Translate

Selasa, 22 Oktober 2013

CINTAKU TAK LEKANG OLEH ZAMAN


Untukmu...‎ yang setia menemaniku,‎
Aku masih mencintaimu seperti saat-saat kita bertemu dulu.‎

Untukmu... yang setia mendampingiku,‎
Aku masih menyayangimu Laksana bintang malam yang tak bosannya mendampingi rembulan.‎

Untukmu... yang tak bosan mencintaiku,‎
Aku ingin mencintaimu dengan indah seindah aneka bunga taman surga.‎

Aku mencintaimu sayang.‎

Senin, 14 Oktober 2013

KUTITIPKAN CINTAKU PADA TUHAN


Tuhan…
kutitipkan cintaku pada-Mu,
Tumbuh kembangkanlah pohon cinta ini,
Mekarkanlah bunga rinduku terhadap-nya,
Kan kupupuk pohon cintaku,
Agartumbuh daun kasih sayang,
Kan kusirami dengan ayat-ayat suci-Mu, Tuhan…
berilah setitik embun anugrah-Mu,
Agar tumbuh segar dalam taman Ridha-Mu.

???

ومن رضِى فله الرضا ومن سخِط فله السُخط “Barangsiapa yang rela baginya kerelaan (Kepuasa) tersebut, barangsiapa yang enggan baginya pula keengganan (Keresahan) tersebut” Hidup adalah sebuah pilihan, apa-ap yang sudah anda pilih sebaiknya anda jalani dengan sepenuh hati. Jika kewajiban hidup anda anggap sebagai beban maka pikullah, jika sebagai tugas maka jalanilah, jika sebagai kebutuhan maka carilah, jika sebagai hobi maka nikmatilah, jika sebagai anugera maka syukurilah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan , akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat anda merasakan kepahitan, penderitaan ataupun kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa anda lakukan. Lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segala sesuatunya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. Jadi yang membentuk karakter setiap diri seseorang adalah pola pikir orang itu sendiri, jika anda berfikir positif, maka kebahagiaan akan anda peroleh saat itu juga. Dan sebaliknya jika anda berfikir negati mengenai kehidupan anda, nasib masa depan anda, maka yang akan anda temu adalah wujud apa-apa yang anda pikirkan. Dikatakan: Free you heart from hatred “kosongkan hatimu dari kebencian” Free you mind from worries “kosongkan pikiranmu dari kekawatiran” Live simply “hiduplah sederhana” Give more “perbanyaklah memberi” And expect less “dan kurangilah berharap”

Sabtu, 05 Oktober 2013

GAK USAH HERAN

Allah menciptakan kehidupan dunia ini berpasang-pasangan; ada siang ada malam, ada laki ‎ada perempuan, ada senang ada susah, ada kaya ada miskin, ada suka ada duka.‎ Perbedaan yang ada adalah sebagai penyempurna satu sama lain, sebagai pewarna indah ‎kehidupan. Allah menciptakan semua itu beserta dengan hikmahnya, barang siapa yang ‎mampu memahami dan cerdas dalam menyikapi, maka keberuntungan yang akan mereka ‎perolih. ‎ Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat dihati kita, yang mungkin di mata kita remeh, ‎tak bernilai, akan tetapi hakikatnya sempurna. Maka‎‏ ‏‎ mendekatlah, melekatlah padanya ‎seakan-akan ia adalah bagian dari hal yang membuat kita hidup, dimana tanpanya hidup terasa ‎kurang berarti, hidup terasa kurang sempurna.‎ Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna . ketidak sempurnaan inilah yang ‎merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain, kekurangan inilah ‎sebagai ladang beramal bagi yang sempurna. Dan sebaliknya ladang bagi si-lemah untuk ‎memberi peluang pada yang lain untuk beramal, pada akhirnya keduanya berkesempatan ‎untuk berbuat baik pada sesama, keduanya saling membutuhkan.‎ لِيَتَّخِذَ بَعْضُكم بعضاً سُخْرِيا Akan tetapi sederetan itu semua hakikatnya adalah sama, yaitu sebagai ujian. Barang siapa ‎yang sabar dalam menyambut ujian itu, maka Allah akan menjanjikan padanya pahala yang ‎berlipat ganda.‎ Betapa bijak yang dikatakan oleh sahabat Aly: “Seseorang tidak akan binasa (celaka) selama ‎dirinya menyadari kedudukannya” ‎ ما هَلَكَ امْرُؤٌ عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ – الإمام علِى seorang miskin tidak akan binasa, mereka akan mera bahagia jika saja mereka menyadari ‎kedudukannya sebagai seorang yang kekurangan, dan akan sersikap dan bertindak sesuai kadar ‎kemampuannya dan seorang yang kaya tidak akan pernah binasa, mereka akan bahagia dan ‎senantiasa bersyukur, jika saja mereka menyadari keberadaannya sebagai orang yang ‎mempunya kelebihan.‎ قُل كُلٌّ يَعْمَلُ على شاكِلَتِهِ .‏ Bagi silemah tidaklah diberatkan baginya kecuali sebatas yang mereka mampukan. Bagi sikaya ‎tidaklah dibenarkan berpoya-poya dengan hartanya untuk kepenting perutnya sendiri.‎ Bukankah Allah telah berfirman “tidaklah manusia diciptakan kecuali dalam keadaan susah ‎payah” dia harus melewati tahap demi tahap bahkan kesusahan tersebut semenjak dalam ‎rahim ibu sampai pada hari pertanggung jawaban.‎ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (Az ‎Zumar : 6)‎ Tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam ‎selaput yang menutup anak dalam rahim.‎ Ketika dilahirkanpun dia mengalami kesukara, pada usia remaja ia dihadapkan dengan ‎permasalahan-permasalahan yang sangat komplek, permasalahan sekolah.‎ Pada usia dewasa dia mulai dihadapkan permasalahan asmara.‎ Bahkan pada sampai kematiannyapun, dipenuhi coba heeeeeeeeeeeeeee

