginya kerelaan (Kepuasa) tersebut, barangsiapa yang enggan baginya pula keengganan (Keresahan) tersebut” Hidup adalah sebuah pilihan, apa-ap yang sudah anda pilih sebaiknya anda jalani dengan sepenuh hati. Jika kewajiban hidup anda anggap sebagai beban maka pikullah, jika sebagai tugas maka jalanilah, jika sebagai kebutuhan maka carilah, jika sebagai hobi maka nikmatilah, jika sebagai anugera maka syukurilah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan , akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat anda merasakan kepahitan, penderitaan ataupun kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa anda lakukan. Lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segala sesuatunya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. Jadi yang membentuk karakter setiap diri seseorang adalah pola pikir orang itu sendiri, jika anda berfikir positif, maka kebahagiaan akan anda peroleh saat itu juga. Dan sebaliknya jika anda berfikir negati mengenai kehidupan anda, nasib masa depan anda, maka yang akan anda temu adalah wujud apa-apa yang anda pikirkan. Dikatakan: Free you heart from hatred “kosongkan hatimu dari kebencian” Free you mind from worries “kosongkan pikiranmu dari kekawatiran” Live simply “hiduplah sederhana” Give more “perbanyaklah memberi” And expect less “dan kurangilah berharap”

Sabtu, 05 Oktober 2013

GAK USAH HERAN

Allah menciptakan kehidupan dunia ini berpasang-pasangan; ada siang ada malam, ada laki ‎ada perempuan, ada senang ada susah, ada kaya ada miskin, ada suka ada duka.‎ Perbedaan yang ada adalah sebagai penyempurna satu sama lain, sebagai pewarna indah ‎kehidupan. Allah menciptakan semua itu beserta dengan hikmahnya, barang siapa yang ‎mampu memahami dan cerdas dalam menyikapi, maka keberuntungan yang akan mereka ‎perolih. ‎ Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat dihati kita, yang mungkin di mata kita remeh, ‎tak bernilai, akan tetapi hakikatnya sempurna. Maka‎‏ ‏‎ mendekatlah, melekatlah padanya ‎seakan-akan ia adalah bagian dari hal yang membuat kita hidup, dimana tanpanya hidup terasa ‎kurang berarti, hidup terasa kurang sempurna.‎ Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna . ketidak sempurnaan inilah yang ‎merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain, kekurangan inilah ‎sebagai ladang beramal bagi yang sempurna. Dan sebaliknya ladang bagi si-lemah untuk ‎memberi peluang pada yang lain untuk beramal, pada akhirnya keduanya berkesempatan ‎untuk berbuat baik pada sesama, keduanya saling membutuhkan.‎ لِيَتَّخِذَ بَعْضُكم بعضاً سُخْرِيا Akan tetapi sederetan itu semua hakikatnya adalah sama, yaitu sebagai ujian. Barang siapa ‎yang sabar dalam menyambut ujian itu, maka Allah akan menjanjikan padanya pahala yang ‎berlipat ganda.‎ Betapa bijak yang dikatakan oleh sahabat Aly: “Seseorang tidak akan binasa (celaka) selama ‎dirinya menyadari kedudukannya” ‎ ما هَلَكَ امْرُؤٌ عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ – الإمام علِى seorang miskin tidak akan binasa, mereka akan mera bahagia jika saja mereka menyadari ‎kedudukannya sebagai seorang yang kekurangan, dan akan sersikap dan bertindak sesuai kadar ‎kemampuannya dan seorang yang kaya tidak akan pernah binasa, mereka akan bahagia dan ‎senantiasa bersyukur, jika saja mereka menyadari keberadaannya sebagai orang yang ‎mempunya kelebihan.‎ قُل كُلٌّ يَعْمَلُ على شاكِلَتِهِ .‏ Bagi silemah tidaklah diberatkan baginya kecuali sebatas yang mereka mampukan. Bagi sikaya ‎tidaklah dibenarkan berpoya-poya dengan hartanya untuk kepenting perutnya sendiri.‎ Bukankah Allah telah berfirman “tidaklah manusia diciptakan kecuali dalam keadaan susah ‎payah” dia harus melewati tahap demi tahap bahkan kesusahan tersebut semenjak dalam ‎rahim ibu sampai pada hari pertanggung jawaban.‎ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (Az ‎Zumar : 6)‎ Tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam ‎selaput yang menutup anak dalam rahim.‎ Ketika dilahirkanpun dia mengalami kesukara, pada usia remaja ia dihadapkan dengan ‎permasalahan-permasalahan yang sangat komplek, permasalahan sekolah.‎ Pada usia dewasa dia mulai dihadapkan permasalahan asmara.‎ Bahkan pada sampai kematiannyapun, dipenuhi coba heeeeeeeeeeeeeee