SANG PEMENANG


Disaat kelelahan menghampiri anda, luka telah terasa ngilu, tenaga sudah tak lagi mampu. ‎
Cobalah untuk tarung satu ronde lagi.‎
Saat berkali-kali pukulan mendarat di muka anda, dada anda mulai terasa sesak,
Cobalah ‎untuk bertarung satu ronde lagi.‎
Disaat lawan telah menguasai anda, berkali-kali mau menjatuhkan, dan anda berfikir ingin ‎menjatuhkan diri untuk mengakhiri segalanya.
Cobalah untuk bertarung satu ronde lagi. ‎
Mencobalah dan mencoba, bukankah ajaran agama juga melarang umatnya untuk berputus ‎asa.
Sekali lagi cobalah, hanya dengan mencoba anda akan meraih kemenangan, selain ‎pahala yang telah terjanjikan. ‎
Ya … hanya orang yang selalu ingin bertarung satu kali lagilah yang punya potensi untuk ‎menang.
Iya… kemenangan adalah milik mereka yang terus mau mecoba untuk sekali lagi, ‎orang yang senantiasa mengobarkan semangatnya untuk menyambut mahkota ‎kemenangan.
Dialah PEMENANG sebelum kemenangan dinyatakan.‎
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat anda berikan.
Tidak ada yang benar-‎bener kalah sampai anda sendiri berhenti dan tak mampu lagi berusaha .‎
Jangan takut menghadapi risiko.
Anggaplah risiko sebagai kesempatan kita untuk belajar ‎bagaimana menjadi pemberani.‎
Sambutlah kemenanganmu shobat...‎

SYUKURI APA YANG ADA

ما دمتَ فى هذه الدار لا تستغرِب وقوع الأكدر ‎“Selama anda berada di dalam dunia ini janganlah menganggap asing terhadap terjadinya ‎musibah”‎ Sebagaimana kata pepatah “kehidupan ini bagaikan lingkaran roda” kadang kita berada ‎di atas dengan segala kenikmatan, namun hari-hari dari umur kita tak luput pula dari ke ‎tidak nyamanan karena saat itu roda nasib kita berada di bawah dan tak kunjung berputar ‎kembali ke atas.‎ Fenomena yang lazim dan tak ayal pasti terjadi dalam lembaran hidup ini, sesuatu yang ‎tak sesuai dengan impian, namun demikian anda tetap wajib mensyukuri apa pun yang ‎menimpa anda. Ini bukan masalah kenapa kita meski mensyukuri semuanya. Akan tetapi ‎bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang ‎lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sikap anda sebenarnya jauh ‎lebih realistis; yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan membelenggu, bayang – ‎bayang ketakutan. Bersyukur adalah bentuk ketakwaan kita pada Sang Pencipta. Dengan ‎demikian, selain campur tangan Alloh, bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju ‎dengan penuh antusias. Bersyukur mendorong anda mencari solusi untuk keluar dari ‎belenggu hidup, untuk lepas dari simpul derita yang mengikat. Tak ada yang meringankan ‎hidup anda selain sikap bersyukur, Semakin banya anda bersyukur semakin banyak anda ‎menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan ‎pada diri anda.‎ Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidak mauan kita dalam menerima ‎kehidupan ini apa adanya. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi ‎melepaskan paradigma dan melihat realitas secara sederhana. ‎ Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. sedikit sekali yang ‎melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan ‎mengerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda ‎lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif akan ‎nampak dipandangan anda.‎ Marilah sejenak kita pejamkan mata, kita temukan kesejukan pikiran, menggali ‎ketentraman perasaan. Menyentuh jiwa yang tenang. Menekuri setiap tarikan nafas. ‎Menyadari keberadaan diri kita di bumi ini. Meneguhkan kembali ikrar kita pada sang ‎pencipta, ikrar untuk mencurahkan yang terbaik untuk hidup ini. Dan membiarkan ‎tangannya menuntun setiap gerak kita sehari-hari. ‎ Ada ungkapan dalam bahasa Inggris:‎ ‎“Free you heart from hatred, Free you mind from worries, Live simply, Give more, And ‎expect less” ‎ ‎(kosongkan hatimu dari kebencian, kosongkan pikiranmu dari kekawatiran, hiduplah ‎sederhana, perbanyaklah memberi, dan kurangilah berharap)‎

Minggu, 08 September 2013

SHOBR (SABAR)

TERUNTUK BIDADARI HIDUPKU ISTRI DALAM PENANTIANKU: Istriku... apa yang membuat gerak langkahmu mulai lunglai, apa yang menjadikan wajahmu begitu pucat dan apa yang menjadikan senyummu menjadi labil nan hambar, tersenyumlah sayang... hiasilah bibirmu dengan senyuman, bukankah Alloh tidak menciptakan kaum perempuan kecuali untuk menyenangkan suaminya, bagaimana kua bisa menyenangkan suamimu jika dirimu dirundung kesedihan Istriku... ingatlah, siapa pun orangnya, dimana pun tempatnya, kapan pun masanya, bagaimana pun rupa dan kedudukannya, pastilah Alloh memberi ujian padanya dan Alloh tidaklan membebani hambanya berupa ujian melainkan sesuai kadar kemampuannya, Istriku... diantara sekian banyaknya ujian yang diberikan Alloh pada hambanya, kepada kita, bukankah Alloh pula telah menjanjikan pahala yang tinggi, bahwa bersama kesukaran ada kemudahan, dalam satu firmannya dikatakan. •   •  •     Artinya 5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.( Al Hasr Bahkan Alloh melipat gandakan kemudahan tersebut, yakinlah dengan kesabaran akan sirna pula mendung kegelapan, dengan kesabaran akan terbit bintang keceriaan dan dengan kesabaran itu pula pintu kesukaran akan terbuka, hilang gelap terbitlah terang, tidak ada satu pun manusia yang hidup di alam ini bersih tanpa ujian, taukah kamu apa yang menimpa kita hanyalah sebagai pengukur iman semata, karena hal semacam ini adalah suatu keniscayaan dari Alloh sebagai jalan ujian, dalam firmannya dikatakan:          •     155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Al Baqoroh: 155)       •     “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” Q.S Ali Imron: 200 Istriku...tenanglah sayang, kita semua senantiasa dalam pengawasannya, sehingga tidak ada satu musibah pun kecuali dengan izinnya, , Apa engkau pernah menyadari berapa banyak pertolongannya yang telah diberikan kepada kita, kita hanya memohon dalam do’a kita satu atau dua saja, sementara yang Alloh berikan melebihi yang kita pinta, Alloh memberi 99% dari 1% yang diminta hambanya  •      •     60. dan bersabarlah kamu, Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.(Q.S Ar Ruum (30) : 60)

Kamis, 05 September 2013

PUISI MALAM

Malu aku pada daun yang merumpun, Asma-Mu mereka renungkan,
Asma-Mu mereka dzikirkan,
Sedangkan mulutku? Kaku, kelu, tak bertalu mencium angin malam surgamu.
Mereka mengisi malam-malam dengan kesucian, Kuisi malamku dengan perbuatan memalukan, lalu igauan panjang,
Aku malu pada diri ini,
Aku hamba Tuhan, betapa sering kusetujui bisikan syetan.
Kucoba dengar pohon memohon, Menatap rumput merajut turut,
Krenyit ranting baca sholawat,
Aku malu atas apa yang kuperbuat. Taubat…. Taubat….