SANG PEMENANG


Disaat kelelahan menghampiri anda, luka telah terasa ngilu, tenaga sudah tak lagi mampu. ‎
Cobalah untuk tarung satu ronde lagi.‎
Saat berkali-kali pukulan mendarat di muka anda, dada anda mulai terasa sesak,
Cobalah ‎untuk bertarung satu ronde lagi.‎
Disaat lawan telah menguasai anda, berkali-kali mau menjatuhkan, dan anda berfikir ingin ‎menjatuhkan diri untuk mengakhiri segalanya.
Cobalah untuk bertarung satu ronde lagi. ‎
Mencobalah dan mencoba, bukankah ajaran agama juga melarang umatnya untuk berputus ‎asa.
Sekali lagi cobalah, hanya dengan mencoba anda akan meraih kemenangan, selain ‎pahala yang telah terjanjikan. ‎
Ya … hanya orang yang selalu ingin bertarung satu kali lagilah yang punya potensi untuk ‎menang.
Iya… kemenangan adalah milik mereka yang terus mau mecoba untuk sekali lagi, ‎orang yang senantiasa mengobarkan semangatnya untuk menyambut mahkota ‎kemenangan.
Dialah PEMENANG sebelum kemenangan dinyatakan.‎
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat anda berikan.
Tidak ada yang benar-‎bener kalah sampai anda sendiri berhenti dan tak mampu lagi berusaha .‎
Jangan takut menghadapi risiko.
Anggaplah risiko sebagai kesempatan kita untuk belajar ‎bagaimana menjadi pemberani.‎
Sambutlah kemenanganmu shobat...‎

SYUKURI APA YANG ADA

ما دمتَ فى هذه الدار لا تستغرِب وقوع الأكدر ‎“Selama anda berada di dalam dunia ini janganlah menganggap asing terhadap terjadinya ‎musibah”‎ Sebagaimana kata pepatah “kehidupan ini bagaikan lingkaran roda” kadang kita berada ‎di atas dengan segala kenikmatan, namun hari-hari dari umur kita tak luput pula dari ke ‎tidak nyamanan karena saat itu roda nasib kita berada di bawah dan tak kunjung berputar ‎kembali ke atas.‎ Fenomena yang lazim dan tak ayal pasti terjadi dalam lembaran hidup ini, sesuatu yang ‎tak sesuai dengan impian, namun demikian anda tetap wajib mensyukuri apa pun yang ‎menimpa anda. Ini bukan masalah kenapa kita meski mensyukuri semuanya. Akan tetapi ‎bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang ‎lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sikap anda sebenarnya jauh ‎lebih realistis; yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan membelenggu, bayang – ‎bayang ketakutan. Bersyukur adalah bentuk ketakwaan kita pada Sang Pencipta. Dengan ‎demikian, selain campur tangan Alloh, bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju ‎dengan penuh antusias. Bersyukur mendorong anda mencari solusi untuk keluar dari ‎belenggu hidup, untuk lepas dari simpul derita yang mengikat. Tak ada yang meringankan ‎hidup anda selain sikap bersyukur, Semakin banya anda bersyukur semakin banyak anda ‎menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan ‎pada diri anda.‎ Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidak mauan kita dalam menerima ‎kehidupan ini apa adanya. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi ‎melepaskan paradigma dan melihat realitas secara sederhana. ‎ Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. sedikit sekali yang ‎melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan ‎mengerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda ‎lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif akan ‎nampak dipandangan anda.‎ Marilah sejenak kita pejamkan mata, kita temukan kesejukan pikiran, menggali ‎ketentraman perasaan. Menyentuh jiwa yang tenang. Menekuri setiap tarikan nafas. ‎Menyadari keberadaan diri kita di bumi ini. Meneguhkan kembali ikrar kita pada sang ‎pencipta, ikrar untuk mencurahkan yang terbaik untuk hidup ini. Dan membiarkan ‎tangannya menuntun setiap gerak kita sehari-hari. ‎ Ada ungkapan dalam bahasa Inggris:‎ ‎“Free you heart from hatred, Free you mind from worries, Live simply, Give more, And ‎expect less” ‎ ‎(kosongkan hatimu dari kebencian, kosongkan pikiranmu dari kekawatiran, hiduplah ‎sederhana, perbanyaklah memberi, dan kurangilah berharap)‎

Minggu, 08 September 2013

SHOBR (SABAR)

TERUNTUK BIDADARI HIDUPKU ISTRI DALAM PENANTIANKU: Istriku... apa yang membuat gerak langkahmu mulai lunglai, apa yang menjadikan wajahmu begitu pucat dan apa yang menjadikan senyummu menjadi labil nan hambar, tersenyumlah sayang... hiasilah bibirmu dengan senyuman, bukankah Alloh tidak menciptakan kaum perempuan kecuali untuk menyenangkan suaminya, bagaimana kua bisa menyenangkan suamimu jika dirimu dirundung kesedihan Istriku... ingatlah, siapa pun orangnya, dimana pun tempatnya, kapan pun masanya, bagaimana pun rupa dan kedudukannya, pastilah Alloh memberi ujian padanya dan Alloh tidaklan membebani hambanya berupa ujian melainkan sesuai kadar kemampuannya, Istriku... diantara sekian banyaknya ujian yang diberikan Alloh pada hambanya, kepada kita, bukankah Alloh pula telah menjanjikan pahala yang tinggi, bahwa bersama kesukaran ada kemudahan, dalam satu firmannya dikatakan. •   •  •     Artinya 5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.( Al Hasr Bahkan Alloh melipat gandakan kemudahan tersebut, yakinlah dengan kesabaran akan sirna pula mendung kegelapan, dengan kesabaran akan terbit bintang keceriaan dan dengan kesabaran itu pula pintu kesukaran akan terbuka, hilang gelap terbitlah terang, tidak ada satu pun manusia yang hidup di alam ini bersih tanpa ujian, taukah kamu apa yang menimpa kita hanyalah sebagai pengukur iman semata, karena hal semacam ini adalah suatu keniscayaan dari Alloh sebagai jalan ujian, dalam firmannya dikatakan:          •     155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Al Baqoroh: 155)       •     “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” Q.S Ali Imron: 200 Istriku...tenanglah sayang, kita semua senantiasa dalam pengawasannya, sehingga tidak ada satu musibah pun kecuali dengan izinnya, , Apa engkau pernah menyadari berapa banyak pertolongannya yang telah diberikan kepada kita, kita hanya memohon dalam do’a kita satu atau dua saja, sementara yang Alloh berikan melebihi yang kita pinta, Alloh memberi 99% dari 1% yang diminta hambanya  •      •     60. dan bersabarlah kamu, Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.(Q.S Ar Ruum (30) : 60)

Kamis, 05 September 2013

PUISI MALAM

Malu aku pada daun yang merumpun, Asma-Mu mereka renungkan,
Asma-Mu mereka dzikirkan,
Sedangkan mulutku? Kaku, kelu, tak bertalu mencium angin malam surgamu.
Mereka mengisi malam-malam dengan kesucian, Kuisi malamku dengan perbuatan memalukan, lalu igauan panjang,
Aku malu pada diri ini,
Aku hamba Tuhan, betapa sering kusetujui bisikan syetan.
Kucoba dengar pohon memohon, Menatap rumput merajut turut,
Krenyit ranting baca sholawat,
Aku malu atas apa yang kuperbuat. Taubat…. Taubat….

DO’A PENANGKAL KERUSAKAN MORAL ANAK DAN CUCU

 


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ
 وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ


“Ya Allah Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridhai; berikanlah kebaikan kepadaku dengan (memberi kesholihan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Al-Ahqaf :15) "Di baca setelah shalat lima waktu"