DO’A PENANGKAL KERUSAKAN MORAL ANAK DAN CUCU

 


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ
 وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ


“Ya Allah Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridhai; berikanlah kebaikan kepadaku dengan (memberi kesholihan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Al-Ahqaf :15) "Di baca setelah shalat lima waktu"

Senin, 05 Agustus 2013

Mengurai Makna Fitrah di Tengah Arus Perubahan dan Dinamika Kehidupan

الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ 3 X لاَإلَهَ إلاَّ الله ُوَالله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد ، الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أنْ هَدَانَا الله ُ ، أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيُ خَصَّنَا بِخَيْرِ كِتَابٍ أُنْزِلَ وَأَكْرَمَنَا بِخَيْرِ نَبِىٍّ أُرْسِلَ وَأَتَمَّ عَلَيْنَا النٍّعْمَةَ بِأَعْظَمِ دِيْنِ شَرْعٍ دِيْنِ اْلإسْلاَمِ ، أليَوْمَ أكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإسْلَمَ دِيْنًا ، وَ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَتَرَكَنَا عَلىَ اْلمَحَجَّةِ اْلبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا ، لاَيَزِيْغُ عَنْهَا إلاَّ هَالِكٌ, أللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الطَّاهِرِيْنِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ, قَالَ الله ُعَزَّ وَجَلَّ : وَلِتُكْمِلُوْا العِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ : Hadirin sidang Jamaah Idul Fitri yang Dimuliakan Allah. Dalam suasana pagi hari yang khidmat berselimut rahmat dan kebahagiaan ini, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala curahan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita semua, sehingga di pagi hari yang cerah ini kita dapat menunaikan sholat ‘dul Fitri dengan khusyu’ dan tertib. Hari ini, takbir dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia, mengagungkan asma Allah SWT. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu setengah milyar umat manusia di muka bumi ini, menyeruak di setiap sudut kehidupan, di masjid, di lapangan, di surau, di kampung-kampung, di gunung-gunung, di pasar, dan di seluruh pelosok negeri umat Islam. Pekik suara takbir itu juga kita bangkitkan disini, di bumi tempat kita bersujud dan bersimpuh ke hadirat-Nya. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara malaikat nan khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah SWT. Getarkan qalbu (hati) mukmin yang tengah dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridha, penuh roja’ (pengharapan) akan hari perjumpaannya dengan Sang Khaliq, Dzat yang mencipta jagat raya dengan segala isinya. Kumandang takbir dan tahmid itu sesungguhnya adalah wujud kemenangan dan rasa syukur kaum muslimin kepada Allah SWTatas keberhasilannya meraih fitrah (kesucian diri) melalui mujahadah (perjuangan lahir dan batin) dan pelaksanaan amal ibadah selama bulan suci Ramadhan yang baru berlalu. Allah SWT menegaskan : وَلِتُكْمِلُوْا العِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ “Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu semoga kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. al-Baqoroh : 185) Islam sesungguhnya telah mengajarkan takbir kepada umatnya, agar ia senantiasa mengagungkan asma Allah SWT kapanpun dan di manapun, saat adzan kita kumandangkan takbir, saat iqamah kita lafalkan takbir, saat membuka shalat kita ucapkan takbir, saat bayi lahir kita perdengarkan kalimat takbir, saat menyembelih hewan kita baca takbir, bahkan saat di medan laga perjuangan, kita juga mengumandangkan suara takbir. الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Dalam suasana kemenangan ini, marilah kita menghayati kembali makna kefitrahan kita, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifatullah fil ardli. Idul Fitri yang dimaknai kembali kepada kesucian ruhani,’ atau ‘kembali ke asal kejadian manusia yang suci, atau ‘kembali ke agama yang benar’, sesungguhnya mengisyaratkan, bahwa setiap orang yang merayakan Idul fitri berarti dia sedang merayakan kesucian ruhaninya, mengurai asal kejadiannya dan menikmati sikap keberagamaan yang benar, keberagamaan yang diridlai Allah swt. Di sinilah sesungguhnya letak keagungan dan kebesaran hari raya Idul fitri, Hari di mana para hamba Allah merayakan keberhasilannya mengembalikan kesucian diri dari segala dosa dan khilaf melalui pelaksanaan amal shaleh dan ibadah puasa Ramadhan, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan dilaksanakan dengan benar, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR. Imam Muslim). Namun patut diingat, bahwa dosa atau kekhilafan antar sesama umat manusia, ia baru terampuni apabila mereka saling memaafkan, dan karena itulah, mari kita jadikan momentum Idul Fitri yang suci ini untuk saling meminta dan memberi maaf atas segala kesalahan antar sesama, kita buang perasaan dendam, kita sirnakan keangkuhan dan kita ganti dengan pintu maaf dan senyum sapa yang tulus penuh dengan persaudaraan dan kehangatan silaturrahim antar sesama. الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Namun patut diingat, bahwa dosa atau kekhilafan antar sesama umat manusia, ia baru terampuni apabila mereka saling memaafkan, dan karena itulah, mari kita jadikan momentum Idul Fitri yang suci ini untuk saling meminta dan memberi maaf atas segala kesalahan antar sesama, kita buang perasaan dendam, kita sirnakan keangkuhan dan kita ganti dengan pintu maaf dan senyum sapa yang tulus penuh dengan persaudaraan dan kehangatan silaturrahim antar sesama. Terkait dengan kemuliaan orang yang mampu mensucikan dirinya ini, Allah SWT menggambarkan dalam firman-Nya, Surat Al-Fathir, ayat 18-21 : وَمَنْ تَزَكَّى فَإنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإلَى اللهِ الْمَصِيْرُ (18) وَمَا يَسْتَوِيْ اْلأَعْمَى وَاْلبَصِيْرُ (19) وَلاَ الظُّلُمَاتُ وَلاَ النُّوْرُ (20) وَلاَ الظِّلُّ وَلاَ اْلحَرُوْرُ (21). “Barang siapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya dia telah mensucikan diri untuk memperoleh kebahagiaannya sendiri. Dan hanya kepada Allah-lah tempat kembalimu. Bukankah tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat ? Bukankah pula tidak sama gelap-gulita dengan terang-benderang ? Dan bukankah juga tidak sama yang teduh dengan yang panas ?” (QS. al-Fathir : 18-21) Pada ayat tersebut, Allah SWT membandingkan antara orang yang mampu mensucikan jiwanya dengan yang suka mengotorinya, laksana orang yang melihat dengan orang yang buta, laksana terang dan gelap, laksana teduh dan panas. Sungguh sebuah metafora yang patut kita renungkan. Allah seolah hendak menyatakan bahwa manusia yang suci, manusia yang baik, manusia yang menang dan beruntung itu, adalah mereka yang mau dan mampu melihat persoalan lingkungannya secara bijak dan kemudian bersedia menyelesaikannya, mereka yang mampu menjadi lentera di kala gelap, dan menjadi payung berteduh di kala panas. Mereka inilah pemilik agama yang benar, agama yang hanifiyyah wa al-samhah – terbuka, toleran, pemaaf, dan santun. Inilah agama tauhid, agama Nabi Ibrahim dan anak keturunannya : Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf, dan Nabi Muhammad saw. الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Idul Fitri pada hakikatnya memberikan pesan kepada kita, bahwa syari’at Islam mengajarkan kepada kesucian, keindahan, kebersamaan dan mengarahkan umatnya memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, rukun dalam kebersamaan dan bersama dalam kerukunan. Segala kelebihan yang melekat dalam diri manusia dalam bentuk apapun, hendaknya disadari bahwa selain merupakan nikmat, ia juga sekaligus sebagai amanat. Perbuatan yang indah akan melahirkan seni dan estetika, dan seni akan menghasilkan kreatifitas yang membangun dan menyejukkan. Perbuatan baik akan menimbulkan etika dan menciptakan tatanan kehidupan yang tertib dan harmonis, sementara kebenaran akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang mengantarkan kemajuan peradaban umat manusia. Karenanya perubahan ke arah yang lebih baik hanya akan dapat diwujudkan oleh pribadi-pribadi yang dalam dirinya telah bersemi ke-Fitrah-an. الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Oleh karena Fitrah manusia dapat berubah dari waktu ke waktu berubah karena pergaulan, karena pengaruh budaya dan lingkungan, karena latar belakang pendidikan dan karena faktor-faktor lain, maka agar Fitrah itu tetap terpelihara kesuciannya, hendaknya ia selalu mengacu pada pola kehidupan islami yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah dan teladan para ulama, pola kehidupan yang bersendikan nilai-nilai agama dan akhlak mulia, sehingga darinya diharapkan mampu membangun manusia seutuhnya, insan kamil yang memiliki keteguhan iman, keluasan ilmu pengetahuan serta tangguh menjawab berbagai peluang dan tantangan kehidupan. Karena itu, segala kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan suci Ramadhan, baik ibadah shiyam, qiyamullail, tilawah dan tadabbur Al-Quran, peduli kaum dluafa, mengendalikan amarah dan hawa nafsu, menjaga kejujuran hendaknya tetap kita lestarikan dan bahkan kita tingkatkan sedemikian rupa agar dapat menjadi tradisi yang mulia dalam diri, keluarga dan lingkungan masyarakat kita, sehingga Fitrah yang telah kita raih di hari yang agung ini akan tetap terpelihara hingga ahir kehidupan kita. Marilah kita jadikan spirit ibadah puasa sebagai perisai diri kita dari godaan dan ujian kehidupan di masa-masa mendatang. الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Hadirin sidang Jamaah Idul Fitri yang Berbahagia. Ibadah shaum pada hakekatnya merupakan suatu proses penempaan dan pencerahan diri, yakni upaya yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah perilaku setiap Muslim, menjadi orang yang semakin meningkat ketakwaannya. Melalui ibadah shaum -sebagai manusia yang memiliki nafsu dan cenderung ingin selalu mengikuti hawa nafsu- kita dilatih untuk mengendalikan diri supaya menjadi manusia yang dapat berprilaku sesuai dengan Fitrah aslinya. Fitrah asli manusia adalah cenderung taat dan mengikuti ketentuan Allah SWT. Melalui proses pencerahan yang terkandung dalam ibadah shaum diharapkan setiap muslim menjadi manusia yang di mana pun kehadirannya, terutama dalam masyarakat yang bersifat plural ini dapat memberi manfaat kepada sesama. Risalah Islam sesungguhnya bukan hanya diperuntukkan bagi umat Islam saja, tetapi ajarannya juga syarat dengan nilai-nilai yang bersifat universal. Seperti ajaran yang menekankan pentingnya setiap muslim agar mau dan mampu memberi manfaat kepada sesama. Dalam pandangan Islam, salah satu indikator kualitas kepribadian seseorang adalah seberapa besar kehadirannya mampu memberi manfaat kepada sesama, atau dalam bahasa lain semakin besar kemampuan seseorang memberikan manfaat kepada orang lain, maka semakin unggul pula kualitas keberagamaannya. Rasulullah SAW bersabda : عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ : خَيْرُ النَّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ Artinya “Sebaik-baik manusia (Muslim) adalah orang yang paling (banyak) memberi manfaat kepada manusia”. (HR. Al-Qudla’i) الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Hal lain yang perlu kita sadari dalam mengarungi samudera kehidupan ini adalah, bahwa telah menjadi sunnatullaah bila kehidupan ini diwarnai dengan susah dan senang, tangis dan tawa, rahmat dan bencana, menang dan kalah, peluang dan tantangan yang acap kali menghiasi dinamika kehidupan kita. Orang bijak sering menyatakan, “hidup ini laksana roda berputar”, sekali waktu bertengger di atas, pada waktu lain tergilas di bawah. Kemarin sebagai pejabat sekarang kembali menjadi rakyat, satu saat kaya, saat yang lain hidup sengsara, kemarin sehat bugar, saat ini berbaring sakit, bahkan mungkin tetangga kita, saudara kita, orang tua kita, suami/istri kita, anak-anak kita tahun kemaren masih melaksanakan shalat ‘id disamping kita, sekarang mereka, orang-orang yang kita cintai itu telah tiada dan kembali kehadirat-Nya. Kehidupan dunia ini tidak ada yang kekal, ia akan terus bergerak sesuai dengan kehendak dan ketentuan Rabbul ‘Alamin. Sebagai seorang mukmin, tentu tidak ada celah untuk bersikap frustasi dan menyerah kepada keadaan, akan tetapi ia harus tetap optimis, bekerja keras dan cerdas seraya tetap mengharap bimbingan Allah SWT, karena sesungguhnya rahmat dan pertolongan-Nya akan senantiasa mengiringi hamba-hamba-Nya yang sabar dan teguh menghadapi ujian. Sebagai seorang mukmin, kita juga tak boleh hanyut dalam godaan dan glamornya kehidupan yang menipu dan fana ini. Justru sebaliknya, orang mukmin harus terus menerus berusaha mengobarkan obor kebajikan, menebarkan marhamah, menegakkan da’wah, merajut ukhuwah dan menjawab segala tantangan dengan penuh kearifan dan kesungguhan. Bukankah Allah SWT telah berjanji : وَلاَ تَهِنُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا وَأَنْتُمُ اْلأَعْلَوْنَ إِنُ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ . Artinya “Dan janganlah kamu bersikap lemah dan bersedih hati, padahal kalian orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS. Ali Imran : 140). Abu Hamid bin Muhammad Al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin melukiskan para penghuni kehidupan dunia ini laksana seorang pelaut yang sedang mengarungi samudera, satu tarikan nafas bagaikan satu rengkuhan dayung, cepat atau lambat biduk yang ditumpangi akan mengantarkannya ke pantai tujuan. Dalam perjalanan itu, setiap nahkoda berada di antara dua kecemasan, antara mengingat perjalanan yang sudah di lewati dengan rintangan angin dan gelombang yang menerjang dan antara menatap sisa-sisa perjalanannya yang masih panjang di mana ujung rimbanya belum tentu dapat mencapai keselamatan. Tamsil tentang kehidupan ini hendaknya mengingatkan, agar kita senantiasa berupaya memanfaatkan umur yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, usia yang masing-masing kita miliki pasti masih akan tetap menghadapi tantangan, ujian dan selera kehidupan yang menggoda, karenanya kita harus tetap mawas diri dan tidak terbuai dengan nafsu angkara murka yang suatu saat dapat menjerumuskan kita dalam limbah kenistaan, kita pergunakan kesempatan dan sisa umur yang kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir ini untuk memperbanyak bekal dan amal shaleh guna meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup, baik di alam dunia yang fana ini, maupun di alam akhirat yang kelal abadi. Suatu saat Lukman Al Hakim, seorang shalih yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an pernah menyampaikan taushiyah kepada putranya: يا بُنَيَّ ! إنَّ الدُنْيَا بَحْرٌ عَمِيْقٌ وَقَدْ غَرَقَ فِيْهَا أُنَاسٌ كَثِيْرٌ ، فَاجْعَلْ سَفِيْنَتَكَ فِيْهَا تَقْوَى اللهِ وَحَشْوُهَا الإيْمَانُ وَشَرَاعُهَا التَّوَكَّلُ عَلىَ اللهِ لَعَلَّكَ تَنْجُوْ. “Wahai anakku, sesunguhnya dunia ini laksana lautan yang dalam dan telah banyak manusia tenggelam di dalamnya, oleh karenanya, jadikanlah taqwa kepada Allah SWT sebagai kapal untuk mengarunginya, iman sebagai muatannya, tawakkal sebagai layarnya niscaya engkau akan selamat sampai tujuan”. الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد Akhirnya, semoga Allah SWT senantiasa berkenan membimbing kita semua agar tergolong hamba-hambanya yang mampu meraih sertifikat kefitrahan di hari kemenangan yang agung ini, sehinnga kita layak mendapatkan penghargaan “Minal’aidin Walfaizin”, Semoga Allah SWT berkenan mencurahkan rahmat-Nya kepada bangsa Indonesia serta umat Islam pada umumnya untuk senantiasa mengamalkan syariat-Nya, menghidupkan sunnah-sunnah Rasul-Nya. Semoga momentum Idul Fitri ini juga benar-benar mampu mengantarkan tatanan kehidupan kita yang berlandaskan nilai-nilai agama, akhlak karimah, kebersamaan dan kasih sayang guna terwujudnya ummat dan masyarakat Indonesia yang berharkat dan bermartabat, sejahtera dan berperadaban, baldatun thayyibatun warabbun ghafur, bangsa yang gemah ripah lohjinawi di bawah naungan ridla Allah SWT. Amin, Ya Mujiibassaailiin. الحطبة التانية Khutbah Kedua الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ 2 X الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد ، الحمد لله رب العالمين , والعاقبة للمتقي , ولا عدوان الا علي الظالمين, اشهد ان لا اله الا الله الملك الحق المبين , واشهد ان محمدا عبده ورسوله صادق الوعد الامين، أللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الطَّاهِرِيْنِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أمَّا بَعْد : فيا عباد الله !! اتقوا الله مااستطعتم , وسارعوا الي مغفرة من ربكم , لعلكم تفلحون , وقال الله تعالي ,                 ••    وقال الله تعالي ان الله وملئكته يصلون علي النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما , اللهم صل وسلم علي سيدنا محمد , وعلي ال سيدنا محمد , وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين , ساداتنا ابي بكر وعمر وعثمان و علي , وعن بقية صحابة رسول الله اجمعين , والتابعين وتابعي التابعين وعلينا معهم وفيهم , برحمتك يا ارحم الراحمين اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات , والمسلمين والمسلمات , الاحياء منهم والاموات, انك سميع قريب مجيب الدعوات, يا قاضي الحاجات، اللهم كما انت فزد وكما زدت فبارك زكما باركت فأدم وكما أدمت فلا تسلب  Ya Ilaahanaa untuk kesekian kalinya, tanpa ragu dan rasa malu, Kami tengadahkan lagi kedua tangan kami dihadirat duli keagungan-Mu, sambil mencoba mengadukan setiap sisi perjalanan hidup kami selama ini.  Wahai Yang Maha Mengampuni semua dosa, Wahai yang rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya, Wahai yang pintu taubat-Nya selalu terbuka, Inilah kami hamba hamba-Mu yang selalu larut dalam Lumpur dosa dan kema’shiyatan, Inilah kami hamba hamba-Mu selalu lupa dan terlena dalam irama kedurhakaan, karena itu ya Allah, dihari penuh makna ini, ampunilah semua dosa dan salah yang telah kami lakukan, sebesar apapun dosa dan kesalahan itu, Hapus dan leburlah semua noda yang melekat didalam dada, Sehina apapun kami, serendah apapun kami, sehitam dan sekelam apapun masa lalu kami. Yaa Robb,,, jika Engkau tak ampuni semua dosa dan kesalahan kami, Kepada siapa lagi kami mohon ampunan kalau bukan kepada-Mu, Kalau Engkau tak hapus noda dan nista kami, Apa artinya harta yang kami miliki, jabatan yang kami punyai, Apa artinya sisa umur kami ini kalau tanpa keridhoan-MU.  Allahumma ,,, wahai Nur yang menerangi kegelapan, bimbinglah kami dibawah sinar hidayah dan taufieq-Mu, tuntunlah kami dalam naungan cahaya kebenaran-Mu, Agar kami bisa selalu hidup dalam bayang bayang kasih-Mu, anugerahkan kekuatan lahir dan bathin kepada kami, titipkan semangat Ramadhan dalam jiwa jiwa kami, sehingga dengan demikian, kami memiliki keberanian dan kemampuan untuk senantiasa mentaati semua perintah-Mu, untuk selalu siap berkorban memenuhi setiap panggilan-Mu  Ya Rabbanaa,,, wahai Zat yang mengenggam setiap kehidupan, Dengan kemurnian jiwa dan ketulusan hati yang paling dalam kami memohon ke hadirat-Mu, terimalah seluruh bentuk pengabdian kami kepada-Mu, sekecil apapun bentuk pengabdian itu, terimalah shalat kami, terimalah puasa Ramadhan kami, sempurnakanlah jika ada yang kurang, dengan keluasan rahmat dan kasih sayang-Mu  Wahai yang ketentuan-Nya tak mungkin terhidari, Wahai yang ketetapan-Nya pasti terjadi, Masukkanlah kami kedalam golongan hamba-Mu yang kembali, Kembali kepada hakikat kemanusiaannya yang fitri, Golongkanlah kami kedalam hamba-Mu yang meraih kemenangan, hamba-Mu yang menggapai kesuksesan dan kebahagiaan, dan jadikanlah sisa usia kami ini, seindah indah usia yang Kau karuniakan kepada para kekasih-Mu.  Wahai yang kasih-Nya tiada bertepi, Wahai yang sayang-Nya tiada terbilang, Dihari yang suci ini, kami mohonkan lagi kehadhirat-Mu satu permohonan yang paling besar dalam hidup kami, yaitu,,, ampunilah dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, maafkan khilaf dan kekeliruan ayah bunda kami, Baik mereka yang masih ada hari ini, masih berkumpul ditengah tengah kami, ataupun mereka yang telah Engkau panggil kesisi-Mu terlebih dahulu. Yaa Allah,,, Masih terlintas segar dalam ingatan kami, kenangan ber-iedul fitri ditahun yang lalu, biasanya setelah shalat iedul fitri seperti ini, kami masih sempat mendatangi keduanya, kami masih bisa mencium tangan keduanya, merekapun membelai rambut kami dengan penuh kasih dan sayangnya, tapi iedul fitri tahun ini yaa Allah, mereka sudah tiada lagi disisi kami, hari raya kali ini kami hanya bisa mendatangi pusaranya, kami hanya bisa mencium batu nisannya. Sebagai anak yang shalih, kami sadar yaa Allah, hanya sebait do’a inilah yang bisa kami persembahkan buat keduanya di hari ini, Lapangkan kuburnya, terangi maqomnya, ampuni segala kesalahannya, sayangi keduanya sebagaimana keduanya mengasihi kami diwaktu kami bayi.  Ilaahanaa,,, diujung do’a ini, sekali lagi kami memohon kepada-Mu, Pertemukanlah kami dengan bulan ramadhan ditahun mendatang Izinkan kami merasakan ni’matnya berpuasa ditahun depan. Yaa Allah hanya pada-Mu kami menyembah, Dan pada-Mu jualah kami gantungkan semua permohonan, ربنا ا تنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار وصلى اللخ على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين .عباد الله !! ان الله يامر بالعدل والاحسان , وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي , يعظكم لعلكم تذكرون , ولذكر الله اكبر , والله يعلم ما تصنعون SELAMAT TINGGAL YAA RAMADHAN , SELAMAT JALAN WAHAI BULAN YANG PENUH KEDAMAIAN , SEMOGA ALLAH MEMPERTEMUKAN KITA DI TAHUN MENDATANG ,